SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
05. Aneh


__ADS_3

Saphire berjalan mengikuti langkah Al yang panjang dengan sedikit kewalahan, melihat hal itu Al kemudian melangkah dengan pelan agar mengimbangi langkah Saphire.


"tidak bisakah lain kali kau lebih berhati-hati" tukas Al dengan muka datarnya.


"yaa ini juga karena dokumen yang kau berikan"


"jadi sekarang kau menyalahkanku?" tanya Al dengan mengulurkan lenganya bermaksut memberikan bantuan untuk Saphire.


"bukan begitu, tidak perlu repot aku bisa berjalan sendiri"


"kau berjalan lambat, pegang atau kau akan ku gendong sekarang juga" perintah Al


"ok ok baiklah baginda raja" jawab Saphire dengan muka malasnya sambil memanyun manyun kan bibirnya menirukan ucapak Al dengan pelan kemudian ia berpegang pada lengan Al agar berjalan lebih cepat.


"Saphire... "


"i-iya maaf maaf"


Langkah mereka yang saling bertautan menjadi trending ghibah karyawan kantor pada jam makan siang, banyak yang mengatakan Saphire wanita simpanan, wanita jalang, menggoda CEO mereka yang luar biasa tampan apalagi saat mereka melihat Saphire memasuki mobil yang di bukakan pintunya bahkan di bantu duduk oleh sang CEO.


Gosip yang beredar semakin mencuat ke permukaan, ada yang dengan sengaja melebih lebihkan agar suasana semakin panas, karena bagaimanapun juga selama ini banyak wanita kantor yang memuja Al. Apalagi Dara, wanita yang menjabat sebagai sekertaris Al di kantor itu jika tahu bahwa Al memperlakukan Saphire layaknya kekasih pasti langsung membully Saphire dengan brutalnya, Dara mendambakan sosok Al sudah sekian lama ia melakukan berbagai macam cara dan prosedur untuk mendekati Al. Namun Al bagai gunung es, hatinya sudah tertutup untuk berbagai macam hal yang menyangkut perasaan atau hati akibat trauma.


Pasalnya Dara sedang di tugaskan ke Amerika selama satu bulan untuk menemani Gerald selaku Plant Manager di perusahaan EL Group. Selain sebagai Plant Manager Gerald juga merupakan salah satu sahabat terbaik yang di miliki Al, maka dari itu juga para karyawan sering menganggap Gerald tangan kanan Al.


***


"Kita mau kemana pak?" tanya Saphire membuyarkan lamunan Al.


Al hanya mendengus dan tetap menatap ke jalan raya.


"Pak? kita akan kemana?" ulang Saphire,


"sudah berapa kali aku katakan, jika kita sedang berdua jangan panggil pak!" tegas Al dengan muka dinginnya.


"E-eh iya pak, eh maksut saya Al. Kita akan kemana?" tanya Saphire yang masih merasa sangat canggung dengan bosnya.


"nanti kamu juga akan tahu sendiri" ucap Al dengan singkat.


hah untung lu ganteng dan kaya, kalo enggak udah gue bantai dari kemarin-kemarin dasar bos rese ngeselin! teriak Saphire di dalam hatinya.


Sampailah mereka di rumah sakit, namun yang menjadi keanehan adalah rumah sakit tersebut tidak banyak pengunjung. Hanya ada beberapa pria berbaju hitam yang berobat di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Turun" perintah Al yang sudah membukakan pintu mobil untuk Saphire. Saphire sedikit terperangah ketika pintu di sebelahnya terbuka dan Al berada di sana membukakan pintu untuk mobil.


Selama Saphire masih kebingungan memahami lokasi itu, tiba tiba sebuah tangan mengangkat tubuh Saphire dan menggendongnya ala bridal style, sontak Saphire merasa kaget bahkan syok dengan perlakuan Al terhadapnya.


"Al turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri kau tak perlu menggendongku" jerit Saphire yang meronta ingin turun. Pasalnya Al ingin menggendong Saphire sejak dari kantornya namun Al masih menahan diri karena jika itu terjadi hanya akan menjadi boomerang negatif untuk Saphire.


"diamlah, kau terlalu banyak melamun"


"aku malu, semua pasti berfikir kita orang aneh yang gila" teriak Saphire


"tidak ada yang berfikir seperti itu" tukas Al.


Saphire mengedarkan pandangan matanya dan memang benar, tidak ada yang menatap mereka dengan wajah aneh atau meledek. Mereka justru menunduk memberi hormat ketika Al melewati beberapa orang.


"Kita dimana Al?"


Tidak ada jawaban dari Al, sampailah mereka pada ruangan serba putih.


