
"lo gak salah ngomong? mau nembak gue? lo mau liat gue jadi artis dadakan? ni aja gue udah pusing gara-gara salah paham tadi siang, sekarang lo malah mau nambah masalah, lo mau bikin gue jadi musuh semua orang?" kata Maya dengan menahan emosinya
"phufft....hahaha.. lo apaan si, gue cuman becanda kali, lagian lo pede banget, siapa juga yang beneran mau nembak lo" kata Hari sambil tertawa
"jadi lo cuma becanda doang? bagus deh" kata Maya
"terus lo bawa gue kesini buat apaan" tanya Maya lagi
"ya elah..lo galak banget, gue mau nanya sesuatu sama lo" Kata Hari Dengan wajah serius nya
"apa?" tanya Maya dengan mengangkat satu alisnya
"itu... leontin yang lo pake, dapet dari mana?" tanya Hari Tiba-tiba
'kok banteng nanyain liontin gue? kenapa ya?' batin Maya
"emang kenapa?" tanya Maya balik
"ck, bukannya ngejawab malah naya balik, penasaran aja" kata Hari
"ooh.. bukan urusan lo" kata Maya yang kemudian pergi meninggalkan Hari
"tadi waktu di UKS, gue gak sengaja liat liontin itu lagi, dan gue ngerasa akrab gitu, tapi kenapa ya?" Kata Hari sambil melihat Maya yang sudah jauh dari nya
"gue makin penasaran, tapi kok gue gak inget apa-apa ya tentang liontin itu, ck kenapa gue jadi selalu mikirin tentang tu liontin? di kelas juga tadi gue gak bisa tenang" kata Hari lagi sambil berfikir
"ck udahlah, besok gue cari tau lagi" kata Hari yang kemudian pulang.
sampai di rumah Hari di kejutkan oleh nenek Diana yang duduk di sofa, bukan hanya nenek Diana yang datang tapi juga beberapa lelaki yang menggunakan styl jas hitam, celana dan sepatu hitam berdiri di samping nenek Diana.
"nenek" sapa Hari pada nenek Diana
"eh... cucu nenek sudah pulang, sini duduk dulu samping nenek" kata nenek Diana
"nenek dateng sendiri?, om marshel mana?" tanya Hari pada neneknya
"ck, kamu ngomong apa sih, kalau paman kamu di sini sudah pasti kamu di jadikan makanan ikan, lain kali panggil paman aja, dia gak suka di panggil om" kata nenek
"i.. iya" kata Hari sambil menyengir
"nenek kesini mau jemput kamu" kata nenek Diana yang membuat Hari mengernyitkan dahinya
"jemput? emang kita mau kemana nek?" tanya Hari
"ck, kamu ini, bukannya kamu mau pindah ke mansion, papa kamu kemarin cerita sama nenek, dia bilang udah ngasih tau kamu" kata nenek
__ADS_1
"ooh,, iya iya,, Hari lupa nek" kata Hari yang teringat dengan ajakan ayahnya kemarin
"ya sudah sana kamu Siap-siap, setelah ini kamu akan tinggal di mansion untuk seterusnya" kata sang nenek
"kamu tinggal ganti pakaian saja, ada pakaian yang papa sisakan untuk kamu pakai, pakaian sekolahmu taruh di tas, semuanya sudah papa bereskan" kata Damar yang baru saja keluar
"tunggu, secepat ini pa? tapi mansion yang bakalan kita tempati gak jauh banget dari sekolah kan pa" tanya Hari pada Damar
"rencananya nenek pengen kamu pindah sekolah, tapi kalau kamu tidak setuju juga tidak apa" kata nenek Diana
"pindah?" batin Hari
Hari teringat dengan Maya yang sering membuatnya tertawa akhir akhir ini, rasanya tidak rela dia meninggalkan seorang Maya yang sangat suka dia ganggu, entah kenapa tapi rasanya dia sangat sedih jika dia akan meninggalkannya
"sudah jangan bengong, sana ganti pakaian dulu" kata nenek yang membuatnya sadar
"iya nek" kata Hari yang kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya
sambil mengganti pakaiannya Hari malah memikirkan Maya, ada rasa bahagia di hatinya ketika mengingat wajah Maya selalu kesal karenanya
"apa.... gue suka sama dia? tapi... gak, gak mungkin, ri udah ri stop mikirin tentang anak itu oke!" kata Hari yang menggerutu pada dirinya sendiri
selesai mengganti pakaiannya, Hari berniat mengambil Buku-buku nya, tapi ternyata sudah tidak ada di sana, ayahnya memang sangat teliti dalam hal ini, bahkan beberapa hal kecil seperti barang kecil tapi masih Hari simpan karena sedikit sayang pada barang itupun sudah di siapkan ayahnya untuk di bawa ke mansion
"papa emang paling the best" gumam Hari
Hari keluar dari kamar, tapi Hari malah di buat terkejut oleh para bodyguard yang langsung menyapanya ketika membuka pintu
"astaga bikin kaget aja kalian" kata Hari sambil memegang dadanya
"biarkan kami bantu membawakan barang tuan muda" kata salah seorang dari mereka
"barang? gak ada, kalian duluan aja" kata Hari sambil menutup pintu kamarnya
"biarkan kami membawakan tas tun muda" kata nya lagi pada Hari
"gak perlu... " belum Hari selesai berbicara, tas yang di punggung nya sudah ada di tangan bodyguard itu
'sejak kapan mereka ngambil tas gue?' batin Hari
