SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
04. Pandangan pertama


__ADS_3

jangan lupa like dan komen yang positif ya


thanks 😚


.


.


.


flashback on


Siang hari saat istirahat siang kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru di kampus tempat Saphire mengemban pendidikan, terlihat tiga gadis yang merencanakan sesuatu untuk memberikan pelajaran kepada Saphire.


Saphire melangkahkan kaki menuju kantin karena ingin melepaskan dahaganya di siang hari yang begitu terik. Vaska gadis atau teman yang baru saja Saphire kenal saat hari pertama orientasi itu berjalan sejajar di samping Saphire dengan membahas obrolan receh anak remaja seusia mereka,


" Saphire, lu nyadar nggak kakak lu tuh ya gantengnya kemana-mana?"


"eerggghh, enggak banget Vas dia tuh ya rese parah. Maksain buat antar jemput ke kampus coba emang gue anak SD apa" timpal Saphire yang merasa tingkah kakaknya sudah kekanakan. Hanya dengan beralasan ingin melihat dan mengawasi lingkungan tempat pendidikan adik kesayanganya pria yang memegang saham terbesar di perusahaan keluarganya itu memberikan akses yang ketat untuk adiknya.


Mereka berjalan di lorong kampus dengan bersenda gurau. Tanpa mereka sadari ada beberapa wanita yang mengawasi mereka berdua terutama Saphire.


Saat Saphire dan Vaska makan tiba-tiba datang tiga cewek dengan membawa masing masing satu mangkuk bakso yang sudah di beri kecap dan saus yang cukup banyak.


Martha dan dayang-dayangnya berjalan ke arah Saphire dengan senyum yang begitu licik. Mereka menyiramkan tiga mangkuk bakso itu secara bersamaan dengan tawa yang begitu keras dan puasnya, sontak Saphire merasa kaget suasana kantin yang awalnya ramai oleh perbincangan mahasiswa kini mencekam dengan arah pandangan menuju gadis cantik yang seluruh tubuhnya sudah basah kuyup dan kotor oleh kuah bakso bercampur kecap.


"apa salahku kak?" tanya Saphire dengan menangis, benar saja sampai saat ini Saphire tidak mengerti mengapa kakak tingkatnya itu berlaku kejam terhadapnya bahkan Saphire menginjakkan kaki di kampus ini masih dalam hitungan hari.


" Lo gausah banyak bacot ! dari awal gue udah muak banget liat muka lu yang sok kecantikan!!" teriak Martha di depan muka Saphire penuh dengan kemenangan.


Saphire hanya menangis, ia menutup mukanya dengan kedua telapak tanganya yang putih itu. Malu, ya sangat malu karena bagaimanapun juga Saphire masih Mahasiswa baru di sini bahkan sudah di permalukan sampai seperti ini. Vaska hanya bisa menenangkan Saphire sambil mencoba membersihkan rambut Saphire " ssshhh sudah jangan menangis Saphire, kamu kuat oke?" usap Vaska dengan lembut.


Tiba-tiba datang seorang pria yang memakaikan almamater kampus ke punggung Saphire dan membantu Saphire untuk berdiri. "Ayo ikut aku, kita bersihkan semua yang kotor ini" kata pria itu dengan lembut dan senyum penuh kehangatan.


Saphire lantas mendongak, menatap siapa pria yang menolongnya. Saphire tidak mengenalnya tetapi dia tahu bahwa itu Reynand selaku ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dengan senyum yang penuh kehangatan.

__ADS_1


"Rey? kenapa lo bantuin dia sih. Gue tuh..." ucapak Martha terpotong oleh suara serak dari Rey.


"Sudah cukup ! gue kecewa sama lo. Anggota BEM kita nggak ada yang bertingkah kekanakan seperti ini."


"Tapi Rey.."


"Gue bilang cukup tha!"


Saphire kemudian berdiri dan di bantu Rey serta Vaska berjalan pergi dari kantin untuk membersihkan diri.


Mulai saat itulas Saphire sangat menyukai Rey, bagi Saphire Rey adalah pangeran berkuda putihnya. Rey adalah cinta pertamanya.


Setelah kejadian tersebut hubungan Rey dan Saphire sangat dekat, Saphire tahu kalau Rey hanya menganggap Saphire seperti adiknya sendiri, Saphire pun sampai saat ini masih tidak mampu mengatakan bahwa ia sangat mencintai pria dengan senyum hangat itu.


