Sang Bintang Besar

Sang Bintang Besar
BAB8


__ADS_3

setelah semua selesai kita pulang kerumah kita masing-masih karna malam itu sudah larut,


kita berpisah didalam lif lantai 2 tempat tinggal shany juga jin,


lalu aku melanjutkan ke lantai berikutnya,


belum juga sampai tujuan aku menerima telphone dari orang yang tidak aku kenal,


aku menjawab telphon itu,


aku√•••hallo


pria√•••ditunggu bos dicafe cemara sekarang


aku√•••tidak bisa kan sudah malam


pria√•••jika tidak datang dia yang akan ketempatmu


aku√•••krna aku takut jika dia tau tempatku maka habislah aku, jadi aku putuskan jika lebih baik aku saja yang kesana,


oke aku akan datang.


psetelah aku menutup telphone nya segera aku turun lagi untuk mencari taksi,


tidak lama setelah aku turun ada satu taksi dengan cepat aku naik taksi itu dan memintanya untuk mengantarku kecafe cemara


tidak begitu lama sakitar 10menit perjalanan tiba lah aku didepan cafe cemara


dari luar sangat jelas bila cafe itu sangat mahal dan mewah, cocok lah jika seorang jackson you datang kesana.


setelah aku puas mengamati model bangunan dari luar tiba saat nya aku masuk,


meski rasanya sedikit ragu dan takut, tapi demi kebebasan aku harus bisa melawan rasa itu,


setelah didepan pintu ada orang yang khusus menyambutku,


tidak asing pria itu sudah pernah bertemu denganku waktu itu jadi dia sudah mengenaliku,


dan aku yakin dia pasti asisten pribadi sang bintang besar.


rasa takutku semakin bertambah tatkala aku dibawa kelantai atas, aku melihat sekeliling begitu mewah dalam ruangan itu orang-orang disana seperti orang kaya semua,


mereka memakai pakaian yang bagus-bagus dan terlihat mahal.


sedangkan aku hanya memakai celana dan kaos serta jaket tak lupa sepatu itupun pulang kerja belum mandi.


setibanya didalam satu ruangan khusus aku dipersilahkan masuk,


dan aku melihat hanya ada 2 kursi disana,


jelas yang sedang duduk itu adalah seorang bintang besar jackson you.

__ADS_1


ini pertama kalinya aku melihat seorang bintang didepan mataku,


terasa sangat sakit mata ini karna begitu bersinar wajah dan tatapannya,


didalam hatiku aku berkata(pria ini yang sudah tidur bersamaku waktu itu, dan jika benar aku pun tlah mengandung anaknya) dengan nafas panjang aku mencoba menjaga agar tidak terlihat aneh didepan jackson,


jackson√•••silahkan duduk


aku√•••tidak terimakasih


jackson√•••kenapa kamu malu?


aku√•••tidak, kenapa aku harus malu?


jackson√•••baguslah karna yang aku tau orang sepertimu memang tidak tau malu


aku√•••oh iya... cepatlah bicara aku tidak banyak waktu sepertimu


jackson√•••hebat sekali kamu memerintahku, memang siapa kamu?


aku√•••tidak penting kamu tau siapa aku


jackson√•••berani sekali kamu ya, kamu tidak tau siapa aku?


aku√•••tidak juga penting bagiku tau siapa kamu


jackson√•••hebat juga kamu, oke langsung saja pada intinya( sambil memanggil beberapa orang untuk datang dan membawa banyak barang)


kamu lihat itu semua kan? semua itu barang mahal dan kamu pun tidak bisa membelinya


jackson√•••oke oke aku akan katakan barang ini kamu boleh memilikinya semua tapi ingat kamu harus bisa melupakan masalah yang sudah terjadi pada kita waktu itu


aku√•••terus???


jackson√•••anggap kita nggak pernah ketemu apa lagi pernah bersama kamu dengar itu?


aku√•••aku dengar dan aku juga sangat jelas, tapi jika aku tidak mau barang ini bagaimana kamu akan menggantinya?


jackson√•••oh... kamu berani bermain dengan aku?


aku√•••kenapa tidak??


jackson√•••baik jika kamu mau bermain,


akhirnya dia menyuruh beberapa polisi datang dan bilang suruh bawa aku untuk masuk penjara


aku√•••ini permainan kamu??


baik lah sudah cukup aku tau permainanmu jadi aku sudah putuskan untuk pilih yang no 1 satu untung bagiku dan untung juga bagimu


jackson√•••sudah aku duga kan bahwa orang sepertimu sangat tidak kuat melihat begitu banyak barang mahal ini.

__ADS_1


sudah ini tanda tangan disini,


aku√•••tunggu aku mau baca dulu sebentar


jackson√•••baik lah 2menit


setelah aku baca isinya yang pasti inti dari isi pernyataan itu adalah kita ada apa-apa antara aku dan jackson.


aku√•••sudah(sambil melempar kertas itu) upsss maaf ngak sengaja.


jackson√•••bagus... enyahlaah dari hidup ku


sejak awal pembicaraan kita aku semakin membencinya, dan ketakutan yang aku rasakan sebelumnya secara tiba-tiba hilang seiring mendengar bahasa dia yang kasar dan arogan itu,


aku mencoba membawa barang yang diberika jackson kepadaku,


orang yang selalu bersama jackson mengikutiku hingga aku keluar dari gadung mewah itu,


sesampainya diluar aku melihat tong sampah yang cukup besar jadi bagus lah kesempatan ini,


akupun membuang semua pemberian dari jackson ke tempat sampah,.


aku tau pada saat itu orang nya jackson melihat hal itu,


setelah itu aku naik taksi untuk pulang kerumah,


didalam taksi tidak tau kenapa tiba-tiba aku meneteskan air mata hingga aku pun tidak bisa menghentikanya,


hatiku terasa sakit sekali, kenapa ini.... kenapa....


jangan nangis zie kamu kuat jangan nangis.. lagi-lagi aku mencoba menenangkan diriku sendiri,


disisi lain!


benar saja orangnya jackson kembali kedalam dan melaporkan apa yang dia lihat ke bos nya,


jackson√•••sudah pergi kan?


asisten√•••sudah bos


jackson√•••bagus lah orang seperti dia memang seperti itu, kita kembali saja kekantor


asisten√•••maaf bos tapi barang yang sudah bos kasih keperempuan itu sudah dibuang ketempat sampah depan semua boss


jackson√•••sialan dia, tapi sudah lah terserah dia saja yang penting masalahku sudah beres.


aku sudah tiba dirumah,


masih sedikit sedih cuma aku harus tetap kuat.


lalu aku masuk rumah dan langsung tidur,

__ADS_1


berharap mimpi indah lagi,


tidak apa-apa meski hanya sekedar mimpi.


__ADS_2