SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
kesalah pahaman dan kemarahan ari


__ADS_3

ari membuka matanya yang sembab, dan mengedip kan matanya beberapa kali menerima saluran cahaya yang masuk kedalam matanya, kemudian ari kembali teringat dengan ibunya


"ibu… ibu…ari mau ketemu sama ibu, ibu…ibu di mana" teriak ari sambil terbangun dengan tergesa-gesa, maya yang sedari tadi menemani sahabatnya itu langsung menenangkan sahabatnya yang terus berteriak mencari ibunya.


"aii tenanglah, aii… ibu aii udah pergi kesurga, aii jangan nangis lagi, aii kan masih punya maya, maya akan temani aii, aii jangan nangis lagi ya…hiks…" ucap maya yang terisak sambil menenangkan ari sahabatnya. ari terdiam sejenak sambil melihat maya yang ikut menangis di sampingnya, beberapa saat kemudian ari sadar dan langsung turun dari ranjang itu kemudian berlari keluar mencari keberadaan ibunya.


sampai di ruang mayat ari terdiam membisu di pintu ruangan itu, pak damar yang melihat putranya terdiam membisu di pintu masuk ruangan itu langsung menghampiri putranya dan memeluknya sambil menangis


"ari kamu yang tabah ya nak, ayah janji ayah akan jadi ayah sekaligus ibu buat ari, ari jangan sedih ya, masih ada ayah, ayah tidak akan meninggalkan ari" ucap pak damar sambil terisak tangis pada putranya itu. ari masih membisu beberapa saat, kemudian mendekati jenazah ibunya, ari menangis sejadi-jadinya di dekat jenazah ibunya sambil berteriak memanggil-manggil ibunya, ari masih terlalu polos untuk menerima semua ini.


"ibu…hiks…ibu pernah janji sama ari hiks…ibu bilang sama ari hiks…hiks… ibu gak akan ninggalin ari, hiks… ibu akan nemenin ari gede…hiks…ibu bilang sama ari hiks…ibu akan ajak ari liburan saat libur sekolah hiks…hiks…" pak damar yang mendengar rintihan putranya itu haginya merasa tersayat seribu pedang, bagai manapun ari masih sangat kecil untuk menerima semua ujian ini. pak damar mendekati putranya kemudian mulai menenangkan putranya itu.


ari kemudian menoleh ke arah pak tedi ayah maya, ari mendekati pak tedi kemudian berteriak marah pada pak tedi


"kenapa!! kenapa harus ibu ari yang pergi, kanapa gak om juga, kenapa harus ibu ari sendirian, kenapa!!" teriak ari, semua orang yang ada di ruangan itu terkejut mendengar perkataan ari, tak terkecuali maya, maya sangat terkejut dengan ucapan sahabatnya itu, bagaimana mungkin sahabatnya ari akan mengatakan hal itu pada ayahnya.


"ari benci sama kalian, ari gak mau liat kalian, gara-gara kalian ibu ari ninggalin ari, ari benci sama kalian, ari tiadak mau liat kalian!!" teriak ari lagi pada maya, pak tedi dan buk sari, maya semakin terkejut, maya tidak menyangka ari akan mengusirnya seperti itu


"aii…"belum sempat maya menyelsaikan kalimatnya ari sudah lebih dulu berteriak padanya lagi


"pergi!! ari gak mau liat kalian!!" teriak ari yang membuat maya terkejut, pak tedi sadar, mungkin ari belum bisa menerima semua ini pikirnya, pak tedi kemudian mengajak istrinya dan maya untuk pulang, tapi maya menolak karna dia ingin menemani ari disana, pak tedi meyakinkan maya untuk pulang sampai maya akhirnya mau ikut pulang bersama mereka. setelah maya pulang ari mendekati tubuh ibunya dan kembali menangis, pak damar menenangkan putranya yang tak henti-hentinya menangis, pak damar juga meyakinkan putranya kalu pak tedi tidak bersalah atas kematian ibunya, pak tedi juga menjadi korban dari kecelakaan yang terjadi, namun ari tidak mau mendengarkan penjelasan ayahnya, ari mengira kalau kematian ibu nya di sebabkan oleh pak tedi.

