SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
kebenaran tujuh tahun lalu


__ADS_3

maya kembali ke tempat tidurnya setelah selesai merapikan buku yang akan di bawanya besok. maya membaringkan tubuhnya di tempat tidur sambil melamun.


"waktu SD setelah aii pergi, gue gak pernah main sama temen-temen lain, Sampai waktu smp gue bener-bener gak pernah mau bertemen sama siapapun, gue selalu tertutup, padahal sebenernya gue ngerasa sepi banget. tapi sekarang… syerli, aurel, nata dan delon…yaa…meski delon menyebalkan dan berisik, tapi cukup menyenangkan" gumamnya sambil tersenyum


"gue emang harus ngelupain aii, karena gue juga gak tau aii bakal masih inget sama gue apa gak, yang pasti dia udah punya temen yang lebih baik dari gue" sambungnya lagi


"aii…semoga lo gak pernah lupain sahabat kecil lo ini, lo pernah janji bakal jadi sahabat gue selamanya, Bahkan sekolah di tempat yang sama juga lo pernah janji, tapi kenyataan nya…" gumamnya lagi


"ah udah lah may, lagiankan lo udah punya temen baru yang asik-asik" katanya sambil membenarkan posisi tidurnya.


******


di tempat ari atau hari…


hari sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton tv, ayahnya datang dengan membawa sebuah kotak dengan ukuran sedang. pak damar menaruh kotak itu di sampingnya saat sudah duduk di dekat hari


"nak lagi nonton apa, sampai ayah datang pun tidak sadar" kata ayah hari


"ayah, ada apa " tanya hari pada ayahnya


"nak, mau sampai kapan kamu akan membohongi dirimu seperti ini" kata pak damar


"maksut ayah" hari tak mengerti kemana arah bicara ayahnya


pak damar menghela nafasnya, dia terdiam sejenak memikirkan kata apa yang tepat untuk mengingatkan hari akan kesalah pahamannya selama tujuh tahun ini


"ri, ayah mau cerita sedikit sama kamu, tapi kamu harus mendengarkan ayah baik-baik" katanya sebelum memulai ceritanya


"ia, yah hari akan dengerin ayah" kata hari sambil mengecilkan volume tv nya.


"nak, hari itu ibumu bilang ke ayah dia ingin pergi kepasar" pak damar menghentikan ceritanya sejenak, hari terdiam merenung, terlintas beberapa kenangan di benaknya bersama sang ibu


"hari itu ayah merasa sesuatu akan terjadi, ayah ingin mengantar ibumu ke pasar, tapi ibumu menolak, karena dia akan lama di sana, ibumu sampai sore di pasar karna sebuah urusan, saat dia akan pulang, ibumu tak kunjung dapat angkot ataupun ojek, sampai pak tedi ayah maya kebetulan melihat ibumu berdiri di pinggir jalan" pak damar mengambil nafas lalu kembali bercerita


"pak tedi tak tega melihat ibumu terus berdiri, dan lagi hari sudah sangat sore, pak tedi kemudian memberi tumpangan untuk ibumu" cerita pak damar. hari hanya diam mendengarkan tanpa berani bersuara


"ketika di jalan, sebuah truk dengan rem blong hampir menabrak mereka, pak tedi berusaha menghindar, namun saat mobil itu berputar, pak tedi terlempar keluar ibumu yang masih di dalam mobil, sampai mobil itu menabrak pohon ibumu masih didalam, ibumu terluka parah dan tidak bisa di selamatkan, nak apa kamu masih berpikir, jika ayahnya maya yang mengakibatkan ibumu pergi? nak, kamu seharusnya mau mendengar ayah, jika kamu tidak menghindar setiap kali ayah ingin menceritakannya kesalah pahaman mu terhadap mereka tidak akan berlanjut sampai sekarang" ucap pak damar, ia menghela nafas kemudian melanjutkannya lagi


"mau sampai kapan kamu akan membenci mereka seperti ini, renungkanlah apa yang ayah katakan tadi" kata pak damar yang kemudian meninggalkan hari dengan membawa kotak itu kembali, dia tak ingin membereikannya sekarang, karan ini bukan waktu yang tepat.


