Sang Pendekar Seribu Bayangan

Sang Pendekar Seribu Bayangan
14. Latih Tanding Persahabatan


__ADS_3

Pada saat sampai di perguruan, Arya melihat orang orang sedang sibuk menata kursi dan membuat panggung di lapangan besar. Banyak murid murid juga berlatih bersama sama disana, seperti akan menyambut acara besar, karena biasanya lapangan ini sepi.


Arya mencoba bertanya pada salah satu murid yang ditemuinya, ternyata 3 hari lagi akan ada acara latih tanding persahabatan dengan murid murid Perguruan Harimau Terbang dan Perguruan Anggrek Putih.


Setelah sampai di perpustakaan, Sujiwa sangat senang melihat Arya telah kembali ke perguruan.


"Adik, aku ditunjuk menjadi salah satu wakil perguruan untuk ikut acara latih tanding dengan Perguruan Harimau Terbang dan Perguruan Anggrek Putih"


Satu hal yang baru diketahui Arya jika pada acara latih tanding besok, Sujiwa akan mengikuti acara latih tanding tersebut dengan menggunakan senjata pedang.


Arya juga baru mengetahui jika murid Perguruan Sedati Agung baru diajari menggunakan pedang saat masuk tingkat Pendekar Madya, sehingga Sujiwa yang masuk golongan Madya Tingkat 1 juga baru belajar menggunakan pedang.


Perguruan Sedati Agung sendiri adalah perguruan yang terkenal akan jurus jurus beladiri untuk pertarungan tangan kosong, sementara Perguruan Harimau Terbang dan Perguruan Anggrek Putih lebih terkenal akan jago jago beladiri dengan senjata pedang.


Inilah sebabnya Arya ingin Sujiwa tidak membuat malu perguruan, karena jika menggunakan jurus pedang biasa yang diajarkan perguruan, pasti akan mengalami kesulitan untuk mengalahkan wakil dari perguruan lain yang memang sudah terkenal unggul akan jurus jurus pedang.


Sudah seperti menjadi kesepakatan antar perguruan aliran lurus, jika murid murid pada tingkat Mula hanya akan diajari beladiri tangan kosong, dan baru dikenalkan penggunaan senjata pada tingkat Madya.


Kemungkinan ini dikarenakan untuk alasan keamanan, pendekar muda relatif lebih emosional dan belum matang, sehingga berbahaya apabila dipersenjatai pedang.


Acara latih tanding sendiri akan diikuti oleh masing masing 5 orang murid wakil perguruan peserta, dengan syarat peserta yang dipilih perguruan memiliki golongan bela diri Pendekar Mula tingkat 4, 5, 6 dan Pendekar Madya tingkat 1, 2.


Sehingga latih tanding dengan menggunakan senjata hanya akan terjadi pada pertarungan golongan Pendekar Madya Tingkat 1 dan 2 saja.


Agar Sujiwa memiliki peluang menang lebih besar, maka Arya berpikir harus menemukan jurus pedang terbaik yang dimiliki oleh perguruan.


Arya mengetahui ada beberapa buku di perpustakaan yang membahas jurus pedang, sehingga dia juga merasa tertarik untuk mempelajari sekaligus untuk membantu Sujiwa.


Sujiwa sekarang ini sebenarnya sedang berlatih pedang menggunakan jurus Kibasan Sejuta Pedang, jurus yang umum digunakan oleh murid perguruan Sedati Agung.

__ADS_1


Sepengetahuan Arya, diantara semua koleksi buku buku jurus pedang yang ada di perpustakaan, ada satu jurus pedang yang belum pernah dia dengar sejarahnya, yakni Jurus Tarian Pedang Lembayung.


Untuk memastikan jurus pedang yang terhebat untuk dipelajari, Arya memutuskan untuk bertanya pada Gurunya.


"Guru, diantara banyak jurus pedang yang perguruan kita miliki, jurus apa yang paling hebat?"


"Mmm ... setauku jurus pedang milik Wulansari, yaitu Jurus Angin Topan Barat yang terbaik, tapi sebentar ... dulu aku pernah mendengar cerita dari guruku kalau Jurus Tarian Pedang Lembayung adalah jurus pedang kita yang pernah menguasai dunia persilatan sekitar 100 tahun yang lalu"


"Hanya saja guruku sendiri kurang bisa memahami jurus itu, karenanya setauku saat ini tidak ada yang menguasainya, mungkin Wulansari pernah mempelajarinya"


Tetua Wulansari adalah pendekar yang dikenal memiliki penguasaan beladiri menggunakan pedang terbaik diantara semua pendekar Perguruan Sedati Agung.


