SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
rumah hantu


__ADS_3

"maksut lo... lo yang nolongin gue?" tanya maya pada Hari


"masih gak bilang makasih? emang dasar gorila" kata Hari yang kemudian pura-pura ingin meninggalkan Maya


"eehh.. tunggu dulu.. " kata maya menarik lengan Hari


"hehe berhasil" batin Hari


"beneran lo yang nolongin gue? gimana caranya? eh, makasih banyak.. ternyata.. lo baik juga" kata Maya


"emang dari awal gue selalu baik, lo nya aja yang gak pernah nyadar, cuman bilang makasih doang? gak cukup" kata Hari


"terima kasih banyak ya.. tuan Hari Andrean... yang taampan banget!," kata Maya sambil menekan setiap kata-katanya


Hari menhan senyumnya, dia terus memasang wajah datar dan bersikap sok dingin


"kurang" kata Hari lagi


kali ini Maya merasa kesal, dia sadar Hari sedang mengerjai nya


"kakak ketua osis yang tampan dan keren banget gak ada bandingannya di dunia ini mekipun hanya fitnah, gue mau bilang Terimakasih se...banyak banyaknya... meskipun ini juga adalah bagian dari tugas lo sebagai ketua osis, tapi gue mau bilang maksih banyak sekali lagi buat lo yang udah nolongin gue, masih belum puas? mau gue pake spiker biar terang dan jelas?" kata Maya yang kemudian pergi meninggalkan Hari sendiri di sana


kali ini Hari benar-benar tak dapat menahan tawanya, dia merasa senang bisa membuat Maya kesal. entah sejak kapan dia mulai senang dengan hal ini, intinya hari ini Hari benar-benar senang karna Maya yang kesal.


"lucu juga tu gorila" gumam Hari


Maya kembali kekelasnya, sampai di kelasnya Maya di sambut Nata, Aurel dan Syerli. sedangkan Delon sudah kembali kekelasnya, niatnya ingin menemui Vega, saat sampai di kelasnya, dia ingin marah pada Vega tapi Hari malah datang dan memanggil Vega keruang kepsek.


"may... lo tadi di bawa kemana sama kak Hari" tanya Aurel


"lo kembali kekelas, artinya lo gak pulang, lo gak jadi di skors kan" tanya Syerli


"may... lo gak papa kan, lo kok diem doang dari tadi?" tanya Nata


"gimana gue mau ngomong, kalian asik sendiri nanya terus ke gue, gak ngasih kesempatan buat gue jawab" kata Maya


"gue gak papa kok, gue gak jadi di skors" kata Maya


semua temannya yang ada di kelas itu terkejut mendengar cerita maya. mereka yang percaya pada Maya sebelumnya merasa lega, sedangkan yang percaya jika maya mencuri merasa bingung.


"may.. lo kok bisa bebas, gak jadi di skors" tanya Mira teman sekelasnya, yang sebelumnya percaya kalau maya tidak bersalah


"pak Dirga liat rekaman cctv yang ada di kelas, jadi dia tau kalok gue di fitnah, dan ternyata yang ngelakuin itu vega sendiri, jadi.. hukumannya buat vega, tapi Vega di skorsnya satu minggu" cerita Maya


teman-teman sekelasnya terkejut. tapi Aurel, Syerli dan Nata sudah tau kalau maya hanya di fitnah, jadi mereka tidak terlalu terkejut. mereka yang percaya kalau Maya mencuri hanya diam, mereka merasa malu untuk menyapa Maya lagi


"may.. gue minta maaf ya, tadi gue sempet percaya kalok lo emang nyuri, udah gitu sempet ngomongin lo di belakang lo lagi, gue bener-bener minta maaf sama lo" kata doni teman sekelasnya.


"ya.. gue maaafin, gue juga gak masukin ke hati kok, lagian ini cuman fitnah dan kalian juga gak tau kalok ini adalah fitnah, jadi gue maklumin" kata maya pada doni

__ADS_1


mereka yang merasa bersalah juga merasa tenang, mereka benar-benar malu, ternyata Maya tidak marah pada maya, padahal mereka sebelumnya sempat mencibir Maya.


