Sang Pendekar Seribu Bayangan

Sang Pendekar Seribu Bayangan
21. Akar Daun Merah


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Arya akan berdiam di perpustakaan, mematangkan rencanakan perbaikan jalur Krida Ketua lalu setelah itu digunakan untuk membaca buku buku dari jaman Kerajaan Kadipura.


Ditengah perjalanan, dia dihadang Esti.


"Kakak, mau kemana?"


"Seperti biasanya Esti, Kakak mau ke perpustakaan"


"Kakak tidak bosan setiap hari belajar di perpustakaan?"


Arya tersenyum lebar, merasa sudah banyak orang yang menanyakan hal itu padanya.


"Tidak bosan, karena Kakak menikmatinya, Esti"


"Kakak, bermainlah denganku .. Kak Dini disuruh Guru melakukan sesuatu, jadi aku tidak bisa bermain dengannya"


"Baiklah, kamu mau main apa?"


"Bagaimana kalau mencari bunga?"


"Wweeww .. kakak kan laki laki?"


"Ya tidak apa apa, bunga kan bagus ... "


Arya berpikir taman bunga ada di luar perguruan jadi dia tidak akan takut kalau ada yang orang lain yang melihat dia bermain bunga bunga.


"Ya sudah, ayo ..."


Esti sangat senang keinginannya terpenuhi, Arya dibawanya ke taman bunga di halaman belakang perguruan. Taman Bunga itu sangat luas, banyak sekali jenis bunga yang ada disana.


Ternyata Arya diminta Esti untuk merangkai bunga bunga yang ada disana, nanti hasil rangkaian bunga yang lebih bagus yang menang.


Arya berkeliling memetik bunga bunga yang dirasa bagus dan dikumpulkannya. Saat langkahnya sampai di ujung taman, dia melihat tumbuhan merambat yang sangat luas namun tidak terawat.


Dia mengenalinya, itu adalah tumbuhan Daun Merah, akarnya dapat digunakan untuk meningkatkan kerja Ulu hati, artinya orang yang memakannya akan menghasilkan energi dalam yang besar.


Arya segera mengambil satu akar besar tumbuhan itu, sambil memetik bunga bunga lagi. Saat dirasa cukup, Arya segera mencari Esti.


Akhirnya dia menemukan Esti yang juga sudah selesai merangkai bunga.


"Esti, ini rangkaian bungaku, bagus bukan?"


"Kakak itu apa?"


Esti penasaran dengan akar Daun Merah yang dibawanya.


"Oh ini akar Daun Merah, aku mengambilnya dari ujung sana, kenapa?"


"Aahh .. ini tanaman beracun kak ... "


"Oh ya ... tidak apa apa, nanti biar kucoba sendiri dulu"


Arya percaya diri sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jangan kak, tanaman itu dulu milik Ketua sebelum Ketua Yama, kata beliau itu tanaman berbahaya ..."


"He.. he.. tenang saja Esti, aku tahu apa yang aku lakukan"


Arya masih tersenyum, makin membuat Esti penasaran.


##


Arya dan Esti kembali ke pondok Arya, disana Arya membersihkan akar itu, lalu mengupas kulitnya hingga bersih.


Esti hanya duduk dan melihat apa yang Arya lakukan.


Setelah mendapatkan daging bersih dari akar Daun Merah, Arya merebusnya dengan air satu gelas.


Sekitar 20 menit kemudian, Arya mengambil kuali kecil berisi rebusan daging akar tadi.


Beberapa saat kemudian, Arya mencoba meminum air rebusan tadi. Lalu duduk bersila, melihat reaksi badannya, ternyata tidak terasa apa apa.


Arya berpikir keras, mencari jawaban kenapa tidak ada perubahan apa apa.


Kemudian Arya teringat penjelasan dari buku, kalau kandungan tumbuhan perlu dipanaskan untuk menguatkan khasiatnya.


Mungkin panas dari air rebusan belum cukup, bagaimana kalau dibakar langsung.


Arya kemudian mengambil lagi akar Daun Merah, kali ini mengambil cukup banyak akar, Esti mengikuti Arya kemana mana, dia tidak mengerti apa yang dilakukan Arya, tapi tidak berani bertanya karena Arya terlihat seperti sedang hidup di dunia nya sendiri.


Sekarang dihadapannya nampak daging dari akar Daun Merah yang sudah dibakar, bentuknya menjadi seperti arang.


