
"hah....., ri, ayah akan ceritakan semuanya, tapi sebelum itu ayah harap kamu tidak marah sama ayah" kata Pak Damar dengan menghela nafasnya
"Hari... paman ingin kamu bisa mengunjungi pama ke mansion, kakek mu juga sangat merindukanmu berharap kamu mau menjenguk ya ke mansion utama" kata Marshel
"tunggu dulu, aku belum menerima kenyataan ini, aku masih tidak dapat mempercayai ini semua" kata hari yang kemudian masuk ke kamarnya
"tuh kan kak, coba saja kakak memberi tau hari tentang ini lebih dulu, hari mungkin tidak akan bersikap seperti ini" kata Marshel
"marshel, sebenarnya aku ingin memberi tau Hari saat nanti dia sudah lulus, tapi kamu malah datang hari ini, membongkar semuanya dengan tiba-tiba, tentu saja hari tidak akan mudah menerimanya" kata damar dengan nada kesalnya
"hei.. hei, aku juga ingin melihat ponakan ku yang tampan seperti diriku ini, memangnya tidak boleh" kata marshel
"ck, boleh-boleh saja, tapi caramu ini tidak tepat, kebiasaanmu memang sulit di ubah, ceroboh" damar
"ia ya... sekarang aku sudah melihat keponakan ku, aku pulang ke mansion utama, akan ku beritau papa, kalau hari ini aku sudah bertemu dengan cucunya" kata marshel
"ya sudah, sana pergi" kata pak damar mengusir marshel
"yoo,, begini kah cara seorang Damar Iskandar memperlakukan tamunya?" ucap marshel
"sudah sana, sampaikan salam ku pada papa" kata damar
setelah itu Marshel pergi. pak Damar menemui Hari di kamarnya, dia berharap Hari tidak akan menghindarinya
tok.. tok..
"ri,, ayah boleh masuk?" kata pak damar dari luar
hari tak menjawabnya, pak damar menghela nafasnya, dia mencoba mendorong pintu itu, karena pintu kamar Hari tidak di kuci diapun masuk
hari sedang duduk dekat jendela kamarnya dengan menatap kearah luar jendela
"ri.. ayah boleh duduk" tanya nya pada putranya itu
"berapa banyak rahasia yang ayah sembunyikan" tanya hari pada ayahnya
pak damar duduk, dia diam sejenak lalu mulai menceritakan semuanya pada Hari
"dulu... ayah pernah tinggal di luar negeri selama dua puluh tahun, di umur ayah yang ke dua puluh tiga tahun ayah kembali ke sini, disini ayah bertemu dengan ibumu, ayah jatuh cinta pada ibumu, ayah ingin menikah dengan ibumu, ibumu juga sangat mencintai ayah, tapi kakek mu melarang ayah bersama dengan ibumu, karena derajat status kami yang berbeda, ibumu hanya anak dari orang biasa, meskipun masih punya hubungan jauh dengan keluarga albert, tetap saja tidak memenuhi syarat untuk menjadi istri ayah, karena ayah sangat mencintai ibumu, ayah kawin lari dengan ibumu dan tinggal di desa. awalnya ibumu sempat menolak karna tidak berani menentang keluarga iskandar, tapi ayah meyakinkannya, karena ayah tau kakekmu meskipun keras kepala dia tidak akan melakukan hal buruk pada ayah dan ibumu" cerita pak damar
"lalu" kata hari
__ADS_1
karena mendengar putranya mendengarkan ceritanya, pak damar kemudian melanjutkan ceritanya
"ayah menikah dengan ibumu di desa, ayah menyembunyikan identitas asli ayah, kakek mu begitu marah pada ayah, tapi tak sepenuhnya, kakekmu meberikan syarat pada ayah, jika ayah mampu mendirikan dan mengembangkan bisnis sendiri tanpa bantuan siapapun kakek mu akan merestui hubungan ayah dengan ibumu. ayah mendirikan bisnis ayah mulai dari nol bersama ibumu, tapi hal ini kami rahasiakan dari semua orang sampai saat ini" kata pak damar
"setelah ayah sukses, apa kakek merestui hubungan ayah dan ibu" tanya hari
"saat itu, perusahaan ayah baru mulai mengembang, ibumu sudah tiada, kakek mu dan keluarga besar sedang ada di luar negeri, itu sebabnya mereka tidak datang di hari pemakaman ibumu" pak damar terdiam sejenak
"kenapa?" tanya hari pada ayahnya
"apa maksutmu" pak damar balik bertanya
"kenapa ayah merahasiakan hal ini pada Hari begitu lama, apa yang membuat ayah tidak pernah menceritakannya pada ku" kata hari
"karena ayah ingin mendidik mu dalam kesederhanaan, ayah tidak ingin kamu sombong karena bergelimang harta, ayah ingin kamu tumbuh menjadi anak yang berbakti dan mandiri, ayah tidak ingin, hanya karena sebuah kekayaan dan status menjadi lupa akan tanggung jawab, ayah berharap kamu tidak marah sama ayah, hal ini ayah sudah merencanakan untuk menceritakannya padamu nanti setelah lulus, tapi sayangnya, pamanmu yang ceroboh itu malah merusaknya" kata pak damar
"yah, ayah tau, hari cukup kecewa dengan ayah, tapi hari tau ayah punya kesulitan dan tujuan sendiri, hari juga tidak akan marah sama ayah, bagaimanapun ayah adalah ayah hari" kata hari
pak damar tersenyum, dia cukup puas dengan ucapan hari, pak damar berharap hari akan tetap seperti ini. pak damar teringat dengan teman kecil hari, tapi dia tak ingin mengingatkannya pada hari, karena hari ini Hari sudah cukup terkejut dengan banyak hal.
