
"Hah otoped?" Gavin nampak terkejut ketika mendengar penuturan Arman tentang mengidam aneh sang istri. bukan hanya sekedar aneh tetapi otopet yang diminta oleh Syifa adalah otopet keluaran puluhan tahun yang lalu dan mungkin sudah tidak dipasarkan sekarang.
Belum lagi kendaraan yang mempunyai roda kecil tersebut diproduksi oleh India. "Aku sudah melihat di internet otopet itu adalah keluaran terbatas yang dipakai untuk syuting film dan kemungkinan sekarang masih ada tetapi dikoleksi oleh orang-orang tertentu."
Gavin nampak berpikir ketika mendengar ucapan Arman. sebagai seorang sahabat ya pasti akan membantu Arman untuk mewujudkan keinginan Syifa. "Aku punya beberapa kenalan kolektor barang antik, nanti aku tanya ke mereka."
"Alhamdulillah, terimakasih Vin. kalau begitu mana obat yang Anisa titipan kepada kamu. setelah dari sini aku harus pergi ke rumah paman, Reva pulang."
Gavin membuka laci di sudut kiri meja kerjanya lalu mengambil sebuah plastik berisikan obat yang Anisa titipkan. bukan tanpa alasan tetapi Anisa sedang sibuk hari ini karena banyak pasien yang harus dioperasi Caesar.
"Ini obatnya. Oh iya Reva pulang sama suaminya yang ke ...." tiba-tiba Gavin bingung, iya lupa sudah berapa kali sepupu dari Arman itu menikah.
"Yang ke tiga. Katanya sih kali ini bule Turki, alim, agamanya bagus tapi sayangnya si Reva masih saja terbuka, belum tutup aurat."
"Ck, haha. andai waktu itu aku benar-benar jadi sama Reva apa aku akan menjadi mantan suaminya?"
Arman tiba-tiba saja mengingat bagaimana kisah cinta monyet antara Reva dan Gavin beberapa belas tahun yang lalu.
__ADS_1
Saat itu ia tahu Gavin mencintai Reva tetapi terhalang oleh kepribadian mereka yang sungguh berbeda. Gavin yang notabene anak pintar dan ingin mengejar pendidikan sementara Reva adalah anak yang bebas dan tidak suka diatur.
"Sudahlah apalagi yang kamu cari Anisa bahkan lebih baik dari Reva. Cuma sayangnya sampai sekarang kamu masih aja terjebak di friend zone yang membuat kamu tidak berani untuk mengungkapkan perasaanmu kepada Anisa."
"Ck kamu selalu saja berhasil membuat aku tercengang. Ya, aku belum berani, sekarang dia sedang fokus membangun karirnya."
"Ya sudah semoga dia tidak di ambil orang ya." Arman berdiri dari posisinya lalu berbalik melangkah pergi dari ruangan itu.
Sementara di sana masih ada Gavin yang memandangi kepergian Arman dengan raut wajah kesal. "Eh kutu kupret, doain yang bagus-bagus Napa!"
Arman tak lagi menanggapi ucapan Kevin dan terus melangkah pergi hingga menghilang dari balik pintu.
Setelah dari rumah sakit. Arman langsung menjemput Syifa karena mereka akan pergi ke rumah. sepanjang perjalanan Syifa nampak terdiam entah kenapa.
"Sayang kok diam saja, kamu masih mikirin otopet skuter itu?"
Syifa menoleh melihat sang suami. "Bukan itu, aku tau Mas pasti butuh waktu untuk mencarinya. Tapi tiba-tiba aku mimpi sesuatu."
__ADS_1
Astaghfirullah, apa lagi ini. Yang satu saja belum terkabul. Semoga saja keinginannya kali ini hanya seputar makanan, batin Arman.
"Apa itu, katakan saja jangan ragu."
Syifa meraih tangan sang suami lalu menggenggamnya dengan erat. "Sepertinya babymoon asik juga ya, Mas. Aku mau dong sekali-sekali diajak liburan ke mana gitu."
Arman langsung menepuk jidatnya seraya mengucapkan kata astaghfirullahaladzim. "iya juga ya selama menikah kita belum pernah liburan karena terlalu banyak konflik dan masalah. Jangankan babymoon bulan madu saja belum pernah."
"Tuh kan. Tapi aku yang nentuin tempatnya ya?"
Arman mengangguk pasrah. "Boleh, apa sih yang tidak istri ku tercinta. Ayo katakan kamu mau kemana. Paris, Jepang, Korea, Turki, Mekkah mungkin?"
Syifa kembali menggelengkan kepalanya. "Bukan Mas. Nanti aku kasih tahu ya."
Bersambung 💕
guys Ayo mampir ke novel keren yang satu ini yuk...
__ADS_1