SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
25. Hujan air mata


__ADS_3

Gadis berparas cantik itu terus berlari, ya lagi lagi gadis bergaun biru muda. Namun kini ia sudah dewasa, bukan anak kecil lagi. Ia terus berlari dengan banyak luka di tubuhnya, ketakutannya akan sesuatu yang mengancam dan membunuhnya adalah alasan ia berlari. Gadis itu adalah simbol sebuah kerajaan, putri satu satunya kerajaan yang menguasai berbagai benua.


Ia terlahir dengan paras yang luar biasa, mata berwarna saphire. Dan kekuatan yang luar biasa, namun sayang orang tuanya menyegel kekuatan itu agar tidak terdeteksi oleh orang orang yang mengincarnya. Sekali kekuatan itu bangkit maka semua akan tau dimana ia berada.


Gadis berambut legam nan panjang itu terus berlari, menghindari dan juga mencari seseorang yang ia cintai sepanjang hidupnya. Satu pria yang mampu membutakan hidupnya, yang ia bahkan rela bertekuk lutut oleh pria itu.


Pangeran dengan kekuatan hebat dari kerajaan musuh adalah pria yang ia cintai, sudah bertahun tahun mereka berdua menjalin kisah dan kasih di balik perseteruan dua kerajaan.


Seperti sebuah daging busuk, dimana kau menyembunyikan maka akan tercium juga. Kisah cinta mereka tercium oleh orang tua sang pangeran muda yang. Raja sangat marah dan murka, bagaimana bisa pangeran penerus kerajaan mereka memiliki hubungan dengan kerajaan yang selama ini menjadi musuhnya, raja mengirimkan seluruh pasukan untuk menyerang kerajaan sang gadis muda.


Pertumpahan darah terjadi dimana mana, sang pangeran bertarung dengan gagahnya dan berusaha mencari tuan putri untuk membawanya pergi dari kedua kerajaan itu, rasa cintanya membuatnya ingin menyelamatkan putri . Saat prajurit berhasil menembus kerajaan gadis itu, raja dan ratu itu memerintahkan sang putri untuk pergi dari istana. Maka ia berlari dan terus berlari tidak memiliki tujuan pasti, ia berharap sang pangeran menemukannya.


Gadis itu terus berlari di antara pohon pohon rindang, ia tidak menginginkan permusuhan dan pertumpahan darah. Gadis itu seperti memiliki tetesan darah dari Dewi Kebijaksanaan, hatinya sangat lembut. Jiwanya adalah putih, tidak memiliki rasa dendam dan amarah.


Gadis itu berlari dan sampai di ujung hutan, ia berakhir pada satu tebing tinggi dengan air terjun terus mengalir jauh ke bawahnya. Gadis itu menangis dan duduk pada sebuah batu besar yang mengarah ke bawah tebing.


"Jangan menangis"


Gadis itu mendengar suara dari balik batu, ia turun lalu melihat suara siapa di balik batu. Tangisnya tak kuasa ia tahan, gadis itu duduk tersungkur seolah tidak memiliki daya. Ia mendekat dan di sanalah sang pangeran yang ia cintai seumur hidupnya dengan dua anak panah menancap di dadanya. Darah mengucur dari mulut sang pangeran.


"Ja-jangan me-nangis putri" kata pangeran itu mengusap air mata sang putri dengan sisa sisa tenanganya.


Sang putri hanya menangis dan menggenggam tangan pangeran dengan kuat, ia tak mampu berkata kata. Ia hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan sang pangeran.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku rela melakukan apapun untukmu" kata sang putri. Mendengar itu, pangeran menggelengkan kepalanya.


"Ja-jangan, aku mencintaimu" kata sang pangeran di sela sela darah yang terus mengalir. Putri tersenyum hangat di bawah air mata yang sebagai saksi bahwa kisah cinta mereka kini berakhir tragis dan ironis.

__ADS_1


"Pangeran, aku mendambakan perdamaian di seluruh dunia. Aku mohon, wujudkan mimpiku. Bangunlah seluruh kerajaan dengan perdamaian, dimana tidak akan pernah ada kisah cinta yang berakhir dengan pertumpahan darah" kata sang putri


"Aku mencintaimu, maka aku akan kembali. Reingkarnasi akan membantu kisah kita." tambah putri.


"A-aku mohon jangan pu-putri" kata pangeran dengan terbata.


Sang putri memegang kalungnya, dan tangan satunya ia gunakan untuk memegang dada Pangeran. Putri memejamkan matanya.


"Dewi Kebijaksanaan, aku mohon berikan kekuatan yang menjadi hak ku untuk perdamaian seluruh negeri ini" kata putri.


