SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
dunia sesempit pikiran lo!


__ADS_3

maya menghampiri ibu dan ayahnya yang ada di ruang keluarga, maya duduk dekat ayahnya, dengan hati-hati maya meminta izin pada ayahnya untuk keluar


"yah, malem ini kan malem minggu, sebenernya, maya di ajak ke taman sama temen-temen, boleh kan yah, mmmm,,,, tapi,,, kalok ayah gak ngizinin juga gak papa kok, maya cuman butuh izin dari ayah sama ibu, kalok ayah dan ibu gak ngizinin, maya gak akan pergi" kata maya pada ayahnya


pak tedi yang sedang menyeruput kopinya terdiam sejenak, pak tedi sadar, maya tak seharusnya terus di kurung dalem rumah, maya juga punya teman dan hoby, tak seharusnya maya selalu berada di rumah, dia juga butuh pengalaman


"sama siapa saja kamu akan pergi" tanya pak tedi pada maya, memastikan putrinya tidak bergaul dengan orang-orang salah


"mmm, sama aurel, syerli, nata dan delon yah" ucap maya jujur


"apa bener, kamu cuma di ajak ketaman doang gak ada ketempat lain kan" tanya pak tedi memastikan


"sebenernya delon ngundang maya dan yang lain makan-makan yah" jawab maya


"ayah percaya sama kamu, karena ayah tau kamu akan selalu jujur kalok ayah dan ibu yang tanya, maya kamu sudah besar sekarang nak, ayah berharap kamu bisa menjaga diri dengan baik, kalok kamu mau keluar sama temen-temen kamu, izin dulu sama ayah sama ibu, ayah tidak masalah kamu keluar sama temen-temen kamu, asal jangan ngelakuin hal-hal negatif, suruh temen-temen kamu jemput, biar ayah tenang dan percaya" kata pak tedi pada maya


maya tersenyum, tak menyangka ayahnya akan mengizinkannya untuk keluar, padahal sebelumnya maya tidak yakin kalau ayahnya akan mengizinkannya.


"makasih ayah, tadi sebenernya maya gak yakin ayah bakalan ngizinin maya, tapi ternyata ayah ngizinin, makasih yah" ucap maya sambil memeluk ayahnya


"tapi kamu harus tetap ingat, hati-hati dalam berteman, dan ibu belum ngizinin kamu buat pacaran lho, kalok sampai ibu denger kamu punya pacar, ibu gak izinin kamu keluar rumah, paham kamu may, " kata buk sari


"ibu tenang aja, maya juga belum mau pacar-pacaran, kan maya selalu dengerin kata ibu" kata maya sambil tersenyum


buk sari selalu percaya dengan putrinya itu, itu sebabnya buk sari tidak hawatir maya punya teman laki-laki, sebelum ada izin lampu hijau darinya, maya tidak akan berani macam-macam.


maya kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap, maya sangat senang, ia menelpon aurel dan memintanya untuk menjemputnya, karena itu perintah dari ayahnya. beberapa saat kemudian maya selesai bersiap-siap, sambil menunggu teman-temannya datang, maya menghampiri ayah dan ibunya di ruang keluarga.


"may, jangan pulang terlalu malam, jam sepuluh malam kamu harus sudah pulang" kata ayahnya


"ia yah, maya akan pulang sebelum jam sepuluh malam, ayah tenang aja" kata maya, pak tedi mengangguk


beberpa saat setelahnya, teman-teman maya datang, mereka menggunakan mobil delon, karna delon yang mengundang mereka, maka delon juga yang menanggung jalan mereka. Aurel dan yang lain nya masuk kerumah maya


"assalamu'alaikum om, tante" kata mereka serempak


"wa'alaikumussalam, mari nak masuk dulu" kata buk sari


mereka lalu masuk, setelah masuk pak tedi memberi pesan pada aurel dan syerli, untuk menjaga maya


