
keesokan harinya,,,,,
Hari telat karna semalam Hari dan ayahnya pulang larut malam. sampai di sekolah Hari terkejut karna sekolah sudah ribut dengan berita maya yang di skors mulai hari ini, kepala sekolah sudah memutuskan nya, tanpa mendengarkan buk tika menjelaskan kebenarannya.
Hari cepat-cepat menemui kepala sekolah untuk memberikannya bukti, dengan menunjuk kan rekaman cctv pada pak Dirga. kepsek itu bernama pak Dirga, melihat rekaman cctv itu pak Dirga agak terkejut karna ternyata itu semua hanya tuduhan dari vega sendiri. meskipun pak dirga tak ingin menyinggung keluarga Robert, tapi bukan berarti dia bisa di kendalikan oleh mereka seenaknya, karena sebelumnya vega memberikan informasi yang berbeda itu sebabnya pak Dirga tidak tau dengan kebenarannya. pak Dirga kemudian memutuskan untuk memanggil kembali vega dan maya. tapi sebelum itu, pak Dirga menyuruh Hari untuk memanggil buk tika terlebih dulu
di kelasnya vega tersenyum bangga, dia benar-benar puas karna bisa membuat maya di skors.
"ga, lo hebat juga ya, pasti si pengganggu itu lagi nagis sekarang, hahha" kata dea
"iya lah, namanya juga vega, ya pasti bakalan selalu berhasil lah" sambut amel
"pokoknya gue mau rayain, gue seneng banget, akhirnya cewek songong yang berani ngelawan gue itu di skors juga hahaha" kata vega dengan sangat gembira
maya hanya diam dari tadi, mulai hari ini maya akan di skors selama empat hari ke depan, entah apa yang akan ibunya pikirkan nanti, maya benar-benar sangat sedih.
"may... lo gak papa kan, ntar gue bantuin lo ngejelasin deh sama tante sari, gue yakin kok tante bakaln ngerti" kata aurel
"ya may.. lo jangan diem doang dong... kita sedih tau" sambut syerli
"gue gak habis pikir deh sama vega itu, mentang-mentang dia anak orang kaya, dia main seenaknya aja memanfaat kan orang tuanya buat ngasih tau kepsek informasi yang salah tentang Maya" kata Nata dengan nada kesal
"ia ya... tapi kayaknya kepsek juga gak tau kalok ini cuman fitnah, soalnya kan gak ada bukti kalok dia yang naroh barangnya sendiri di tas maya, dan lagi kemarin waktu vega bongkar tas maya, siswa lain juga liat" kata syerli
"kalian tenang aja, gue bakal bantuin maya biar dia gak jadi di skors, dan buat vega gue yang bakalan ngasih dia pelajaran" sahut delon juga yang ada di sana karna hawatir dengan Maya membuatnya berada di kelas Maya
"iya.. kondisikan tuh.. tunangan lo" kata aurel. delon terdiam mendengar aurel, tau dari mana aurel tentang hubungannya dengan vega? pikirnya.
maya hanya diam memasukkan bukunya, dia ingin langsung pulang. bagaimana pun jika dia sembunyikan dari ibunya tetap akan ketahuan juga. jadi lebih baik dia jujur lebih awal, itu sebab nya dia ingin pulang lebih cepat, selain itu dia juga tidak mau ibunya tau soal ini dari orang lain, maya takut ibunya akan sangat kecewa padanya meskipun ini hanya sebuah fitnah.
saat maya baru akan keluar kelas, Hari tiba-tiba datang untuk memanggilnya, karna kedatanagn Hari yang tiba-tiba membuat maya tak sengaja menabrak bahunya
"auww" kata maya sambil memegang jidatnya
"ikut gue" kata hari dengan wajah datarnya
"kemana?" tanya maya
"ck, lama" kata hari yang langsung menarik tangan maya
aurel dan lainnya ingin menghampiri maya, tapi melihat Hari menarik tangan maya, mereka tidak jadi karna mungkin Hari akan membawanya ke ruangan kepsek tapi juga mungkin ada suatu hal lain.
__ADS_1
delon yang melihat tangan maya dan Hari bergandengan tangan, merasa marah. tapi dia juga tidak mungkin untuk memarahi Hari atau Maya karna dia tidak memiliki hak itu.
"ck, lo ngapain si narik-narik gue" kata maya pada Hari yang terus saja menarik tangan nya dari tadi
"diem, natar lo malah kabur lagi" celetuk Hari
"apa sih, gak bakal, emang Lo mau bawa gue kemana?" tanya maya
"ruang kepsek" jawab Hari masih dengan nada dinginnya
"ya udah jangan tarik-tarik juga, gue bukan kambing" celetuk maya sambil menarik tangannya dari genggaman Hari
"lo bisa diem gak si, atau lo mau ubah profesi dari gorila jadi kambing?" kata Hari yang mnghentikan langkahnya dan menatap mata Maya
"banteng ngeselin" gumam maya
Hari melanjutkan jalannya masih dengan menarik tangan maya
"kenapa gue ngerasa nyaman gini ya, pegang tangan ni anak" batin Hari
"canggung banget rasanya, ni banteng ngapain si pakek narik-narik tangan gue segala, bisa-bisa gue di jadiin lemper sama fans maniaknya nih" batin Maya yang melihat sekelilingnya penuh dengan tatapan benci dan iri dari siswi lain
sampai di depan ruang kepsek, Hari melepas tangan Maya. Hari menyuruhnya untuk masuk lebih dulu karna dia juga akan memanggil vega kesana. Maya sempat takut karna tadi pagi pak Dirga terlihat menyeramkan, dan sekarang harus masuk swndiri?
