SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
kalian jadian?


__ADS_3

"ck, kenapa cuman mimpi sih, kenapa gak nyata aja, arrrgghh.... " teriak Hari sambil memeras kepalanya dengan geram


"may... gue rindu sama lo.. !" teriak Hari dengan kencang


pak Damar terkejut mendengar teriakan Hari yang berada di kamarnya, dan langsung mendatangi Hari dengan cepat karna takut terjadi apa-apa pada putranya itu.


"kamu kenapa ri?" tanya pak damar yang baru masuk


"eh,, yah, gak papa kok, Hari cuman kangen Maya aja" kata Hari dengan wajah lesu


"sudahlah, ayo bangun mandi dan shalat subuh" kata pak Damar pada putranya itu


"kayak ada sesuatu yang kelupaan, tapi apa ya?" batin Hari


"ia y... "?????????


"eeh... bentar-bentar, pantesan aja ada yang kelupaan, kan harusnya manggil papa sekarang" batin Hari setelah mengingatnya


"kenapa ri?" tanya pak Damar lagi


"eng.. nggak papa kok pa, ya udah Hari mandi dulu" kata Hari sambil berdiri dan pergi masuk kekamar mandinya


"susah banget jadi orang kaya dadakan harus manggil papa lah.... padahal manggil ayah lebih bagus, nyaman udah gitu itukan panggilan gue selama tujuh belas tahun, ngapain harus diganti si" gerutu hari sambil mandi


"merindukan temannya sampai seperti itu, sepertinya tidak salah mempertemukan mereka di perjodohan" batin pak Damar yang kini berada di kamarnya sambil menatap boneka kecil dengan gelang di lehernya yang dia taruh di lemari kecil


****


"mmm... wangi... si banteng gak bakalan punya kesempatan buat ngeledek gue nanti, karena jasnya udah gue cuci bersih plus wangiii banget, hehehe" kata Maya sambil mengendus-endus jas Hari yang sudah di lipatnya.


Maya berangkat sekolah dengan hati yang lumayan bagus, karena sedang pms, dari kemarin mood Maya tidak terlalu bagus, tapi pagi ini dia mengawali harinya dengan penuh semangat dan mood baik


seperti biasanya di jalan Maya akan bertemu Nata dan Syerli, mereka berangkat bersama kesekolah. Syerli sempat melihat jas yang di bawa Maya, tapi tidak mau banyak tanya karena dia juga sudah tau karena kemarin Maya menceritakan kejadiannya, kecuali pada Nata, meskipun tidak di ceritakan tapi Nata juga orang yang peka.


sampai di sekolah Maya melihat Hari yang berjalan menuju ruang OSIS, Maya berlari menghampirinya dengan terburu-buru, sedangkan yang lain langsung masuk kekelas, karena keadaan nya sedikit sepi jadi Maya bisa leluasa mengembalikan jas itu pada Hari tanpa harus mendapat tatapan maut dari fans-fans maniaknya Hari.


"banteng tunggu" teriak Maya dari belakang


Hari mengenali suara itu, dia berbalik dan menatap Maya dengan sedikit kesal karena memanggilnya banteng


"apa" tanya Hari dingin, tiba-tiba Hari ingat jika Maya berhutang terima kasih padanya kemarin semangatnya langsung naik ingin mengerjai Maya seperti yang dia rencanakan kemarin


"nih jas lo, makasihya" kata Maya sambil tersenyum manis


deg.....


Hari yang melihat Maya tersenyum manis padanya merasa canggung, karena untuk pertama kalinya seorag Maya tersenyum manis padanya


"bentar bentar, gue gak bakalan ngebiarin kesempatan buat ngerjain dia pergi gitu aja, kayaknya dia sengaja ngasih jas gue sekarang, karena keadaannya masih sepi dan gak ada yang akan liat, makanya buru-buru gini, mau ngehindarin fans gue? gak bakal gue biarain" batin Hari


"lo ngapain natap gue kayak gitu? suka lo sama gue?" goda Maya pada Hari karena menatapnya sambil melamun dari tadi

__ADS_1


"hah? sakit lo?" kata Hari


"andai aja ada banyak siswa disini, gue bakalan balik godain lo biar lo jadi santapan mereka" batin Hari lagi


"lo ngapain si dari tadi mandangin gue gitu? gak jelas banget" gerutu Maya pada Hari


"ck, gue gak ada waktu buat ngeladenin lo, udah sana lo masuk kelas" kata Hari sambil meninggalkan Maya dengan sengaja karena tidak ingin mengambil jas itu sekarang


"ehh... kok lo main pergi aja si, woi.. jas lo nih.. " teriak Maya pada Hari


tapi Hari sama sekali tidak mau berbalik, sambil tersenyum sinis, Hari bergumam ingin mengerjai Maya habis habisan hari ini


"ih apaan sih, gak jelas gitu, kenapa tu anak aneh banget si hari ini" gumam Maya sambil melihat Hari yang sudah menjauh


Maya kembali kekelasnya, Maya kesal karena kesempatan untuk memberikan Hari jasnya di waktu yang aman sudah berlalu begitu saja, Maya juga mengerutui dirinya kenapa tidak mengejar Hari tadi. Maya bingung mau memberikan jas itu padanya di waktu yang aman kapan lagi? apa pulang sekolah? pikirnya


"May, muka lo kenapa di tekuk gitu?" tanya Aurel yang melihat Maya hanya diam dari tadi


"gak papa kok, gue cuman mikirin ayam doang" kata Maya sambil tersenyum kocak


"taik lo" sahut Aurel


waktu jam istirahat, Maya berniat memberikan jas itu pada Hari sekarang, karna tidak peduli lagi dengan tatapan tajam dari para fans nya hari, baginya saat ini adalah harus memberikan jas itu pada Hari, bukan apa, tapi karna teman kelasnya lebih berbahaya, sepanjang pelajaran berlangsung Maya terus-terusan digoda teman-temannya, Maya dikira menyukai Hari ada juga yang menganggap Hari yang suka padanya. telinganya sudah panas mendengar ocehan mereka itu sebabnya dia buru-buru ingin memberikan jas itu padanya saat ini juga, tapi karna Hari berniat mengerjai Maya, dias sengaja ketempat yang sangat ramai dengan siswa, terlebih lagi di sana banyak fans nya membuatnya tersenyum senang, karna dia sudah menggenggam kemenangan di tangannya, pikirnya.


