Sang Bintang Besar

Sang Bintang Besar
BAB21


__ADS_3

pagi ini aku terbangun lebih awal dari pagi biasanya,


zain sudah ngajak ngobrol(bahasa bayi) dipagi yang aku sendiri masih ingin tidur sebenarnya,


setelah aku melihat kearah jam ternyata masih pukul 4pagi,


sebenarnya aku masih ingin lanjut tidur tapi aku ngak tega lihat zain yang sedang berkicau sudah seperti suara burung dipagi hari,


aku masih belum beranjak dari tempat tidurku,


sambil berbaring aku melihat ponselku dan aku lihat aku chatt dari nomer yang aku ngak kenal setelah aku baca isi chat nya ternyata aku sudah diterima kerja dan hari ini aku sudah bisa mulai kerja,.


setelah membacanya aku langsung terbangun dari tempat tidurku dan aku menari kegirangan,


setelah aku bangun langsung saja aku mulai beres-beres untuk persiapan kerja dan juga zain,


hari ini untuk pertama kalinya zain masuk dalam penitipan bayi atau sering kita kenal sekolah bayi,


aku ngak khawatir zain disana karna aku sudah tau dan sangat mengenal orang-orang didalamnya,


karna aku ngak ingin merepotkan siapapun aku harus bisa berusaha agar zain juga tetap aman dan nyaman,


karna hari ini aku pertama kali masuk kerja ditempat baru jadi aku langsung kasih kabar sama shany juga jin,


setelah mendengar jika aku sudah diterima kerja shany ingin pindah dan ikut kerja denganku,


setelah aku antar zain ketempat penitipan aku pun pergi menuju tempat karja baruku,


berharap jika untuk kedepannya aku bisa jauh lebih baik dari kemarin,.


aku harus terus semangat dan harus tambah semangat karna sekarang zain tlah bersamaku,


sesampainya aku ditempat kerja aku pun langsung memulai pekerjaan baruku,


hingga akhirnya jam kerja ku pun selesai dan sudah saat nya aku harus pulang dan bertemu dengan zain,.


saat aku keluar ternyata sudah ada jin dan shany yang menjemputku diluar aku sangat bahagia dengan kedatangan mereka berdua,


kita pun berpelukan seperti tidak bertemu beberapa tahun saja padahal tadi pagi baru ketemu dan setiap hari juga ketemu,.


sambil berpelukan kita pun tertawa bersama,


lalu kita pun pergi untuk menjemput zain karna hari ini kita akan makan diluar dan jin yang bayarin untuk kita semua,


aku sudah menjemput zain dan membawanya kesalah satu tempat makan favorit kita bertiga,


sambil menunggu makanan kita datang aku dapat panggilan telphon dan aku lihat ternyata ron sedang mencoba menelphone ku,


aku pun langsung angkat dan bilang jika aku sedang makan diluar bersama dengan teman-temanku aku juga membawa zain bersamaku,.


ternyata yang aku ajak bicara bukan ron tapi jackson nya langsung,


sempat kaget tapi aku mencoba untuk tetap tenang,


aku√•••ternyata kamu? aku kira ron yang tanya tadi


jackson√•••makan dimana?


aku√•••di daerah dekat rumah saja, tenang zain aman bersamaku.


jackson√•••baiklah

__ADS_1


setelah mengatakan itu dia langsung saja menutup telphonenya,


dan shany bertanya aku pun menjawab jika ron asisten jackson yang menelphone,


jin dan shany terlihat saling memandang tapi aku tau apa yang sedang mereka pikirkan, dan aku mencoba untuk menjelaskan


jika memang tugas ron yang selalu bertanya padaku tentang zain bukan jackson sendiri,


aku hanya memiliki nomer ron bukan nomer jackson dan bagiku itu ngak penting


setelah mendengar itu mereka pun bisa mengerti,


setelah beberapa menit menunggu akhirnya makanan yang kita pesen oun datang,


kita makan dan sesekali ngobrol,


suasana yang seperti ini yang aku rindukan beberapa bulan lalu,


meski sekarang aku sudah ada zain tapi itu tidak menghalangiku untuk bisa main dan bercanda bersama mereka(sahabatku)


setelah kita selesai akhirnya kita pun pulang,


sudah beberapa hari jackson tidak main kerumahku untuk bertemu dengan zain dan aku pun juga tidak mempermasalahkan hal itu,


tanpa dia datang langsung pun sudah setiap hari aku menggirim informasi tentang zain kepada ron, karna sudah dalam peraturan jika aku harus siap lapor setiap hari untuk zain kepada ron dan nantinya ron lah yang akan menyampaikan kepada jackson langsung.


aku juga tidak mencoba cari tau kemana jackson pergi beberapa hari ini karna bagiku ngak ada bedanya untuk ku jackson ada atau pun tidak ada


karna sudah hampir 1bulan aku sudah bekerja dihotel mewah itu jadi aku sudah semakin mengerti tugas-tugaku juga tanggung jawabku,


aku melewati hari dengan begitu banyak warna dalam setiap waktuku makanya sampai tidak begitu terasa menurutku waktu begitu berlalu dengan cepat,


tidak lama lagi zain akan berulang tahun yang pertama jadi aku masih ada waktu untuk menabung meski tidak lama dan lagi aku juga ngak ada niat untuk memberi zain pesta besar.


