
aku masih belum mau untuk bicara dengan jackson dan aku berusaha agar bersikap sewajarnya dan bicara seperlunya,
karna aku ngak mau jika terjadi sesuatu yang bikin kita salah faham lagi,
dalam perjalanan aku dan jackson tidak bicara apa-apa karna zain sudah tidur dalam pelukanku,
setelah tiba dirumah aku menyuruh ron agar tidak ikut turun karna aku mau istirahat,
aku memang sengaja tidak bilang langsung sama jackson karna aku ingin menghindar dari jackson
setelah aku bilang sama ron dan aku yakin jackson juga mendengar itu aku pun segera turun dari mobil dan masuk rumah,
aku mencoba menutup mata tapi aku masih saja ingat rasanya dipeluk sama jackson,
kehangatan yang sudah lama tidak pernah aku rasaksan terasa lagi setelah sekian lama,
"kenapa jackson memeluku tadi ya? apakah dia ingin meminta maaf dan mencoba membujukku" aku bicara sendiri pada diriku sudah seperti orang gila,
aku melanjutkan kegiatan hari ini seperti biasa,
sebelum pergi kerja aku menyiapkan zain terlebih dahulu aku lihat zain hari ini tidak begitu semangat dan badannya sedikit panas aku coba untuk memberinya obat barharap demam bisa segera turun,
setelah semua siap aku pun bergegas untuk segera berangkat,
setelah aku sampai tempat kerja dan zain juga sudah aku antar aku pun merasa jika hari ini aku juga kurang bersemangat kerja mungkin aku sedikit lelah karna habis pulang dari kotaD aku langsung melanjutkan aktifitas seperti biasa,
saat aku kerja sedikit ngak fokus karna memikirkan zain yang sedang deman tadi pagi,
disisi lain aku masih saja memikirkan jackson entah kenapa aku bisa memikirkan dia.
karna hari ini aku merasa kurang semangat untuk kerja akhirnya aku putuskan untuk membuat kopi berharap bisa bikin aku semangat lagi
saat aku berjalan menuju dapur aku menerima panggilan setelah aku lihat termyata panggilan itu dari pengasuh zain
aku hatiku merasa sangat cemas karna tidak biasa pengasuh zain telphone aku,
setelah aku angkat dan bicara aku pun sangat kaget karna benar saja zain sedang tidak baik-baik saja
pengasuh bilang jika zain saat ini sedang dibawa kerumah sakit
belum sempat aku matikan ponselku aku segera lari untuk pergi kerumah sakit, aku juga ngak izin dulu karna pikiranku hanya memikirkan zain saja,
aku juga tidak mengganti baju kerja ku,
aku pun sampai dirumah sakit setelah aku ketemu dengan pengasuh zain dan aku tanya ternyata zain sedang demam tinggi disertai muntah,
aku mendengar itu badanku terasa lemas tak berdaya,
seketika aku menangis karna melihat zain lagi dan lagi dia harus merasakan jarum infus yang sakit menusuk badannya,
aku hanya bisa melihat zain dari kaca di luar ruangan karna aku tahu ruangan itu tempat steril jadi hanya boleh dokter dan perawat yang masuk,
saat aku lemah para sahabatku datang menemaniku meski mereka sedang sibuk,
karna mereka tau jika zain masuk rumah sakit lagi jadi mereka langsung datang untuk menemaniku,
__ADS_1
saat jin dan shany datang aku menangis karna meski aku mencoba untuk kuat tapi nyatanya lagi-lagi aku lemah.
aku melihat dokter masih sibuk merawat zain didalam aku yang diluar hanya bisa melihat dan berdoa agar zain bisa lebih kuat dan cepat sehat.
saat itu aku melihat one lari untuk menghampiriku tidak tau kenapa tiba-tiba aku ingin memeluk one dan one pun langsung mencoba memelukku,
aku mencoba menyembunyikan rasa sedih dan juga tangisku didalam pelukannya one,
aku tidak ingin banyak orang melihat kesedihan dan juga kelemahanku,
shany dan jin hanya melihat saat one dan aku berpelukan dihadapan mereka,
setelah beberapa menit dokterpun keluar dan aku pun langsung menghampirinya
aku√•••bagaimana keadaan anak saya dokter?
dokter√•••nona tenang saja anak nona berhasil melewati semuanya dia anak yang sangat kuat
aku√•••terus apa yang membuat anak saya seperti ini dokter?