maya kemudian masuk dan mengucap salam, saat maya masuk pak Dirga tersenyum padanya. maya merasa dari ujung rambut sampai ujung kakinya terasa bulu kuduknya langsung berdiri, maya menelan saliva nya keras. maya benar-benar takut jika pak Dirga akan menambah waktu skorsnya
maya langsung saja duduk untuk menetralkan perasaan takutnya. maya terus berdo'a dalam hatinya agar pak Dirga yang ada di depannya ini tidak benar-benar berubah jadi monster
tak berapa lama vega dan Hari juga datang. vega dengan santainya masuk dan langsung duduk di samping Maya. sedangkan hari menunggu di depan pintu
"iya pak ada apa" tanya vega dengan senyum nya
"kalian tau kenapa saya panggil kalian kemari" tanya pak Dirga pada mereka dengan ekspresi yang berubah jadi dingin
"mm... pak, saya tadi udah mau pulang kok, tapi bapak panggil saya kemari" kata maya yang mengira pak Dirga akan memarahinya karna belum juga pulang
"udah tau di skors masih aja diem di kelas, lo lagi nunggu belas kasih dari pak Dirga? gak bakal ada belas kasih buat pencuri kayak lo" celetuk vega tiba-tiba
"gue gak nyuri, guej ugak gak tau kali barang-barang lo di tas gue" sahut maya membela dirinya
"terus, kalok bukan lo yang ambil siapa lagi? emang barang gue bisa jalan? pu... "
__ADS_1
"khmm..... belum selesai?" tanya pak Dirga pada vega dengan memotong pembicaraan nya
vega langsung diam. pak Dirga memandangi vega dengan wajah malas. vega yang melihat ekspersi pak Dirga merasa aneh
"maya, bapak minta maaf sama kamu, bapak mengambil keputusan tanpa berfikir dulu, hukuman kamu bapak cabut, kamu boleh sekolah tanpa hawatir lagi" kata pak Dirga pada maya
maya benar-benar terkejut dengan keputusan pak Dirga, apakah monster yang tadi pagi sudah mengubah profeainya menjadi malaikat? pikir maya.
berbeda dengan vega yang merasa bingung dengan keputusan baru pak Dirga. kenapa pak Dirga tiba-tiba merubah keputusan dan mencabut hukuman Maya? vega ingin sekali langsung bertanya tapi melihat eksprisi pak Damar yang berubah ketika melihatnya, dia mengurungkan niatnya untuk bertanya
"dan hukuman itu akan di kemembalikan pada kamu vega, kamu bapak akors selama seminggu" kata pak Dirga
jedduerr....
vega seakan di sambar petir disiang bolong. kenapa bisa begini? kenapa malah aku yang di skors? kepsek ini gak takut sama papa gue apa? batin vega. vega benar-benr sangat marah dan bingung saat ini
"pak, kenapa malah saya yang di hukum sih? kan maya yang nyuri barang-brang gue?" tanya vega
"karna kamu sudah menjebak dan memfitnah teman kamu, bapak punya rekaman cctv di ruang kelas kalian masing-masing. kamu sudah menjebak teman kmu, dan ini kesalahan yang fatal, bapak ingin menskors kamu lebih dari seminggu, tapi bapak tidak ingin terlalu menyinggung pak robert, biarkan bapak yang bicara dengan papa kamu nanti. bapak akan menyuruh ya datang hari ini" tegas pak Damar
"hah! jadi ada rekaman cctv-nya? bagus deh, gue gak jadi di skors, dan juga ini balasan buat vega, karma emang gak pernah salah alamat" batin Maya
"ta.. tapi pak"
"kenapa? kamu mau ngomong apa lagi, bapak tidak mau anak didik bapak berperilaku seperti ini, bapak hanya memberi peringatan untukmu, bapak akan memanggil papa kamu sekarang, dan kamu jangan pulang dulu, karna bapak ingin mendengar bagai mana papa kamu mendidik kamu nanti" kata pak Dirga
"ck, sial bisa-bisa uang jajan gue buat sebulan di cabut lagi, bukan cuma itu, mobil dan segala fasilitas milik gue juga bakalan di cabut, sial, kenapa harus ada cctv juga si, ini semua karena amel" batin vega
"Maya kamu kembali dulu kekelas, bapak minta maaf sekali lagi sama kamu" kata pak Dirga pada maya dengan tersenyum tulus
"iya pak, gak apa-apa kok, maya juga maklumi dan gak masukin kehati" kata maya sopan
Maya kemudian keluar dari ruangan itu, tiba-tiba Hari meledeknya saat keluar
"dih, gak masukin ke hati, muka udah kayak baju kurang setrikaan gitu, kusut-kusut masih bilang gak masukin kehati?" kata Hari
"ck, apa sih lo, ganggu aja, terserah gue dong, napa jadi lo yang sewot" celetuk Maya
"dih di tolongin bukannya bilang makasih kek" sahut Hari
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Bismillah.....
jangan lupa like dan komen ya😊😊🙏🙏🌹😘😘