
"Kamu datang untuk menjenguk Syifa?" tanya Arman yang tak mau langsung menghakimi.
"Ah itu tidak juga ... kebetulan saya tadi bertemu dengan Ayah dan Devan di jalan, mereka bilang Syifa keguguran. Maaf jika kedatangan saya membuat Anda tidak nyaman, tapi sungguh saya tidak punya maksud lain, saya akan segera pergi dan tolong berikan ini untuk Syifa."
Arman terdiam sebentar, lalu meraih paper bag di tangan Firman. "Kamu sudah datang jauh-jauh, masuklah." Ia membuka pintu ruangan lebar-lebar agar mantan kekasih istrinya itu bisa masuk. Sepertinya Arman sudah mulai berdamai dengan kenyataan.
Dengan langkah ragu-ragu, Firman masuk kedalam dan pandangannya langsung tertuju kepada Syifa yang masih tertidur di brankar rumah sakit. Matanya nampak berkaca-kaca namun ia tetap berusaha bersikap normal.
"Syifa sangat Syok karena kehilangan bayinya. Untuk itu dokter menyuntikkan obat penenang," sahut Arman sambil meletakkan paper bag di atas meja sofa.
"Tentu saja pasti sangat berat untuk kalian," ucap Firman.
Suasana menjadi hening sebentar karena mereka tidak tahu harus membahas apa. Situasi antara mereka memang kurang baik, hingga saat kembali bertemu mereka menjadi canggung satu sama lain.
"Kedatangan saya kesini, bukan hanya untuk menjenguk Syifa. Tapi saya juga ingin minta maaf sekaligus pamit," ucap Firman pada akhirnya.
__ADS_1
"Pamit, memangnya kamu akan pergi kemana?" Tentu saja Arman merasa penasaran karena terakhir kali bertemu, pria itu masih kekeh ingin merebut Syifa darinya.
"Hari Sabtu ini saya akan pindah ke Riau, di sana saya akan memulai kehidupan baru dan menikah dengan wanita pilihan orang tua saya." Firman menghentikan ucapannya sejenak saat sesuatu di tenggorokannya terasa mencekik karena harus merelakan apa yang ingin Ia perjuangkan.
Firman menyerah, bukan hanya tentang Syifa tetapi juga menerima kembali pernikahan yang sempat ingin ia batalkan. Entah bagaimana cara Firman menjalani pernikahannya nanti tetapi yang pasti ia harus pergi jauh dan memulai sesuatu yang baru.
"Mungkin terdengar aneh karena tiba-tiba saja saya menjadi seperti ini tapi keadaan menyadarkan saya tentang sebuah kenyataan yang mau tidak mau harus saya hadapi. Sebelum pergi saya ingin bertanya satu kali lagi, apakah anda benar-benar mencintai Syifa?"
Sudah ketiga kalinya Arman mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Firman, jika sebelumnya ia ragu dan bahkan berpikir tidak mungkin ia jatuh cinta kepada Syifa. Maka detik ini hatinya telah berubah haluan.
...Maha besar Allah yang dengan mudahnya bisa membolak-balikkan hati manusia....
Air mata Firman hampir tak terbendung dengan sesak di dada yang bergemuruh tak karuan. Namun lagi-lagi logikanya berhasil mengambil alih diri agar tidak runtuh. "Hm, saya akan belajar melupakannya. Tolong jaga Syifa baik-baik. Sampai jumpa di masa mendatang."
Tangan Firman terulur kedepan, lengkungan senyumnya pun mengisyaratkan sebuah keikhlasan yang benar-benar sudah tertanam dalam diri.
__ADS_1
Tanpa ragu Arman pun langsung menjabat tangan Firman. "Sampai jumpa di masa mendatang, aku harap kita bertemu lagi di satu keadaan di mana kamu sudah memiliki hati yang harus kamu jaga. Firman, aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta hingga merasa tidak ada lagi wanita yang begitu sempurna untuk menggantikannya, namun percayalah jika kamu membuka mata dan melihat dunia seluas-luasnya maka Allah akan memperlihatkan cinta itu di dalam diri wanita lain yang memang ditakdirkan untukmu."
Firman tidak lagi bisa berkata-kata ya hanya tersenyum kemudian kembali menundukkan pandangannya, hari ini memang begitu berat tidak ia sangka-sangka akan menemui Arman dalam situasi di mana ialah yang menyerah pada keadaan.
Meski begitu di sisi lain Firman merasa lega karena setelah tiga kali mengulang pertanyaan itu, akhirnya Arman mengakui sudah mencintai Syifa.
Firman menarik jabatan tangan mereka.
"Kalau begitu saya pamit dulu, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Dengan pandangan yang tidak bisa diartikan Arman masih berdiri di sana memandangi kepergian Firman hingga menghilang dari balik pintu.
Bersambung 💕
__ADS_1
Yuk mampir ke novel keren yang satu ini...