
Aku terbangun tepat pukul 11 siang karna semalam ngak tidur dan baru tadi pagi aku bisa tidur setelah melewati semua hal yang terjadi 1hari kemarin,
aku melihat zain masih tertidur disampingku,
aku mencoba pelan-pelan untuk turun dari ranjang menuju kamar mandi,
setelah aku selesai beres-beres aku pun mencoba membangunkan zain,
dengan lembut aku mencoba menyentuhnya untuk memeriksa apakah dia masih demam atau tidak,
dan syukurlah dia sudah tidak demam,
aku sangat bahagia karna zain sudah ngak demam lagi mungkin hari ini sudah bisa pulang,
setelah zain bangun aku mencoba memberinya susu dan mengajak dia untuk ngobrol bahasa ibu dan anak,
dalam gendonganku zain sangat anteng sekali sambil minum susu dia terlihat sedang menatapku saat aku sedang bicara dengannya,
tiba-tiba aku mendengar suara pintu diketuk setelah aku persilahkan masuk ternyata aku melihat asisten jackson yang datang,
asisten jackson√•••mohon maaf nona menggangu waktunya, saya diminta kesini sama tuan untuk melihat kondisi tuan muda, karna saat ini tuan tidak bisa datang kesini dia sedang sibuk kerja
aku√•••terimakasih untuk kamu karna sudah mau datang kesini, bilang sama tuanmu zain sudah baik-baik saja dan mungkin hari ini dia sudah bisa pulang.
asisten jackson√•••mohon maaf, nona bisa panggil saya ron saja. kalau begitu izin kan saya untuk menemani nona dan tuan muda sampai nanti tuan datang kesini
aku√•••baik lah ron terimakasih sebelumnya,
tapi kamu ngak perlu ada disini karna zain sudah tenang dan saya masih bisa menjaganya sendiri, lebih baik untukmu jika kamu kembali dan menemui tuanmu
asisten ron√•••tapi nona tuan sudah memerintahkan saya untuk tetap disini sampai tuan datang nanti dan saya ngak bisa menolaknya.
aku√•••telphone tuan mu sekarang aku mau bicara padanya
setelah telphone tersambung aku pun bilang sama jackson dia ngak perlu bersikap seperti ini kepada zain dan juga aku, meski aku tau yang dia perlakukan ini adalah zain putranya bukan aku,
aku segera meminta jackson untuk menyuruh orang-orangnya segera pergi dari sini kerna aku ngak mau jika ada orang tau dan curiga tentang semua ini.
meskipun jackson sebelumnya menolak tapi akhirnya dia pun setuju dan meminta ron dan orang-orangnya pergi dari rumah sakit,
setelah dokter datang dan bilang jika zain bisa pulang hari ini aku pun senang sekali,
aku langsung menghubungi jin untuk menjemputku dirumah sakit lalu jin pun bersedia datang,
setibanya aku dirumah akupun langsung berbaring sejenak di tempat tidurku dan berkata"ngak ada tempat yang nyaman selain disini" sambil melihat jin sedang ngobrol sama zain dengan bahasa khas bayi,
karna ada jin dirumah aku pun segera pergi untuk bersih-bersih,
setelah itu aku pun bilang sama jin jika aku akan mulai mencari kerja di sini,
mungkin besok aku akan mulai mencarinya,
__ADS_1
lalu jin bilang jika di tempatnya dia bekerja ada satu lowongan tapi setelah aku tau sudah pasti aku tidak memiliki syaratnya karna aku ngak sekolah tinggi,
sore hari jin izin untuk pergi kerja karna tadi aku sudah bikin dia sedikit repot,
setelah jin pergi aku mulai mencoba mencari kerja yang aku rasa cocok untukku,
saat aku sedang sibuk mencari kerja di laptopku aku mendengar suara pintu rumahku diketuk,
aku pun langsung berdiri dan membuka pintu rumahku,
ternyata jackson dan ron datang kerumahku,
aku belum bicara apapun aku melihat mereka langsung masuk,
aku√•••tunggu kalian mau apa?
jackson√•••keluar dari rumah sakit ngak kasih kabar apa itu pantas?
aku√•••kenapa juga aku harus kasih kabar, kamu dengar ya jangan membuat aku merasa tidak senang kerna sikap kamu seperti ini.