*ah ini unit gawat darurat rumah sakit, mengapa orang aneh ini membawaku kesini *? batin Saphire.


Al mendudukan Saphire pada sebuah ranjang berwarna putih, Al kemudian berjongkok dan melepas alas kaki yang di gunakan Saphire.


Saphire sedikit syok dan setengah tersipu atas apa yang di lakukan oleh Al, memang Al orang yang sangat dingin dan misterius namun sifatnya yang terkadang lembut membuat hati Saphire sedikit menghangat.


"tidak bisakah kau menghubungiku dulu saat kau akan kesini, dasar !" kata pria itu sambil ngos-ngosan.


"cih, obati dia!" decih Al.


"wait wait wait, ahh ini pasti nona Saphire, perkenalkan nama saya Vasco, apakah si orang idiot ini melukaimu nona?" uluran tangan Vasco di sambut oleh Saphire sambil tersenyum tidak enak.


"iya saya Saphire, ah mengenai itu. Mungkin itu kecerobohan saya."


Vasco tersenyum hangat sambil ingin mencium punggung tangan Saphire yang tiba-tiba jidat Vasco di dorong oleh jari telunjuk Al.


"cepat periksa dia dan jangan banyak bertingkah Vasco" perintah Al dengan datar.


"maaf nona, sahabat saya satu ini memang suka sekali merengek kepada saya" tambah Vasco dengan senyum nakal sambil mengangkat angkat alisnya.


Al hanya berdecih sambil melemparkan pandanganya ke arah luar jendela.


Saphire hanya tertawa kecil melihat pertikaian bosnya dengan dokter yang notabennya adalah sahabat Al.

__ADS_1


Vasco berjongkok dan memeriksa pergelangan kaki Saphire dengan hati-hati karena ia tahu baru pertama kali ini sahabatnya itu membawa wanita sampai ke rumah sakitnya dan bahkan sedikit khawatir meski sebisa mungkin Al menutupi rasa khawatirnya.


"apa ini sakit?" tanya Vasco sambil menekan sedikit kaki Saphire. Saphire hanya menggeleng kecil.


"apa ini sakit?" tanya Vasco lagi sambil menekan di bagian pergelangan.


"aaaahhh" jerit Saphire sambil memejamkan mata dan menahan sakit.


"apa kau tidak bisa bekerja dengar benar dan hati-hati!!" teriak Al sambil mendekat ke arah mereka berdua ingin melihat apa yang di lakukan si jail Vasco.


"hahahaha ternyata sahabatku ini sudah dewasa eh" jawab Vasco dengan renyahnya sambil berjalan ke arah meja kerjanya.


"ini saya tuliskan resep obat, untuk salepnya harus di pake sehari tiga kali ya nona" kata Vasco sambil menuliskan resep pada kertas resep.


"ah baiklah, sebenarnya saya tidak apa-apa dok."


" jangan panggil dok, panggil Vasco saja dan jangan sungkan karena aku tahu kamu tidak apa-apa. Tetapi pria di sebelah nona itu yang khawatir sekali" jawab Vasco sambil tertawa jahil dan menaikan sebelah alisnya.


"cih.. " Al hanya berdecih dan berjongkok untuk memakaikan alas kaki Saphire.


"aku bisa sendiri Al" kata Saphire merasa malu karena Vasco melihatnya sambil tersenyum dan setengah shock karena ternyata Al bisa luluh oleh wanita bermata biru ini.


"akhirnya, gue seneng banget Al karena lu udah...."


"diamlah dan mana resepnya" potong Al.


Saphire hanya merasa kebingungan dengan apa yang mereka bicarakan.


"oke nona Saphire, aku tinggal dulu ya jika seminggu tidak ada perubahan nanti bisa datang kesini lagi" ucap Vasco sambil menjabat tangan Saphire kemudian berlalu pergi keluar ruangan.


Al kemudian berdiri dan mengambil resep obat yang berada di atas meja.


"Lain kali tidak perlu begini, aku tidak apa-apa Al" kata Saphire.


Al hanya diam dan berjalan mendekat ke arah Saphire, kaki Al menggapit kedua kaki Saphire dan kedua tangan Saphire yang berada di samping Saphire ia pegang dengan lembut.


Hati Saphire sudah berdegup dengan kencang seperti akan turun sampai kaki, namun ia hanya bisa berdiam dan menutup kedua bola mata berwarna biru. Kemudian di rasakanya sesuatu yang lembut di kening wanita itu, Saphire kemudian membuka matanya dan memastikan apakah yang ia duga benar atau hanya ilusi. Dan benar saja, Al mencium lembut keningnya.


bersambung......


jangan lupa like dan komen positif ya

__ADS_1


dan mohon maaf jika banyak typo


__ADS_2