
vega ngotot jika itu semua memang kesalahan maya, tapi delon yakin semua ini jebakan dari vega. vega belum puas karna maya belum di beri hukuman
"gue harus minta tolong papa nih, biar kasih tau kepsek, gue gak mau tau pokoknya maya harus di skors" batin vega
"gue yakin, ini semua ulah lo kan" kata delon pada vega
"ternyata lo beneran nyalahin gue ya, lon... lo udah liat barang-barang gue itu ada di tasnya dia kan, lo kenapa masih nyalahin gue sih" vega tidak mau menyerah meyakinkan orang-orang di sekitarnya, terutama Delon
Hari berdiri di dekat pintu dan mendengarkan obrolan mereka
"terserah deh, lo mau percaya atau gak, intinya gue mau dia di skors karna udah nyolong hp sama gelang gue" kata vega yang kemudian pergi meninggalkan mereka semua di sana
"kita percaya kok, lo gak bakalan ngelakuin ini semua" kata syerli pada maya
"makasih ya, kalian semua udah percaya sama gue" kata maya, lalu mereka kembali .
"gue bakalan bantuin tu gorila, gue juga percaya dia gak akan ngelakuin itu" batin Hari
Hari masuk dan menemui buk tika, Hari ingin memastikan buk tika juga percaya kalau maya tidak mungkin melakukan hal semacam itu
"buk" kata Hari setelah sampai di dalam
"ia ri, ada apa" tanya buk tika
"ibu gak mungkin percaya kan, kalau anak bernama maya itu mencuri barang vega" tanya Hari
"jujur, ibu gak percaya, karena kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya, kamu kan tau vega itu anaknya seperti apa, ibu tidak mau mengambil keputusan yang salah lagi seperti sebelumnya" tegas buk tika
hari merasa lega, benar juga, sebelumnya vega pernah memfitnah teman sekelasnya, waktu dia masih kelas sepuluh, dia adalah sisil, yang juga seorang anggota osis. sisil sampai di skors satu minggu, saat buk tika memeriksa cctv ternyata sisil tidak bersalah.
buk tuka sangat marah pada vega, tapi kepsek melindunginya karena takut menyinggung keluarga nya. buk tika hanya bisa diam saat itu
kali ini, dia tidak akan membiarkan vega berbuat ulah lagi. vega hanya mengandalkan status dan kekayaannya untuk menindas dan mebully teman-temanya
"kalau begitu saya kembali dulu buk" kata Hari
"Hari tunggu, ibu ingin bantuan darimu, pulang sekolah ibu tunggu di sini" kata bu tika
"baik bu" Hari kemudian kembali kekelasnya
sampai di kelas Hari di sambut oleh Satria. semua siswa sudah mengetahuinya, ada yang percaya, tapi juga ada yang tidak percaya karna sudah tau sifap vega seperti apa
"ri, emang bener ya, si maya itu nyuri barang-barang nya si anak manja, kok gue gak percaya si" kata satria
"gue juga ga percaya, tu gorila gak mungkin nyolong, Tapi kan lo tau vega anaknya kayak gimana, cuman karna dia gak suka sama satu siswa dia bisa ngelakuin apa aja buat nyelakain orang, terlebih lagi lo kan tau, Delon suka deket-deket sama tu gorila dkk, yang pasti dia gak bakalan henti-hentinya ngerjain maya" kata hari
"lo bener juga" kata satria
__ADS_1
waktu pulang sekolah, seperti biasanya, maya pulang dengan nata dan syerli, Delon sempat memaksa mereka untuk pulang bersama, tapi mereka menolak dan ingin pulang dengan jalan kaki
semenjak berteman dengan maya dan lainnya nata juga sering pulang jalan kaki, dia jarang membawa mobilnya ke sekolah
"may, lo gak bakalan di marahin kan sama bokap nyokap lo, kalok lo sampe di marahin kita ada kok buat ngebelain lo" kata nata
"mm, gak tau, tapi yang pasti ayah gue bakalan kecewa banget, apalagi ibu. tapi sebelum gue bebas dari skandal ini, gue gak bakalan ngasih tau mereka , biar mereka gak sedih dan kecewa sama gue" kata maya
"iya, lo bener buat sekarang mendingan lo jangan kasih tau mereka dulu" sambut syerli
kembali ke Hari.. !
"ibu mau saya bantu apa" tanya Hari setelah masuk dan duduk di depan bu tika
"ri, ibu mau periksa CCTV di kelas X IPA1, ibu yakin pasti ada yang jebak maya, ibu mau kamu simpan rekaman nya nanti" kata bu tika
"iya bu, ibu benar meskupun nanti vega minta bantuan kepala sekolah juga kalok ada bukti ini, vega gak bakal bisa ngapa-ngapain" kata Hari
bu tika dan hari memeriksa cctv di kelas maya, awalnya mereka sedikit kecewa karena meski benar ada yang menaruh barang-banrang vega di tas maya, tapi wajah orang itu tertutup masker
yang penting, sudah ada bukti kalok bukan maya yang mengambilnya, mereka menyimpan rekaman cctv itu di ponsel Hari. selesai dengan itu mereka memeriksa cctv yang ada. di kelas vega, orang yang menaruh barang-barang vega itu ternyata masuk ke kelas vega, mereka sangat penasaran siapa itu.
selain menggunakan masker, dia juga menggunakan jaket, meskipun begitu, tidak menutup kalau dia seorang wanita
"ni cewek maksutnya apa si, fitnah maya" batin Hari
Hari juga menyimpan rekaman cctv itu keponselnya.
