Sang Bintang Besar

Sang Bintang Besar
BAB25


__ADS_3

setelah aku tiba dirumah aku pun menangis dan mendekap zain dalam pelukanku,


saat itu hatiku merasa sangat kacau bukan karna mereka tidak mau menerima ku atau mereka telah menghinaku,


tapi yang bikin sesak dada ku adalah ucapan sami terhadap anakku,


sekalipun mereka tidak suka kepadaku dan juga anakku tapi mereka tidak punya hak untuk berkata jika zain anakku adalah anak haram.


malam itu aku benar-benar kacau,


aku mencoba untuk selalu menjadi kuat meski sebenarnya hatiku hancur,


aku pun pergi kerumah shany takut jika nanti jackson mencariku dirumah,


karna aku masih belum mau untuk ketemu dengan dia untuk sementara,


setelah itu aku tiba dirumah shany,


dia kaget karna ngak biasa aku datang kerumahnya ditengah malam seperti ini,


lalu shany pun bertanya padaku apa yang sudah terjadi padaku dan kenapa?


aku pun tidak mau jika dia kepikiran tentang masalahku jadi aku putuskan untuk tidak bilang dulu tentang masalahku kali ini,


aku pun bilang jika aku kangen tidur dirumahnya dan aku pun mengajak dia untuk bercanda agar bisa menggalihkan topic pembicaraan,


"maaf shany aku belum berani untuk bilang jujur padamu saat ini, karna aku nggak mau kamu ikut terlibat"


malam hari aku benar-benar ngak bisa tidur entah karna aku lagi sedih atau karna aku ngak bisa tidur karna ini buka kamarku,


saat sedang melamun tiba-tiba aku melihat jika jackson sedang menelphone ku tapi aku sedang ngak mau bicara apa lagi bertemu dia untuk saat ini,


dan pada akhirnya aku pun membiarkan dia tetap saja mencoba menghubungiku,


setelah itu aku matikan ponselku agar dia tidak bisa menggangguku lagi.


dan aku pun mencoba untuk tidur agar besok aku tidak kesiangan untuk berangkat kerja,

__ADS_1


aku terbangun sedikit kesiangan hari ini mungkin karna semalam aku susah untuk tidur jadi sekalinya aku bisa tidur malah bangun kesiangan,


karna aku sudah terlambat aku pun sangat terburu-buru dan aku juga sangat bersyukur zain ngak rewel saat aku sedang gugup untuk pergi kerja,


setelah selesai ngantar zain aku pun langsung lari untuk ketempat kerja,


dijalan aku bertemu dengan ron dan jackson tapi aku pura-pura untuk tak melihat mereka aku langsung pergi dan lari dengan sangat cepat,


sampai ditempat kerja aku merasa sangat lelah karna aku lari dan itu cukup jauh,


aku pun bergegas untuk ganti baju dan siap-siap untuk segera bekerja,


saat sedang bekerja aku dapat panggilan jika ada tamu yang sedang menungguku,


aku merasa nggak enak,


pikiranku bilang tamu itu adalah jackson atau ron yang sedang mencariku karna sudah semalam aku ngak merespon mereka,


karna dipanggil aku pun datang,


dan setelah aku masuk kedalam ternyata yang mencariku adalah one bukan jackson atau pun ron,


setelah sampai aku pun disuruh duduk tepat didepannya dan dia pun mulai bertanya padaku apa yang sebenarnya terjadi waktu dirumah jackson semalam dan ada hubungan apa antara aku dan jackson,


aku masih diam tanpa bicara apa-apa


lalu one masih terus memaksaku agar aku mau cerita tentang semalam,


one√•••aku mohon tolong ceritakan padaku apa yang sudah terjadi?


aku√•••ngak ada apapun, sudahlah aku mau lanjut kerja


one√•••kamu ada hubungan apa sama jackson you?


aku√•••ngak ada hubungan apa-apa, hanya saja siapa orang didunia ini yang ngak kenal dengan jackson you


one√•••terus zain itu siapa?

__ADS_1


aku√•••dari mana kamu tau tentang zain?


one√•••semalam bibi dan paman(orang tua jackson) cerita sama aku tapi aku masih ingin dengar langsung darimu


karna ngak kelar-kelar pada akhirnya aku pun cerita meski hanya sedikit saja,


aku hanya bilang jika aku dan jackson memang kenal dan zain itu adalah anakku,


setelah aku tanya memang ada hubungan apa antara one sama jackson ternyata mereka adalah sahabat sudah hampir 20tahun,


jadi ngak ada salahnya kemarin dia datang kerumah jackson meski dia telat untuk menyaksikan drama besar,


setelah aku sedikit cerita aku pun pamit untuk pergi dan melanjutkan kerja,


saat makan siang ngak tau kenapa aku melihat kelender dan ternyata awal bulan depan zain tepat 1tahun,


aku sangat senang karna ngak terasa anakku tumbuh sangat cepat,


aku sudah ngak sabar untuk melihat dia tumbuh menjadi pria dewasa,


pasti sangat tampan sekali dan aku harap dia juga tetap menjadi orang yang rendah hati dan baik.


setelah aku selesai kerja aku pun mau bersiap-siap untuk pulang tiba-tiba one datang untuk menemuiku langsung aku sangat kaget karna one datang,


semua teman kerja melihat kearahku karna tau jika one kenal sama aku,


aku mencoba untuk tidak mengenal one tapi dia malah memanggil namaku,


setelah aku menariknya untuk menjauh dari teman kerjaku aku pun bilang sama dia jika aku ngak bisa jika harus ngobrol sama kamu di depan umum,


tau sendiri kan jika kamu siapa dan aku siapa,


aku hanya ngak mau jika ada masalah yang terus saja ada hanya karna aku,


aku melihat jika one setuju untuk itu,


terus aku pun bertanya padanya apa tujun dia tadi datang menemuiku?

__ADS_1


lalu dia pun bilang jika dia ingin mengantarku pulang dan ingin bisa bertemu dengan zain karna dia sangat penasaran sama anaknya jackson you(sahabatnya) karna kemarin dia datang terlambat jadi dia belum sempat bisa berkenalan sama zain karna ada masalah di rumah jackson waktu itu.


aku pun bergegas untuk siap-siap karna one mau ikut aku pulang bersama.


__ADS_2