Sang Bintang Besar

Sang Bintang Besar
BAB 6


__ADS_3

hingga malam tiba aku masih sibuk dengan aktifitasku dirumah,


sampai aku lupa dengan tujuan awalku setelah aku pulang dari pasar siang tadi,


setelah aku ingat apa yang ingin aku lakukan dengan segera aku mencari alat tes kehamilan didalam tasku


belum juga ketemu,


bel rumahku bunyi dan itu menggagetkanku jadi dengan terburu-buru aku membuka pintu,


didepan rumah sudah ada shany dan juga jin


tidak tau mau apa meraka datang yang pasti mereka datang diwaktu yang tidak tepat,


(kenapa musti datang saat seperti ini sich kalian) aku berkata dalam hatiku.


tiba-tiba jin bilang,


jin√•••kita tidak boleh masuk?


aku√•••tentu... masuklah


shany√•••wow sudah sangat bersih sekali rumahmu zie


aku√•••jelas donk siapa dulu(sambil tertawa)


jin√•••malam ini kita akan nonton flim disini


aku√•••flim apa? kenapa kok kalian mendadak sich


shany√•••mendadak gimana kita kan sudah bilah lewat chat tadi,


aku√•••masa???


shany√•••kenapa sich, hai ada apa dengan kamu zie???


aku√•••kenapa?? aku ngak ada apa-apa, cuma sku memang ngak lihat chat kalian kan


jin√•••sudah ngak usah ribut lagi, besok kita sudah mulai kerja jadi jangan nonton hingga larut malam


shany√•••makanya buruan dong


aku√•••aku pergi mandi dulu deh kalian siap-siap


shany√•••ini kita sudah bawa makan kamu tenang saja


aku√•••bagus lah...


didalam kamar mandi aku semakin binggung dengan hal yang terjadi dalam hidupku untuk beberapa bulan ini,


tapi tenang aku kan kuat(sok mengkuatkan diri sendiri) .


setelah selesai mandi aku keluar untuk bagung sama mereka,


tapi masih saja pandanganku selalu melihat tas punggungku yang aku tau didalam itu ada alat tes kehamilan.


tidak tau sudah pukul berapa aku mulai ngantuk dan tidak bisa menahannya lagi


hingga akhirnya akupun tertidur meskipun flimnya belum juga selesai,


ke esokan paginya aku melihat para sahabatku sudah tidak ada dirumahku lagi dan aku tau mereka pasti suudah pulang setelah nonton flim semalam,


karna sudah siang aku bergegas untuk segera siap-siap pergi kerja


seperti hari-hari biasanya aku melewati semua dengan sangat baik dan lancar tanpa ada hambatan,


dalam perjalanan ke tempat kerja ponselku bunyi dan aku lihat nomer yang waktu aku keluar sama jin dia pernah menghubungiku hanya saja aku tidak angkat,


shany√•••siapa?? pagi-pagi sudah telphone kamu??


aku√•••ngak tau ini juga nomer baru, males juga mau jawab


shany√•••ya sudah biarkan saja lah


aku√•••hmmm iya


karna lebih dari tiga kali aku nggak angkat telphone nya jadi dia ngirim pesan yang isinya,

__ADS_1


√•••kamu ditunggu di gedung JY


setalah aku membaca nya aku benar-benar sangat kaget,


aku tidak mau jackson you tau nomerku dan tau siapa aku,


karna aku benar-bemar takut jadi aku putuskan untuk tetap tenang didepan shany.


dengan sangat cepat aku block nomer seseorang itu,


karna aku yakin itu bukan jackson sendiri paling tidak orang yang kenal jackson yang kirim itu padaku.


karna beberapa hari ini aku sangat sibuk karna banyak sekali pekerjaan sehingga akupun lupa jika aku harus mencoba alat itu,


tidak tau sudah berapa hari setelah aku beli masih belum aku pakai.


karna badanku tidak merasakan perubahan yang aneh jadi aku mencoba berpikir positif saja,


memang sich aku belum juga datang bulan hingga saat ini,


yang pasti perasaanku campur aduk antara takut, sedih, marah.


saat malam hari aku terjaga dari tidurku, tidak tau hal apa yang membuat aku terjaga malam ini,


tiba-tiba perasaanku agak ngak enak


jadi karna perutku pun lapar aku pun mencoba mencari makanan yang ada didalam kulkas rumahku,


sambil makan buah ada rasa yang mendorongku untuk mencoba alat tes kehamilan itu,


dengan segera aku ambil alat itu didalam tasku dan aku bawa kedalam kamar mandi,


waktu itu aku sengaja membeli 2 sekaligus agar aku bisa memastikan dengan lebih jelas,


dalam keterangan ditulis, setelah aku meletak kan alat itu aku harus menunggunya selama beberapa menit,


setelah selesai aku letak kan ke dua alat itu di dalam kamar mandi dan aku pun keluar untuk menunggu hasil nya,


diluar aku menjadi seperti orang yang linglung, rasanya ngak enak mau ngapa-ngapain hanya rasa takut yang sangat jelas aku rasakan saat itu.


