SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
kepolosan hari


__ADS_3

"gak! udah ah, lepasin tangan gue" kata Syerli


"ciee, muka lo merah tuh.. " goda Nata


"khm.... lo dari tadi godain gue mulu, jangan-jangan lo suka beneran lagi sama gue, ya kan.. udah.. ngaku aja" goda balik Syerli


Syerli sengaja menggoda balik Nata, karena jika dia diam terus, Nata tidak akan berhenti untuk menggodanya. Nata yang di goda Syerli malah tersenyum, ternyata Syerli bisa membalas godaannya, pikirnya.


"udah deh... ini bukan waktu yang tepat buat goda-godaan, kita harus cari jalan keluar dulu, ohya... Aurel Sama Maya mana?" tanya Syerli yang baru tersadar, kalau mereka sudah berpisah dengan Maya dan Aurel.


"eh ia, mereka mana" kata Nata yang juga baru sadar


mereka mencari jalan keluar, sebelum menemukan pintu keluar dari tempat itu, mereka sudah dikejar dan di tarik beberapa hantu-hantu disana. sampai beberapa saat kemudian mereka menemukan pintu keluar. sampai di luar mereka benar-benar sudah sangat kelelahan, selain karena berlari, juga karena mereka terus berteriak saat bertemu hantu.


Maya dan Aurel yang sudah menunggu mereka datang membawakan air minum untuk mereka.


"kalian gak papa kan? tadi kalian lari kemana?, kita sampe hawatir kalian malah di kerjain habis-habisan sama hantu di dalem" kata Aurel


"bukan cuma hantu sih, kita juga masuk keruangan yang gelap, eh taunya si... "


"husshh... diem! gak usah nyebarin aib" potong Nata


"emang Nata kenapa syer" tanya Aurel yang sudah kambuh dengan jiwa keponya


"kepo banget si lo,, gue gak ngapa-ngapain kok, udah deh, gak usah nanya soal itu dulu, kita harus nih" kata Nata yang mengubah topik


"dih.. bilang aja lo malu kalok di cerita in" kata Aurel


"ya malu lah.. namanya juga aib" sambut Nata


"kalian kenapa jadi debat sih" kata Maya yang memberikan air pada Nata


"e eh.. syer, tadi Nata kenapa" tanya Aurel yang masih kepo


"gak deh, orangnya ntar marah" kata Syerli sambil melirik Nata


Nata hanya diam, dengan wajah yang sudah merah padam. saat mereka sudah lelah bermain, mereka pergi ke sebuah kafe untuk makan malam.


saat mereka sampai di sana, bukannya senang malah membuat mood mereka rusak, karena saat baru saja masuk, mereka malah bertemu dengan Vega dan teman-temannya yang akan keluar dari kafe itu.


Vega yang melihat mereka masuk langsung menghadang mereka.


"gue mau ngomong sama lo" kata Vega pada Maya


"lo mau ngomong ap.. " belum selesai Aurel bicra Maya sudah menrik tangannya


"ya udah ngomong aja" kata Maya dengan nada dingin nya


"dih, sok dingin banget lo, udah kayak Hari aja, emangjodoh ya kalian berdua, sok dingin" kata Vega


"what!! gak! gue gak rela my prince jodoh sama cewek genit ini, my prince itu cuma milik gue seorang, dan gak pantes sama orang kayak dia" kata Dea yang tiba-tiba ngegas.

__ADS_1


"oh" Maya hanya meng-oh ria saja


"jadi makan malam gak nih, kalok iya kita pindah tempat aja" kata Nata


"jadi, udah yuk pergi aja" sahut Aurel


"kalian kalok mau pergi, pergi aja. tapi dia tetep disini, gue mau ngomong sama dia" kata Vega sambil menunjuk ke arah Maya


"ya udah ngomong aja" kata Maya pada Vega


"enak banget lo ya, udah hukuman lo di cabut, di tolongin ketua osis, dibelain delon gue, mau lo apa sih, kalok hukuman lo di cabut ya di cabut aja, napa jadi gue yang di skors, dan lagi ngapin juga lo harus di belain delon. inget ya, selama gue di skors, gue bakalan tetep pantau lo, kalok lo deketin delon lagi, gue gak bakalan diem" kata Vega


"lo di skors karna kesalahan lo sendiri, kenapa harus marah sama gue, masak iya anjing yang menggigit, ayam yang di salahin, kan gak lucu" kata Maya dengan wajah datar nya


"siapa yang anjing, lo kali... sembarangan aja lo kalok ngomong" kata Vega dengan kesal


"eh cewek genit, gara-gara lo gue juga ikutan di skors tau gak!" bentak Amel tiba-tiba


"kok curhat" ucap Maya yang kemudian mengajak teman-temannya pergi


"pulang aja yuk, gue masih kenyang" kata Syerli yang juga mengajak mereka pulang


mereka tak jadi makan disana, mereka langsung pulang, tapi sebelum pulang, mereka menyempatkan untuk membeli makanan ringan di supermarket, untuk di makan sepanjang jalan.


Vega yang melihat mereka pergi, menahan amarahnya, dia benar-benar sangat kesal dengan Maya. Vega semakin membenci Maya dan teman-temannya.


"gue gak terima di di anggep enteng mereka, liat aja gue bakalan bales mereka" batin Vega


"gue gak bakalan ngebiarin mereka hidup tenang" kata Vega.


******


keesokan harinya....


