Sang Bintang Besar

Sang Bintang Besar
BAB28


__ADS_3

aku melihat sudah pukul 5pagi tapi mataku masih saja terjaga,


aku benar-benar tidak nyaman tinggal dirumah jackson dan saat ini aku sedang bermalam satu kamar dengan dia,


aku benar-benar semakin gila jika harus terus begini,


aku berharap pagi segera datang agar aku bisa segera keluar dari rumah hantu ini,


aku ingin segera pulang dan tidur ditempat tidurku yang hangat itu,


meski tidak semewah dan sebagus ini tapi rumahku jauh lebih hangat dan nyaman dari pada disini


aku berjalan mendekati zain yang masih tidur lelap aku tidak sengaja melihat wajah asli jackson saat tidur,


karna aku merasa ini moment langka jadi aku pun segera ambil ponsel untuk ambil foto jackson yang sedang tidur lelap,


dalam hatiku ingin bisa tertawa setelah dapat foto jackson yang sangat cupu menurutku dengan gaya khas orang tidur pada umumnya,


ngak ada ganteng atau keren sama sekali,


ternyata jika didalam drama atau dalam komik selalunya pemeran utama berwajah tampan atau cantik meski saat tidur,


itu hal yang ngak masuk akal karna buktinya meski aslinya jackson itu ganteng dan keren tapi jika sudah tidur semua itu hilang sudah,


yang ada hanya cupu dan jelek saja,


saat aku berhasil ambil foto itu aku pun kembali kesofa ku dan melihat lagi foto lucu itu,


aku sangat puas sekali malam ini.


dan tak terasa aku tertidur, ketika aku sedang asyik mimpi tiba-tiba zain bangun dan menangis aku langsung kaget dan lari untuk menghampiri zain,


terlihat jackson masih tidur tanpa terganggu oleh tangisan dari zain,


aku langsung menggendongnya dan membawanya untuk keluar dari kamar karna takut jika jackson terganggu dalam tidurnya,


aku pun turun dan mulai membuat susu untuk zain,


saat sedang membuat susu aku sangat kaget karna bibi menyapaku dan bilang jika ternyata ini sudah siang,


aku pun langsung lari dan mencari jam dan ternyata saat ini sudah pukul 11 siang,


aku sampai ngak sadar jika aku sudah tidur sampai siang dan lebih parahnya aku ngak masuk kerja hari ini hanya karna aku ngak bisa tidur semalaman dirumah ini


setelah selesai aku segera naik keatas untuk mengambil semua barang-barangku karna aku harus segera pulang kerumah sebelum jackson bangun,


saat sudah selesai orang tau jackson bertanya padaku,


apakah benar jika semalam jackson sudah tidur bersama dikamar dan aku pun bilang iya,


belum juga aku habis bicara mereka terlihat tertawa setelah mendengar jawaban dariku,


aku ngak mau peduli saat itu karna aku hanya ingin bisa pulang dengan segera,


setelah siap aku pun pamit sama orang tua jackson dan pulang.


setelah tiba dirumah aku pun segera pergi mandi dan ganti baju agar aroma jackson tidak ikut pulang bersamaku,


karna hari ini aku ngak kerja gara-gara ngak bisa tidur aku pun melanjutkan untuk tidur lagi,


setelah aku mencoba untuk tidur ternyata ngak bisa lagi karna zain masih belum mau tidur,

__ADS_1


akhirnya aku ajak zain untuk menggunjungi jin dirumahnya,


karna saat ini hari minggu jadi jin pasti dirumah jadi sekalian mau numpang tidur disana agar zain ada temannya,


aku pun turun dan pergi kerumah jin,


setelah itu jin punembukakan pintu untukku,


aku segera masuk dan bilang sama jin jika aku ingin tidur tapi zain butuh temam,


sama seperti biasanya jin selalu bahagia jika bersama zain,


saat aku berbaring disofa tiba-tiba jin bertanya padaku,


jin√•••kok tumben pas hari minggu kamu dapat cuti?


aku√•••iya ngak tau kenapa kok bisa pas gini ya


jin√•••kamu kenapa kok tumben mau tidur apa semalam kamu ngak tidur?