Rey selalu menjadi penolong bagi Saphire saat di kampus, tidak hanya soal Martha bahkan di bidang akademis Rey selalu hadir untuk membantu Saphire.


flashback off


"Bagaimana sudah mendingan?" tanya Rey memecahkan lamunan Saphire di masalalu.


Saphire hanya membalasnya dengan senyuman, entah mengapa gadis itu masih saja sangat gugup saat berhadapan dengan satu pria yang sejak dulu ia sukai.


"Boleh, emm kak terima kasih ya" ucap Saphire dengan canggung.


"Hey apa ini. Kemana Saphire yang dulu selalu tersenyum riang, kenapa menjadi canggung?" kata Rey sambil berdiri setelah memijit pergelangan kaki Saphire yang terkilir.


Rey kemudian mengusap kepala Saphire seperti dulu yang sering di lakukannya, mungkin bagi Rey itu adalah rasa kasih sayang untuk adiknya namun Saphire menerima itu dengan perasaan yang berbeda.


Rey kemudian mengulurkan tanganya untuk membantu Saphire berjalan.


"Terima kasih kak. Kenapa sih kakak selalu ada di saat aku nembutuhkan bantuan"


"Karena Tuhan akan mengirimkan malaikat untuk orang ceroboh sepertimu" jawab Rey dengan gelak tawa yang pecah.


Saphire hanya mencebikan bibirnya sambil menahan sakit saat mulai berjalan menuju meja kerjanya.

__ADS_1


Sesampainya di meja kerja Saphire, Rey membantu Saphire untuk duduk. Rey kemudian berjongkok untuk melihat keadaan pergelangan Saphire kembali.


"apakah sudah mendingan?"


"sudah berkat pak malaikat" ucap Saphire dengan gelak tawa yang memancarkan satu kebahagiaan tersendiri. Bagaimana tidak, ia menerima kenyataan bahwa dia satu kantor dengan seseorang yang sejak dulu selalu ia impikan.


Rey kemudian berdiri dan mengusap kepala Saphire kembali "lain kali jangan ceroboh" ucap nya kemudian berjalan pergi meninggalkan Saphire.


.


Tak jauh dari meja kerja Saphire, ternyata dari dalam ruang CEO ada yang memperhatikan drama yang ada di luar ruangan kerjanya. Al mengeraskan rahang dan tanganya melihat kedekatan Saphire dan Rey selaku manager accounting di perusahaanya itu. Ruang kerja Al memiliki pembatas kaca dari meja Saphire, kaca satu arah berwarna hitam yang artinya Saphire tidak bisa melihat apapun yang terjadi di dalam ruangan. Namun sebaliknya, dari dalam ruangan tampak terlihat jelas apa yang terjadi di luar ruangan.


Al kemudian membalikan kursi kebesaranya untuk melihat pemandangan kota di luar sana. Ruangan yang memiliki design maskulin itu memiliki kaca luar biasa besar di belakang kursi sang CEO, hanya saja Al selalu menutupnya dengan tirai. Hanya dirinya sendiri yang seringkali menikmati keindahan kota dari ruang kerjanya.


Telepon di meja kerja Saphire berdering, dengan muka malas dan sebal Saphire mengangkat telepon itu, sudah di pastikan siapa yang meneleponya.


"Hallo selamat siang, ada yang bisa saya bantu ?"


"Sekarang ke ruanganku!" ucap sang CEO


dengan malasnya Saphire berjalan menuju ruang CEO, meskipun pintu ruang CEO dengan mejanya hanya berjarak tiga meter namun tetap saja Saphire berjalan sedikit kesusahan mengingat kakinya yang terluka.


"ada yang bisa saya bantu?" ucap Saphire dengan canggung dan sedikit rasa takut.


"pakai itu !" ucap Al sambil menunjukan sandal kamar di dekat sofa. Saphire hanya menuruti apa yang di perintahkan atasanya, sebenarnya Saphire penasaran mengapa bosnya memerintahkan hal aneh itu. Tetapi sekali lagi Saphire tak mampu bertanya karena terlihat muka Al sedang dalam keadaan mood tidak baik.


Al adalah sosok yang dingin, tidak banyak bicara. Bukan tipe lelaki hangat seperti Rey, mungkin kalau di sandingkan dengan Rey memang wajah dan postur Al jauh lebih tampan dan lebih berpostur dari pada Rey, namun soal attitude dan ramah sungguh Al jauh dari semua hal itu.


.


.


.


bagaimana kelanjutanya??

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komentar yang positif ya..


terima kasih


__ADS_2