SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
minggu yang sial


__ADS_3

ternyata yang Hari tabrak adalah maya, pagi indah Hari begitu berantakan karna bertemu maya, hatinya yang baru saja senang mengawali pagi itu buyar seketika.


begitupun dengan maya, niat hati menikmati kenyamanan suasana kota di pagi hari seketika itu juga lenyap karna Hari.


"banteng, kalok udah ketemu gak sunnah, wajib banget ya nyeruduk gue, gak bisa liat orang cantik lewat, maunya di seruduk terus, dasar banteng mesum, malah enakkan nimpa badan gue lagi, dasar mesum, modus" kata maya dengan kesal pada Hari


"tadi malem, gue mimpi apa sih, kenapa pagi yang indah banget ini gue harus ketemu gorila betina yang gak ada habis-habisnya mengoceh, lo bilang gue mesum? huh, sorry ya gue gak nafsu liat lo" kata Hari membalas perkataan maya


orang-orang yang ada di sekitar malah tertawa menonton pertujukan pagi hari itu, mereka tak lagi melanjutkan aktifitas mereka karna tertarik menonton pertunjukan Hari dan Maya


"heii... kaum jantan! jangan sembarangan ya lo, yang nyeruduk gue siapa? lo kan, terus yang modus sok sokan jatuh nimpa gue siapa? lo kan, gak ada alasan buat lo ngeles lagi karna pada dasarnya lo emang modus, tau gak" maya tak henti-hentinya mengoceh


"iya gue yang salah, puas lo, emang bener ya, cewek itu gak pernah mau di salahin, selalu ngerasa diri paling bener, gue mau jatoh ya jatoh aja, mau nimpa orang juga ya timpa aja, tapi sialnya kenapa harus lo sih, lo itu udah kayak bayangan ya, ngekor mulu" balas hari


"ngekor? lo bilang gue ngekor? hellooww.... kitty, pliss deh! sorry ya, gue gak punya waktu buat ngekorin banteng mesum kayak lo" kata maya yang berlalu pergi meninggalkan hari


"dasar lo gorila, pagi pagi bawa sial aja..!!" teriak Hari pada maya


"bangteng mesum...!!" teriak maya yang berlalu meninggalkan Hari disana


"ri, lo... gak... papa kan" kata satria hati hati, takut sang gunung es itu mengamuk


"baru kali ini gue liat Hari banyak ngomong, saat ada maya, kayaknya samudera es ini bisa panas juga, tapi jarang banget ada orang yang bisa bikin Hari mau debat gini, maya emang beda" batin satria


"udah yuk lari lagi" kata hari berlari lebih dulu, satria mengikutinya dari belakang. jujur sebenarnya satria juga sama dengan orang-orang di sekitar yang memperhatikan mereka, satria juga menahan tawanya dadi tadi


saat Hari dan Maya pergi orang-orang yang memperhatikan mereka tadi sedikit kecewa karna pertunjukan nya sangat singkat. mereka juga ikut bubar dan melanjutkan aktifitas yang sempat mereka tunda tadi


"hah.. rasanya aneh banget, kok perasaan gue kek gini ya" kata maya yang baru saja duduk di kursi tepi jalan


maya berhenti dan istirahat di sana setelah menyadari perasaannya terasa aneh


"kok gue ngerasa kayak ada sesuatu yang pernah ilang, tapi balik lagi" gumamnya


maya melihat tak jauh dari sana ada yang jual air minum, karena merasa haus maya pergi untuk membeli air mineral itu


sama halnya dengan hari yang sedang duduk di kursi taman, setelah sampai di sana hari langsung istirahat dan duduk.


satria pergi untuk membeli air mineral dekat taman itu


"tadi... waktu gue natap maya perasaan gue kenapa jadi aneh gitu, rasanya kayak ada ada yang balik setelah lama hilang, tapi apa?, ck, ri.. ri, lo jangan aneh aneh deh, ngapain juga lo mikirin gorila itu" gumam hari


seseorang mengulurkan sebotol air mineral padanya, tanpa melihat siapa yang memberikannya air botol itu, Hari mengambil dan langsung meneguknya


"haus banget ya my prince" kata seseorang yang memberikannya air minum tadi


seketika hari yang sedang meneguk air itu langsung tersedak.


uhuk... uhuk...


