SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
sebuah liontin


__ADS_3

"gue kan udah jawab lo nata.... ya ini resto milik gue pribadi" sahut delon


"hmmm,,,, pantesan aja mau traktir kita banayak-banyak makan disini, orang dianya aja gratis gak bayar" sahut aurel


"eelaahh.. lo, hargain kebaikan gue napa, sewot mulu lo" kata delon


"ia ia... kita hargain lo kok, dan lagi makasih ni udah di traktir, jadi beneran boleh pesen yang banyak-banyak gak ni" kata aurel


"boleh lah, kan tujuan gue emang mau traktir kalian, oh ya may, tadi beneran lo gak sengaja" tanya delon memastikan pada maya


"mmm, gue.. tadi gak sengaja, beneran deh" kata maya


"udah, gak usah tanya lagi, ntar anak ayah malah nangis lagi" ledek nata, delon dan lainnya tertawa


kesal dengan ledekan nata, maya menjewer kuping nata dengan gemas


"sekali lagi lo ledekin gue, gue bikin kuping lo jadi adonan kue putu ya" kata maya


yang lain tertawa, mereka terus bercanda sambil menikmati hidangan di meja, Aurel dengan sengaja memesan banyak makanan dengan harga yang mahal mahal, Delon tak mau protes karna dirinya yang menyuruh mereka untuk memesan semau mereka


"ubur-ubur, lo gak salah makan banyak banget, perut lo gak sakit apa nanti" kata delon pada aurel


"lo ngomong gitu takut bangkrut ya, atau lo emang gak iklas" kata aurel pada delon


"enak aja, gue baiknya gak setengah-setengah, gue hawatir aja sama perut lo" kata delon


"hah?! lo hawatir sama gue? suka lo ya sama gue, wah may,,, ntar kalok delon deketin lo lagi mendingan lo pergi jauh jauh deh, liat aja dia udah suka gitu sama gue, padahal kan dia lagi mau ngedeketin lo" celetuk aurel


nata dan syerli malah tertawa, wajah delon merah saat aurel mengatakan delon sedang mendekati maya, maya hanya diam menahan tawa, karna tau aurel memang sedang bercanda


"eh ubur-ubur, lo narsis banget si, siapa juga yang suka sama lo, gue juga gak lagi deketin maya kok, gue cuma... nganggep kalian semua itu temen doang" kata delon


mereka tertawa melihat delon yang wajah nya sudah memerah itu, aurel puas bisa menggoda delon sampai kesal


"sekali buaya emang buaya ya, tadi bilangnya hawatir sama gue, sekarang lo malah bilang gue narsis, bilang aja kali kalok lo suka sama gue, ntar gue pertimbangin deh apakah gue nolak atau nggaknya, emang siapa sih yang bisa lolos dari pesona seorang aurel yang jelita ini" kata aurel dengan pede nya


delon menarik nafas kesal, memang orang yang di depannya satu ini selalu membuatnya kesal tak berdaya.


selesai mereka makan makan, mereka kemudian menuju taman, di sana mereka mengerat kan hubungan pertemanan mereka dengan bercanda hangat sambil menikmati taman di malam itu, sebelum jam sepuluh malam, mereka pulang karena sudah mendapat pesan dari ayah maya.


dari kejauhan vega yang mengikuti mereka secara diam--diam menggertak kan gigi melihat tawa mereka terutama maya dan aurel yang suka menggoda delon.


"awas aja, gue gak bakalan ngebiarin mereka tenang di sekolah, tunggu dan liat aja apa yang bisa gue lakuin ke lo semua" gumam vega


"ga, pulang yuk, mereka juga udah pulang, kita bales mereka di sekolah besok" kata amel


"ia ga, gue bakalan dukung dan bantuin lo buat ngebales si maya itu" sahut dea


vega dan yang lainnya juga pulang.

__ADS_1


sampai dirumah maya langsung masuk, Delon dan lainnya sempat turun sekedar untuk bersalaman pada pak tedi dan buk sari.


****


Hari yang berada di taman itu masih termenung setelah melihat maya dan lainnya, bukan karna mereka ada di taman itu melainkan leontin yang ada di leher maya, yang sempat si lihatnya. Hari sedang berjalan-jalan dengan satria, saat satria pergi membeli minum Hari tidak sengaja melihat maya dan lainnya di sana, awalnya hari biasa saja, tapi saat melihat liontin di leher maya secara sekilas, Hari seaakan ada sesuatu yang mangganjal di hatinya, iontin itu tidak asing baginya.


Hari terus berfikir, kenapa perasaannya begitu akarab dengan liontin yang di pakai maya, apa yang membuatnya tiba-tiba terpikir terus dengan liontin itu


B



Btw, ini liontin yang pernah Ari kasih ke maya ya😊 dan yang lagi di pakai maya saat ini😊😊


"woii, napa si lo" kata satria yang baru saja datang setelah membeli dua botol minuman


"gak papa, cuman ke pikiran ayah gue aja, belum pulang dari tadi sore" kata Hari berbohong


"oh ya, perasaan gue lagi gak enak, gak tau kenapa, kayaknya gue pulang dulu deh" kata Hari


"loh,, kok pulang sih, kita belum lama disini, dan lagi tadi lo bilang mau cerita ke gue, soal sesuatu yang terus bikin lo kepikiran, kenapa sekarang lo malah mau pulang" kata satria


