SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
main kerumah maya


__ADS_3

"eh, gue gak nyangka loh, ternyata… puftt…ahahha" aurel tidak dapat menahan tawanya, maya semakin kesal. syerli yang melihat maya semakin cemberut menegur aurel dengan lengan, aurel sadar dan langsung menutup mulutnya dengan tangan


"eh may, sorry may, gue gak tau lo bakal marah sorry ya" kata aurel, maya tersenyum pada aurel


"gue gak marah gara-gara lo kok, gue masih kesel banget sama si gunung es" kata maya dengan bibir monyong


obrolan mereka di sela dengan kedatangan delon yang tiba-tiba duduk dekat mereka, lebih tepatnya maya


"gue boleh ikut duduk gak" ucap delon setelah duduk


"lo kan udah duduk" celetuk maya dengan nada kesalnya


"lo kenap…" belum selesai delon bicara, sang ketua OSIS Hari mengumumkan bahwa waktu istirahat telah selesai.


"ck, " delon sedikit kesal karna kesempatnnya untuk ngobrol dengan maya malah rebut oleh hari. maya langsung pergi ikut berkumpul dengan siswa lain sedangkan aurel dan syerli masih dengan sempatnya bertanya pada delon


"khmmm, lo suka ya sama maya"tanya syerli pada delon. delon hanya diam tak menggubris


"ck, ganteng-ganteng kok bisu" kata aurel yang sengaja memancing delon agar ngomong


"udah yuk, kita gabung aja sama mereka" kata syerli sambil menarik tangan aurel karna delon tak mau menjawabnya


"gak tau, gue sebenernya suka atau cuma demen usilin dia doang,yang pasti sih gue nyaman aja deket dia"gumam delon dalam hati, kemudian dia juga ikut menghampiri para anggota osis.


****


beberapa hari telah berlalu, maya aurel dan syerli semakin dekat mereka sering bertiga dan kadang vega dan teman-temannya sering menghampiri mereka dan berdebat. besok adalah hari pemilihan raja dan ratu MOS yang artinya juga adalah hari terakhir MOS.


"may pulang bareng yuk" ajak syerli pada maya, rumah aurel tak searah dengan mereka tapi kadang aurel akan mengantarkan kedua temannya pulang menggunakan mobilnya.


"eehh, hari ini maya pulang bareng gue" kata delon yang tiba-tiba datang menyeka obrolan mereka


"khmm, gue pulang bareng syerli aja, ada yang mau gue omongin sama syerli, sorry ya" ucap maya sambil menarik tangan syerli.


"eh tapi…" belum selesai delon ngomong sudah di potong oleh maya


"mmm gini ya, mending sekarang lo pulang, mandi habis itu tidur, oke! gue pulang bareng syerli, bay…" kata maya yang langsung meninggalkan delon di sana


"ck, terus aja ngehindarin gue" gumam delon.


aurel menunggu mereka di depan gerbang dan mengajak mereka pulang bareng. alasannya aurel ingin main kerumah maya dan syerli


"tapi lo gak di cariin mama lo kan kalok lo pulang kerumah kita" sahut syerli


"iya rel, izin dulu biar gak di cariin" sambut maya


"udah, gue udah kasih tau mama gue kok, yuk masuk" ajak aurel pada mereka, merekapun kemudian masuk kedalam mobil aurel dan pulang kerumah syerli dan maya


pertama mereka berhenti di rumah syerli, karna rumahnya lebih dekat di bandingkan rumah maya. mereka menunggu syerli menganti baju, sementara syerli mengganti baju, mama syerli mengajak mereka ngobrol di ruang keluarga. selesai syerli mengganti baju nya, mereka pamit dan kemudian menuju rumah maya. sebelumnya aurel juga membawa baju ganti karna hal ini sudah di rencanakannya dari kemarin. sepanjang perjalanan mereka berbagi cerita dan tawa


"oooh, jadi Lo dateng dari desa may, lo baru pindah gak lama ini?" tanya aurel yang sedang menyetir