"eh...lo gak papa kan" kata orang itu dengan panik


"dea!!" kata Hari setelah tau siapa yang memberinya minum


"gue kira satria, gila tuh anak man si lama banget" batin Hari


"mm... my prince gak papa kan" kata dea

__ADS_1


"ck, udah gue gak papa, jangan panggil gue dengan sebutan itu lain kali" kata Hari yang langsung berdiri dan meninggalkan dea di sana


"my prince tunggu!" teriak dea dari belakang


tapi hari tak memperdulikannya. Hari Bertemu dengan satria yang baru saja selesai membeli air minum


"ke mana aja si lo, lama banget" kata Hari


"ya elahh lo, gue juga tadi ada urusan bentar, lagian Lo kenapa si, kayaknya kesel banget, itu juga baju lo bagian dada kenapa basah banget" tanya satria


"ck, sini minumnya, gue harus" kat hari


bukannya menjawab hari malah mengabaikan pertanyaan satria, satria memberikannya air minum itu. Hari Langsung meneguknya


"yuk, kita lanjut aja larinya, gue masih semangat nih" kata satria


"mm, ya" jawab Hari singkat


"dingin amat" gumam satria pelan


mereka kemudian kembali melanjutkan lari paginya. kali ini mereka menuju ke jalan yang lebih sepi, supaya mereka bisa nyaman menikmati pagi itu


*****


Allah hu akbar Allah... hu akbar...


suara adzan berkumandang di masjid, sudah waktunya shalat zuhur. maya mengambil air wudhu lalu shalat.


selesai shalat maya berencana membatu ibunya di dapur, tapi sebelum itu aurel dan syerli datang kerumahnya untuk bermain, mereka di sambut hangat oleh ibu maya


"may, lo lagi gak ada kerjaan kan" tanya syerli setelah sampai di kamar maya


"may, jalan yuk" ajak aurel


"iya, kita kesini pengen ngajak lo jalan-jalan, katanya si... aurel pengen traktir kita" kata syerli sambil melirik ke aurel


"traktir? wah rel, lo jodoh kali sama delon, tadi mal... "


"ck, apa si may, lo mau ikut gak, gak usah bawa-bawa delon deh" kata aurel kesal


syerli dan maya tersenyum menahan tawa


"gue coba izin dulu ya sama ibu, kalok di kasih gue ikut" kata maya


maya lalu keluar kamar dan menemui ibunya, maya meminta izin pada ibunya untuk keluar bersama aurel dan syerli, bu sari mengizinkan maya pergi tapi harus pulang sebelum terlalu sore, bu sari juga mengingatkan maya agar shalat jika sudah waktunya nanti, dan jangan terlalu terlena hingga lupa waktu


maya bersiap-siap di kamarnya, Aurel dan syerli membantu maya berdanndan, maya sempat menolak tapi mereka memaksa.


aurel dan syerli mendandani maya, ala anak kota yang gaul, maya sedikit risih dengan penampilannya, tapi aurel dan syerli tidak mengizinkan nya untuk mengganti penampilannya


mereka lalu berangkat setelah menyalami bu sari.


"hah.... maya sudah besar" kata bu sari setelah maya keluar dari rumah


mereka menggunakan mobil syerli, Aurel yang menyetir. di sepanjang jalan mereka mengobrol sambil tertawa sesekali.