hari terdiam, dia mematikan tv kemudian kembali kekamarnya. hari mengunci pintu kamarnya kemudian duduk di meja belajar miliknya. hari menangis disana. bukan hanya karna mengingat kepergian ibunya, tapi juga karna penyesalan atas perlakuannya pada maya sebelum dia kekota.


hari teringat bagaimana dia menjauhi maya, membentak maya, kemudian membencinya selama bertahun-tahun. meski hati kecilnya merindu namun dia tak pernah mau mengakuinya. hari termenung mengingat semua kenangan yang pernah dia lalui


"may…gue gak tau, gue harus seneng karna gue cuman salah paham dan lo gak salah atau gue harus marah karna selama bertahun-tahun gue salah paham sama lo ngehindarin dan bahkan ngebenci lo" gumamnya sambil menyeka air matanya


"gue emang bodoh, sekarang bahkan buat minta maaf aja udah terlambat, dan gue juga gak tau kabar lo gimana" lanjutnya.


hari berfikir mungkin dia akan mengunjungi desanya di saat waktu luang, untuk mengunjungi maya dan meminta maaf padanya, tapi juga hari berfikir masihkah maya mengingatnya, sudah sangat lama.

__ADS_1


"gimana ya kabarnya maya, dia masih inget gak ya sama gue, gak mungkin juga dia masih inget gue, gue pernah ngecewain dia, gue pernah bilang gue benci sama dia, bahkan dengan cara ngebentak dia, padahal dia gak tau apa-apa dan om tedi juga, gue pernah bentak dan nuduh dia, apa mereka benci ya sama gue" lirihnya lagi


"kenapa sih gue sebodoh itu" batinnya.


hari kembali ke tempat tidurnya, dia merebahkan tubuhnya. pikirannya menerawang kemana-mana. dia benar-benar tidak dapat tidur malam itu, semua bayangan rasa bersalah dan kenangannya bersama sang ibu dan maya berputar menari di kepalanya.


"aii…aii, ayomenantang angin"


"aii ayo makan, maya sudah lapar"


"aii ayo kerumah pohon"


"aii…aii…aii…aii"


suara maya benar-benar membuatanya tidak bisa tidur, suara Maya terus saja berteriak di telinganya. hari bangun dan berjalan menuju jendela, hari memandangi langit berbintang malam itu. terbayang wajah maya yang tersenyum membawakan layangan untuknya.


"may… lo masih inget gue gak, kenapa sih, penyesalan itu harus datang terbelakang" gumamnya.


hari menghela nafasnya lalu kembali ketempat tidurnya. dia berusaha memejamkan matanya, beberapa saat kemudian hari mulai terlelap dalam tidurnya.


hari naik ke rumah pohon, hari melihat seorang wanita disana, batinnya mengatakan mungkin itu maya yang duduk membelakanginya. hari mendekati maya saat akan menyentuh pundak maya hari terbangun mendengar alarm jamnya


hari membuka matanya, sejenak dia merasa kesal, namun dia langsung bangun dan melihat jam, matany terbelalak melihat arah jarum jam saat ini.


"hah!!!! sial udah jam segini, telat gue, mati gue di marahin BK" kata hari sambil berlari ke kamar mandinya.


****


ayah maya sudah berangkat kerja pagi sekali, maya terpaksa harus berlari kesekolah. menggunakan jurus langkah seribunya maya berusaha sampai sekolah sebelum benar-benar terlambat dan gerbang tertutup seperti sebelumnya.


sampai di sekolah ternyata gerbang baru akan ditutup, maya benar-benar bersukur, hari ini dirinya selamat.


maya segara berlari akan masuk, namun saat baru sampai depan gerbang sesuatu menabraknya sampai dia terjatuh, pak satpam yang melihat dua orang siswa terjatuh dan masih di luar gerbang segera menghentikan dirinya untuk menutup gerbang dan mendekati mereka


"aawww…… yang nabrak gue apaan si, sakit banget" gerutu maya


"kalian tidak apa-apa nak" tanya pak satpam itu pada maya dan siswa satunya lagi


"kalian? pak gue sendiri kali, aawww… aduh… pantat gue…" kata maya sambil berdiri