"eh may, gimana rasanya tinggal di desa, pasti asyik ya kan, banyak tanaman hijaunya, ga ada polisi…eh maksut gue polusi, iyakan udah gitu pasti udara pagi harinya itu sejuk banget, may pengen dong kedesa, kapan-kapan kalok lo mau mudik ke desa lo, ajak gue juga ya" kata syerli panjang lebar sejauh perjalanan


"iya tuh, bener kata syerli, kapan-kapan ajak kita juga dong" sambut aurel

__ADS_1


"iya ya…kapan-kapan, tapi insyaallah ya gue gak janji" sambung maya.


sampai dirumah maya mereka semua masuk, saat tau maya membawa teman-temannya pulang pak tedi dan istrinya mempersilahkan mereka masuk, buk sari segera menyiapkan minum untuk mereka


"tante kita mau langsung kekamar maya aja boleh kan" kata aurel sopan


"oh boleh nak silahkan, biar ibu ambilin minum, nanti ibu anterin ke kamar" ucap bu sari


"makasih tante" jawab aurel dan syerli serempak


"ya udah yuk" ajak maya pada mereka. sampai di kamar maya aurel membuka ranselnya dan ingnin mengganti bajunya


"may, kamar mandi lo di mana" tanya aurel


maya menunjuk kearah sebuah pintu, aurel kemudian pergi mangganti bajunya di sana. syerli dan maya mengobrol sambi menunggu aurel mengganti bajunya, selesai mengganti bajunya aurel langsung keluar. giliranmaya yang mengganti bajunya, saat maya sedang mengganti baju, syerli dan aurel kepo dengan benda-benda yang ada di kamar maya, mereka mengcak-acak barang-barang maya


"eh syer, ini buku-buku maya banyak banget, isinya apa si" kata aurel membuka semua buku-buku itu


"iiih, ini buku hariannya banyak banget, gila,, maya…maya" ucap syerli


"ini kotak apa si" aurel membuka sebuah kotak kecil berwarna coklat


terlihat didalamnya sebuah leontin berwarna biru, karna memang kalau sekolah maya tidak akan memakainya.


"wiih, leontin, bagus banget" kata syerli


"iya ya bagus banget" sambut aurel


tiba-tiba suara pintu kamar terbuka, bu sari datang membawa tiga gelas jus jeruk


"loh…maya mana" tanya bu sari pada mereka


bu sari melihat kotak yang ada di tangan aurel, bu sari meletakkan minuman itu pada meja lalau mendekati aurel dan syerli sambil tersenyum


"leontin itu pemberian dari seseorang yang sangat maya nantikan sejak lama, ibu sama bapak tidak pernah berani menyentuhnya, karena itu sangat berharga bagi maya" cerita bu sari pada mereka


Aurel dan Syerli terkejut, mereka langsung menutup kotak itu dan menaruhnya kembali dengan rapi, bu sari tersenyum dengan tingkah laku mereka


"maya tidak akan marah, ibu cuma cerita doang kok" kata bu sari lagi


"ooohh, kita kira, gak boleh pegang kotaknya" kata syerli


"bukan gak boleh, tapi ibu tidak berani, karena Maya sering sedih kalau melihat kotak itu, makanya ibu gak berani megang ataupun nyentuh kotak itu biar maya gak inget-inget lagi tentang masa lalunya" kata bu sari menjelaskan


"mmm, emangnya tu kotak pemberian siapa tante, pacar atau mantan maya?" tanya aurel


belum sempat bu sari menjawab, maya keluar dari kamar mandi, maya mendekti mereka yang sedang mengobrol di depan lemari bukunya


"ibu" kata maya


"ibu keluar dulu ya, diminum jusnya, ohya maya nanti ajak temen-temen kamu keluar ya, kita makan siang bersama" kata bu sari yang kemudian keluar dari kamar maya


