Sang Pendekar Seribu Bayangan

Sang Pendekar Seribu Bayangan
5. Kitab Teknik Akar Bumi


__ADS_3

Setelah kejadian Arya yang ceroboh menghimpun Tenaga Dalam tanpa memahami tekniknya dengan baik, Tetua Daya menjadi lebih banyak memberikan pengetahuan kepada Arya mengenai Tenaga Dalam.


Malam itu, seusai mereka menghabiskan makan malam, Tetua Daya memanggil Arya untuk berbincang bincang.


"Arya, sebenarnya di perpustakaan kita terdapat banyak buku buku istimewa mengenai ilmu silat, besok Guru akan memberi salah satunya"


"Terimakasih, Guru"


Arya meyakini jika guru akan memberinya buku yang benar benar istimewa. Hatinya sangat senang dan merasa tidak sabar ingin segera mengetahui buku apa yang akan diterimanya.


Tetua Daya lalu menjelaskan mengenai tingkatan Tenaga Dalam seorang pendekar.


Tingkatan Tenaga Dalam seseorang dibedakan menjadi 10 tingkat. Sebenarnya yang menjadi ukuran tingkat tenaga dalam adalah kecepatan alir energi seseorang. Semakin cepat jumlah aliran energi, maka seorang pendekar akan mampu melepas Tenaga Dalam yang semakin besar.


Namun lain halnya untuk kasus Arya Lingga, badan Rangkawi memungkinkan pemiliknya untuk memperbesar Jalur Krida nya, sehingga semakin besar ukuran jalur Krida, maka akan semakin besar energi yang dapat terkirim sehingga pendekar tersebut dapat melepas Tenaga Dalam yang lebih besar juga.


Apabila pemilik badan Rangkawi mempunyai ukuran Krida dua kali badan biasa dan memiliki kecepatan alir energi yang sama, maka jumlah energi yang mengalir padanya adalah dua kali manusia biasa.


Jadi pemilik Badan Rangkawi, akan memiliki kemungkinan lebih besar mempunyai tingkat Tenaga Dalam beberapa kali lipat diatas badan biasa.


Satuan jumlah Tenaga Dalam sendiri dinamakan Gelung, satu Gelung adalah setara jumlah energi yang digunakan manusia biasa untuk bekerja memotong kayu sehari penuh.


Tenaga Dalam tingkat 1 adalah untuk pendekar yang bisa mengeluarkan 10 Gelung, tingkat 2 bagi yang mampu mengeluarkan 20 Gelung, tingkat 3 bila sanggup melepas 40 Gelung, dan seterusnya hingga tingkat 10 bisa mengeluarkan 5120 Gelung dalam satu waktu.


Tetua Daya juga menjelaskan sifat lain dari Tenaga Dalam, yaitu ternyata Tenaga Dalam dapat juga di sirkulasi kan dari seluruh tubuh ke Kundalini.


Apabila tingkat Tenaga Dalam sudah tinggi, energi yang di sirkulasikan akan bisa menjadi tameng badan, bahkan pada tingkatan tertentu, badan bisa menjadi kebal senjata tajam.


Pagi harinya, Tetua Daya benar benar memberi Arya sebuah buku.

__ADS_1


Dari judulnya Arya membaca Teknik Akar Bumi, seperti penjelasan Tetua Daya sebelumnya, buku ini berisi pelajaran teknik tinggi untuk menghimpun tenaga dalam.


Tetapi sebelum memulai praktek teknik tersebut, Tetua Daya harus membuka penuh 7 simpul Krida milik Arya. Karena pada tingkat pembelajaran tertentu, apabila satu saja simpul tidak terbuka penuh, maka aliran energi akan saling bertabrakan dan dapat menyebabkan luka dalam yang sangat berat.


Tetua Daya juga menjelaskan jika kitab ini adalah milik Gurunya Abimana, syarat membuka simpul juga diketahuinya dari sang Guru. Tetua Daya juga mengajari Arya cara membuka dan menutup penuh ke tujuh simpul tersebut.


Manusia pada dasarnya memiliki simpul yang terbuka separuh, karena apabila tertutup penuh, meski hanya satu simpul, maka dipastikan aliran tenaga dalam orang tersebut akan kacau sehingga akan dapat membahayakan.


Waktu sudah menjelang sore hari, saat Tetua Daya selesai memberikan pelajaran mengenai 7 simpul tadi.