"sendirian? lo pikir gue apaan, hantu?" kata seorang cowok yang baru berdiri


"hah!! jadi lo yang nabrak gue, gue kira banteng, keras banget si badan lo, pinggang gue sampai encok pegel linu tau gak" kata maya marah-marah pada orang itu yang ternyata hari


"eh, yang ada badan gue yang remuk, tubuh Lo kurus tapi keras banget, lo makan apa si, batu?" kata hari yang juga merasa sakit di lengannya


"enak aja, lo kali yang benteng, dasar lembu" sahut maya


"lemba…lembu…lemba…lembu, lo kali yang gorila" gerutu hari.

__ADS_1


maya benar-benar ingin memakan hari saat itu juga, maya menyadari sesuatu. maya langsung meledek hari


"khmm… kayaknya sejarah baru telah di ukir nih, seorang ketua osis yang selalu di idola in, hari ini terlambat? wah bisa viral nih, ternyata seorang ketos yang dingin, rajin dan selalu disiplin hari ini terlambat, harus di catat nih" kata maya dengan nada tinggi supaya bisa di dengar siswa lain yang berada di dalam. dengan segera Hari menutup mulut maya


"eh lo bisa diem gak si, setengah menit lagi gerbang akan benar-benar tertutup, lo mau pidato disini atau masuk" ucap Hari setelah melepas tangannya dari mulut maya.


Hari masuk meninggalkan maya yang masih diam disana. maya kemudian ikut masuk kedalam, pak satpam kemudian langsung menutup gerbang itu setelah maya masuk.


Hari masuk kekelasnya, dia langsung di sambut Satria teman dekatnya. Hari langsung duduk di bangkunya di ikuti Satria


"lo kenapa, lagi ada masalah, kok muka lo asem gitu, ohya…lo kok telat ni hari, gimana ceritanya" tanya Satria


"gak ada masalah, gue cuman lagi apes aja pagi ini" kata Hari


"apes? emang lo kenapa, lo ketemu apaan sampe apes gitu" tanya Satria lagi


"gorila" jawab Hari.


Satria menatap Hari heran, dikota ini emang ada gorila? apa lagi sampai di jalanan, apa mungkin gorila di kebun binatng terlapas, atau apa? semua pertanyaan itu berbaris di kepalanya. Satria tidak bertanya lagi karna melihat wajah Hari sperti ingin memakan manusia saat ini.


sampai kelas maya langsung duduk di bangku yang sudah dipilihnya kemarin. aurel, syerli dan nata yang melihat wajah maya kusut langsung bertanya padanya


"may lo kenapa" tanya syerli


"muka lo kusut gitu kaya baju kurang setrikaan aja, ada masalah apa si" tanya urel juga


"ia, ada apa si" sahut nata juga


"tadi depan gerbang gue keseruduk banteng, ngeselin banget kan" kata maya dengan nada kesalnya


pufftt……bwahahaahaha


Syerli, Aurel dan Nata tak dapat menahan tawanya, sepagi itu mereka sudah mendapat sarapan tawa dari Maya. maya malah semakin kesal dengan teman-temannya yang menertawainya.


"kalian malah ketawa, tambah kesel aja" sahut maya, aurel dan lainnya menutup mulut mereka


"eh may, gimana ceritanya lo bisa keseruduk banteng gitu, depan gerbang lagi, emang bantengnya dateng dari mana, kok bisa ada didepan sekolah si" tanya syerli


"ia juga ya, yang punya banteng siapa, kenapa di lepas gitu, kan bahaya" kata nata juga. maya menghela nafasnya


"bantengnya sekolah disini" jawab maya. aurel dan yang lainnya saling menatap


"maksut lo yang nyeruduk lo bukan banteng beneran" tanya syerli


"lahh… gue kira banteng beneran" sahut nata


"bantengnya itu ketua osis kesayangan kalian" celetuk maya dengan nada kesal


"maksut lo Hari" sahut nata.

__ADS_1


maya hanya diam tak lagi menjawab, beberapa saat kemudian bell berbunyi tanda pelajaran akan di mulai, mereka merapikan posisi duduk mereka sembari menunggu guru datang kekelas mereka.


__ADS_2