jackson√•••justru kamu yang sudah bikin aku tidak senang dengan sikapmu
aku√•••sepertinya kita perlu bicara, aku tidak ingin jika zain terganggu dengan bicaramu yang seperti ini
jackson√•••ngak ada yang perlu dibicarakan kamu saja yang salah.
aku√•••oke karna kamu bilang ngak ada yang perlu dibicarakan jadi aku minta kamu pergi dari rumah ku sekarang..
jadi sudah berhenti untuk omong kosongmu itu, sudah bikin telingaku sakit saja.
karna aku merasa dia sudah ngak waras jadi aku saja yang mencoba untuk menggalah dan membiarkan dia untuk bertemu dengan zain,
aku melanjutkan duduk didepan leptopku,
dan jackson masuk kedalam kamarku untuk melihat zain didalam,
aku mencoba untuk tidak mau terlibat dalam obrolan antara bapak sama anak,
saat aku sedang sibuk mencari kerja,
aku mendengar zain yang tadinya tidur sekarang bangun karna mungkin sudah diganggu sama jackson,
aku masih belum mau peduli sama mereka,
saat zain nangis aku pun meminta jackson untuk memberinya susu yang baru saja aku buat,
setelah aku masuk kamar untuk memberika susu pada zain aku langsung keluar lagi,.
karna sudah sangat larut malam dan aku melihat jackson masih ada dirumahku itu membuatku sangat tidak nyaman,
akhirnya aku minta sama ron untuk bilang sama jackson jika aku menyuruhnya agar segera pulang kerna aku mau istirahat,
__ADS_1
setelah ron masuk ke dalam kamar ku karna ingin bicara sama jackson tidak lama dia pun langsung keluar dan jackson ikut dibelakang,
terlihat muka jackson yang tidak suka karna secara tidak langsung aku menggusirnya,
jackson√•••kenapa ngak bicara langsung saja sama aku? kamu ngak punya mulut atau bisu?
aku√•••sudah sana pulang...
jackson√•••kamu siapa berani-beraninya menggusirku
aku√•••sudah lah aku lagi ngak mau debat sama kamu, aku lelah mau istirahat
jackson√•••besok aku mau bawa zain bersamaku
aku√•••tidak... kenapa dia musti ikut denganmu?
jackson√•••kenapa tidak, aku punya hak zain itu anakku
setelah aku mendengar jika besok jackson ingin membawa zain bersamanya aku langsung meminta ron untuk keluar dari rumah ku sebentar karna ada hal yang mau aku bicarakan sama jackson,
setalah ron keluar aku pun bilang sama jackson tanpa ada amarah antara kita, aku mencoba berbicara dengan sangat hati-hati
aku mengatakan pada jackson jika dia bisa selalu bertemu dengan zain kapan pun tapi aku masih belum mengizin kan jika dia sampai membawa zain keluar,
aku bilang jika dia itu artis besar dan aku hanya seorang wanita biasa itu sangat ngak pantas jika sampai orang lain tau termasuk para penggemarnya,
aku bilang jika dia tidak bisa egois hanya memikirkan dirinya sendiri karna sekarang dia sudah ada anak.
aku juga bilang sama dia jika jangan mikir tentang aku atau dirimu sendiri tapi sekarang yang lebih penting langkah apa pun harus dipikir dulu untuk anak dan bukan yang lain,
aku bicara banyak sekali tentang kegelisahan hati ku setelah dia tau kalau zain itu anaknya,
awal nya memang ngak mudah untuk seorang jackson you mau mendengarkan omonganku,
tapi aku ngak menyerah agar dia bisa mengerti bahwa dia dan aku berdiri di posisi dan jalan yang berbeda jadi kita sama-sama berusaha satu sama lain untuk kebaikan zain bukan untuk aku atau pun jackson,
setelah aku dan dia bicara akhirnya dia pun mengerti meski masih banyak hal yang aku atau pun dia ngerti dan sangat kurang dalam untuk hal komunikasi tapi aku ngak membuat itu masalah,
aku akan mencobanya sambil berjalannya waktu,
setelah kita bicara,
jackson pun pamit untuk pulang, aku pikir dia sudah sedikit mengerti apa yang tadi kita bicarakan dan aku lega dia ngak marah itu terlihat dari mukanya meski dia ngak bilang apa-apa.
***nama; jackson you***
***profesi;artis/bintang besar***
***tinggi badan; 1,77m***
***umur;33***
__ADS_1
***zodiak; Leo***