"lo bisa-bisanya maafin mereka, kalok gue jadi lo, gue udah bikin mereka jadi pecel" kata Syerli


"kasar banget lo, jadi takut gue" ejek Nata pada Syerli


"yee, suka suka gue dong" sambut Syerli


beberapa jam kemudian, bell pulang berbunyi. Maya baru akan pulang, saat keluar dari kelas Hari tiba-tiba datang menghampirinya


"gorila" panggil Hari


"apa lo?" kata Maya ketus


"dih, buset dah... sama pahlawannya aja jutek, gak ada rasa terimakasihnya banget" kata Hari


"pahlawan? mana ada pahlawan manggil orang yang di tolongnya gorila, ia sih... lo pahlawan, pahlawan banteng" kata maya yang langsung meninggalkan Hari


"dih ditinggal lagi, gue belum ngomong apa-apa juga, woii gorila! ada pesen buat lo dari kepesek" teriak Hari


maya langsung berhenti, dan membalik kan badannya


"emangnya pak dirga bilang apa" tanya maya


Hari langsung mendekati Maya dengan senyuman yang sulit di artikan, Maya yang melihat Hari tersenyum bergidik ngeri sendiri, untuk pertama kalinya Maya melihat senyuman seperti itu dari Hari yang selalu bersikap seperti gunung es


"pak Dirga bilang, lo harus bersihin toilet pria selama tiga hari" kata Hari dengan wajah serius


"salah lo itu karna lo belum bilang makasih ke gue dengan tulus" kata hari yang langsung pergi dengan tawa yang di tahannya melihat wajah Maya yang terlihat bingung dan shok


"sialan, ternyata gue di bohongin sama dia... awas aja lo banteeng!!.. " teriak Maya yang kesal pada Hari


Aurel dan lainnya baru keluar dari kelas, mereka melihat Maya dengan wajah kesalnya sambil berteriak pada Hari.


"May, lo kenapa?" tanya Aurel


"tauk, muka lo kenapa kesel gitu" lanjut Nata


"gak papa, cuman di ganggu mahluk kepala banteng doang" kata Maya dengan sangat kesal


"phufft... yang lo maksut kak Hari ya" tanya syerli


"ck, tauk" kata Maya yang kemudian pergi duluan dengan kesal


"hahhaha... jujur ya, gue suka liat Maya kesel sama kak Hari" kata Syerli


"ya sih, mereka keliatan serasi juga, kenapa mereka gak jodoh aja" lanjut Nata


"kalok sampe tuh buaya denger syerli sama nata ngomong kayak gini, bisa-bisa kebakaran tuh paru-parunya" batin Aurel.

__ADS_1


******


sore harinya, Aurel, Nata dan Syerli datang kerumah Maya tanpa memberi tau Maya. sampai di sana mereka meminta izin untuk Maya. mereka ingin keluar bermain sebentar. buk sari mengizinkannya.


mereka pergi ke pasar malam yang akan di buka malam ini. sampai di sana sebelum mereka masuk kepasar malam itu mereka terlebih dulu mampir di penjual kaki lima yang ada di luar pasar itu.


setelah mereka masuk, mereka bermain sepuasnya di sana, semua permainan mereka mainkan. terakhir mereka masuk ke kerumah hantu. awalnya Syerli menolaknya, tapi Nata mengejeknya dengan menyebutnya si penakut, tidak terima di ejek Nata, akhirnya Syerli memberani kan diri untuk ikut masuk kesana.


dari semenjak mereka masuk mereka sudah bertemu dengan beberapa hantu. hingga saat mereka merasa sudah sangat ketakutan dan ingin mencari jalan keluar, mereka malah di kejar oleh tengkorak yang berlumuran banyak darah, mereka tak sengaja berpencar, Maya dan Aurel masuk ke ruangan kiri sedangkan Nata dan Syerli masuk ke ruang lainnya.