aku√•••semalam aku lihat flim jadi lupa waktu dan saat aku tidur zain malah terbangun


jin√•••maka nya jangan suka lalai dengan waktu, sudah tidurlah


aku pun berusaha untuk bisa tidur,


belum juga ada satu jam aku tidur ponselku bunyi berulang kali,


aku mencoba untuk tidak hiraukan tapi malah terus saja bunyi,


karna sudah tidak tahan aku pun melihat ternyata one sedang menghubungiku,


aku mencoba angkat dan dia pun tanya kenapa aku ngak masuk kerja dan dimana saat ini aku berada setelah aku jawab dia pun segera mematika ponselnya,


aku melanjutkan tidurku dan aku lihat zain sedang bermain dengan jin dikamarnya,


aku berusaha untuk bisa tidur lagi tapi masih belum dan sangat sulit jadi aku putuskan untuk bangun dan menghampiri zain yang sedang bermain,


saat sibuk ngobrol sama jin tiba-tiba one menghubungiku lagi dan dia bilang jika saat ini dia sedang didepan rumah ku,


aku langsung kaget karna one ternyata tau dimana rumahku,


aku ngak mau jika ada orang lain tau jika one main ke rumahku,


akan sangat berbahaya jika orang sampai tau seorang one victor datang kerumahku,


aku pun tidak memberi tau jin karna takut dia akan berpikir yang tidak-tidak terhadapku,


aku pun segera membawa zain untuk segera pulang dan menemui one,


benar sekali one sudah berdiri didepan pintu rumahku,


terlihat dia sedang berusaha menutupi wajah nya,


yang bikin aku tertawa geli saat aku melihat dia sudah sama seperti perampok yang masuk bank,


aku pun segera membuka pintu dan menyuruhnya masuk,


aku√•••dari mana kamu tau disini rumahku?


one√•••sangat gampang bagiku(sambil membuka penutup kepala)

__ADS_1


aku√•••sudah seperti penjahat kamu jika berpenampilan seperti itu(sambil tertawa)


one√•••apa kamu suka?


aku√•••tidak sama sekali tapi itu cukup lucu(tertawa dengan sangat bahagia)


one√•••terserah kamu saja yang penting kamu bisa bahagia(mencoba menggendong zain yang sedang aku gendong)


aku hanya tertawa mendengar ucapan dia yang seperti itu,


karna aku merasa lapar aku pun memasak sedikit yang ada didalam kulkas rumahku,


setelah aku selesai masak aku pun datang ke kamar untuk melihat zain, aku sangat kaget karna zain bisa tidur dengan one


aku√•••kamu hebat juga ya bisa bikin zain tidur secepat itu


one√•••siapa dulu dong kan aku memang hebat


aku√•••baik lah aku akui itu, mau makan bersama ku


one√•••boleh, aku mencium bau lezat dari sini dan itu bikin perutku lapar


aku√•••benarkah? bagus lah mari kita makan


setelah one meletakkan zain ditempat tidurnya lalu kita pun makan bersama,


meski menu dirumahku apa adanya terlihat one sangat menikmati,


sedangkan dia kan bisa makan apa pun dan di manapun,


tadinya aku pikir dia tidak akan suka dengan masakan seperti ini tapi ternyata itu salah.


dia memuji masakanku dan aku pun tidak akan langsung percaya akan hal itu.


saat sedang makan ponselku bunci dan aku lihat jackson sedang menelphone aku pun segera menjawabnya,


jackson√•••bagus ya kamu pulang tanpa pamit sama aku


aku√•••maaf..


jackson√•••hanya itu?


aku√•••terus?


jackson√•••dimana sekarang?


aku√•••dirumah


jackson√•••kamu ngak kerja?


aku√•••ngak


terdengar dia ngak suka aku menjawab seperti itu,


tanpa bicara lagi dia pun menutup ponselnya,


aku pun tidak peduli,


saat yang sama one bertanya dan aku pun menjawab jika jackson yang menghubungiku,


setelah itu one pamit karna dia ada kerja.

__ADS_1


setelah one pergi aku pun menghubungi shany dan juga jin.


ingin mengajak mereka pergi bersama ku malam ini.


__ADS_2