"gue emang udah nebak kalok vega sengaja ngejebak tu gorila, tapi gak nyangka juga ternya vega melibatkan teman-temannya" batin Hari.
selesai mencari bukti dengan bu tika Hari langsung pulang kerumahnya, begitu juga dengan buk tika dia juga pulang setelah selesai merapikan ruangannya.
di perjalanan pulang Hari melamun, biasanya dia pulang bersama satria, tapi hari ini Hari menyuruh satria pulang lebih dulu karna dia sudah di panggil bu tika setelah pulang dari sekolah
"gak tau kenapa, gue malah semangat banget buat ngebantuin tu cewek, maya... bisa kebetulan banget namanya bisa sama kayak lo may.... " gumamnya
setelah pulang sekolah maya hanya diam di kamarnya, ayahnya hari ini akan berangkat kerja keluar kota untuk beberapa waktu lamanya. maya ingat ayah nya hari ini berangkat, dia keluar kamarnya untuk menemui sang ayah
"may, ayah di luar kota selama kurang lebih tiga bulan, kamu yang nurut sama ibu, ohya... kalo ada apa-apa kamu bilang aja sama ibu, dan juga kalok kamu mau main sama temen-temen kamu, jangan terlalu lama di luar" kata pak tedi
"iya yah.. maya akan patuh kok" kata maya
"ya sudah, ayah berangkat, jaga diri kalian baik-baik" kta pak tedi
"ya, ayah juga hati-hati di jalan jaga diri ayah baik-baik" sambut maya
"bu, ayah berangkat ya" kata pak tedi setelah menyalami dan mencium kening istrinya
__ADS_1
pak tedi berangkat, Maya dan bu sari mengantar sampai luar pintu. maya merasa sedikit sedih melihat kepergian ayahnya
"maya akan selalu doain ayah" batinnya
maya kembali ke kamarnya. bu sari juga melanjutkan aktifitasnya di dapur. awalnya maya ingin membantunya rapi bu sari menolak.
"ayah udah pergi, untung aja.... tapi gak tau deh besok bakal kek gimana, dan lagi tu si mis lampir gak mungkin ngebiarin gue lolos gitu aja, ah.. nasip.. nasip may.. " gumamnya
Di rumahnya Hari juga kedatangan seorang tamu, kali ini seorang wanita paruh baya, dengan Marshel juga, meskipun wanita itu sudah mulai beruban tapi wajahnya masih memancarkan aura cantiknya.
Hari sempat bingung siapa lagi yang datang kali ini? apa orang yang datang kali ini akan memberi taukan bahwa dirinya adalah presiden?? apa berita yang akan di sampaikan ya kali ini akan lebih mengguncang nya?
begitu banyak pertanyaan yang menari di benak Hari, tapi saat ayahnya datang dan memanggil wanita itu dengan sebutan "ibu" dan memeluknya, Hari tidak perlu lagi menyiapkan jantungnya untuk terkejut lagi, meskipun sudah sedikit terkejut dengan panggilan ayahnya pada wanita itu. tapi karena satu panggilan ayahnya terhadap wanita itu sudah menjawab semua pertanyaan yang menari di benaknya
"jadi.... ini nenek ku? istri sang pasutrio iskandar, ibu dari ayah ku?" batin Hari, yang masih bengong melihat ayahnya memeluk wanita itu
"hei... dasar ponakan luknut!, nenekmu datang malah diam saja tidak menyapanya" kata Marshel pada Hari
Hari di buat terkejut dengan suara Marshel, Hari masih ragu untuk menayapa wanita itu. karena Baru kali ini Hari bertemu dengan neneknya itu
"gue sapa apa? masa ia harus panggil nenek, tapi juga gak mungkin kan gue panggil nyonya, gini ya rasanya punya nenek orang paling kaya di negara ini, duh... kenapa mimpi ini belum selesai juga si, gue kapan bangunnya" batin Hari
Hari terus saja bengong melihat kearah wanita yang ternyata neneknya itu, wanita itu sudah memanggil nama nya beberapa kali, Tapi Hari masih setia di alam bengongnya.
"ri, kamu di panggil nenek lho, kamu tidak mau menyapa nenek mu" kata pak damar pada putranya itu
Hari langsung tersadar, tapi masih bingung harus menyapa neneknya bagaimana
"Hari, ayo sini, nenek pengen lihat kamu" kata nenek Hari dengan suara lembut
"hah! gue kok ngerasa di perlakuin kayak anak kecil sih sama ibunya ayah, gue di panggil kayak gitu berasa gue di panggil kayak anak kecil" batin Hari
Hari mendekati neneknya, lalu menyalaminya terlebih dulu setelah duduk di dekat neneknya. karna Hari merasa masih canggung dia tidak memanggil neneknya dengan sebutan nenek ataupun lainnya, dia hanya diam
"kamu sangat sopan ya" kata nenek Hari
"mm.. ny.. nyonya Iskandar... "
"sshhtt.... nenek! masa nenek sendiri kamu panggil nyonya" kata nenek Hari
phufft..
Marshel malah menahan tawanya
"ma, bagaimana cucumu itu akan memanggilmu dengan sebutan nenek, ini pertama kalinya dia lihat mama setelah dia bisa jalan" kata Marshel
"aihh... benar juga, maafkan nenek ya karna nenek tidak pernah lagi menjengukmu" katanya pada hari
__ADS_1
"tunggu! jadi waktu kecil nyonya iskandar ini sering jenguk gue.. " batin hari