"nak aurel, dan nak syerli tolong jagain putri om ya" kata pak tedi


"ck, yah,.. maya udah besar kali" gerutu maya


"ya kan siapa tau kamu nyasar, gak tau jalan, nanti yang susah siapa" kata pak tedi dengan nada bercanda


"ya om, om tenang aja ntar maya kami borgol kok, biar gak kemana-mana" sahut aurel membalas candaan pak tedi


delon, nata dan yang lainnya tertawa, maya melirik aurel dengan kesal, aurel yang melihat maya meliriknya malah mengedip-ngedipkan matanya


"sudah-sudah, jangan tertawa terus, nanti kalian malah kemalaman lagi, ingat jangan pulang terlalu malam" kata buk sari


mereka kemudian pamit, setelah itu pergi, di dalam mobil mereka mengobrol dan sesekali mengejek maya


"lon, lo ngajak kita kemana nih" tanya syerli

__ADS_1


"ketempat yang gak akan bikin anak ayah ini nyasar, hahaha" kata nata yang meledek maya


"ck, apaan si, malah ngeledek gue, gue sentil ni" sahut maya


haahha....


mereka semua menertawai maya yang terus saja diledek nata dari semenjak mereka masuk mobil tadi


sampai di sebuah resto yang mereka tuju, delon memarkirkan mobilnya, setelah itu mereka masuk. maya tak sengaja melihat vega dan teman-temannya juga ada disana, sebenarnya mereka di sana juga karna kebetulan vega ingin bertemu seseorang.


"dunia emang sempit ya, gak di sekolah, gak di sini, ketemu terus sama miss lampir ini" batin maya,


maya mengabaikan vega dan lainnya, vega juga tidak tau maya di sana, vega tidak melihat maya dan lainnya masuk resto itu.


"kalian mau pesen apa aja boleh, banyak-banyak juga boleh, pokoknya kalian tenang aja, gue yang bayar" kata delon


suara delon terdengar sampai telinga vega, senang melihat delon di sana, perasaan senangnya berubah sesaat kemudian setelah melihat siapa yang datang dengan delon


"sesempit itukah dunia?, kenapa si, penganggu itu selalu ada di mana-mana" kata vega,


amel dan dea merasa bingung dengan vega, berbicara sendiri seperti orang gila


"lo kenapa ga, kok ngomong sendiri gitu, kayak orgil tau gak" kata dea


"tauk nih, lo ngomong ama siapa si" sambut amel


"tuh, yang duduk di kursi no. 12, liat aja ada siapa" kata vega


amel dan dea melihat ke arah yang di tunjuk vega, amel dan dea langsung tau siapa yang di maksut vega


"ck, jangan sebut-sebut namanya, gaksudi gue dengernya" celetuk vega


"sorryy... gak maksut, tapi bener juga ya kata lo dunia ini tu sempit banget, sesempit gagang sumpit ini" kata amel


"sesempit hati lo" sahut dea pada amel


"yeee, sewot aja lo" kata amel


vega berdiri, dia melihat maya sepertinya ingin ke toilet, vega mengikuti maya diam-diam. dea dan amel tau apa yang ingin vega lakukan, jadi mereka hanya diam saat vega pergi.


di toilet, maya sedang mencuci wajahnya, tiba-tiba vega datang, dan menarik rambut maya


"heh, tukang ganggu, lo kayaknya belum puas ya gangguin pacar gue delon, dimana ada delon selalu aja ada lo, mau lo apa si, Delon itu milik gue jadi jangan pernah berharap lo bisa ngerebut dia dari gue" kata vega


maya menepis tangan vega dengan kasar, maya merapikan rambutnya dan memandangi vega yang sedang marah-marah padanya


"khemm..... kayaknya lo butuh kaca ya, harusnya gue yang ngomong gitu, Lo manusia apa kuntilanak, gentayangan mulu, dimana-mana selalu aja ketemu sama lo, kenapasi dunia ini sempit banget kayak pikiran lo" kata maya


