
hari ini adalah hari senin tanggal 7 juli, hari di mana maya masuk sekolah. maya berlari dengan sekuat tenaga menuju sekolah, maya terlambat bangun karna semalam maya begadang sampai larut malam, alasannya karna maya tidak bisa tidur semalaman dan maya menolak untuk di antar ayahnya pagi ini, niatnya untuk olah raga, tapi saat melihat jam dia baru sadar kalau dia terlambat. sudah terlanjur jauh dari rumah, maya akhirnya memutuskan untuk berlari.
sampai di sekolah maya benar-benar sudah terlambat, gerbang sudah di tutup rapat. maya melihat seorang satpam yang sedang berdiri di ujung gerbang didalam, maya memanggil-manggil satpam itu, maya memohon pada satpam yang bernama pak sudir itu agar di beri masuk.
"tidak bisa!!, kamu sudah terlambat hamo
pir setengah jam, kamu tidak bisa masuk" bentak pak satpam itu pada maya, maya menelan salivanya kasar,satpam yang didepannya ini benar-benar sangat galak.
"pak saya mohon pak, pliisss,,, pak sekali iniii…saja ya…, pliss pak, saya murid baru loh pak, baru pertama masuk sekolah, masa gak ada pengecualian sih, pliiss pak, kasih saya masuk dong…plissss" kata maya memohon-mohon pada pak satpam itu
"ini sudah peraturannya, kamu tidak bis…" belum selesai pak satpam itu bicara seseorang datang menmotong pembicaraanya
"ada apa pak ribut-ribut" tanyanya pada pak satpam itu
"siswa baru ini terlambat dan memaksa untuk masuk" jawab satpam itu pada orang yang baru datang itu, seorang laki-laki dengan menggunakan jas kebanggaan dengan logo bertulis "ketua osis" yang tertera di dada bagian kiri.
"aduh mati aku, ini pasti ketua osisnya, baru pertama masuk sekolah aja udah apes gini, maya…maya" batin maya dengan menatap takut kearah laki-laki di depannya.
"baru murid baru saja sudah bertingkah" katanya, sambil memandang maya dengan tatapan dinngin. maya hanya diam mendengar ketua osis itu menyindirnya, karna dia tau saat ini dia memang salah.
"biarkan dia masuk" lanjutnya pada pk satpam itu dengan nada dingin. satpam itu kemudian membukakan gerbang itu untuk maya. maya begitu senang karna akhirnya dia di beri masuk juga.
"wah ketua osis ini selain tampan tapi juga baik" batin maya, maya kemudian masuk dengan senangnya, namun sebelum dapat masuk lebih jauh, ketua osis itu menarik rambut maya dengan santainya dari belakang
"aww…sakit…sakit, aduh sakit tau!!" kata maya sambil memberontak
"mau kemana?" tanya si ketos itu pada maya
"ya…ia masuklah, masa keluar lagi" jawab maya
"yang memberimu izin langsung masuk tanpa hukuman siapa?" tanya si ketos lagi
"ja…jadi? "
"jalan sambil jongkok dari sini sampai lapangan" kata ketua osis itu pada maya
"hah!! apa?!" maya terkejut dengan hukuman yang berikannya
"aku tarik kata-kata ku tadi, dia bukan ketos yang baik tapi galak plus sok cool, dasar patung es" batin maya
"kenapa? tidak mau menjalani hukuman?" tanya ketua osis itu dengan tatapan dingin pada maya
"eh…e…enggak kok ini udah mau jongkok" kata maya sambil jongkok dan maju, menuju lapangan.
"aduh may…apes banget sih hari ini, baru pertama kali masuk sekolah aja udah kena masalah, nasib…nasib" batin maya.
"nyesel nolak di anterin ayah tadi" batinya lagi
sampai di lapangan maya benar-benar jadi tontonan siswa siswi di sana. banyak yang berbisik-bisik, banayak juga yang tertawa meledek
"ayo bangun" kata sang ketua osis pada maya, maya kemudian berdiri
__ADS_1
"siapa namamu" tanya ketua osis padanya
"aku ?" tanya maya balik pada ketua osis di depannya
"bukan, kambing. ya kamulah siapa lagi" kata si ketua osis itu ketus, semua siswa yang ada di lapangan itu tertawa, maya merasa sangat malu dan mencibir ketua osis itu dalam hati
"mayanda claudia" jawab maya singkat dengan wajah yang cemberut
ketua osis itu mengerutkan dahinya, seperti sedang memikir kan sesuatu, beberapa saat dia melamun, ketua osis itu kemudian sadar dan kembali berkata pada maya
"kamu di hukum berlari mengitari lapangan sebanya tujuh kali" ucapnya pada maya
"what?? apaan sih, tadi di suruh jongkok, sekarang malah lari mengitari lapangan, niketua osis punya dendam apa sih sama maya" batin maya
"kenapa kamu diam? ini hukuman karna kamu sudah terlambat di hari pertama masuk sekolah" kata ketua osis itu lagi pada maya
"apes…apes" batin maya, maya kemudian berlari mengitari lapangan besar itu sebanyak tujub kali.
dari semenjak maya masuk kelapangan, sepasang mata terus memperhatikan nya, seperti mengenalnya. ya, dia adalah delon, orang yang maya temui di taman beberapa hari yang lalu. Delon tersenyum melihat maya, yang terkena hukuman di hari pertamnya masuk sekolah. Delon juga adalah anggota osis.
