
Tetua Daya meski memiliki badan yang kurus dan sepertinya tidak bertenaga, namun tidak pernah sekalipun meminta bantuan atau menyuruh Arya untuk melakukan sesuatu.
Seperti pagi ini, tanpa diminta, Arya membersihkan tempat duduk dan meja gurunya di perpustakaan.
Setelah selesai membantu gurunya, Arya mulai mengarah pada urutan rak kedua dari depan, dia mulai menurunkan beberapa buku dan membersihkan rak dan buku buku tersebut.
Saat membersihkan salah satu buku, Arya tertarik dengan judul buku yang dipegangnya. Buku itu memiliki judul Teknik Menghimpun Tenaga Dalam.
Arya sangat senang dengan temuannya ini, segera setelah membersihkan semua buku yang diturunkan dan rak tempatnya, dia mengembalikan dan menyusun dengan baik semua buku buku di rak.
Arya selalu mengingat wejangan dari bibinya tercinta, agar dalam kondisi buru buru seperti apapun diusahakan untuk menyelesaikan dan membersihkan sisa pekerjaan sebelum meninggalkannya.
Arya menikmati saat saat mulai membuka dan membaca buku yang menarik minatnya. Dibacanya pelan pelan dan dipahaminya dengan penuh konsentrasi.
Saat hampir setengah buku selesai dibacanya, Arya mulai mempercepat bacaannya dan memilih bagian bagian penting saja yang dibacanya.
Merasa sudah selesai membaca buku itu, Arya mulai mempraktekkan apa yang telah dibacanya.
Arya duduk bersila diantara rak buku, memejamkan mata dan mulai berkonsentrasi menenangkan pikirannya.
Arya mulai mengambil napas napas panjang dengan perlahan lahan. Seperti dibaca dibuku tadi, Arya memusatkan perhatiannya pada ulu hati dan mencoba merasakan adanya energi yang keluar dari sana.
Setengah jam berlalu, namun Arya belum juga merasakan ada sesuatu yang keluar dari ulu hatinya.
Tiba tiba Arya mulai bisa merasakan sesuatu mulai mengalir keluar dari ulu hati, kemudian seperti apa yang dipelajari di buku tadi, dia mulai menyalurkan seluruh energi tersebut ke Kundalini yaitu area sedikit dibawah pusar.
Namun karena seperti menemui jalan buntu, Arya kemudian mulai menyalurkan energi dari ulu hati ke seluruh badannya.
Arya mulai merasakan aliran energi ke seluruh badannya, yang awalnya terasa lemah kini dia mulai merasakan energi yang keluar dari ulu hatinya semakin menguat dan aliran energi itu ke sekujur tubuhnya juga mulai terasa semakin deras.
Arya mulai merasa panik, karena jumlah energi yang keluar dari ulu hatinya semakin lama semakin besar, sehingga aliran ke seluruh badan juga terasa mulai terlalu deras dan Arya tidak bisa menghentikan atau bahkan mengurangi energi yang keluar dari ulu hatinya.
__ADS_1
Sekujur tubuhnya mulai terasa perih, dan terasa semakin menyakitkan, Arya merasa sangat ketakutan.
Ingin rasanya Arya menghentikan ritualnya, membuka mata dan berdiri, namun tidak bisa, begitu juga dengan usahanya menghentikan energi yang keluar dari ulu hati tetaplah tidak berhasil.
Beberapa saat kemudian, tiba tiba Arya merasakan ada kekuatan lain yang menekan jumlah energi yang keluar dari ulu hatinya dan mengarahkan aliran energi itu ke Kundalini nya.
Lokasi sedikit dibawah pusarnya mulai terasa panas, dan tiba tiba terasa seperti ada sumbatan yang lepas lalu energi itu seperti mengisi suatu ruang kosong.
Perlahan lahan kekuatan itu menghilang dan Arya juga mulai bisa mengurangi energi yang keluar dari ulu hatinya. Arya membuka matanya perlahan setelah berhasil menghentikan energi yang keluar.
Arya baru menyadari kalau ternyata ada gurunya duduk bersila berada dibelakangnya.
"Kamu ceroboh Arya, kalau tidak ada yang membantumu, tubuhmu akan meledak"
Tetua Daya berkata dengan nada marah. Selama menjadi murid beliau, baru kali ini, Arya melihat Tetua Daya marah.