"silahkan tuan muda, nyonya besar dan tuan sudah menunggu anda di mobil" katanya sambil memberi jalan pada Hari
"gila! jadi orang kaya nyusahin banget, mana pakek di kawal segala lagi, berasa jadi pangeran zaman purba aja" batin Hari sambil berjalan dengan sedikit gugup menuju ke mobil
******
__ADS_1
"ahh... berasa jadi seleb dadakan gue gara-gara tuh banteng, bisa-bisanya dia bikin gue ngundang masalah muluk" gerutu Maya di dalam kamarnya
"kalok gak si vega, pasti si dea. tau ah bakalan di jadiin ikan penyet sama mereka setiap kali ketemu, kemarin delon yang sering deket-deket gue, sekarang Hari, besok siapa lagi? duh.. emang sial banget nasib gue" gumamnya sambil melihat wajahnya di cermin
"may, kapan si lo bisa hidup tenang, tapi.... kenapa ya perasaan gue waktu deket sama si banteng kayak familiar" gumamnya
Maya melihat liontin di lehernya melalui cermin, dan seketika teringat dengan Ari
"ck, udah lama tapi masih aja gue ngarep bisa ketemu sama lo Aii,,, kira-kira lo sekarang sekolah di mana? dan.... apa lo masih inget sama gue? Aii, seandainya Aii bisa dateng dalem mimpi Maya, ya... tapi mana mungkin, bahkan waktu itu pergi juga gak mau baikan sama gue" kata Maya yang menggenggam liontin yang di lehernya
"kalok di inget-inget, waktu itu gue ngasih Ari kado perpisahan, tapi dia malah buang, waktu gue nyari.... kenapa malah gak ada ya? masih penasaran" katanya lagi
"dan... lagi, tadi siang si banteng kenapa nanyain liontin gue? gak! gue gak pernah berani buat mikir kalok banteng adalah Ari, iya gue akuin Ari sama banteng namanya sama, kelasnya.... harusnya sama, tapi Ari gak akan sejaim dia, dan lagi kalok iya... gak, gak mungkin, gak ada persamaan selain itu, Ari sama banteng jelas beda jauh, Ari gak sedingin itu, gak songong juga, dan... ah udahlah... yang penting gue yakin Hari bukan Ari, bukan Aii sahabat kecil gue" batin Maya
"hah... udah lah, gak perlu mikirin masa lalu lagi, gak peduli dia Hari atau Aii, sekarang yang perlu di lihat hanya masa depan, Maya, stop mikirin orang yang bahkan belum tentu orang itu juga mikirin lo, Aii udah gak ada, dan Hari cuman orang ngeselin, gak ada yang penting lagi, yang perlu lo pikirin cuma masa depan, liontin ini cuma kenangan yang tersisa, gak lebih. gue harus bisa lupain Aii" kata Maya yang kemudian menghela nafasnya
"aya.. " kata bu sari yang tiba-tiba sudah ada di dekat Maya
"loh.. ibu, kapan masuk?" tanya Maya
"udah dari tadi, ibu sempat dengar kamu bilang mau lupain Ari? kenapa?" tanya bu sari
"karna Maya gak mau bu, terus terusan terjebak dengan kenangan masa lalu, Maya juga butuh masa depan, jika Ari dan Maya memang jodoh juga akan di pertemukan, meski Maya sangat berharap Ari masih sama seperti dulu menjadi sahabat Maya, tapi juga Maya sadar Mungkin Ari punya pilihan sendiri, dan pilihannya adalah melupakan Maya, sama seperti yang dia katakan waktu itu, hah.... Maya terlalu polos bu, masih menganggap orang sebagai sahabat, padahal orang itu sudah beberapa kali mengatakan Maya bukanlah temannya lagi, sekarang Maya juga punya teman yang lebih baik, Maya juga akan membuka lembaran baru dalam hidup Maya, dan dalam lembaran baru ini, tidak ada lagi orang yang bernama Ari,,, " kata Maya sambil tersenyum
meski Maya terlihat tersenyum, tapi bu sari tau sangat sulit bagi Maya untuk melupakan yang sangat dia rindukan
'hah... sudahlah, Maya sudah bisa mengambil keputusan untuk jalannya sendiri, itu sudah lebih baik' batin bu sari
"kamu benar, ibu senang mendengar keputusan kamu ini, kamu memang tidak seharusnya terus berharap pada masa lalu mu, sekarang kamu sudah besar, harus bisa memutuskan jalanmu sendiri" kata bu sari
"iya bu, oh ya bukannya ayah akan pulang beberapa hari lagi? kenapa ayah pulang nya lebih cepat?" tanya Maya
"ibu dan ayah mungkin akan pulang ke desa, kamu jangan hawatir, ibu dan ayah pulang ke desa cuma tiga empat bulan saja, kamu disini harus jaga diri baik-baik, jangan suka nerima tamu sembarangan" kata bu sari
"hah? tapi bu, Maya sendirian dong disini" kata Maya
"kamu kan punya temen, sesekali ajak Syerli dan Aurel nginep disini buat nemenin kamu, tapi jangan bawa temen cowok kamu kerumah, ibu gak bolehin" kata bu sari pada Maya
"mm... iya deh, tapi bu... "
"udah, kamu ini sudah besar, kenapa masih merengek saja" kata bu sari yang menggoda putrinya itu
******
"tuan muda silakan, kita sudah sampai di mansion" kata seorang bodyguard yang membukakan pintu untuk Hari
__ADS_1
'sumpah gak terbiasa banget, beneran canggung' batin Hari yang keluar dari Mobil