aku pergi kerja dan ngantar zain ke tempat penitipan dulu,


setelah aku ngantar zain dan sampai ditempat kerja, aku sudah bersiap-siap untuk melakukan tugasku,


saat sedang mengganti baju aku mendengar ada seseorang diluar sedang membicarakan aku,


aku dengar dari mereka jika aku bisa masuk kerja ditempat ini karna ron yang membantuku,


mereka semua tau jika ron itu adalah sang asisten dari artis papan atas jackson you,


karna itu lah aku bisa diterima kerja disini mereka pikir aku ada hubungan sama ron,


setelah aku mendengar itu semua akupun keluar dan bertanya sama mereka apa yang sedang dibicarakan tentangku dibelakang,


lalu ada salah satu dari mereka bilang jika aku hanya mengandalkan ron bukan karna aku sendiri yang mampu,


setelah mereka selesai berbicara padaku lalu pergi


aku masih berdiri disana dan mulai berpikir ada masalah apa lagi ini?


"kenapa baru sekarang aku mengetahui ini semua, "


aku mencoba untuk tetap bisa fokus dalam kerjaku dan tidak boleh terlalu memikirkan hal ini,


saat sedang bekerja aku sedikit diam karna aku masih mikir tentang apa yang aku sudah dengar tadi pagi,


karna jam istirahat aku pun pergi untuk mengambil ponselku,

__ADS_1


karna ingin menghubungi ron secara langsung,


ron√•••iya nona ada yang bisa saya bantu?


aku√•••kamu dimana?


ron√•••sekarang masih diluar kota, memang ada masalah apa?


aku√•••kapan kembali?


ron√•••mungkin nanti malam atau ngak besok, apa tuan muda zain sakit lagi?


aku√•••tidak, bukan itu maksudku


ron√•••atau anda mau mencari tuan? dia sedang disampingku perlu saya berikan ponselnya kepadanya?


aku√•••ngak perlu aku mau bicara sama kamu nanti setelah kamu kembali


karna ron sudah bilang jika dia sedang diluar kota aku pun segera manutup ponselku karna tidak ingin jika jackson bicara padaku, nanti dia pikir yang tidak-tidak kepadaku,


disisi lain jackson bertanya pada ron,


kenapa aku menghubunginya, apa ada hal tentang zain dan ron bilang jika zain tidak ada masalah hanya saja aku ingin bicara sama ron,


karna sudah beberapa hari jackson diluar kota jadi dia ngak datang kerumah untuk bertemu dengan zain,


setelah jackson tau jika aku yang ingin ada perlu sama ron terlihat dia sedikit binggung,


hari semakin sore dan sudah saatnya aku pulang kerja,


karna hari ini sedikit banyak pikiran jadi agak gagal fokus,


aku lupa jika aku tadi ada tugas untuk mengantar kopi kekamar tamu,


karna aku sudah ganti baju jadi aku harus mengganti baju kerja lagi dan setelah itu aku mengantar kopi,


tepat dipintu kamar no 432 aku mencoba untuk menekan bell tapi belum ada jawaban setelah beberapa kali aku mencoba menekan bell lagi akhirnya pintu kamar pun dibuka,


aku melihat seorang pria yang sangat tampan juga putih dibalik pintu,


dia terlihat pucat, setelah pintu dibuka aku pun masuk untuk meletakkan kopi pesanannya,


aku melihat didalam ruangan tidak ada siapa-siapa setelah aku meletakkan kopi diatas meja dan kembali ternyata pria itu sudah pingsan dibelakangku,


aku sangat takut dan terkejut sekali,


dengan segera aku pun mencoba membangunkannya, aku coba lihat dia ternyata masih bernafas dan aku pikir jika dia sedang sakit karna badannya yang sangat panas, aku binggung karna dia berbadan kekar dan sangat tinggi itu membuatku ngak mungkin jika harus menggangkatnya sendiri,


aku mencoba keluar kamar siapa tau ada orang lewat jadi aku bisa minta tolong tapi setelah aku lihat ternyata tidam ada orang satu pun,


karna melihat dia yang kesakitan aku semakin tidak tega lalu aku mencoba memapahnya dan membaringkan ditempat tidurnya,


aku binggung harus apa, tanpa pikir panjang aku pun ambil handuk kecil untuk mengompresnya,


berharap bisa turun demamnya,


setelah itu aku ambil telephone yang ada dihotel itu untuk meminta bantuan,


dan setelah bantuan datang aku pun bergegas pergi karna sudah terlambat untuk menjemput zain,


setelah aku sampai dirumah, rasanya aku sangat bahagia karna berharap bisa beristirahat setelah satu hari ini aku lalui dengan sedikit drama,

__ADS_1


zain sudah terlihat tidur karna mungkin dia sangat lelah sudar seharian bermain(bermain apa kan masih bayi).


__ADS_2