Arya segera mencari buku Jurus Tarian Pedang Lembayung di antara rak rak belakang. Setelah mencari beberapa saat, Arya akhirnya menemukan buku itu.


Arya sudah duduk di pojok perpustakaan diantara rak rak, mulai membuka halaman demi halaman buku itu. Uraian penjelasan di buku Jurus Tarian Pedang Lembayung memang rumit dan membingungkan, banyak gerakan, pengaturan pernapasan dan aliran tenaga dalam yang saling bertentangan.


Dalam hati Arya berpikir.


Setelah membaca beberapa halaman, Arya mengetahui jika Jurus Tarian Pedang Lembayung memiliki 9 tingkatan, masing masing tingkat memiliki sekitar 24 hingga 40 bagian.


Setelah 1 jam berusaha mencerna uraian penjelasan jurus tingkat 1 dalam buku itu, Arya hanya sanggup memahami 1 bagian, padahal tingkat 1 memiliki 24 bagian.


Setelah selesai memahami 2 bagian dari Tingkat 1, Arya mulai menyadari akan satu hal.


“Jika aku masih belajar dengan cara seperti ini, belum termasuk belajar prakteknya, jangan jangan acara latih tanding selesai, aku baru menguasai 1 tingkat ”


Saat itulah Arya berpikir menggunakan Teknik Akal Dewa, dan menyadari betapa teknik gurunya akan sangat membantu dalam situasi seperti ini.


Setelah selesai membaca semua bagian dari Tingkat 1 untuk dicerna dalam alam pikiran, Arya memasang posisi meditasinya, mengatur energi dalamnya dan mencoba menghadirkan satu Arya bayangan dalam alam pikirannya.

__ADS_1


Setelah berhasil menghadirkan satu Arya, karena dirasa kurang, Arya mencoba menghadirkan Arya Arya lain dalam pikirannya, sekaligus mencari batas kemampuannya.


Dengan mengerahkan semua energinya, ternyata Arya mampu menghadirkan 8 Arya dalam pikirannya, lalu segera semua Arya di alam pikirannya dikerahkan untuk mencerna isi uraian satu demi satu bagian dari Tingkat 1.


Sebenarnya Arya sadar kalau pengerahan energi yang besar seperti ini akan dapat dirasakan oleh pendekar tingkat tinggi yang ada di sekitarnya, namun dengan adanya acara latih tanding, mungkin akan dianggap wajar dari tenaga dalam dari murid yang sedang berlatih.


Tetua Daya sangat kaget ketika tiba tiba terasa ada hawa tenaga dalam terpancar dari dekatnya. Namun setelah mengetahui berasal dari Arya yang sedang mempelajari sesuatu, Tetua Daya membiarkannya saja dan menyuruh Sujiwa untuk menjaga adik perguruannya itu.


##


Arya sudah selesai memahami Jurus Tarian Pedang Lembayung Tingkat 1. Saat itu hari sudah menjelang sore.


Ketika membuka matanya, dia melihat Sujiwa tidur tidak jauh dari tempatnya duduk.


“Kak, bangun … Aku punya hadiah kejutan untukmu”


Sujiwa segera membuka matanya, saat mendengar panggilan adik perguruannya. Dan segera tersenyum lebar setelah mendengar penuturan Arya.


##


Tetua Daya melihat peragaan jurus Arya dengan sangat takjub, gerakan gerakan jurus yang sangat indah, jurus pedang yang telah lama ditinggalkan perguruan bisa hadir kembali berkat anak muridnya itu.


Ciri khas jurus Tarian Pedang Lembayung adalah adanya aura tipis berwarna ungu yang melingkupi seluruh tubuh dan pedang pendekar penggunanya, semakin besar tenaga dalam yang digunakan akan semakin terlihat tebal aura berwarna ungu.


Sementara Sujiwa duduk memperhatikan, dengan wajah terkagum kagum.


“Wah luar biasa ha.. ha.. ha.., aku akan mengalahkan semua wakil perguruan lain kalau bisa menguasai jurus ini”


Tidak lama kemudian, setelah menyelesaikan peragaan jurusnya, Arya memberikan pelajaran jurus itu pada Sujiwa sekaligus pada Tetua Daya.

__ADS_1


Sujiwa mengalami kesulitan memahami tiap tiap bagian dari jurus Tarian Pedang Lembayung tingkat 1, namun dengan sabar Arya menjelaskan satu per satu.


Tetua Daya juga tidak ragu ragu ikut belajar memahami setiap petunjuk yang diberikan oleh Arya.


__ADS_2