"ohya,,, kok tumben si pake mobil lo syer" tanya maya

__ADS_1


"tadi sebenernya aurel bawa mobil pas jemput gue, tapi pas ngeliat mobil gue dia malah ninggalin mobilnya di rumah, katanya si... pengen nyobain mobil gue yang anak orkay ini.." kata syerli dengan nada ala orang kaya


"dih sombong lu, ngakunya anak orkay, tapi gak pernah tuh bawa mobil sendiri sekolah, malah lebih milih jalan kaki" kata aurel


"yeee... harta juga bukan buat di pamerin kali, lagian gue lebih suka jalan kaki karna jalan kaki tu sehat"


"bener tu, kata syerli" sahut maya


"yang nyuruh lo pamer siapa, gue cuman bilang.... "


belum selesai aurel berbicara, mobil yang mereka kendarai hampir menabrak mobil yang menyelip di depan. spontan aurel ngerem mendadak. mereka hampir saja kecelakaan.


"ck, siapa si di depan, sembarangan banget" kata aurel


tentu saja mereka marah, aurel langsung keluar dari mobil, dengan kesalnya dia mengomeli orang yang menyelip di depan, mobil itu juga berhenti karena sesuatu yang menghalanginya di depan


"woii...!!! turun lo" kata aurel sambil menggebrak pintu mobil didepannya


seorang pria dengan gagahnya keluar dari mobil hitam itu, sambil merapikan jasnya dia menatap aurel dengan wajah datar dan tanpa rasa bersalah


"lo gak bisa nyetir ya, atau lo gak tau peraturan lalu lintas, main seenaknya aja nyelip, kalok gue sampe kecelakaan tadi gimana" bentak aurel pada orang yang di depannya


"terus" ucapnya singkat


"terus? lo cuma bilang terus?? lo masih manusia gak sih," kata aurel dengan kesalnya


"memangnya saya harus bilang apa, saya juga tidak salah" kata pria itu


"what??? lo bilang apa? lo gak salah? muka lo tebel juga ya, di lamutin semen berapa meter tu muka, jelas-jelas lo nyelip jalan sembarangan, kalok sampe orang lain mati kecelakaan emang lo bisa ganti nyawa mereka sama nyawa lo? hah!!" bentak-bentak aurel dengan sangat kesal


pria itu menatap aurel masih dengan wajah datarnya, entah apa yang dipikirkannya tentang aurel saat ini


"apa kamu tau siapa saya?" tanya pria itu


"manusia! punya dua kaki, dua tangan, dua mata tapi gak punya hati dan pikiran" jawab aurel dengan nada ketus


"siapapun anda, jika anda salah tetap saja salah, jabatan dan pangkat tidak akan menutup fakta jika orang itu bersalah maka tetap saja bersalah, anda menyelip jalan secara sembarangan tentu saja salah, mau menyelip, yasudah. tapi jangan sembarangan juga, jika tadi terjadi kecelakaan, lalu ada. yang sampai kehilangan nyawa bagaimana, apa anda bisa membeli nyawa lain untuk menggantinya" kata maya yang baru saja kelaur dengan syerli


"bener tuh" sahut syerli


pria itu hanya menatap mereka bertiga dengan wajah datar tanpa rasa bersalahnya


"bocah ingusan" katanya yang kemudian kembali masuk ke mobilnya


"heh!! dasar lo ya, sombong banget, emang dasar ya kalok orang berpendidikan tapi gak tau tatakrama tetep aja rendah" kat aurel dengan sangat kesalnya


pria itu merasa kesal dengan ucapan aurel, pria itu kembali turun dari mobilnya


"jika kamu masih berani mangatakan hal itu pada saya, jangan salah kan saya tidak berperasaan" katanya sambil mendekati wajahnya pada aurel


"gak berperasaan? emang dari tadi kamu punya perasaan? udah sombong, songong, tebel muka, hidup lagi" sahut aurel


"kamu.. " orang itu benar benar sangat kesal karna aurel


"gue gak takut sama lo, mau lo itu presiden kek, raja kek atau kaisar dewa seklipun, emang gue peduli? di mata gue lo tetep aja orang sombong yang tebel muka, gak tau malu udah salah malah ngotot" ucap aurel


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


**BISMILLAH.....


TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN YA😊😊😊🙏🙏🌹🌹**


__ADS_2