
setelah aku bertengkar sama jackson malam itu dia sering diam dan hanya sebentar jika bertemu dengan zain,
setiap hari dia datang hanya sekedar melihat zain meskipun cuma sebentar,
sangat terlihat jelas jika jackson sangat sayang sama zain,
sebenarnya aku merasa sedikit bersalah sama jackson karna sempat bilang hal yang mungkin membuatnya menjadi seperti ini,
saat dia datang kerumah dan tak lama mungkin hanya sekitar 20menit dia pun pamit sama zain jika dia harus pergi,
aku pun mencoba memberanikan diri untuk bilang sama jackson dengan sangat hati-hati,
aku√•••bisa kita bicara?
jackson√•••bicara apa lagi?
aku√•••hanya ngobrol saja, ada kah waktu untuk kita bicara?
jackson√•••saat ini aku sedang sibuk, besok temui aku disalah satu tempat yang akan aku kirim lewat ron untukmu
aku√•••baik lah.
setelah dia bilang seperti itu aku pun merasa cukup lega karna aku lihat jackson tidak seperti beberapa hari yang lalu,
aku akan mencoba bicara sama dia dari hati ke hati dan itu semua tujuannya hanya demi zain anak kita.
akan aku coba untuk tidak mementingkan egoku hanya karna aku tidak semampu dia dalam hal materil,
aku yakin semua pasti akan ada jalan keluar dalam setiap masalah hanya saja kadang kita sendiri yang tidak bisa bersabar dengan proses itu sendiri,
aku memang sangat pesemis untuk kemarin-kemarin karna aku merasa sedikit tidak percaya diri untuk bisa harus kerja sama dengan jackson demi zain,
memang benar jika aku dan jackson sulit untuk bersatu tapi zain tidak seharusnya merasakan perbedaan itu karna yang seharusnya zain tau bahwa aku sama jackson bisa sama-sama menjadi orang tua yang baik untuknya.
setelah aku mengantar zain aku pun langsung pergi ketempat kerja,
tadi pagi aku menerima pesan jika nanti malam aku akan bertemu dengan jin dan juga shany,
sudah beberapa hari aku tidak bersama mereka karna aku terlalu sibuk dengan kerja juga zain,
tapi aku sangat bersyukur karna aku memiliki sahabat yang sangat mendukungku dalam setiap langakah dan tujuanku mereka sangat baik padaku juga zain.
aku berusaha kerja keras hari ini agar bisa pulang lebih awal aku tidak mau jika bikin mereka kecewa,
tapi saat siang hari aku menerima pesan dari ron jika jackson mengajakku untuk bertemu nanti malam di tempat yang sudah dia tentukan,
saat itu aku merasa sangat binggung harus pergi kemana?
aku mencoba untuk mikir jika jin dan shany tau aku akan bertemu dengan jackson mungkin mereka akan bisa mengerti tapi jika jackson tau aku pergi bersama sahabatku mungkin tidak akan ada lagi kesempatan untukku bisa bicara dengannya lagi.
jadi sudah sangat jelas jika aku harus memilih untuk bertemu dengan jackson dan meminta maaf pada jin juga shany,
sekalian nanti aku mau menitipka zain pada mereka karna aku belum tau sampai jam berapa aku selesai bicara sama jackson.
aku pun selesai kerja dan langsung bertemu dengan zain lalu aku membawa zain kepada jin juga shany
setelah aku cerita semua tentang masalahku dengan jackson beberapa hari ini kepada mereka akhirnya mereka bisa mengerti dan mendukungku,
aku sangat bahagia mendengar jika mereka selalu bisa ada untuk ku,
sebelum aku pergi aku pun mengucapkan terimakasih dan tak lupa kita berpelukan yang bikin aku sangat terharu mereka bilang jika akan selalu ada untukku dan akan melindungiku,
setelah aku keluar aku melihat ron sudah menjemputku didepan,
aku sedikit gugup dan merasa nggak enak karna diperlakukan seperti ini,
aku pun bilang sama ron jika aku bisa pergi sendiri ketempat yang jackon minta dan ngak perlu bikin ron repot,
__ADS_1
tapi ron bilang jika sudah tugas dia untuk menggikuti apa yang tuan nya bilang dan mau,
aku pun tidak bisa bilang apa-apa kalau sudah seperti itu karna kalau kita kerja sama orang kita harus punya komitmen juga tanggung jawab atas kerjaan kita.