"Ma..a..afkan murid, guru"
Arya baru menyadari kalau di sekeliling tempatnya duduk, buku buku di rak berjatuhan. Nampaknya akibat pengerahan tenaga dalamnya tadi, energi yang terpancar sampai menggetarkan daerah sekitar.
"Kamu tahu Arya, badanmu sangat istimewa, badanmu ini disebut badan Rangkawi"
Arya agak terkejut disebut memiliki badan istimewa, lalu dia mendengarkan dengan seksama penjelasan dari gurunya.
"Badan Rangkawi adalah sangat langka, manusia satu satunya dan terakhir yang diketahui memiliki badan Rangkawi adalah guruku Abimana"
"Sebelum meninggal beliau adalah termasuk golongan Pendekar Ahli tingkat 3, dan dengan bakatmu guru yakin kamu bisa mencapai golongan yang sama di usia yang lebih muda, Arya"
"Mohon bimbingan dan arahan guru"
Badan Rangkawi adalah jenis badan yang memiliki ulu hati dengan kemampuan bisa menghasilkan tenaga dalam 100 kali lebih besar daripada manusia biasa. Kemudian badan Rangkawi juga memiliki ciri ciri selain memiliki ukuran sistem jalur Krida di seluruh tubuh yang lebih besar, kelebihan yang lain adalah dapat dilatih agar tumbuh lebih besar, sementara manusia biasa tidak bisa.
__ADS_1
Jalur Krida adalah sistem pengiriman energi dari Kundalini ke seluruh tubuh, sehingga apabila memiliki ukuran lebih besar maka tenaga dalam yang bisa dilepaskan keluar tubuh juga akan menjadi lebih besar.
"Sebenarnya ada rasa penasaran yang ingin kutanyakan padamu, Arya"
"Silahkan Guru, Murid akan menjawab sejujurnya"
"Disaat murid lain tidak ada yang mau menjadikanku Guru, kenapa kamu malah mengajukan diri? Padahal selama kuperhatikan dalam beberapa bulan, kamu juga memiliki bakat beladiri yang luar biasa"
"Aku sudah tidak bisa melancarkan jurus lagi, kalau kamu mencari Guru yang hebat pasti perkembangan bela dirimu akan menjadi lebih baik"
"Benar guru, kalau ingin belajar beladiri yang hebat harus dengan guru yang hebat. Murid merasa dibandingkan dengan 20 Guru yang ditawarkan, Guru adalah guru yang paling hebat"
"Mungkin memang benar Guru sudah tidak bisa melancarkan jurus lagi, tapi setidaknya Guru pernah menjadi Pendekar Ahli tingkat 1, jadi Murid kalau mau belajar giat pasti bisa menyamai Guru, tapi kalau dengan guru yang ditawarkan kemarin, Murid hanya bisa sampai Pendekar Madya, Guru"
"Karena mereka belum pernah menjadi Pendekar Ahli ya? he .. he .. he"
"Eh, tapi darimana kamu tahu kalau aku pernah menjadi Pendekar Ahli?"
"Murid juga tahu kalau guru adalah saudara perguruan Mahaguru dan Gusti Patih. Murid tahu dari membaca buku, Guru"
Mendengarnya Tetua Daya tertawa terbahak bahak sambil mengelus jenggotnya.
"Ternyata aku terkenal juga ya? Pengetahuanmu sangat luas, Arya"
" O iya, siapakah orang tuamu?"
"Murid tidak mengenal orang tua kandung, Guru. Murid dibesarkan oleh Paman dan Bibi yang menemukan Murid waktu masih bayi"
Tetua Daya sangat meyakini jika Badan Rangkawi hanya bisa diperoleh melalui garis keturunan. Sementara Guru Abimana hanya memiliki satu orang anak, anak laki laki yang menjadi murid perguruan Harimau Terbang dan gara gara jatuh cinta pada wanita yang salah membuatnya memiliki kisah hidup tragis.
Merasa ingin membalas budi pada gurunya yang sangat dia hormati, dalam hati Tetua Daya bertekad untuk membimbing muridnya ini dengan sebaik baiknya.
__ADS_1