Sang Bintang Besar

Sang Bintang Besar
BAB5


__ADS_3

hari minggu waktu menunjukkan sudah jam 9;45 menit pagi,


aku terbangun dengan keadaan kepalaku terasa sangat pusing dan badanku sangat lemas sekali, sepertinya aku malas untuk bangun pagi ini tapi perutku tidak demikian


karna merasa lapar aku putuskan untuk beranjak dari tempat tidurku menuju dapur,


tapi sebelum itu aku pergi kekamar mandi terlebih dahulu,


setelah aku cuci muka dan sikat gigi aku melihat ke arah cermin,


begitu kagetnya aku karna aku melihat mata ku yang sangat bengkak,


mungkin karna efek semalaman aku menangis


karna aku tidak mau jika seseorang melihat keadaanku saat ini aku bergegas untuk segera kompres mataku dengan handuk hangat.


sambil aku makan roti untuk mengganjal perutku tidak lupa pula aku kompres mataku,


ponselku pun bunyi


dan aku lihat jin sedang melakukan panggilan,


jin√•••hello zie selamat pagi


aku√•••hai jin pagi juga


jin√•••kemana semalam kamu pergi?


aku√•••kemana? aku dirumah cuma keluar sebentar karna ada sedikit urusan tapi langsung pulang


jin√•••masa.... kok semalam aku ketuk pintu rumahmu tidak ada jawaban?


aku√•••oh... mungkin aku belum pulang kan aku sudah bilang sedang ada urusan sebentar


jin√•••sebentar tapi sampai larut malam


aku√•••kenapa kamu lama-lama seperti orang tuaku saja, selalu mengkhawatirkan aku (sambil tertawa)


jin√•••sudah sarapan belum? aku yakin kamu baru bangun kan?


aku√•••hhmmm..... sudah donk ini aku lagi sarapan


kok kamu juga tau sih kalau aku baru bangun tidur, lama-lama kamu sudah seperti dukun(sambil tertawa keras)


jin√•••apa itu dukun? aku tidak kenal sama dia(tertawa)


aku√•••sudah-sudah aku mau mandi dulu


jinn√•••mau kemana? tumben mandi


aku√•••mau pergi kepasar cari bahan didapur sudah menipis


jin√•••mau aku temani?


aku√•••boleh


jin√•••aku tunggu dibawah


aku√•••oke


setelah aku selesai aku menutup ponselku lalu aku segera pergi mandi,


terasa sangat segar dan semangat lagi setelah aku mandi,


aku mencoba untuk tidak memikirkan masalah ku beberapa minggu ini jika didepan sahabatku,


karna mataku belum terlalu pulih karna bengkak jadi aku menggunakan kaca mata biar agak tersamarkan dari pandangan jin,


biar jin tidak kepo dengan mataku yang masih sedikit terlihat bengkak.


akupun turun dari rumahku menuju mobilnya jin


diperjalanan dari rumah menuju mobil ponselku bunyi dan aku lihat nomer yang tidak dikenal menelphone ku,


aku berusaha untuk tetap tenang meski aslinya aku sedikit takut,


takut jika seseorang yang aku tidak ingin jumpai dia menelphoneku


aku tidak mau angkat dan aku matikan ponselku agar aku tidak bisa untuk dihubungi lagi.


sesampainya aku didepan mobil jin langsung aku masuk kedalam,


aku yakin jin tidak akan sadar dengan sikapku yang aneh hari ini,


setelah aku masuk jin langsung melaju menuju pasar yang mau kita tuju,


diperjalanan shany menelphone jin, karna ponselku tidak bisa dihubungi jadi dia menelphone jin,


shany√•••zie bersamamu?


jin√•••ya


shany√•••tolong kasih ke dia ponselmu

__ADS_1


aku√•••apa?


shany√•••kenapa ponselmu mati? tumben


aku√•••maaf belum aku isi daya


shany√•••kebiasaan,


kemana kamu sama jin pergi? kenapa aku tidak diajak?


aku√•••pasar mau belanja, aku kira kamu masih tidur, bukankan saat ini kamu sedang bersama kekasihmu ya


shany√•••memang benar sih saat ini aku sedang sama zoni tapi kan aku juga butuh makan


aku√•••sudah kasih tau saja mau nitip apa nanti biar aku belikan untukmu


shany√•••hari ini aku lagi pengen makan ayam goreng sama sup


aku√•••sepertinya kamu sedang hamil ya.... kayak orang yang sedang nyidam saja(sambil tertawa)


shany√•••enak aja aku hamil, kita main aman bos jadi kan ngak mungkin sampai hamil( ngeledek)


aku√•••saat shany bilang begitu sebenarnya aku merasa takut jika aku sendiri yang hamil.... karna waktu itu aku sama dia tidak main dengan aman(sambil melamun) dan mengambil nafas panjang


sudah aku tutup dulu.


shany√•••oke bye


rasanya aku saat ini semakin tidak nyaman sekali,


terasa semakin takut saja jika ada sesuatu hal yang tidak ingin aku bayangkan menjadi kenyataan,


aku baru sadar setelah peristiwa malam itu aku belum lagi datang bulan,


setelah aku melihat ponsel jin yang masih ada ditanganku aku melihat benar sekali sudah lebih satu bulan aku belum juga datang bulan,


apa jangan-jangan.....


tidak mungkin... tidak mungkin


karna jin melihatku saat aku melihat kalender dia pun meledekku dan bilang


jin√•••woi kamu kenapa? sudah tidak sabar ya nunggu gajian?