ternyata tempat nya cukup jauh menurutku,
karna aku melihat jam sekitar 30menit lebih untuk bisa sampai ketempat itu,
aku belum pernah kesini sebelumnya,
aku lihat tempatnya seperti apartement mewah dan mahal karna dari bangunan juga keamanan nya saja sangat rumit,
dalam hati aku takut karna aku belum siap jika harus bertemu dengan keluarganya entah apa yang saat itu aku pikirkan dan kenapa juga aku punya pikiran jika aku akan bertemu dengan keluarganya tapi jujur hatiku sama pikiranku sangat takut sekali,
aku melewati lorong yang sangat jauh dari pintu gerbang aku tidak berani juga untuk bertanya sama ron,
aku berusaha untuk tetap tenang meski hatiku dan jantungku tidak bisa bohong,
setelah sampai tujuan dan turun dari mobil aku pun diantar sama ron lewat lif pribadi disisi mobil yang dia parkir
aku melihat ron akan mengantarku ke lantai 8 dari banyak lantai,
aku mencoba menarik nafas panjang dan ron pun melihat jika aku mulai ngak beres,
dia bertanya apakah aku baik-baik saja lalu aku pun segera menjawab jika aku sangat baik.
setelah itu aku pun sampai didepan pintu tanpa pikir panjang ron menggeluarkan satu kartu pribadi dan membuka pintu itu,
dia mempersilahkan aku untuk masuk dan setelah aku masuk aku sangat terkejut sekali karna ternyata banyak banget barang mahal dan sangat indah juga sangat bersih dan besar sekali.....
aku pun dipersilahkan untuk duduk di sofa utama,
dan aku lihat ron naik keatas tangga mungkin dia akan memanggil seseorang,
aku menunggu dibawah sekitar 5menit tapi aku tidak melihat ada orang dirumah yang sangat besar itu,
apa mungkin dia ingin pamer dengan ini semua kepadaku ya... entahlah!
setelah beberapa menit aku menunggu aku melihat ron turun dan bilang jika aku sudah ditunggu dilantai atas,
aku pun bilang sama ron kenapa ngak disini saja kan sama tapi ron tetap menyuruhku untuk tetap naik, setelah aku melangkah menuju lantai atas aku lihat ron tidak ikut bersamaku,
setelah sampai dilantai atas aku lihat jackson sedang melukis sesuatu yang aku sendiri ngak tau dia sedang melukis apa,
aku pun mencoba untuk mendekati dan bertanya padanya,
lalu dia hanya menatapaku saja tanpa menjawab pertanyaanku aku pun mencoba untuk santai saja dengan sikap nya,
aku berdiri didepan nya tapi dia masih sibuk dengan lukisan didepannya,
aku tidak mau untuk bicara apa pun nanti dia tidak jawab lagi kan aku bukan orang yang pandai basa basi,
aku hanya berdiri saja tanpa berkata apa pun,.
lalu dia pun bilang jika dia menyuruhku kesini karna aku ada hal yang ingin dibicarakan tapi kenapa aku malah diam,
aku pun menjawab jika aku diam karna aku takut jika aku datang kesini hanya untuk mengganggumu saja,.
dia pun menyuruhku untuk melihat apa yang dia lukis saat ini, aku pun berjalan mendekati dia dan lukisannya,.
malam ini aku melihat jackson tidak seperti biasanya, dia seperti pria pada umumnya yang hanya memakai kaos juga celana pendek yang membuatnya tidak seperti sang bintang besar,
dia sangat tampan jika dia seperti ini aku malah lebih suka melihat dia yang sekarang karna membuat ku tidak seperti orang penting buat banyak orang.
setelah aku melihat lukisan itu,
jujur aku sangat terharu sekali karna zain lah yang dia lukis,.
