
Hari yang ditunggu tunggu akhirnya tiba.
Pagi itu suasana lapangan besar sangat ramai, tiga sisi arena panggung sudah di kelilingi penonton yaitu murid murid perguruan Sedati Agung, sementara satu sisi untuk para pemimpin perguruan Sedati Agung dan 2 Tetua tamu perguruan.
Di bagian depan dari tiga sisi penonton, di sisi kiri bagian depannya ditempati guru dan murid wakil Perguruan Harimau Terbang, di sisi kanan bagian depannya diisi guru dan murid wakil Perguruan Anggrek Putih, sementara sisi di depan seberang sisi para tetua perguruan diisi guru dan wakil peserta Perguruan Sedati Agung.
Arya dan Tetua Daya duduk di samping para wakil Sedati Agung.
Yang paling ramai adalah bagian sisi kanan, karena diantara murid ada yang memanggil manggil nama Andini, diikuti dengan suara sahut sahutan saling mengejek.
"Nona Andiniii..."
"Woy ... jangan panggil panggil kekasih ku"
"Kuda ketua itu kekasihmu ..."
"Ha.. ha.. ha.. ha.."
Diantara barisan wakil Anggrek Putih, hanya Pramesti yang tertawa tawa mendengar suara sahut sahutan dibelakang mereka, tapi tidak lama, karena Guru Kenanga memelototinya.
Arya yang sayup sayup mendengarnya juga ikut tertawa tawa, pandangannya lalu mengarah ke samping, ada Anjani yang juga tak kalah cantik dari Andini, pikiran Arya kenapa tidak ada yang menggodanya.
Tiba tiba Anjani menoleh ke arah Arya, Arya yang masih tertawa tiba tiba langsung diam dan mengalihkan pandangan karena Anjani ternyata memelototinya.
Sujiwa yang tegang karena akan bertanding tidak memperdulikan sekitarnya.
Tetua Daya yang duduk disamping Arya, tersenyum geli melihatnya.
Tidak lama kemudian Tetua Damarseka berdiri dan membuka acara.
Latih tanding pertama adalah Kelas Pendekar Mula Tingkat 4 antara Perguruan Sedati Agung melawan Perguruan Harimau Terbang.
Sebagai wasit adalah Penjaga Utama ke 6, Guru Darmajaya.
Nampak dua anak laki laki, wakil dari Sedati Agung dan Harimau Terbang sudah berhadapan dan siap berlatih tanding.
Peraturannya adalah tidak boleh memukul daerah vital dan wajah, memukul bagian belakang, dan waktunya hanya dibatasi 20 menit.
Semua peserta perempuan juga diwajibkan menggunakan baju pelindung dari karet.
Dalam latih tanding juga tidak ada yang akan dinyatakan menang atau kalah.
Guru Darmajaya memberi tanda latih tanding dimulai.
Pertukaran jurus berlangsung seru, setelah berjalan 10 menit, terlihat wakil dari Harimau Terbang kewalahan menghadapi wakil Sedati Agung. Tak lama kemudian, wasit menghentikan pertandingan karena badan wakil Harimau Terbang beberapa kali sudah terkena pukulan wakil Sedati Agung.
Selanjutnya latih tanding antara wakil Sedati Agung dengan Wakil Anggrek Putih.
Latih tanding itu tidak berapa lama kemudian selesai, karena wakil Anggrek Putih tidak bisa mengimbangi jurus wakil Sedati Agung.
Setelah beberapa pertandingan, latih tanding naik kelas menjadi kelas Mula Tingkat 5.
Latih tanding pertama wakil Anggrek Putih melawan wakil Harimau Terbang, ternyata antara Pramesti melawan Maheswara.
Saat pertandingan dimulai, Pramesti langsung membuka dengan serangan cepat, ternyata Maheswara gesit menghindar sambil melepaskan pukulan, Pramesti agak terlambat menghindar sehingga pundaknya sempat terserempet.
__ADS_1
Akhirnya ketika latih tanding berlangsung 10 menit, wasit menghentikan pertandingan karena Pramesti sudah kewalahan dan terkena beberapa kali pukulan.
Pertandingan selanjutnya adalah wakil Sedati Agung melawan Harimau Terbang.
Anjani nampak naik ke panggung, wajahnya serius tanpa senyuman.
Terdengar bisik bisik dari belakang Arya.
"Kasihan anak laki laki itu, dia pasti sedang sial"
"Iya kali ini murid Harimau Terbang melawan harimau sungguhan ..."
"Ha.. ha.. ha.."
"Aku tidak akan tega melihat anak laki laki gemulai itu dipukuli Anjani"
Arya yang tidak mengetahui kemampuan Anjani menjadi penasaran, apakah benar yang dikatakan teman teman perguruan dibelakangnya.
Pertandingan dimulai.
Anjani tampak masih memasang kuda kuda, tidak terlihat akan menyerang, sementara Maheswara ragu ragu sejenak saat akan menyerang, tapi kemudian akhirnya dia melepaskan pukulan ke arah dada Anjani.