dokter√•••anda tentu tau kan jika anak anda tidak sekuat anak pada umumnya, dia kelelahan karna itulah jantungnya sedikit melemah tapi semua sudah aman
aku√•••syukurlah dokter, sekali lagi terimakasih banyak mohon anada kasih yang terbaik untuk anak saya dok
dokter√•••kita akan selalu mencoba yang terbaik nona
one√•••jika ada apa-apa dokter bisa langsung hubungi saya karna saya yang akan bertanggung jawab semua
dokter√•••baik tuan victor
karna yang seharusnya bilang seperti itu adalah jackson bukan lah dia,
aku langsung bilang terimakasih banyak buat one karna selalu baik padaku dan juga zain,
saat itu juga shany menarikku dan bertanya padaku
shany√•••kamu kenal sama one victor?
aku√•••iya, akun kenal dia beberapa bulan lalu
shany√•••kenapa ngak cerita padaku dan juga jin? terus saat ini kamu ada hubungan apa sama dia? jangan-jangan kalian sudah pacaran ya?
aku√•••ceritanya panjang,, yang jelas aku sama dia ngak ada hubungan apa-apa
shany√•••kamu tau siapa itu one victor?
aku√•••aku tau, dia sahabat jackson you dia orang terkenal kaya dan juga sama-sama bintang besar seperti jackson kan
shany√•••itu kamu tau tapi yang aku pikirkan kamu bisa dekat sama one yang tak lain sahabat dari bapaknya anakmu dan saat ini kamu sedang dekat dengan orang yang sangat berpengaruh dinegaraS ini what..... ini sungguh luar biasa zie
aku√•••sudah-sudah aku hanya memikirkan zain untuk saat ini, nanti aku akan cerita lagi padamu
setelah aku dan shany selesai bicara aku pun melanjutkan untuk melihat zain,
one selalu mencoba menguatkan aku dia selalu perhatian padaku,
__ADS_1
meski aku tidak memiliki hubungan apa-apa sama dia tapi dia selalu bisa berbuat baik dan lembut padaku,
berbeda dengan jackson yang kaku dan ngak mau tau tentang aku meski begitu aku pun juga tidak berharap jika jackson bisa seperti one,
hari sudah mulai malam aku menyuruh jin dan shany untuk pulang dan istirahat tak lupa aku juga menyuruh one ikut pulang bersama mereka karna aku bisa disini sendiri malam ini.
akhirnya shany dan jin pun pulang mereka bilang jika besok pagi dia akan kembali kesini,
aku pun meminta one juga pulang tapi dia malah tidak peduli itu,
disaat yang sama ron mengirimi aku pesan dia bertanya padaku saat ini aku sedang dimana,
karna aku ngak mau berbohong aku pun bilang sama ron jika saat ini aku sedang dirumah sakit karna zain sedang sakit,
ron hanya membaca saja tidak membalasnya,
aku tau pasti ron langsung lapor sama bos nya
aku melihat one masih sibuk dengan leptopnya aku tau dia pasti sedang sibuk saat ini,
aku hanya duduk disampingnya sesekali aku melihat zain dari jendela kaca berharap dia akan segera bangun,
saat itu aku melihat jackson dan ron datang aku juga melihat sami ikut bersama mereka,
jackson√•••apa yang terjadi? kenapa kamu ngak bilang dari awal?
aku√•••zain ngak apa-apa bentar lagi juga dia akan sembuh kamu tenang lah
jackson√•••aku sudah sering bilang kan jika ada apa-apa langsung kabari aku tapi kenapa kamu malah diam saja?
aku√•••aku tau kamu sibuk jadi aku ngak mau mengganggumu
jackson√•••alasan saja kamu itu
aku tidak mau ribut sama jackson saat ini jadi aku mencoba tidak mau banyak bicara,
tapi sami malah ikut-ikut nyalahin aku didepan jackson dia lah yang malah marah-marah ngak jelas
aku sudah mencoba untuk tetap sabar tapi karna sami masih saja ngotot aku pun jadi ikut marah,
aku√•••tolong bawa pergi menjauh dari ku dan juga anakku kekasihmu itu jackson,
dia hanya bisa membuat keributan disini
saat itu juga sami semakin marah padaku dan mencoba memukulku tapi dihalangi sama jackson dan juga one,
one mencoba membawa sami pergi menjauh bersama ron,
jackson memelukku agar aku tidak nekad dan ikut memukul sami,
aku√•••sudah lepaskan aku kenapa kamu takut kekasihmu itu terluka lagi oleh ku? sana pergi saja bersama dia jangan melihatku dan juga anakku, pergilah...
jackson√•••tenang lah aku disini bersamamu
jackson mencoba menenangakan aku dia melihat aku menangis saat itu dia langsung memelukku lagi dan dia juga bilang jika dia lah yang bersalah dia mencoba meminta maaf padaku dan juga zain.
__ADS_1