ketua osis itu memperhatikan maya yang sedang menjalani hukuman
"namanya mengingatkan ku pada maya" batinnya. ya, dia adalah ari yang memiliki nama lengkap Hari Andrean. namun hari menepis pikirannya itu, hanya orang memiliki nama yang sama dengan maya, bukan berarti dia adalah maya, pikirnya. lagi pula aku tidak peduli apa dia maya atau tidak pikirnya lagi.
setelah menyelesaikan hukumannya maya duduk lemas di lapangan itu, Delon mendekati maya dan memberikan air mineral untuknya
"capek ya" tanya delon pada maya, sambil menyodorkan air mineral itu pada maya, tanpa melihat siapa yang memberinya minum maya langsung mengambilnya, dan meguknya sampai setengah
"makasih" ucap maya lagi sambil mengembalikan air mineral itu pada delon. maya terkejut saat tau yang memberinya minum
"ka.. lo?" ucap maya saat sudah mengenali delon
"sudah cukup istirahatnya, kamu menyita banyak waktu berharga" kata hari si ketua osis.
"udah galak, dingin lagi, emang mirip banget sama patung es" batin maya sambil berdiri
semua siswa di bariskan dengan rapi, kemudian hari, selaku ketua osis menyampaikan pidatonya, dan memberikan beberapa pengumuman tentang MOS yang akan di laksanakan mulai besok
"tidak ada yang boleh terlambat satu menit pun, jika ada yang terlambat atau tidak membawa perlengkapan atau membawa tapi kurang meski satu barangpun, kalian akan dihukum berlari sepuluh putaran, paham!" kata hari menegaskan peraturannya. semua siswa serempak menjawab "paham".
pukul 11:30 semua siswa pulang setelah perkenalan semua anggota osis. maya keluar gerbang dengan langkah lemas, hari ini benar-benar melelahkan baginya. baru saja maya keluar gerbang beberapa langkah, tangannya sudah ditarik dari belakang oleh seseorang.
"may tunggu…" katanya, yang ternyata adalah delon
"lo lagi, kenapa" tanya maya pada delon
"e lah…lo dingin banget si, gue anterin lo pulang ya" kata delon
"gak perlu, gue punya kaki, bisa pulang sendiri" jawab maya yang menjauh
"eehh…tunggu dulu, maen pergi aja lo, yang bilang lo gak punya kaki emang siapa, gue cuman pengen nganterin lo doang" kata delon sambil mengejar maya yang sudah berjalan di depan
__ADS_1
"gak perlu" jawab maya singkat
"gue gak nerima penolakan, lo ikut gue sekarang" ucap delon sambil menarik maya masuk ke mobilnya
"iihh, lo kok maksa si" gerutu maya sambil berusaha melepas tangannya yang di genggam delon. namun usahanya sia-sia, karna tenaga delon lebih besar di bandingkan dengannya.
maya terpaksa ikut masuk kemobil delon. dari gerbang terlihat beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka dengan perasaan penuh kesal.
"ga, bukannya itu delon ya, delon pulang bareng siapa, wah gila sih" katanya pada salah seorang temannya
"iya ga, tu cewek siapa si, berani deketin cowok lo, si delon" kata seorang lagi
"gak tau, udah ah gue mau pulang" kata seorang yang di panggil "ga" itu, sambil berjalan menjauh
"eh, ga…vega tunggu" kata dua orang temannya yang mengikuti dari belakang.
sepanjang perjalanan, tidak ada percakapan di antara mereka. delon mulai membuka bicara karna maya hanya diam dari tadi
"khemm…" delon berdehem menetralkan kecanggungan di antara mereka
"lo kenapa cuma diem doang sih, tadi di sekolah gue sapa, lo malah cuma diem doang kaya ikan tanpa nyawa" kata delon, maya hanya diam tak menggubris
"tuh kan lo diem lagi, lo kenap…"belum selesai delon mengucapkan kalimatnya maya langsung memotongnya
"ya terus ak…gue harus gimana? harus jungkir balik gitu di sapa sama lo?" celetuk maya. delon hampir tertawa namun langsung menahannya
"ya nggak harus jungkir balik juga kali, seenggaknya lo kan bisa nyapa balik gue, "ehh, Delon yang tampan itu kan?" gitu kek, ini malah cuma diem doang, ngerasa gue lagi ngomong sama bayangan sendiri tau gak" kata delon
"bodo' " jawab maya, Delon menghela nafasnya
"baru kali ini gue ngerasa di kacangin cewek, sebelumnya cewek-cewek yang ngeliat gue pasti histeris, minta fotolah, inilah, tapi sekarang? baru pertama kali ini ada cewek yang…"
"mulut lo tu kayak cewek ya, gak bisa diem. heran, kenapa banyak cewek yang mau sama cowok yang modelnya kayak lo" celetuk maya yang memotong omongan delon
"di potong lagi omongan gue" batin delon
Mayanda Claudia (maya yng sekarang)
Hari Andrean (hari/ari sang kotue osis)
semoga kalian suka ya sama visualnya😊😊🙏
🌹🌹🌹🌹
**Bismilah...
tinggalkan like dan komen ya☺☺☺🙏
__ADS_1
salam hangat dari author💖💖🙏🙏🌹**