"lo berani juga ya, lo gak tau siapa gue? lo berani ya bilang gue kuntilanak, baru kali ini ada orang yang berani nentang gue, lo hebat juga ya" kata vega


"emang atas dasar apa gue harus takut sama lo? lo manusia gue juga manusia, lo makan gue juga makan,terus kenapa gue harus takut? karna lo adalah seorang vega gitu? kalok gitu gue sebagai seorang maya menyatakan kalok gue gak takut sama lo" kata maya yang kemudian pergi meninggalkan vega di sana


"berenti! gue gak ngizinin lo pergi, gue belum selesai" kata vega dengan kesal


"lo belum selesai? tapi gue udah selesai, ada masalah?" kata maya yang langsung pergi

__ADS_1


vega benar-benar kesal dengan maya, berani-beraninya dia begitu sombong di hadapan seorang vega albert, vega penasaran, oran seperti apa maya ini, sampai berani melawannya.


"liat aja, gue bakalan bikin lo di skors dari sekolah, gue bakal bikin lo gak berani lagi masuk sekolah" gumam vega dengan geramnya


vega meyusul maya dari belakang, saat maya sudah keluar dari toilet dan menuju ketempat teman-temannya, vega dengan sengaja mendorong maya hingga menabrak seorang pelayan.


"mbak giman sih, jalan liat-liat dong, jangan sembarangan, liat nih, gelasnya pecah semua" kata pelayan wanita itu marah-marah pada maya


"ma... maaf ya mbak, saya gak sengaja, tadi kaki saya kepeleset" kata maya


"duuhh gimana dong, saya bisa dipecat nih gara-gara mbak" kata pelayan itu


melihat ada keributan delon dan yang lainnya menghampiri maya dan pelayan itu


"ada apa nih, lo kenapa may" tanya delon


"gue.. gue gak sengaja nabrak mbak ini, gelasnya pecah semua, gimana doong.. " kata maya panik


vega sudah duduk di tempatnya dan menonton pertunjukan yang di ciptakannya


"ini belum seberapa, dan ini cuman pemanasan, lo gak akan bisa lolos dari gue" gumam vega


"ini pasti lo yang bikin maya dalam masalah ya" tanya amel


"udah pasti lah, apa sih yang gak bisa seorang vega lakuin" sambut amel


vega tersenyum sinis, melihat wajah panik maya, vega benar-benar senang melihat wajah maya, tapi Vega masih belum puas, dia masih akan membalas maya lebih dari ini


"lo tenang aja may, biar gue yang urus" kata delon


"mbak tenang aja, temen gue gak sengaja, bukan salah mbak juga jadi gak usah takut, mbak gak bakalan gue pecat kok" kata delon maya dan yang lainnya bingung mendengar ucapan delon,


"terima kasih tuan delon, saya akan membereskan pecahannya" kata pelayan itu


"udah yuk kita duduk aja" ajak delon pada mereka


setelah duduk, delon malah di hujani banyat pertanyaan dari teman-temannya


"tuan delon? lo pemilik resto ini?" tanya maya


"gak salah lon, lo kok gak pernah cerita sih sama kita?" kata syerli


"lo pemilik resto ini? pribadi atau orang tua lo yang punya?" tanya nata


"buaya, lo hebat juga ya? tapi kok lo gak pernah sih cerita?" kata autel


"resto ini milik delon? kok gue baru tau si?" gumam vega dari kejauhan


"kheemm.... sebenernya gue gak mau cerita, tapi karena kalian udah setengah tau jadi, gue kasih tau aja, ya gue pemilik resto ini, dan ini resto pribadi gue" cerita delon


"hah!!" maya dan lainnya serempak


"ck,, eeelaah.. terkejut biasa aja kali, gak usah!!!!! segitunya, mana kompak banget lagi" kata delon


"jadi bener, ini resto milik lo?" tanya nata untuk kedua kalinya

__ADS_1


__ADS_2