Sebuah cahaya berwarna biru Saphire menyala pada kalung yang putri gunakan, sebuah garis berbentuk simbol dewi kebijaksanaan muncul di tangan dan dahi sang putri. Garis itu berwarna biru muda dan menyala dengan senada.


Dan dalam hitungan detik, panah dan semua luka yang berada di tubuh pangeran berpindah ke tubuh putri. Tubuh pangeran menjadi kembali seperti semula dan tak memiliki luka goresan sedikitpun, sedangkan putri memiliki semua luka dan panah itu.


"Puuuuutri, aku mohon. Jangan, kembalikan semuanya. Biarkan aku yang pergi. Putri aku mohon" teriak sang pangeran yang terbangun dan melihat kondisi sang putri sudah mengenaskan, pangeran membawa sang putri pada pangkuanya, ia tidak ingin kehilangan seseorang yang ia cintai.


"Aku mohon jangan lakukan ini putri, aku mohoooon" tangis sang pangeran pecah, ia menangis dan tak mampu melihat apa yang terjadi. Betapa besarnya cinta satu sama lain yang mereka punya, sebuah pengorbanan yang luarbiasa.


"Aku bersumpah akan menjadikan negeri ini negari yang damai putri" kata pangeran yang kemudian meletakkan telapak tangan putri di atas kepalanya.


"Aku mencintaimu, aku akan kembali" kata sang putri dengan senyum terakhir yang sangat hangat. Ia kemudian memejamkan matanya untuk selamanya.


"Putri aku mohon bangunlah!!" Teriak pangeran yang mengguncang tubuh putri, namun tidak ada guna karena tubuh sang putri sudah lemas.


"Siapapun tolong aku, dewaaa jika kalian mendengarku!! aku mohon tolong aku!! Putrii aku mohon bangunlah, aku mencintaimu putri" teriak Pangeran menangis dan memeluk erat tubuh sang putri, wanita yang ia cintai.


"aaaaaaarrrrrggghhhhh.... putri aku mohooooon"

__ADS_1


Alam seolah mendengar dan merasakan kisah pilu cinta mereka berdua, hujan turun dengan sangat deras seolah ingin menghilangkan air mata dan rasa pedih itu. Hujan yang menjadi saksi betapa kehidupan dan takdir ini terkadang tidak adil, skenario dan rencana adalah uraian hampa. Kisah sepasang kekasih yang harus berakhir dengan pertumpahan darah ribuan manusia. Sebuah jeritan dan tangisan kehilangan ribuan orang yang tak bersalah ikut merasakan efek dari pertumpahan darah itu. Banyak prajurit yang gugur di pertumpahan darah itu.


Sang pangeran menangis, meratapi dan bahkan ia merasakan separuh dari jiwanya telah hilang, dalam hati ia bersumpah untuk mengakhiri semuanya dan mewujudkan harapan putri.


****


Dalam tidur Saphire meneteskan air mata, mungkin seseorang akan berkata ia bermimpi hal yang buruk. Namun itu bukanlah sebuah mimpi bagi Saphire, ia seakan melihat masa lampau atau bahkan ia dapat merasakan perasaan yang sangat menyakitkan itu.


Al melihat Saphire menangis dan bergerak gelisah, Al sangat panik ia seketika menekan tombol darurat yang memanggil dokter.


"Siapapun tolong, sayang sayang aku mohon bangunlah semua baik baik saja" kata Al sambil menepuk lembut pipi Saphire. Hatinya sangat hancur tatkala wanita yang tidak bersalah ini harus mendapatkan imbas dari apa yang ia perbuat.


Saphire kemudian membuka matanya, ia menangis tersedu sedu. Al seketika memeluk tubuh Saphire dan menenangkan wanitanya.


"Tenanglah Saphire, aku bersamamu aku akan selalu melindungimu maafkan aku" kata Al.


Saphire menyadari bahwa ia kini tidak tertancap panah, ia tidak di kejar oleh para musuh, ia tidak kehilangan pangeran. Ia kini berada di pelukan Al. Tapi mengapa rasa dan apa yang ia hadapi di mimpi tadi seperti benar benar terjadi dalam hidupnya. Ia benar benar seperti berada pada masa itu, dan juga merasakan bagaimana hebatnya kekuatan yang ada di tubuh itu.


"aku takut" lirih Saphire dengan air mata masih mengalir dari mata indah itu.


"Im here, jangan takut. Aku bersamamu" kata Al menenangkan wanitanya.


Vasco datang bersama tim medis lainya,


"Apa yang kau lakukan Al? kau melepas oksigen itu begitu saja?" kata Vasco frustasi


"Aku baik baik saja" kata Al

__ADS_1


"Minggirlah, aku akan memeriksa Saphire. Suster tolong pasangkan kembali oksigennya jika tidak mau paksa saja." kata Vasco


Bersambung


__ADS_2