aku√•••hanya tertawa kecil


jin√•••tenang kan ngak mungkin terlewat gajianmu kan sudah ada waktunya


aku√•••iya sih ngapain juga ya aku memikirkannya(pura-pura bodoh)


tanpa diketahui oleh jn aku pergi sendiri masuk pasar dengan sangat cepat,


aku berusaha mencari tempat yang sekiranya jual alat tes kehamilan sebelum jin datang,


setelah aku muter-muter sekitar hampir 5menit aku menemukan toko obat dan aku tanya sama penjual toko itu


aku√•••ada alat tes kehamilan tidak?


penjaga toko√•••ada, mau yang mana?


aku√•••semakin binggung karna ada banyak pilihan,


di sisi lain aku takut jika jin menemukan aku berada disini. lalu akupun menjawab yang mana saja boleh penjaga toko√•••mau berapa?


aku√•••2 saja


setelah aku bayar tagihannya dan langsung aku masukkan kedalam tasku agar jin tidak tau, tiba-tiba jin muncul dibelangkangku dan itu membuatku sanggat kaget sekaligus takut,


jin√•••aku mencarimu dari tadi, kamu beli apa?


aku√•••aku.... aku mau cari sup untuk shany kan


jin√•••kita beli supnya nanti saja setelah selesai beli barang-barang kita


aku√•••oh gitu ya(pura-pura bodoh untuk yang sekian kalinya)


kurang lebih 1jam kita beli barang,


lalu kita mampir ke tempat penjual makanan terus aku pesen yang duminta shany dan aku juga pesen untuk makan siangku,


karna aku lagi nggak ingin makan diluar,


ingin sekali segera pulang dan mencoba alat itu...


jin√•••kita makan siang sekalian yuk


aku√•••tidak ah hari ini aku harus nyuci baju jadi kita makan dirumah saja


jin√•••tumben, biasanya kan...


aku√•••karna hari ini tidak biasa(sambil tertawa)


setelah makanan yang kita pesan jadi kita pun membayarnya dan langsung pulang

__ADS_1


dalam perjalanan pulang jin bertanya sama aku,


jin√•••kamu ada apa?


aku√•••aku kenapa?


jin√•••ngak biasanya kamu bersikap seperti ini, aku curiga kamu lagi menyembunyikan sesuatu


aku√•••sesuatu apa? tidak lah mungkin pikiran kamu saja


jin√•••kita bersama sudah 4tahun masa iya aku sampai ngak tau kamu


aku√•••aku ngak ada apa-apa, beneran kok


jin√•••sudahlah... yang pasti kamu tau bahwa aku dan shany adalah keluargamu jadi jika kamu ada masalah aku dan shany harus tau lebih dulu dari pada orang lain


aku√•••sedikit terharu dan langsung aku memeluk jin saat itu dan bilang terimakasih banyak ya


kita pun sampai dirumah dan aku sama jin turun mobil dan menuju tempatnya shany karna mau antar makanan yang sudah dia pesan,


sesampainya rumah shany aku melihat dia dan zoni sedang asyik nonton,


aku√•••hai gaessss gimana apa kalian sudah lapar?


shany√•••lapar sekali dong


aku√•••baguslah ini aku bawakan tapi ingat harus bayar dulu sebelum makan (sambil tertawa)


zoni√•••haai zie apa kabar?


aku√•••baik sekali, kamu sekarang tambah besar ya badan nya(hahaha)


zoni√•••ah kamu bisa saja zie, sini kita makan sama-sama


aku√•••tidak terimakasih aku mau langsung pulang karna masih banyak kerjaan


shany datang menghampiriku dan berbisik, ( besok saja aku bayar tagihannya)


aku√•••kamu lagi yang bayar makanan kalian?


sangat ironis makanya dia tambah begitu besar


shany√•••jangan gitu dong zie


aku√•••ingat makan cinta saja itu tidak membuat kita kenyang


shany√•••sudahlah


lalu aku pergi meninggalkan rumah shany,


jujur ya aku itu tidak suka sama zoni, dia itu sepertinya ingin mengfaatkan shany karna aku lihat dia(zoni) tidak benar-benar tulus sama shany,


memang benar sih zoni masih lebih muda dari pada shany tapi kalau dari tampang mendingan shany lah biarpun sudah berumur 30tahun,


jin melihatku dan berkata,


jin√•••kamu masih tidak suka sama zoni?


aku√•••tidak dari dulu


jin√•••jaga perasaan shany saja aku tau apa yang kamu pikirkan tentang pria itu


aku√•••sudah hampir 1tahun kan aku jaga, masih ngak peka saja itu laki


jin√•••sudah jangan gitu


aku√•••baik pak guru


jin mengantarku sampai depan pintu rumahku meski rumah dia dibawah ku dia masih ingin membatuku membawa barangku,


jin memang pria yang sangat sabar, penyayang, lembut ganteng pokoknya dia seorang pria yang sempurna dimataku, aku sangat bangga punya sahabat seperti dia


aku√•••terimakasih sudah membantuku


jin√•••iya sama-sama, mau aku bantu bawa masuk?


aku√•••tidak perlu kan kamu juga lelah, sudah sana pulang aku mau cuci baju dulu


jin√•••oke aku pergi dulu bye....


aku√•••bye


setelah aku lihat jin pergi aku bergegas untuk masuk kedalam rumah,


aku segera menata barang belanjaanku dan merapikannya lalu aku mulai beresin seluruh rumah dan mencuci baju ku itu sudah rutinitas minggu ku,


'0jika aku melihat rumah bersih dan wangi terasa lelahku hilang,


tidak lupa aku mengganti pewangi ruangan seminggu sekali agar tetap wangi dan segar.


...ingat gaess kebersihan sebagain...


...dari iman, jadi tetap lah menjaga...

__ADS_1


...kebersihan.....


__ADS_2