"kalian tadi ngobrolin apa sama ibu" tanya maya pada mereka


"bukan apa-apa kok, eh may, ini buku apasih buanyak banget" kata aurel

__ADS_1


"ya ampun…kalian ngapain acak-acak lemari buku gue, berantakan banget" kata maya kaget yang melihat lemari bukunya sudah seperti kapal pecah karna ulah mereka


"pufft… bukan, bukan gue, aurel tuh tadi yang kepo" kata syerli sambil menahan tawa


"apaan si, nggak kok may, syerli juga ikut" sahut aurel. maya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


"pokoknya gak mau tau, harus di rapiin sekarang" kata maya pada mereka


"hehehe…iya ya… kita rapiin buk bos" kata syerli dan aurel, mereka merapikan kembali semua buku yang mereka acak-acak tadi.


selesai merapikan buku-buku itu mereka duduk di tempat tidur dan mulai berbagi cerita


"mm guys, kalian pernah gak punya kenagan yang gak pernah bisa kalian lupain, misalnya dengan mantan, atau…teman gitu" tanya aurel pada maya dan syerli


"pernah, gue pernah punya mantan yang gak bisa gue lupain, tapi…bukan karna kenagan indahnya sih, karna kenangan buruk, dia itu kasar terus suka nyakitin hati gue gitu, itu gak pernah gue lupain" cerita syerli


"mantan pacar? emang kejadiannya kapan" tanya aurel lagi


"waktu…smp, jadiannya waktu kelas dua, terus putusnya waktu kelas tiga" kata syerli


"masih smp aja lo udah pacaran? dasar bocil" kata aurel heran maya hanya tertawa kecil mendengar aurel yang bertanya keheranan


"yeee suka hati gue dong, mmm lo may gimana, lo pernah ada mantan gak" tanya syerli yang beralih pada maya


sebenarnya maya dan aurel sengaja menanyakan hal itu, karena jiwa keponya sudah meronta-ronta sejak mereka gagal mendengar cerita dari bu sari tadi


"mmm, gue ya…" maya terdiam sejenak, Aurel dan syerli sudah sangat kepo dengan jawaban maya


"sebenarnya sih ada" kata maya, syerli dan aurel benar-benar penasaran


"dulu itu…" maya belum sempat bercerita, bu sari malah datang dan mengajak mereka makan siang bersama, harapan mereka berdua untuk mendengar cerita maya malah gagal lagi aurel dan syerli sedikit kecewa, tapi mereka akan bertanya lagi nanti saat ada waktu lain.


di ruang makan, pak tedi, bu sari maya dan dua temannya menikmati makan siang yang di masak oleh bu sari


"wah…tan, enak banget, tante hebat deh, bisa masak seenak ini, kapan-kapan boleh ya kita mampir kesini lagi" kata syerli bu sari dan pak tedi tersenyum mendengar syerli sambil menganggukkan kepala


"setuju, tapi boleh juga kan om tante, kalok maya main kerumah kami" kata aurel lagi


"boleh saja, asalkan jangan sampai kalian keluyuran tanpa izin orang tua, terlebih lagi bolos di jam sekolah" kata pak tedi pada mereka


"tentu saja om, kita gak akan keluar rumah tanpa izin, kita anak-anak baik kok om, tenang, kita gak bakalan ajak maya keluyuran, apalagi bolos" sambut aurel


"ya, om dan tante tenang aja, kita teman yang baik kok" lanjut syerli lagi, maya hanya diam mendengarkan mereka mengobrol.


selesai makan siang aurel dan syerli pamit pulang, karena mereka hanya izin pada orang tua mereka untuk bermain sebentar. setelah kedua temannya pulang maya duduk di ruang keluarga dengan ayahnya.


"may, ayah mau ngomong sama kamu" kata pak tedi pada maya yang baru duduk di dekatnya


"ia yah, ada apa" tanya maya pada ayahnya



Aurelia Oktav (aurel)


__ADS_1


Syerli Ivana (syerli)


ini visualnya syerli dan aurel ya😊😊


__ADS_2