"sat, lo bisa nginep rumah gue gak malem ini" kata Hari


"bisa si, tumben Lo ngundang gue nginep di rumah lo" kata satria


"katanya lo mau dengerin cerita gue" kata Hari


drrrtt... drrrtt...


ponsel hari berbunyi, ternyata yang menelponnya adalah ayahnya, hari mengangkatnya dan menanyakan keberadaan ayahnya


"ri, ayah gak bisa pulang malem ini, ayah banyak kerjaan, kamu gak papa kan sendiri di rumah" kata pak damar


"ya yah, yah hari bawa temen ke rumah, satria" kata hari pada ayahnya


"ya sudah, asal kamu jangan keluyuran" kata pak damar


"ia yah"


setelah selesai bicara, pak damar mematikan ponselnya. hari dan satria kini berada di kamar hari


"ri, lo mau cerita apa sih sama gue, kepo nih" kata satria


"gue mau cerita soal masa lalu yang gak pernah bisa bikin gue tenang" kata hari


"ooh, masa lalu... biarlah masa lalu... jangan kau ung.. "


"lo kenapa malah nyanyi si, gue serius" kata hari memotong suara satria yang bernyanyi untuknya

__ADS_1


"ia ya... udah ni, mau cerita apaan" kata satria setelah memposisikan duduknya


hari mulai bercerita tentang bagaimana kepergian ibunya, kesalahpahaman nya terhadap sahabat kecilnya yang selalu dia anggap keluarga, dan meninggalkannya sampai saat ini, hari benar-benar terganggu dengan ingatan kisah di masa lalu nya.


satria yang mendengarnya hanya diam, satria mengerti apa yang hari rasakan. karna dia juga pernah salah paham pada orang lain, dan orang lain itu adalah ibunya


"sat, gue pengen deh ke desa tempat tinggal gue dulu, gue pengen minta maaf sama mereka" kata hari


"dari tadi lo ceritain kisah lo, tapi Lo malah gak ngasih tau gue nama temen kecil lo siapa" kata satria


"namanya maya, dia anaknya ceria dan baik, gue kangen banget sama dia, gak tau kabar dia kayak gimana sekarang, dan gue penasaran liat dia setelah sekian lama, gue gak tau dia bakalan maafin gue apa gak, ada satu kenangan yang masih melekat dipikiran gue, yang gak pernah bisa gue lupain, gue ngerasa bersalah banget" kata hari


"apaan" tanya satria


"itu hari keberangkatan gue kekota, maya ngasih gue sebuah kotak yang kalok gak salah, isinya sebuah boneka, tapi gue malah membuangnya dengan kasar, gue liat saat itu dia kecewa banget sama gue" kata hari


"parah lo, kasar banget, tapi dari cerita lo, lo dulu kayaknya sayang banget sama temen kecil lo itu, dan satu lagi, namanya sama kayak anak yang selalu bikin lo kesel di sekolah, cewek baru itu juga namanya maya kan" kata satria


hari seketika teringat dengan liontin yang di pakai maya tadi, apa yang membuatnya seakan dia sangat kenal dengan liontin itu, hari termenung.


"ck, woii, kenapa si lo, kesambet cicak ya" kata satria


"gak gue cuma inget sesuatu aja, ohya jangan sama samain maya gue dengan gorila itu ya" kata hari


"phufftt... ya oke oke... maya masa lalu lo gak bakal sama deh sama maya masa depan lo" kata satria meledek hari


"lo ngomong apa sih, gak jelas" kata hari dengan kesal


"hati-hati lho, jangan sampe lo suatu saat malah bucin sama dia" kata satria sambil tersenyum pada hari


"ck, amit amit... " kata hari


mereka mengobrol sampai tengah malam, ada saja yang mereka obrolkan. karena sudah mengantuk dan juga larut malam, satria tertidur juga, berbeda dengan hari yang masih saja kepikiran dengan liontin yang di pakai maya, seperti pernah dia lihat, tapi entah di mana.


hari juga merasa lega karena bisa menceritakan beban yang selama ini sangat mengganggunya. hari bersyukur karena dia setidaknya masih punya teman untuk saling berbagi keluh kesah. meskipun sebelumnya dia tak pernah percaya pada siapapun kecuali ayahnya.


keesokan harinya, Hari dan satria berencana untuk lari pagi selesai shalat subuh. kebetulan mereka menuju ke arah taman "mawar pagi" karena biasanya orang-orang yang lari pagi akan singgah di sana untuk sekedar olahraga atau istirahat setelah berlari.


Hari dan satria berlari pelan sambil mengobrol, di sekitar mereka banyak juga yang sedang lari pagi, dari wanita sampai pria. saat sedang asik mengobrol dengan satria, Hari Tidak sengaja menyenggol batu di depannya sampai menabrak seseorang di depannya.


brukkk... !!!


hari terjatuh dengan posisi dia menimpa seorang gadis yang posisinya ada di bawah hari saat ini. mata mereka saling bertemu, beberapa detik kemudian mereka tersadar dengan posisi mereka, selainitu orang-orang yang ada di sana juga tak henti-hentinya memeperhatikan mereka berdua. satria menutup sebelah matanya, dan sebelahnya lagi melihat keuwuwan mereka.


sadar dengan posisi mereka hari dan gadis itu langsung berdiri


"lo!!" kata mereka bersamaan sambil saling menunjuk satu sama lain


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya😊😊


salam sayang dari authorπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸŒΉπŸ˜œπŸ˜˜


__ADS_2