SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
15. Kantor


__ADS_3

"Ini bukan hari libur Al" ucap Saphire sambil meringis menahan ngilu di selangkanganya.


"Kamu lupa aku bosnya,"


"Aku baik-baik saja bos" timpal Saphire dengan senyum kecilnya


"kamu yakin? jangan memaksakan diri" tambal Al sambil mencium kening Saphire cukup lama. Pria itu ingin rasanya menggantikan rasa sakit pada Saphire, ia mengelus ringan kepala Saphire penuh kasih sayang. Saphire tersenyum melihat perlakuan Al yang sangat hangat menyambut pagi ini, ya pagi ini sangat indah bagi mereka berdua.


Setelah berdebat cukup lama dan dengan wejangan wejangan dari Al, akhirnya Saphire di perbolehkan masuk kantor karena bagimanapun juga pria itu tidak bisa menolak permintaan wanitanya apalagi jika Saphire sudah menunjukan expresi seperti anak kucing yang baru saja kehilangan induknya.


Al dan Saphire baru saja turun dari mobil, wanita yang mengenakan stelan berwarna hitam itu berjalan dengan anggun di belakang sang bos, polesan make up tipis membuatnya terlihat elegan. Mereka berjalan menyusuri lobby perusahaan dan menuju lift khusus untuk menuju lantai 59.


"Jadwal hari ini?" ucap Al sambil terus melangkahkan kakinya.


"Hari ini ada meeting dengan pemegang saham mengenai peluncuran produk baru, dan nanti malam pesta perayaan ulang tahun presdir Alana Company selaku ayah nona.. Da.. ra" ucap Saphire membacakan runtutan agenda yang tersusun rapi di tabletnya, perasaan sedikit bergetar menyelimuti hatinya kala ia mengingat seorang dara.


Bagaimana wanita itu begitu menyukai bosnya ia dapatkan informasi dari mbak widdy, ternyata sudah bertahun-tahun Dara mengejar cinta seorang Al, bahkan ia tak tanggung-tanggung untuk menyingkirkan lawan wanitanya yang berusaha mendekati Al.


Dara bukan wanita biasa, ayahnya memiliki perusahaan yang cukup berpengaruh di negara ini, Dara memutuskan untuk bekerja pada Al karena ingin selalu berdekatan dengan Al. Sungguh ironis pikir Saphire, bagaimana tidak wanita itu sangat sempurna paras dan kekayaannya luar biasa namun wakyu ia habiskan hanya dengan mengejar seorang pria yang bahkan sudah menidurinya. Secara nalurian batin Saphire segera menciut mengetahui apa yang ia tahu tentang Dara.


Beginilah Saphire dan Al, mereka berlaku seprofesional mungkin ketika sedang berada di kantor. Mereka berjalan memasuki lift, pintu lift mulai menutup dan hanya menyisakan mereka berdua di dalamnya.


"Jangan khawatir, aku tidak ada hubungan apapun denganya" kata Al sambil mengelus puncak kepala Saphire.


"Mengapa tidak kamu dengan nona Dara saja, dia wanita hebat"


"Dia tidak lebih hebat dari kamu" ucap Al sambil mencium kening Saphire.


"Jangan memikirkan hal yang tidak perlu kamu fikirkan, jika urusan bisnisku dengan ayah Dara selesai aku akan menjauhkan wanita itu dari hidup kita" tambah Al.


Saphire hanya mengangguk dan tersenyum lembut. Menbuat Al tak kuasa untuk tidak mengulum bibir ranum yang membuat candu untuk dirinya.


"Hentikan Al, ini di kantor" ucap Saphire menghentikan tindakan Al.


"iya kamu benar, kantor siapa?" ucap Al sambil menaikan sebelah alisnya.


Saphire hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah bosnya yang sangat bossy dan seenaknya itu. Tapi, tingkah Al sangat hangat dan lembut untuk Saphire. Ia tidak pernah menunjukan sisi hangatnya kepada orang lain selain Saphire.


" Masih sakit ?" tanya Al


"Umm sudah lebih baik, aku hanya harus menurunkan tempo berjalanku saja"


Mereka berjalan keluar dari lift dan menyusuri lorong menuju ruang Al, dengan di barengi mengobrol santai. Karena di lantai 59 ini hanya karyawan yang memiliki jabatan dan beberapa manager yang memiliki ruangan di lantai ini.


"Bagus, bagaimana jika memang itu sudah lebih baik kita melakukanya di meja kantorku, aku rasa terasa nikmat" Ucap Al dengan santainya

__ADS_1


"Uhkkk..uhkkk..." Saphire tersedak mendengar penuturan Al yang terlihat sangat santai membicarakan hal itu.


"Hentikan Al kita sedang di kantor" ucap Saphire sambil memukul ringan lengan kokoh Al.


"Hahahaha... hati hati sayang, mengapa tidak ini kantorku hey" ucap Al sambil mengelus leher belakang Saphire agar lebih baik dari efek tersedaknya.


Saphire berjalan mendahului Al dan ingin membukakan pintu untuk sang bos.


"Hentikan itu Saphire, kamu tidak perlu melakukan itu." ucap Al menghentikan tindakan Saphire.


"ehm.. maaf pak" kata mbak widdy


"iya.. ada apa ?" ucap Al


"maaf sebelumnya, tadi saya sudah menahanya tetapi saya tidak berdaya." ucap mbak widdy. Al hanya menghembuskan nafas gusar, Saphire masih belum mengerti apa yang terjadi.


"Baiklah, biar aku yang mengurusnya" ucap Al sembari menghembuskan nafasnya dengan berat.