sebelum aku melihat hasil nya aku sekali lagi membaca pada keterangan yang ada kotak alat tes tersebut yang isi nya; jika muncul 1garis itu artinya negatif(tidak hamil) dan jika yang 2garis artinya positif(hamil)


aku pun sudah jelas mengerti dengan isi dari keterangan tersebut


tapi aku tidak bisa berbohong jika aku sangat takut melihat hasilnya,


setelah aku menarik nafasku dengan sangat panjang lalu aku beranikan diri untuk melihat hasilnya dan ternyata..... 2garis dan itu hasil nya


saya positif, aku terduduk dengan sangat lemah didepan pintu kamar mandi mencoba untuk menguatkan diriku sendiri, aku tidak bisa menangis tidak pula berkata apa-apa,


setelah beberapa menit aku bangun dan kembali terduduk diatas tempat tidurku setelah itu aku pun menangis,


entah apa yang aku rasakan saat ini akupun binggung.


sudah aku putuskan untuk sementara aku harus diam dulu dari para sahabatku,


lalu akupun ingin lebih jelas kebenaran ini apa memang benar aku hamil atau tidak, jadi besok setelah pulang kerja aku harus kerumah sakit untuk memastikannya.


aku harus tetap tenang tidak akan ada hal yang sulit semua akan baik-baik saja.


selalu seperti itu jika ada yang patah pasti akan ada yang tumbuh, dan jika ada yang pergi pasti ada pengganti, mencoba menghibur dan menguatkan diriku sendiri


sudah dari dulu aku hidup dalam perjalanan yang tidak mudah, mencoba selalu berfikiran positif meski disaat yang sangat sulit sakalipun.


pengalaman dan masa lalu yang selalu mengajariku tentang bagaimana aku harus selalu bisa bersyukur dengan hal yang bisa kita lewati atau yang akan kita jalani.


(tenang zie ini bukan hal yang sulit untuk kamu) aku menangis dan bilang sama diriku sendiri,


pagi hari pun tiba,


aku sudah lebih bisa menerima kenyataan yang semalam baru aku dapatkan, mencoba untuk merasa tidak apa-apa meski dalam hatiku ada begitu banyak pertanyaan yang masih belum bisa menemukan jawaban.


akupun turun dari rumahku dan aku melihat shany sedang berbicara dengan seseorang yang asing begiku setelah itu aku datang untuk menyapa shany,


aku√•••selamat pagi tuan putri


shany√•••hai selamat pagi juga miss simple

__ADS_1


aku√•••ihhh... apa sih kok gitu,


shany√•••lihat kamu dicari seseorang kenapa ngak menyapanya


aku√•••siapa? dan kenapa mencariku?


shany√•••orang ini sedang mencarimu, kamu ngak kenal sama dia?


aku√•••maaf kamu siapa?


orang asing√•••bisa kita bicara sebentar


aku√•••bicara saja


orang asing√•••kita bicara berdua saja


aku√•••oke


shany pun menghindar dan aku pun melanjutkan bicara dengan orang asin itu


aku√•••langsung pada intinya saja karna aku harus pergi kerja


orang asing√•••kenapa kamu tidak memenuhi undangan dari tuan jack you?


aku√•••ngak kenal aku sama orang yang kamu maksud


orang asing√•••ini ada panggilan mohon untuk bicara


panggilan vidio call


aku√•••terdiam(saat melihat wajah jackson you, sangat ganteng dengan kaca mata hitam dipakainya)


jackson√•••hai bisa kita ketemu?


aku√•••(sempat terdiam, lalu aku kaget saat jackson memanggilku) tidak-tidak..... aku harus pergi kerja maaf


jackson√•••kapan bisa ketemu?


aku√•••ngak bisa


akupun langsung menghindar dari orang suruhan jackson dan tidak menghiraukan saat jackson bicara padaku.


aku pegang tangan shany lalu aku bawa dia pergi ke tempat kerja,


diperjalanan shany bertnya padaku,


shany√•••siapa dia?


aku√•••bukan siapa-siapa


shany√•••bukan siapa-siapa kok aneh sih


aku√•••kamu yang aneh, dia hanya teman lamaku


shany√•••kok aku belum pernah melihatnya


aku√•••kenapa? apa kamu nyesel karna dia lebih ganteng dari pada zonimu


shany√•••memang sih dia lebih ganteng tapi aku cintanya cuma zoniku


aku√•••hhmmmm terserah lah, sudah menjadi pilihanmu


aku atu shany pasti ngerti jika aku tidak begitu suka sama zoni juga hubungan mereka berdua,


makanya sangat jarang sekali shany berani cerita masalahnya sama zoni kepadaku kerna dia tau nanti ujung-ujungnya aku suruh dia untuk putus sma zoni,


aku tidak suka sama pria yang tidak punya pendirian


dia juga sangat pelit jika sama shany,


sikap nya saja sudah mines banyak


sudah seperti parasit saja dalam hidup shany,


suka bikin repot shany kadang jika aku melihat sahabatku itu sedih gara-gara laki-laki itu pengen rasanya aku sobek-sobek dia bagai kertas agar tidak mengganggu hidup shany lagi,


tapi gimana lagi namanya juga sudah cinta.

__ADS_1


__ADS_2