
"Waalaikumsalam, Kak Devan tumben kesini pagi-pagi, Ayah mana?" tanya Syifa saat menghampiri sang Kakak yang sudah duduk di sofa ruang tamu. Kebetulan pintu rumah memang tidak di kunci jadi Devan bisa langsung masuk.
"Kamu lupa, sekarang Ayah semakin sok sibuk karena mendapatkan hak penuh untuk perusahaan cabang dari menantu kesayangannya, hari libur seperti ini pun Ayah pasti nongkrong di lokasi proyek "
Wajah Syifa tiba-tiba saja menjadi khawatir. Bukan apa-apa, tetapi sang Ayah sudah berumur enam puluh tahun, dan masalah kesehatan pun sudah sering terjadi.
"Wih Kak Devan rapi sekali," ujar Arman yang baru datang dari belakang.
"Keren ya? Nanti aku mau jalan-jalan ke blok M," jawab Devan dengan percaya diri.
Puk!
Tiba-tiba saja Syifa menepuk lengan sang suami dengan gemas. "Mas, gara-gara kamu memberikan Ayah perusahaan cabang, sekarang Ayah jarang di rumah, maunya ke lokasi proyek terus."
"Memangnya kenapa? Kalau itu yang membuat Ayah senang dan semangat menjalani masa tua, kenapa tidak. Mas bekerja bukan cuma untuk kamu, tapi juga keluarga." Arman mencubit ujung hidung sang istri dengan gemas.
Melihat kemesraan antara Syifa dan Arman tiba-tiba Devan merasa menjadi obat nyamuk. "Hey hentikan, aku masih ada di sini. Kalian benar-benar seperti pengantin baru saja."
__ADS_1
Arman dan Syifa tertawa bersama mendengar ucapan Devan.
Devan yang sempat merengut kesal, kini kembali teringat tujuan awal ia datang ke perusahaan Arman. "Man, aku pinjam mobil kamu ya," sahut Devan.
"Boleh. Mau yang sedan, sport, SUV, MPF sampai off road juga ada. Kak Devan pilih satu dan langsung aku kasih surat kepemilikannya."
Sontak Devan langsung berdiri dari posisinya. Ia datang untuk meminjam mobil, eh malah di kasih mobil. Langsung saja ia menghampiri dan menepuk pundak adik iparnya. "Kamu memang benar-benar paling bisa di andalkan. Padahal aku baru menabung untuk beli mobil sendiri."
"Sudah lama saya ingin menawarkan, tapi ada saja masalah yang membuat aku lupa. Ayo kita ke garasi, aku mau menunjukkan Ferrari keluaran tahun lalu, siapa tau Kakak suka."
Syifa menghembuskan napas panjang kemudian kembali menatap sang suami. "Mas, aku lihat kamu terlalu berlebihan terhadap Ayah dan Kak Devan, Mas sudah berkorban banyak, cukup."
Mendengar itu, Arman malah tersenyum sambil mengelus lembut pucuk kepala sang istri. "Kamu sudah seperti Kakak yang sedang khawatir kepada adiknya. Syifa, kamu lebih berarti dari semua harta yang aku miliki, jika dulu kamu bekerja keras membahagiakan Ayah dan Kak Devan, sekarang giliran aku."
Arman melanjutkan langkahnya menyusul Devan yang saat ini mungkin sudah ada di garasi mobil. Sementara di sana Syifa masih diam terpaku memandangi kepergian sang suami.
Jika di pikir-pikir, selama pernikahan Syifa belum pernah memberikan hadiah apapun untuk suaminya. Ia mulai merasa tidak enak hati karena sikap baik Arman benar-benar tidak terkendali.
__ADS_1
Saat menikah Syifa benar-benar tak menyangka jika suaminya itu memiliki harta yang berlimpah. kadang ketika sedang mengobrol berdua hampir tercetus pertanyaan lainnya yang mengarah ke arah berapa jumlah harta Arman sebenarnya tetapi Syifa selalu berusaha untuk tidak mempertanyakan hal itu.
Tetapi semakin hari Syifa semakin penasaran. karena baginya harta dunia bukan hanya milik seseorang yang telah berusaha mendapatkan harta tersebut tetapi ada hak anak yatim di dalamnya.
~
Malam harinya setelah selesai melaksanakan ibadah shalat Isya, Syifa menghampiri sang suami yang sedang merapikan sarung dan juga sajadahnya. "Mas, apa aku boleh bertanya sesuatu?"
Arman menoleh dan langsung menatap sang istri dengan heran. "Tumben, ayo duduk di sofa biar enak ngobrolnya." Ia meraih tangan Syifa dan langsung menuntunnya duduk di sofa kamar.
Setelah memastikan istrinya duduk dengan nyaman Arman pun ikut duduk dan langsung menatap Syifa dengan serius. "Sekarang aku akan mendengar dan menjawab apapun yang kamu tanyakan."
Syifa nampak ragu untuk bertanya, tetapi jika tidak memastikan ia bisa mati penasaran. "Ehm oke... jadi gini, aku tau Mas adalah pemilik perusahaan yang sukses, mempunyai apartemen, rumah mewah yang kita tempati sekarang dan juga mobil-mobil mewah berharga fantastis. Aku ingin tahu dari semua harta yang mas punya apa Mas pernah bersedekah/ mengeluarkan zakat?"
Bersambung 💖🥰
Jangan lupa dukungannya readers 😘
__ADS_1