"ada gunanya juga ni para fans gue, hehe" batin Hari


Hari sengaja mengajak Satria ketempat itu agar niatnya untuk mengerjai Maya tidak di curigai. begitu banyak siswa putri yang menatap nya sambil berbisik dan tersenyum, ada juga yang tersenyum caper padanya, Hari tidak peduli dengan mereka, karna yang dia tunggu adalah Maya


satria merasa bingung dengan tingkah Hari, hari ini. untuk pertama kalinya Hari mau berada di antara mereka yang selalu caper padanya.


"lo gak sakit kan ri? lo kenapa tumben banget mau duduk duduk disini?" tanya Satria yang penuh tanda tanya dan heran


"gak papa, lagi pengen aja" jawab Hari santuy


"dih, lagi pengen... kesambet lo?" kata Satria yang semakin heran


Delon yang tidak sengaja melihat Hari dan Satria ada disana juga merasa bingung, untuk pertama kalinya dia melihat sang ketos yang selalu dingin dan super cuek itu ada di tempat yang ramai dengan siswa putri, terlebih para fans maniaknya


"bukannya Hari paling benci sama keadaan yang kayak gini?" batin Delon


saat Delon ingin menghampiri mereka, dia tidak sengaja melihat Maya jalan mendekati Hari dan satria, Delon memperhatikan mereka sambil diam disana


"khmm,,, " sapa Maya pada Hari yang sedang diam melihat hp nya


Hari hanya diam tidak menggubris sapaan Maya, Satria hanya diam memperhatikan Hari, dia tau Hari sengaja tidak mendengar Maya. dalam hatinya Hari sudah tersenyum jahil.


"Hari kenap jadi aneh gini?" batin Satria


"woii!!" bentak Maya sambil menendang sepatu Hari


"apaan si" kata Hari sambil mendongak ke arah Maya

__ADS_1


siswa lain yang ada disana merasa kesal, dan juga iri, mereka tidak pernah bisa mendekati Hari karna Hari yang selalu cuek dan dingin, tapi sekarang Hari sepertinya malah dengan senang hati di sapa Maya karna saat mendongak kemaya Hari tersenyum manis


"ck, gak usah sanyam senyum, gue tau lo ganteng, nih jas lo" kata Maya sambil memberikan jas itu pada Hari


"waktu nya tepat" batin Hari


"oh ya jas gue, udah di cuci belum yang... " kata Hari dengan nada yang manja sambil tersenyum pada Maya


suara Hari sontak membuat Maya, Satria Delon dan siswa lain yang memperhatikan mereka langsung terkejut dan sekaligus bingung


"yang.. ? mereka udah jadian? Hari dan Maya?" batin Delon


Delon sangat cemburu dengan Hari, selama ini Delon juga memendam rasa pada Maya, tapi belakangan ini Delon menghindar karna teguran dan ancaman dari papanya, karena dia masih punya perjanjian perjodohan dengan Vega yang tidak bisa di ganggu gugat. Delon menggenggam tangannya dengan sangat geram, tapi dia tidak bisa melakukan apapun


Satria yang mendengarnya merasa bingung, sejak kapan mereka jadian, dan sejak kapan si samudera es itu luluh, bukannya dia sangat memenbenci Maya, sampai namanya saja tidak mau dia sebutkan. apa dia sedang kesurupan? kayaknya ada yang gak bener nih! pikirnya.


Maya juga merasa bingung dan geli dengan kata-kata Hari di akhir kalimatnya tadi


"hah.. ap.. apa? lo manggil gue apa?" tanya Maya dengan bingung dan heran


"kamu kenapa sih sayang,,, kita kan udah jadian, emang aku gak boleh manggil kamu sayang?" kata Hari sambil mendekati maya dengan tersenyum manis


"rasain lo" batin Hari


"hah?? se.. sejak ka.. pan.. " maya menyadari kalau Hari sengaja mengerjainya, Maya melihat sekelilingnya penuh dengan tatapan tajam dari para siswa lain


"mampus" batin Maya


"lo sengaja ya ngerjain gue" bisik Maya pada Hari


"menurut lo?" bisik Hari balik


"ck, apes banget si, emang sial deket-deket ni orang" batin Maya


"kalian udah jadian?" tanya seorang siswa pada mereka


"lo kira gue bodoh apa? hmm... gue kerjain balik aja, gue bakalan ngerjain lo lebih dari ini" batin Maya sambil tersenyum sinis


"iya, kita udah jadian, jadi kalian jangan deket-deketin pacar gue lagi, oke" kata Maya sambil tersenyum


"hah? yang bener aja? ni anak kenap.... ooo gue tau, dia pasti mau ngebales gue" batin Hari


"hah? se.. sejak kapan?" tanya Satria


"sejak sekarang, ya kan sayang" kata Maya pada Hari sambil tersenyum manis pada Hari


"sial, kayaknya ni anak bakalan ngejebak gue deh, ini sih namanya masuk keperangkap sendiri" batin Hari sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


jangan lupa komen dan like nya ya, biar author semangat up nya🙏🙏😊😊😊😊❤🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2