Sekilas membaca buku tersebut, ternyata isinya terbagi menjadi 4 bagian, yakni Bagian Teknik Sirkulasi Energi dan Kegunaannya, Bagian Teknik Memperbesar Krida, Bagian Teknik Memperbesar Kundalini, dan Bagian Teknik Meningkatkan Produksi Energi dari Ulu Hati.


Malam hari nya, Tetua Daya mengajak Arya berlatih menghimpun Tenaga Dalam.


Arya duduk bersila dan memulai ritualnya, sementara Tetua Daya duduk dibelakang dan menempelkan kedua telapak tangannya ke punggungnya.


Tidak lama berselang, Arya merasakan adanya aliran energi menuju Kundalininya.


"Alirkan perlahan lahan dulu, Arya. Kamu harus berlatih mengendalikan aliran energi itu"


Arya menurut, aliran energi itu dibuatnya sepelan dan selancar mungkin.


"Bagus, jaga aliran tetap lancar, jangan sampai tersendat sendat, karena akan berbahaya bagi Kundalini mu saat nanti kamu mengalirkan energi dalam jumlah besar, karena kejutan dalam aliran bisa merusak Kundalini"


"Nah sekarang cobalah meningkatkan secara perlahan, jumlah aliran energi dari ulu hati mu, Arya"


Aliran energi dari ulu hati Arya mulai meningkat secara pelan pelan. Tetua Daya terkejut, mengetahui jumlah energi yang keluar dari ulu hati Arya. Aliran itu sangat besar untuk ukuran anak seumuran Arya.


Tetua Daya memperkirakan sekitar 100 Gelung yang sudah tersimpan di Kundalini Arya. Tiba tiba aliran energi yang cukup besar itu mengecil mendadak.

__ADS_1


"Kenapa tiba tiba mengecil dengan cepat Guru?"


"Nah, sekarang berhentilah, ulu hatimu sudah selesai mengeluarkan semua energi"


Arya segera menghentikan semua aliran energinya, dan mengatur napas. Karena sangat konsentrasi dengan pelajarannya, Arya baru menyadari jika badannya terasa sangat lelah.


"Istirahatlah dulu Arya, keringatmu sangat banyak"


Selepas membuka matanya, Arya langsung membaringkan tubuhnya disamping Gurunya yang masih duduk ditempat yang sama.


"Ini adalah pertama kalinya, kamu memeras ulu hati, jadi wajar jika kamu akan merasa sangat lelah"


Tetua Daya menjelaskan jika para Pendekar yang terbiasa bertarung akan sering memeras ulu hatinya, sehingga ulu hati mereka terbiasa bekerja keras menghasilkan energi.


Tetapi Tetua Daya menyarankan agar Arya belajar ilmu pengobatan saja, karena pengobatan juga akan membutuhkan banyak Tenaga Dalam, jadi bisa sekalian melatih ulu hati menghasilkan energi.


Tetua Daya menjelaskan karena sering bertarung akan menimbulkan potensi permusuhan sementara pengobatan akan lebih bermanfaat bagi sesama.


Setelah malam latihan itu, malam malam berikutnya Tetua Daya mengajak Arya untuk terus berlatih menghimpun Tenaga Dalam, sambil memberikan penjelasan pada setiap pertanyaan Arya.


Tanpa terasa sudah hampir setahun lamanya, Arya tinggal di Perguruan Sedati Agung. Selama hampir setahun itu, selain memperdalam jurus Tendangan Halilintar, jurus Pukulan Pemecah Gunung, dan mempelajari 4 bagian Teknik akar Bumi, Arya juga menambah 2 jurus lagi, yaitu Jurus Memindah Air Terjun dan Jurus Menghalau Depa.


Jurus Memindah Air Terjun adalah jurus seni bertahan dengan memanfaatkan serangan dari lawan dan mengubahnya menjadi serangan balik kepada lawan.


Sementara Jurus Menghalau Depa adalah jurus yang sangat bermanfaat apabila berhadapan dengan musuh yang menggunakan senjata atau posisi lawan berada diluar jangkauan tangan dan kaki.


Kedua jurus ini adalah jurus yang diolah dengan melancarkan tenaga dalam, sehingga akan kurang bermanfaat apabila digunakan oleh pendekar yang belum atau mempunyai tenaga dalam yang terbatas.


Menurut penjelasan Tetua Daya, sebenarnya kedua jurus tadi tidak diajarkan sembarangan kepada murid Perguruan Sedati Agung, melainkan tingkat yang paling rendah yang menguasai adalah 7 orang Penjaga Utama Perguruan Sedati Agung.

__ADS_1


__ADS_2