__ADS_1


keesokan hari setelah pemakaman selesai…


semua orang bubar setelah pemakaman itu selesai, hanya tersisa ari ayahnya dan juga maya yang setia berdiri di samping ari, namun ari tidak peduli dengan keberadaan maya, ari terus menangis sambil memegang nisan ibunya. setelah beberapa saat kemudian maya memberanikan diri untuk berbicara pada ari


"aii…jangan sedih lagi ya, kan masih ada maya yang akan nemenin aii terus" kata maya yang baru duduk di samping ari sambil memegang bahu ari, dengan segera ari menepis tangan maya


"jangan menyentuh ku, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi, pergi!! ari bilang pergi!!" kata ari sambil mendorong maya ke belakang. maya yang mendapat dorongan dari ari langsung berdiri dan kembali mendekati ari


"aii, aii boleh marah kok sama maya, maya gak papa, maya tau aii lagi sedih…" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ari kembali mendorong maya sambil berteriak


"maya ari gak mau temenan lagi sama maya, maya pergi dari sini, ari gak mau liat maya lagi!" teriak ari kemudian pergi meninggalkan maya dan ayahnya di sana. saat ari pergi menjauh pak damar kemudian berkata pada maya


keesokan harinya…


maya yang berada di kelasnya hanya diam tak seperti biasanya, maya hanya memikirkan ari yang tidak masuk sekolah hari ini, apa yang aii lakukan sekarang? apa aii masih marah sama maya? tapi kenpa? maya kan sahabatnya aii, kok aii gak mau temenan lagi sama maya? pertanyaan-pertanyaan itulah yang maya ulang-ulang di benaknya.


sepulang sekolah, maya bergegas kerumah pohon berharap ari ada di sana,maya tidak lupa untuk membawa bekal makanan kesukaaan ari. benar saja setelah sampai di rumah pohon, maya mendapati ari yang sedang duduk diteras rumah pohonnya, maya merasa senang karna bisa bertemu ari di sana, maya naik dan langsung duduk di dekat ari, maya menyapa ari, namun ari hanya diam tak menggubris sapaan maya. maya terdiam sejenak memperhatikan mata ari yang sembab karna air mata


"aii nangis lagi ya, aii, kana masih punya maya, yang akan selalu sayang sama aii" ucap maya setelah lama terdiam, ari terus saja diam tak menanggapi ucapan maya. lama ari terdiam maya kembali mengajak ari berbicara


"aii…aii jangan sedih lagi yaa, aii kan masih punya maya, maya akan tetep sayang sama aii, maya gak mau aii sedih lagi, aii jangan sedih lagi yaa" ucap maya kembali sambil memeluk ari dari samping

__ADS_1


"ohya, aii, maya bawa makanan kesukaan aii loh"lanjut maya sambil melepaskan pelukannya dan mengeluarkan kotak makanan yang berisi sosis bakar, dan memberikannya pada ari. ari hanya melirik makanan yang di berikan maya untuknya, namun beberapa saat kemudian ari mendorong tangan maya sampai makanan itu jatuh kebawah, maya terkejut namun tidak marah. saat maya akan bertanya kenapa ari membuang makanan yang di berikannya, ari lebih dulu mengangkat bicara


"jangan deketin ari lagi, mulai sekarang ari gak mau temenan sama maya" ucap ari yang kemudian pergi meninggalkan maya sendiri di rumah pohon itu.


"maya tetep sayang sama aii, maya gak mau jauhin aii, maya akan tetep jadi sahabat aii, maya gak mau kehilangan aii, maya udah janji jadi sahabat aii selamanya" lirih maya yang mulai meneteskan air mata.


di bukit, tempat biasa ari dan maya mengirim surat untuk tuhan, ari berdiri dengan tatapan kosong, memandang kearah langit, sambil meneteskan air matanya, ari bergumam sendiri


"ibu…ari salah marahin maya, tapi ari gak terima gara-gara ayahnya maya ibu jadi ninggalin ari" lirih ari.


semenjak hari itu ari selalu menjauhi maya, tapi maya selalu berusaha menemani ari saat sendiri, kini ari jarang bermain kerumah pohon, maya sangat bersedih karna ari sahabatnya menjauhinya entah karna apa, karna memanag maya tidak tau kejadian hari itu.


ulangan kenaikan kelaspun tiba, tak ada yang berubah dari ari, dia terus menjauhi maya meskipun terkadang ari mencari maya kerumah pohon secara diam-diam, maya akan selalu menunggunya di rumah pohon meskipun ari tidak akan datang, namun maya selalu yakin ari akan datang menemuinya walau hanya sekali.


🌹🌹🌹


mohon maaf ya kalok ada kata-katanya yang salah, karna author nulisnya pakek hp, jadi mohon di maklumi ya😁😁🙏🙏


ini karya pertama author, mohon dukungannya ya dengan like dan komen🙏🙏😁😁


salam hangat dari author😁😁🙏🙏🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2