
setelah aku dan one selesai berbicara dan hatiku sudah semakin tenang aku pun pergi untuk melanjutkan kerjaku yang sempat berbengkalai karna kejadian tadi siang dikamar yang sudah dipesan jackson untuk sami,
aku pun keluar dari ruangan one dan jackson pun melihatku karna mungkin dia juga akan menemui one,
secara tidak sengaja aku harus menatapnya lagi,
aku mencoba untuk tidak bicara apa-apa meski aku sedang berjalan didepan jackson,
setelah aku berhasil melewatinya tiba-tiba aku mendengar jackson bicara padaku,
jackson√•••jadi kamu kenal sama one?
aku sempat berhenti tapi tidak lama aku pun berlalu mencoba untuk tidak menghiraukan dia,
setelah jackson masuk kedalam ruangan one dan mereka pun ngobrol berdua
one√••• tumben datang kesini?
jackson√•••kamu kenal sama zie?
one√•••iya memang kenapa?
apa kah ada yang salah jika aku menggenal wanita itu?
jackson√•••ngak ada apa-apa juga dan itu hakmu untuk kenal sama siapa pun, tapi setau ku wanita seperti zie bukan lah tipemu
one√•••hmm tau apa kamu memang tentang seleraku,
sudahlah memang ada hal apa kamu bisa datang kesini?
jackson√•••aku hanya ingin memastikan saja jika memang benar jika kamu sama zie sudah saling kenal
setelah meraka bicara lalu mereka pun terlihat keluar bersama,
saat melihat mereka begitu akrab dan sangat dekat aku jadi merasa ngak bisa jika harus dalam situasi yang seperti ini keadaan ini kadang bikin aku ngak nyaman sendiri,
aku selalu merasa jika aku tidak pernah pantas jika harus dekat dengan orang seperti jackson dan one,
aku harus bisa terus menahan diri agar tidak bisa terbawa oleh arus perasaan yang kapan saja bisa bikin aku tenggelam didalamnya.
setelah aku mencoba untuk bisa selalu profesional dan tanggung jawabku dalam pekerjaanku aku masih selalu terpikir dengan ucapan sami terhadapku,
aku sedikit heran sama dia kenapa wanita seperti sami bisa sangat membenciku,
jika dibandingkan aku sama dia sudah jelas sangat beda jauh,
sami menduduki tempat yang tinggi sedangkan aku hanya pantas dibawah,
masa iya dia bisa cemburu sama aku hanya karna aku dan jackson sudah memiliki anak meski aku dan jackson baru kenal dan sama sekali tidak memiliki hubungan apapun.
entah lah apa pun itu hanya sami yang tau kenapa dia sangat membenciku dan juga anakku,
setelah aku selesai kerja aku pun pergi untuk pulang,
saat aku sedang berjalan menuju halte tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara klakson berbunyi dan setelah aku lihat ternyata jackson sedang mencoba memberi kode agar aku ikut dengannya naik mobil,
karna aku ngak mau jika ada orang lain tau aku pun segera masuk kedalam mobil,
aku√•••ada apa lagi?
jackson√•••aku ingin menjemput zain dan mengajak dia
aku√•••kemana lagi? aku dan zain harus pulang lebih awal karna besok harus pergi lagi
jackson√•••sudah ikut saja, hanya sebentar saja nanti aku akan antar kalian, aku juga sangat kangen sama zain jadi aku mohon kali ini kamu jangan menolak dan jangan banyak tanya
aku√•••sejak kapan aku banyak tanya sama kamu,beri tahu dulu mau kemana kita?
jackson√•••kerumahku.
setelah aku mendengar jawaban dia,
__ADS_1
aku pun langsung diam dan tak bicara apa-apa dalam otakku sudah berpikir jika aku ngak terlalu suka jika harus kerumah hantu itu lagi bagiku rumahnya jackson sudah seperti rumah hantu yang sama-sama bikin takut.
setelah aku menjemput zain dan membawanya pergi bersamaku juga jackson dalam satu mobil,
terasa agak aneh saja jika aku melihat kondisi dimana aku berada saat ini,.
aku ngak pernah membayangkan sebelumnya jika saat ini aku sedang bersama sang bintang besar beserta anaknya dan tak lain anak ku juga,
dalam perjalanan aku dan jackson sedikit bicara dan sesekali jackson mengajak zain bercanda,
aku berasa seperti keluarga bahagia pada umumnya meski itu tidak terjadi dalam kehidupanku saat ini,
tapi aku masih punya keyakinan jika nanti aku bisa mendapatkan keluarga seperti yang aku inginkan karna aku percaya jika Tuhan selalu baik padaku.
tidak terasa parjalanan yang biasanya sedikit jauh terasa lebih cepat apa mungkin karna aku sedikit merasa nyaman berada disisi jackson?
sangat aneh sekali jika benar adanya,
aku berusaha membuang jauh-jauh perasaan yang sempat melintas diotak,
setelah aku turun dari mobil jackson tiba-tiba sudah ada didepanku dan menggendong zain kita pun masuk dan sampai lah dirumah jackson,
aku sangat kaget karna aku melihat ibu jackson yang membuka pintu untuk kami,
dia terlihat bahagia karna melihat zain datang,
bibi√•••hai zain sayang... apa kabar kamu? (sambil menggendong dan mencium) zie kamu apa kabar?
aku√•••yang tadinya kaget tiba-tiba sadar lalu menjawab, baik bibi
terlihat ibunya jackson berjalan kesuaminya yang sedang duduk sambil membaca buku,
setelah aku melihat aku pun mencoba memberi salam sama papanya jackson dan dia pun membalas dengan sangat lembut.