Nata dan Syerli salah masuk ruangan, mereka masuk keruangan yang sangat gelap. dari awal Syerli memang sudah takut tapi masih bisa dia kontrol dan berusaha tenang, tapi Nata saat ini benar-benar sudah mencapai batasannya. gelap adalah kelemahan Nata, jika dia berada di ruangan berhantu, selama ruangan itu terang dia masih berani dan bis mengontrol rasa takutnya, tapi beda lagi ceritanya, jika ruangan itu gelap meskipun tidak apa-apa, mentalnya benar-benar menciut.


"sye.. syer... lo jangan tinggalin gue dong" kata Nata dengan memeluk erat lengan Syerli


"eh.. ternyata ni orang yang selalu tampil cool tiap hari bisa takut juga" batin Syerli


"iihh.. apaan si lo, lepasin gue, ngakunya laki, malah berlindung di belakang cewek" gerutu Syerli


"ya elah.... gue gak takut selama ruangannya itu terang, tapi kalok gelap... " kata Nata sambil mengeratkan pelukannya


"dihh.... lo ngapain sih meluk-meluk gue, nge-fans banget lo sama lengan gue" kata Syerli sambil berusaha melepaskan tangannya dari pelikan Nata, karena jujur saat ini hatinya sudah tidak karuan


"jangan tinggalin gue syer.. " kata Nata dengan nada kayak anak kecil yang sedang ketakutan


"ck, lo ya.. bikin rasa takut gue hilang aja, tapi bagus deh, sekarang kita cari jalan keluarnya dulu" kata Syerli sambil mendorong Nata


Nata yang di dorong Syerli malah memeluk tubuh Syerli dengan erat, Nata benar-benar gemetar saat memeluk Syerli.


deg....


dada Syerli berdegup kencang, dia benar-benar terkejut dengan posisinya yang sedang di peluk Nata saat ini. wajahnya memerah dan telinganya terasa panas hingga seperti mengeluarkan asap, jika ruangan itu tidak gelap, Syerli benar-benar bingung bagaiman menutup wajah nya saat ini.


"ta, lepasin gue dulu, gue gak bakalan ninggalin lo" kata Syerli sambil berusaha melepaskan pelukan Nata


"syer, gelap itu kelemahan gue banget, gue gak berani buka mata jangan tinggalin gue" kata Nata


"ck, sama gelapnya dong begok, yau dah ya, gue gak tinggalin lo tapi lepasin gue dulu, pengap tau gak bisa napas" kata Syerli


Nata melepas pelukannya tapi tidak melepas tangan Syerli, saat ini rasa takut Syerli benar-benar sudah hilang, diganti dengan rasa yang tak karuan di hatinya.


Aurel dan Maya berhasil keluar, karna ruangan yang mereka ambil sebelumnya mengarah ke pintu keluar, meskipun harus bertemu beberapa hantu lagi di sana. mereka menunggu Nata dan Syerli yang masih di dalam dan belum juga keluar.


Syerli terus berjalan dengan Nata yang tak pernah melepas tangannya. sampai mereka menemukan jalan keluarnya, mereka kembali ketempat semula, ruangan itu sangat terang saat ini. Nata sudah sangat lega


"lo masih gak mau lepasin tangan gue?, ruangannya udah gak gelap lagi nih" kata Syerli yang menatap Nata dengan tatapan kesal karna genggamannya cukup erat


"ck, tapi Lo suka kan gue pegang tangan lo gini" goda Nata padanya dengan senyuman mautnya


wajah syerli semakin memerah, tapi berusaha untuk dia kontrol. Nata yang melihat wajah Syerli memerah tersenyum. tersirat niat di hatinya untuk terus menggoda Syerli

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


jangan lupa tinggalin like dan komen ya😊😊🙏🙏🙏🌹🌹🌹


__ADS_2