Al membuka pintu ruanganya dan di situ Dara langsung berlari menghambur ke pelukan Al,


"Babe kenapa kamu lama sekali sih, aku sudah menunggu kamu dari tadi" rengek Dara


"Hentikan ini Dara, ada keperluan apa kau keruanganku?" tanya Al sedikit menjauhkan tubuh Dara darinya.


"Tidak, kau tetap bersamanya. Sudah ada penggantimu" jawab Al


"Tidak bisa Al, aku tetap sekertarismu dan tidak akan pernah ada yang lainya" tambah Dara dengan nada meninggi.


"Cukup Dara"


"Apa perempuan bodoh kumuh ini yang menjadi sekertarismu Al"


"Hentikan itu, sudah cukup Dara" Bentak Al tak ingin wanitanya di hina lebih dari ini.


Dara hanya memicingkan matanya menatap Saphire dari atas ke bawah, di otaknya sudah banyak terbesit rencana jahat untuk mencelakai Saphire. Begitulah Dara, wanita yang semua keinginannya terpenuhi.


Dara kemudian kembali ke ruang kerjanya mengakhiri perdebatanya dengan Al karena tak ingin melihat Al marah lebih dari itu, ia berfikir harus menyingkirkan Saphire dengan hati-hati dan cara halus agar Al tidak mengetahuinya. Ya dia harus bermain cantik dan halus agar imagenya tidak buruk di mata Al, namun Al bukan pria bodoh yang tidak tau apa apa tentang membaca karakter orang, setidaknya sudah bertahun tahun dia menggeluti dunia gelap, jika tidak memiliki kemampuan tajam ia tidak akan bisa berdiri di puncak seperti saat ini.


Setelah pagi yang sungguh melelahkan itu, Saphire segera memasuki ruang kerja Al dan menyiapkan semua dokumen yang akan Al gunakan untuk meeting pagi ini dengan semua pemegang saham, untuk peluncuran produk baru dan melebarkan sayap perusahaan itu ke berbagai sektor.


Saat proses meeting Saphire sedikit gugup, tentunya ini adalah pengalaman pertama meeting dan bertemu dengan wajah wajah para pebisnis tersohor di negeri ini. Benar saja, hanya pebisnis hebat yang bisa bekerja sama dengan perusahaan Al.


"Baiklah, langsung saja. Manager pemasaran silahkan jelaskan mengenai peluncuran produk kita" ucap Al mengintrupsi sang Manager untuk memberikan beberapa info.


Dilanjutkan Al yang mulai membuka diskusi atau usulan dari beberapa pemegang saham jika memang ada tambahan atau evaluasi yang harus di perbaiki.

__ADS_1


"Menurut saya, bagaimana jika kita melakukan pengembangan ke Eropa melihat pasar bebas turut mendukung produk elektronik kita" ucap pak Tito salah satu pemegang saham di El Group


"Tapi bukankah kita memerlukan orang dalam jika harus memasuki wilayah Eropa" tanya pak dhika.


"Saya akan mengurus hal itu" ucap Al yang ia rasa cukup mampu untuk membackup di wilayah Eropi, meski ia harus bekerja di balik layar.


Melihat Al berkata dengan mudah dan santai membuat semua pemegang saham berfikir memang layak mereka menaruh saham di perusahaan El Group. Al pria yang mau melakukan perkembangan dan tentunya hebat.


Saphire yang sedari tadi mencatat semua dalam macbook mengerutkan alisnya,


"Hey, itu tidak mudah Al. Pasar Eropa itu sulit..." bisik Saphire mendekatkan dirinya di samping Al. Belum selesai Saphire berbicara ia sudah menghentikan bicaranya karena di potong oleh Al.


"Tenang baby, aku akan mengurusnya dan itu cukup mudah." tambah Al dengan mengelus paha mulus Saphire di bawah meja.


"Hentikan Al, nanti mereka akan melihatnya" ucap Saphire dengan gugup mengamati sekitar yang mereka masih sibuk saling berdiskusi mengenai produk.


"Ah sepertinya nikmat bercinta di atas meja ini darling" ucap Al sambil tersenyum nakal pada Saphire.


Saphire hanya membutar bola matanya malas, bagaimana bisa pria yang 5 menit sebelumnya memimpin rapat dengan gagah dan hebat, sekarang berubah menjadi pria mesum. Saphire hanya menggerutu dalam hati merasakan tangan Al yang sedikit demi sedikit mulai masuk ke dalam roknya.


Tubuh Saphire mulai merasa sedikit menikmati sentuhan jari jari Al yang menyusup ke intimnya. Ia menahan dirinya agar tak bersuara dan membuat perhatian di dalam meeting ini.


Saphire mencoba menghentikan itu, ia menahan tangan Al agar tak memasuki dirinya. Wanita itu menarik tangan Al dari bagian bawah dirinya, namun bukan Al jika tidak mengganggu wanitanya. "Aku hanya mengecheck apakan masih sakit atau tidak honey" bisik Al dengan lembut.


"Al hentikan.." ucap Saphire sedikit keras.


Kini semua mata memandang ke arah Saphire,


"Ada apa nona Saphire? apa ada usulan lain?" tanya salah satu om om berambut putih berusia sekitar 50 tahun, Saphire tahu ia pemilik perusahaan Batu bara.


"oh sepertinya nona Saphire memiliki tambahan ide? bukan begitu nona?" tambah Al yang dengan sengaja menggoda wanitanya.


Kini wajah Saphire sudah seperti kepiting rebus yang siap santap, bagaimana dia memberikan usul atau gagasan jika 15 menit yang lalu ia sudah tidak memperhatikan sejauh mana meeting berjalan.


"A.ah i..iyaa...emm saya.." ucap Saphire dengan tergagap.


Bersambung


thanks..


Like


komen positif


dan ikutin terus episodenya guys

__ADS_1


__ADS_2