aku pun langsung duduk tanpa disuruh karna ngak tau harus ngapain,
aku melihat kedua orang tua jackson sangat terlihat bahagia dan bisa menerima zain dalam keluarganya aku sedikit lega karna meski aku tidak butuh pengakuan dari mereka tapi mereka terlihat sayang sama zain itu sudah cukup bagiku.
pada akhirnya papa nya jackson pun tiba-tiba bertanya padaku entah basa basi atau apa pun itu,
kita ngobrol seperti orang yang sudah lama kenal sesekali ibunya jackson juga ikut ngobrol bersamaku dan suaminya,
dan setelah itu kita pun makan malam bersama,
meski aku sedikit canggung dan tak terbiasa jika harus makan bersama mereka tapi aku berusaha untuk tidak mengecewakan mereka,
setelah semua orang sudah ada dimeja dan kita pun makan,
secara tiba-tiba jackson mengambil alih untuk menggendong zain yang saat itu sedang aku gendong,
aku sudah menolak karna biar jackson bisa ikut makan bersama dengan orang tuanya tapi jackson masih memaksaku agar aku bisa makan bareng orang tuanya,
pada akhirnya aku kalah dan aku pun makan dulu,
aku sengaja untuk tidak duduk didekat jackson dan aku memutuskan untuk duduk disamping ibu jackson saja,
saat aku makan tiba-tiba zain menangis dan aku pun berdiri untuk meminta zain pada jackson,
setelah itu aku pun makan sambil menggendong zain yang sedang minum susu,
terlihat jackson melihatku saat itu,
karna aku ngak sengaja menetapnya saat dia sedang menatapku sedikit ada yang aneh dalam hatiku,
makan malam pun selesai dan zain saat itu sudah tidur dengan sangat nyaman sekali,
melihat zain sudah tidur dan kebetulan besok akhir pekan jadi ibu jackson memintaku agar malam ini zain dan aku mau menginap dirumah jackson,
karna mereka ingin bisa merasakan tidur bareng cucunya,
melihat wajah kedua orang tua jackson aku pun luluh aku sangat ngak tega jika mereka sampai tidak bisa bahagia hanya karna aku yang terlalu egois,
__ADS_1
sekali lagi aku mengalah untuk bikin mereka bahagia,
akhirnya jackson pun pamit untuk keluar,
lalu aku pun di ajak ibu jackson menuju kamar yang ada dilantai atas,
ibu jackson bilang jika aku boleh tidur dikamar tamu karna mungkin dia tau jika aku dan jackson tidak memiliki hubungan apa pun makanya dia tidak memintaku untuk tinggal dikamar jackson,
aku pun masuk ke kamar tamu,
aku lihat sangat bagus, bersih dan luar sekali mungkin satu kamar dirumah ini sama dengan satu rumah dirumahku,
saat aku sedang duduk sambil menatap zain tiba-tiba ibu jackson datang menghampiriku,
bibi√•••kamu belum tidur? kenapa ngak tidur?
aku√•••belum bibi, nanti juga aku akan tidur, ada yang bisa aku lakukan untuk bibi?
bibi√•••tidak perlu, aku kesini hanya ingin melihat zain saja dan kamu
aku√•••zain sudah tidur dan sebaiknya bibi juga tidur karna sudah sangat malam
bibi√•••aku tau apa yang sedang kamu rasakan dan kamu pikirkan, kamu tau aku juga seorang wanita sekaligus seorang ibu
aku√•••ngak ada apa-apa bibi, tenang saja semua baik-baik saja, terimakasih banyak karna bibi dan paman juga semua keluarga mau menyayangi zain
bibi√•••zain cucuku, cucu pertama untuk keluarga kami jelas kami semua akan menyayangi dia, aku ngak akan tanya tentang masalalu kamu dengan jackson anakku, apapun yang sudah terjadi antara kalian berdua kalian adalah orang tua dari cucuku
kita bicara banyak hal malam itu,
rasa sedih datang tatkala bibi bilang jika pun suatu saat jackson akan memiliki kehidupan dimasa depan bersama wanita lain dia akan selalu mengingatku sebagai ibu dari cucu pertamanya,
aku ngak kuat mendengar kata-kata itu dan aku pun menangis,
bukan merasa bahagia untuk diriku sendiri tapi aku bahagia karna zain mempunyai nenek hebat seperti ibunya jackson.
setalah aku dan bibi bicara banyak hal dan aku cerita sedikit tentangku dan aku pun cerita tentang hubungan antara aku dan jackson dia pun pergi untuk istirahat,
malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur,
aku sama sekali tidak merasakan ngantuk,
aku mencoba untuk membaca buku ditengah malam,
dan saat sibuk baca aku mendengar suara langkah kaki,
aku lihat saat ini pukul 2pagi,
karna lampu dikamar masih menyala tiba-tiba pintu pun dibuka dan setelah aku lihat ternyata jackson yang datang,
aku kaget sekaligus takut sebenarnya,
jackson masuk dan bertanya padaku,
jackson√•••kenapa ngak tidur?
aku√•••ngak ada apa-apa.
jackson√•••kamu menungguku ya?
aku√•••untuk apa aku nunggu kamu pulang.
jackson√•••terus untuk apa kamu belum tidur kalau ngak sedang menungguku?
aku√•••terserah, sudah sana pergi
jackson√•••ini rumah siapa? kenapa jadi kamu mengusirku?
karna males debat dimalam hari aku pun menyuruhnya untuk segera pergi,
dia tidak mempedulikan ku malah baring ditempat tidur dekat dengan zain yang sedang tidur,
__ADS_1
aku menarik nafas panjang setelah tau jika jackson akan tidur ditempat tidur bersama zain,
aku duduk disofa dekat jendela dan melanjutkan baca buku berharap rasa ngantuk segera datang.