__ADS_1
dia sangat pandai melukis dan aku lihat lukisan itu sama persis sama foto aslinya,
entah dari mana dia dapat foto zain yang masih bayi itu,
aku memang sengaja memajang foto zain yang dia lukis saat ini di ponselku sudah dari dulu,
karna foto dan lukisan ini adalah gambar favoritku
aku terdiam saat melihat lukisan itu,
lalu dia pun bertanya padaku kenapa aku masih saja membisu dan ngak mau bicara,
lalu aku pun mulai bicara padanya,
aku√•••lukisan yang bagus
jackson√•••aku tau itu, kan aku memang orang yang pandai soal ini
aku√•••aku sangat suka ini, boleh kah jika aku mendapat ini?
jackson√•••boleh saja tapi ada syaratnya
aku√•••apa itu?
jackson√•••zain asli harus bersamaku
aku√•••jangan... ya sudah kamu yang ini saja biar zain asli sama aku
untuk pertama kalinya aku melihat dia tersenyum saat itu,
dan aku pun ikut tersenyum setelahnya,
aku√•••terimaksih banyak karna kamu sangat sayang sama zain dan mau menerima dia, dengan begitu banyak nya perbedaan antara kita,
aku tau kamu tulus sayang sama zain karna aku juga bisa merasakan kehangatan yang sudah kamu beri untuk zain selama ini
jackson√•••kamu tau? baru kali ini aku merasakan yang namanya jatuh cinta dan sayang sama seseorang? rasa yang pertama ini zain lah yang memberinya padaku, saat aku menggetahui untuk pertama kali aku tau waktu itu hatiku sangat merasa sedih,
sedih karna sebelumnya aku pernah menghinamu tapi kamu masih mau menjaga dan merawat dia tanpa aku tau kamu bertahan untuk zain sendiri.
dan setelah aku melihat zain pertama kali aku seperti melihat wujud bayiku itu yang membuat aku jatuh cinta.
aku√•••bagus jika kamu memang tulus untuk zain,
itu sudah cukup buatku,
tapi aku minta tolong sama kamu agar zain tidak kamu bawa dalam kehidupanmu cukup dia menjadi bagian dari hidupmu tapi jangan ajak dia,
kamu dan aku sama-sama belajar untuk bisa menjadi orang tua untuk zain yang baik meski tidak bisa utuh,
jackson√•••aku akan mencoba nya agar zain tetap baik-baik saja meski dalam lingkunganku suatu saat nanti, dia akan tetap menjadi keluarga besarku dan akan tetap menjadi bagian dalam hidupku sampai kapanpun dan itu tidak bisa jika tidak.
aku√•••untuk semua hal yang akan terjadi didepan apa pun itu aku akan siap semua untuk zain.
aku dan jackson bisa bicara pelan-pelan malam itu tanpa ada perkataan yang menyakitkan seperti waktu itu,
akhirnya dia pun bilang jika tempat ini adalah rumah yang biasa dia tinggali,
dia tidak tinggal bersama keluarga besarnya kerna dia lebih nyaman untuk tinggal sendiri bersama asistennya,
aku tidak ingin terlibat banyak dalam hidupnya karna sudah bukan jalan ku untuk bisa masuk kedalam kehidupan juga masa depannya karna apa yang aku lakukan semua ini hanya untuk zain bukan untuk ku sendiri,
jadi aku harus sadar diri siapa diriku dan siapa jackson you.
kita memang sebagai orang tua dari seorang anak, tapi hanya sebatas itu saja dan kita masing-masing mempunyai jalan yang berbeda.
aku harus bisa selalu menjaga hubungan baik dengan jackson hanya karna anak kita.
__ADS_1
dan malam itu jackson minta nomer ponselku karna dia tidak ingin jika ron tau tentang zain lebih dulu dari pada dia.