Setelah agak ragu ragu, Arya akhirnya mencoba memakannya langsung, hanya satu gigitan saja.


Masih tidak terasa apa apa.


Arya kemudian mencoba menggunakan Teknik Akal Dewa nya, membuka kembali semua ingatannya tentang cara memanfaatkan obat dan membuka diskusi dengan 4 orang bayangannya.


Tidak lama kemudian, Arya menghentikan meditasinya dan tersenyum.


Esti yang dari tadi hanya diam memperhatikan tingkah laku Arya, ikut tersenyum, baru kemudian sadar dan bingung, kenapa dia jadi ikut tersenyum.


"Sepertinya belum bisa hari ini kita mencobanya, Esti ... "


"Loh .. kenapa kak?"


"Karena Kakak perlu mempelajari sesuatu terlebih dahulu"


##


Esok paginya, Esti dengan semangat datang lagi ke pondok Arya.


Arya baru selesai bersiap siap, dia sudah membersihkan beberapa akar Daun Merah.


Semalaman dia belajar jurus Membelah Matahari, karena Arya tahu hanya dengan jurus itu dia bisa menghasilkan panas yang melebihi api biasa.


"Esti, aku minta kamu merahasiakan apa yang akan kamu lihat disini, bisa?"

__ADS_1


Esti nampak berpikir sejenak, lalu mengangguk angguk.


Arya menyiapkan piring, kemudian diatasnya dia menggenggam kuat daging akar Daun Merah, lalu tiba tiba dalam sekejap keluar api dan kemudian langsung padam.


Daging akar Daun Merah yang digenggam Arya menjadi rapuh, kemudian Arya meremasnya, daging akar Daun Merah menjadi bubuk halus dan jatuh di piring yang Arya siapkan.


Arya kemudian mengambil air setengah gelas dan memasukkan bubuk tadi. Kemudian Arya mengaduk dan meminumnya.


Arya segera melakukan meditasi, dia merasakan tubuhnya mulai menyerap kandungan Daun Merah tadi, lalu mengarah ke Ulu hatinya. Kemudian Arya mencoba menarik energi dari ulu hatinya ke Kundalini, tiba tiba terasa aliran energi yang lebih banyak dari biasanya keluar dan mengarah ke Kundalininya.


Arya menghentikan meditasinya dan melihat ke arah Esti.


"Berhasil Esti ... kita berhasil membuat obat penambah tenaga dalam"


Arya tertawa puas, akhirnya dia bisa memanfaatkan Akar Daun Merah.


Esti ikut tertawa lebar, lalu tiba tiba tertawanya berhenti saat mendengar kata kata Arya.


"Kamu mau mencobanya?"


Esti langsung tersenyum lebar kembali.


"Mau .. mau kak"


Esti sudah siap meminum campuran air dan sari Daun Merah, namun sebelumnya Arya sudah memastikan ulu hati Esti mampu menghasilkan sekitar 10 Gelung energi.


Arya duduk dibelakang Esti, sambil meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Esti.


Setelah larutan itu diminum Esti, Arya segera mengerahkan tenaga dalamnya memeriksa ulu hati Esti.


Beberapa saat kemudian, Arya meminta Esti mengeluarkan energi dalam dari ulu hatinya.


Arya merasakan ada sekitar 15 Gelung energi dari ulu hati Esti.


Esti mencoba mengerahkan tenaga dalamnya.


"Wahh ... Kak, badanku terasa lebih ringan sekarang, sepertinya benar tenaga dalamku meningkat"


##


Arya dan Esti berdua menemui Tetua Untari dan menyampaikan temuan mereka.


Tetua Untari nampak kaget lalu nampak sangat senang.


"Aku minta hal ini dirahasiakan terlebih dahulu, Arya .. Esti .."


"Baik Tetua .."


Keinginan Tetua Untari untuk meningkatkan bela diri semua murid Perguruan Anggrek Putih kemungkinan akan segera terwujud.


Kemudian Tetua Untari ikut mencoba larutan akar Daun Merah. Tetua Untari merasakan ada peningkatan tenaga dalam, tapi tidak terlalu besar.


Arya memang sudah memperkirakannya, larutan akar Daun Merah ini hanya akan berkhasiat lebih untuk Golongan Pendekar Mula dan Madya, lalu satu hal lagi, jika meminum larutan terus menerus, lama lama khasiat larutan juga akan berkurang hingga akhirnya nanti tidak akan terjadi perubahan apapun.

__ADS_1


__ADS_2