Maya tak sengaja bertemu dengan Hari di pintu gerbang, Maya berangkat sangat pagi hari ini karena dia memiliki piket kelas. Maya yang melihat Hari hanya diam, dia teringan dengan ucapan vega semalam, ternyata Hari benar-benar membantunya.


"mm... gue.. " belum selesai Maya bicara Hari sudah memotongnya


"kenapa? lo suka sama gue?" kata Hari tiba-tiba


blushh...


wajah Maya seketika memerah, bukan itu yang ingin Maya katakan, Maya ingin berterima kasih padanya, tapi mendengar ucapan Hari mood Maya benar-benar rusak


"tadi sebenernya gue mau bilang makasih, tapi gak jadi deh" kata Maya yang langsung masuk duluan


"eh.. tunggu, lo kalok mau bilang makasih jangan setengah-setengah dong" kata Hari yang mengikuti Maya dari belakang.


"bodo' " kata Maya yang langsung menuju kelasnya


"dasar gorila" gumam Hari sambil tersenyum

__ADS_1


sampai di kelasnya Maya langsung mengerjakan piket kelasnya. kata-kata Hari masih terngiang di telinganya. bisa-bisanya wajahnya langsung merah saat Hari menggodanya.


"waktu delon yang godain gue, gue ngerasa biasa aja, tapi kenapa perasaan gue jadi gini waktu si banteng yang ngomong gitu?" batin Maya sambil memegang dadanya.


beberapa teman sekelasnya Masuk membuatnya tersadar dari lamunannya.


"wihhh, rajin banget lo May, " kata Rani teman sekelasnya


"gak kok, biasa aja cuman piket gue aja hari ini" sambut Maya


"eehh, ternyata mos queen kita, selain cantik rajin juga ya" tiba-tiba doni datang


"apaan sih lo don" kata Maya pada Doni


Doni dan lainnya hanya tertawa melihat Maya yang terus mereka goda.


"May,, lo kok gak nungguin kita sih" kata Syerli yang baru saja datang dengan Nata


"sorry,,, hari ini kan piket gue jadi tadi gue buru-buru jalannya" ucap Maya


"eh,,, kalian keliatan cocok banget, kayak pacaran kenapa gak jadian aja" tiba-tiba Rani malah membuat Nata dan Syerli berdebar malu


"iya ya,,,, kalian keliatan cocok banget" sambut Lala


"apaan sih guys!" kata Syerli yang menahan detak jantungnya agar tidak di dengar


dalam hati Nata hanya bisa menahan tawa melihat wajah Syerli yang sudah seperti kepiting rebus. jika dia menggodanya saat ini, mungkin kejadian semalam di rumah hantu akan di ungkit dan di sebarkannya pada teman sekelas, itu sebabnya Nata hanya memilih diam saja.


waktu jam istirahat tiba. Maya Dan lainnya seperti biasa pergi kekantin, tiba-tiba maya merasa aneh dengan roknya, seperti basah, Maya memberi taukan teman-temannya untuk pergi ketoilet. sampai di toilet Maya sangat terkejut, ternyata dia kedatangan tamu bulanan. Maya merasa bingung harus bagaimana, terlebih lagi sekarang dia tidak punya pembalut, Maya terdiam sejenak, dia kemudian membersih kan roknya dulu. beberapa saat kemudian Maya keluar dari toilet, dia ingin pergi ke kantin untuk meminta bantuan Syerli dan Aurel untuk membelikannya pembalut. tapi saat di jalan menuju kantin Hari tidak sengaja melihat rok Maya basah dan sedikit masih ada bercak merah. dengan terburu-buru Hari melepaskan jas nya dan segera menutupi rok Maya dengan mengikatkan pada pinggangnya melalui belakang.


Maya sangat terkejut saat merasa di peluk dari belakang. Maya ingin memberontak dan berteriak, tapi suara Hari Membuat Nya terkejut dan terdiam.


"lo lagi dateng bulan ya?" tanya Hari di telinga Maya. untung saja saat itu tidak ada siswa yang melihatnya


"l.. lo.. " Maya gugup dan tak berani berkata-kata lagi, karna jarak Hari sangat dekat dengan nya


meskipun dari belakang, Hari Masih bisa merasakan kalau Maya sangat malu dan wajahnya sudah memerah.


"hah? astaga... gue gak maksut meluk dia, gue cuma mau nutupin roknya doang" batin Hari yang langsung melepaskan tangannya.


"ikut gue" kata Hari dengan wajah datarnya menarik tangan Maya.


Hari sebenarnya juga merasa canggung dan malu karna ulahnya yang tidak sengaja tadi. tapi dia berusaha untuk merasa tenang. Hari membawa Maya keruang UKS, sampai di sana Hari menyuruh Maya untuk diam dan menunggunya. Hari mencari sesuatu di laci. saat menemukannya Hari langsung memberikannya pada Maya. Maya Yang melihat Hari memberikannya sebuah pembalut sangat terkejut dan juga sangat malu. Hari hanya diam menatap ekspresi Maya


"duh... ni banteng emangnya gak ngerasa malu apa pegang barang terlarang cewek?" batin Maya


"kali ini gue buat kesalahan apa lagi?" tanya Hari dalam hati


Maya dengan segera mengambilnya dari tangan Hari dan langsung pergi tanpa berkata apa-apa lagi


"dih... tu anak main pergi gitu aja, bilang makasih kek" kata Hari yang menatap Maya yang sudah berlari menuju toilet

__ADS_1


"tapi gak papa deh, kan bisa di jadiin alasan buat ketemu sama dia lagi, hehehe" kata Hari yang kemudian keluar dari ruang UKS itu.


__ADS_2