Anjani segera merubah kuda kudanya, menangkis pukulan Maheswara dan melepaskan pukulan cepat ke arah dada Maheswara.
Bbuukkk ...
Pukulan Anjani telak mengenai dada Maheswara.
Maheswara langsung jatuh kebelakang.
Penonton kaget tidak menyangka Anjani bisa menjatuhkan Maheswara dengan sekali pukul.
Tetua Ranu sempat berdiri nampak sangat khawatir tapi segera duduk kembali.
Guru Raksaka kaget tidak menyangka dan segera mendekati Maheswara.
Wasit segera menghentikan pertandingan dan memeriksa kondisi Maheswara, untungnya dia tidak terluka, hanya merasa sakit dan tentunya terkejut berat.
"Anakmu sangat berbakat, Tunggul ... hanya gaya beladirinya seperti laki laki, lebih baik Anjani menjadi muridku saja"
Tetua Wulansari berkata kepada Guru Tunggul, mendengarnya Tetua Tunggul hanya tersenyum tipis dan mengangguk angguk.
Anjani dengan wajah tanpa ekspresi melepas baju pengamannya dan berjalan kembali ke bangkunya.
Setelah Anjani duduk, terdengar bisik bisik tidak jelas di belakang.
Anjani langsung menengok dan menebar pandangan tajam ke sekeliling.
"Hhhiiiii ..."
Langsung semua murid dibelakang menunduk dan diam.
Melihat teman teman seperguruannya ketakutan, Arya tidak kuat menahan tawa, dia mencoba menutup mulutnya dengan tangan tapi masih terdengar pelan suaranya.
Tetua Daya dan Sujiwa juga ikut tertawa tertahan, tiba tiba Anjani melihat mereka bertiga dengan pandangan membunuhnya.
__ADS_1
Tetua Daya, Sujiwa dan Arya juga langsung mengalihkan pandangan dan diam.
Acara latih tanding dihentikan sejenak untuk istirahat.
Anjani beranjak pergi dari tempat duduknya, dan pergi mengarah ke tempat duduk perguruan Harimau Terbang.
"Adik, kekasihmu galak sekali .. "
"Ha.. ha.. awas jangan keras keras kak, kalau dia dengar, Kakak bisa habis dihajarnya"
Tetua Daya ikut terkekeh mendengar perbincangan mereka.
Anjani mendekati Maheswara yang masih memegang megang dada.
"Masih sakit ya? Maaf"
"Eh tidak kok, sudah tidak sakit ... tidak apa apa, sudah wajar kalau kena pukul saat latih tanding"
Setelah Anjani meminta maaf, dia segera kembali ke tempat duduknya karena acara akan kembali dilanjutkan.
Latih tanding selanjutnya adalah kelas Mula Tingkat 6.
Nilam Sari dan Andini nampak sudah berhadapan dan siap melancarkan jurus.
Latih tanding dimulai.
Andini mengambil kesempatan melakukan serangan, dia mengarahkan pukulan ke dada kiri Nilam, Nilam dengan cepat menghindar dan mencoba membalas pukulan ke arah dada kanan Andini.
Pertarungan berjalan seru dan imbang, masing masing nampak sama kuat.
Akhirnya wasit menghentikan latih tanding karena waktu sudah 20 menit.
Beberapa latih tanding kemudian, saatnya latih tanding antar Kelas Madya Tingkat 1.
Kanaka melawan seorang anak perempuan dari Anggrek Putih.
Karena pertarungan akan berbahaya, maka semua peserta wajib menggunakan baju pelindung.
Kanaka dengan mudah membuat wasit menghentikan latih tanding dengan wakil dari Anggrek Putih, karena pada baju pelindung wakil Anggrek Putih terlihat sudah banyak bekas tebasan pedang Kanaka.
Latih tanding dihentikan sementara untuk memberi waktu Kanaka beristirahat, karena setelah ini akan berhadapan dengan Sujiwa.
Sujiwa dengan Kanaka sudah berhadapan, siap melancarkan jurus jurus andalannya.
Latih tanding dimulai.
Sujiwa mempergunakan jurus Kibasan Sejuta Pedang, sementara Kanaka menggunakan jurus Pedang Taring Harimau yang biasa digunakan di perguruan Harimau Terbang.
Beberapa jurus telah berlalu, keadaan masih seimbang. Kanaka yang tidak sabar segera menggunakan jurus andalannya Jurus Pedang Terjangan Harimau.
Sujiwa yang mulai terdesak segera mempersiapkan jurus Tarian Pedang Lembayung Tingkat 1.
Gaya permainan pedang Sujiwa mulai berubah, lalu samar samar terlihat aura ungu melingkupi seluruh tubuh dan pedang.
Semua penonton terkesima, gerakan jurus yang sangat indah dan seperti orang sedang menari.
__ADS_1
Tetua Wulansari kaget setengah mati, Jurus Tarian Pedang Lembayung !!!