"ada satu lagi pertanyaan untuk ayah" ucap Hari
"apa?" Tanya pak damar pada putranya itu
"dan lagi apa? soal bisnis, ayah memang jarang ke kota, bukankah, dulu ayah sering membawamu berlibur ke kota di hari libur" kata pak damar
"jadi, sebenarnya tujuan ayah mengajak ku dan ibu ke kota bukan untuk berlibur saja" sahut Hari
"benar, ayah tidak bisa memberitaumu dan membiarkan orang lain tau tentang semua hal ini, takutnya dengan status mu itu, kamu malah di jauhi temanmu, karna ayah tau mereka tidak akan berani dekat-dekat dengan orang yang memiliki status tinggi, bukan karna apa, tapi..
karena mereka sadar, mereka tidak sederajat dengan kita. ayah tau semua ini, karena ayah tinggal disana, ayah jadi memahami sikap mereka" kata pak damar
Hari kemudian ingat dengan masa kecilnya, sekilas terlintas suara tawa seorang gadis dengan memegang layangan
"tunggu! jangan pikirkan hal itu dulu" batin Hari sambil menepis bayangan maya di benaknya
"yah, Hari Masih punya banyak pertanyaan sebenarnya, tapi Hari Akan menanyakan nya nanti saja" kata Hari
"baiklah, Hari... ayah ingin, perusahaan yang ayah kembangkan ini, kamu bisa mengurusnya suatu hari nanti" kata pak damar
Hari terdiam, dia tak pernah berfikir untuk menjadi "Orang Besar" suatu hari nanti. tapi kenyataannya justru sebaliknya, selain memiliki status yang tinggi, tapi juga memiliki kekayaan yang dia sendiri tidak tau sebelumnya.
__ADS_1
malam harinya, selesai shalat isya' Hari merebahkan tubuhnya di kasur, Hari Tidak belajar karna perasaan nya masih kacau, jika dia belajar pun dia tidak akan fokus.
"bisa-bisanya gue adalah cucu dari seorang pasutrio iskandar, orang terkaya di negara A ini, gak nyangka banget, rasanya kayak mimpi, dan mimpi ini sangat sulit untuk di terima oleh kenyataan" gumam Hari
"may... lo tau gak, ternyata aii lo ini, cucunya pasutrio iskandar, lo gimana kabarnya" batinnya
Hari mengubah posisi tidurnya, perasaannya masih belum tenang, bagaimana mungkin, dari seorang anak desa tiba-tiba berubah menjadi cucu dari orang yang sangat kaya, hari benar-benar tidak berani menerima kenyataan ini
"wajah seorang Pasutrio Iskandar yang sering terlihat di TV dan media sosial, adalah kakek gue? gue harap besok mimpi ini berakhir, dan ini semua hanyalah sebuah mimpi kosong" gumamnya sambil menutup matanya.
*****
keesokan harinya, sekolah begitu ramai dengan desas desus, semua siswa membicarakan Maya yang telah mencuri hp dan gelang vega.
pagi ini, vega berteriak kehilangan hp dan gelangnya, vega memeriksa tas semua siswa dan menemukan barangnya di tas maya
tentu saja maya tidak mengakuinya, karena memang bukan dia yang salah, maya tidak pernah melakukannya, aurel, nata, dan syerli percaya maya tidak akan melakukannya, mereka membela maya, tapi tetap saja maya di tuduh telah mencurinya
Maya di panggil ke BK, selain dia dan guru BK, Hari dan vega Juga ada di sana, meskipun Hari tidak suka dengan Maya, tapi dia percaya maya bukanlah anak yang seperti itu. meskipun bukti sudah tertuju padanya, Hari yakin itu hanya sebuah fitnah belaka
guru BK juga sangat adil, sebelum tuduhan itu benar tehadapa maya, hukuman apapun tidak akan di berikan pada maya. vega protes dengan keputusan guru BK itu
"gak bisa gitu dong buk, jelas-jelas maya maling hp dan gelangku" kata vega
"hp dan gelang mu memang di tas maya, tapi bagaimana jika orang lain yang menaruhnya di sana dan bukan maya yang mengambilnya" kata buk tika dengan nada tegas
"ck, apa-apaan nih, konsepnya kan gak kek gini" batin vega
"sudah, kalian kembali kekelas masing-masing dulu" kata bu tika pada mereka
dengan langkah kesal vega keluar dari ruangan itu dengan maya, diluar maya di sambut teman-temanya, Delon juga di sana
"gimana may, lo gak di skors kan" tanya aurel
"may, buk tika gak ngebelain tukang fitnah ini kan" kata syerli sambil melirik ke arah vega
"may lo gak papa kan" tanya delon juga
"gak kok, buk tika bakalan nyelidikin dulu, baru ngasih hukuman buat gue kalok gue emang bener nyuri hp sama gelangnya miss lampir ini" kata maya
"eh maling, udah ketahuan masih aja nyolot, liat aja gue bakalan bikin lo di skors" kata vega
__ADS_1
"ini rencana lo kan" kata delon pada vega
"apa? lo mau nyalahin gue?" sahut vega