
Bangun tidur terasa sangat menyenangkan untuk Saphire, bagaimana tidak semalam kakaknya membantu Saphire membujuk kedua orang tuanya untuk tinggal di apartemen meski dengan perdebatan yang sangat alot akhirnya Saphire mendapatkan izin tentunya dengan banyak ketentuan dan persyaratan. Ya gadis bermanik biru yang menginjak umur 26 tahun itu selalu di perlakukan seperti anak berumur lima tahun oleh kedua orang tuanya dan kakaknya apalagi setelah kejadian kaki Saphire yang terkilir.
Hari ini Saphire memutuskan untuk tidak masuk kerja karena memang begitu titah bosnya yang serba absurd itu, terkadang terlihat sangat dingin tetapi di sisi lain tingkah hangatnya membuat seseorang meleleh.
Saphire memindahkan beberapa baju dan barang yang untuk mengisi apartemennya, tentu saja di bantu pak Dadang dan Arvin.
***
Pagi ini Saphire sudah terbangun dengan senyum yang begitu merekah, ia tinggal di apartemen ini sendiri dan ya ampun ia merasa betapa mandirinya ia sekarang.
Pagi ini Saphire bangun dan memutuskan untuk memasak mie instant cup yang simple karena Saphire belum sempat keluar untuk membeli bahan makanan. Saat akan menuang air panas ternyata jari Saphire terkena air panas dan sontak langsung menumpahkan mie cup, ternyata tak semudah bayanganku sial umpat Saphire di dalam hatinya, sepertinya ia harus banyak belajar dari bi Inah lagi.
Saphire berjalan dengan gontai, pagi yang buruk batin Saphire. Saat sampai di tempatnya ia bingung karena semua dokumen,file dan bahkan meja Saphire sudah tidak ada di tempat semula, apa ia di pecat begitu saja pikir Saphire dengan paniknya.
Dengan langkah yang masih sedikit ngilu Saphire berjalan cepat menuju ruang CEO, ia mengetuk pintu dan segera masuk tanpa menunggu aba-aba dari Al.
"Apa-apaan ini, kamu memecatku?" tanya Saphire dengan menggebu, padahal ia sudah menuruti perintah sang CEO untuk tinggal di apartemen tetapi dengan alasan apa ia di pecat
Al hanya tersenyum melihat tingkah Saphire yang absurd pagi-pagi, Al hanya menunjuk meja Saphire yang terletak di dalam ruangan bersamanya dengan dagunya.
"Al, apa-apaan ini? aku tidak mau satu ruangan sama kamu nanti..."
"Di sini siapa bosnya?" Al memotong omongan Saphire yang sudah seperti orang demo, Saphire hanya bisa menghela nafas kasar dan menerima kenyataan pahit harus satu ruangan dengan orang menyebalkan seperti Al.
"lagipula mataku sakit melihat karyawanku bermesraan di depan ruanganku" tambah Al dengan tersenyum miring dan menyilangkan kedua tanganya.
"Aku tidak bermesraan, Rey hanya menolongku itu saja" protes Saphire
__ADS_1
"tetap saja"
"cih.." decih Saphire dengan menahan amarahnya.
Al tersenyum geli melihat Saphire yang menahan amarahnya, sudah lama sekali dan bahkan Al tidak bisa mengingatkan kapan terakhir kali pria berwajah tampan itu tersenyum dan merasa senang mengerjain seorang wanita dan itu Saphire.
Saphire merenggangkan leher dan tanganya yang mulai lelah karena jam sudah menunjukan waktu makan siang, Saphire ingin keluar mencari makan namun hal itu ia urungkan karena pekerjaan yang belum terselesaikan masih menumpuk.
Saphire hanya melihat sekilas Al menelepon seseorang, tetapi Saphire tidak mempedulikanya dan tetap focus mengerjakan beberapa dokumen, selang 30 menit datang OB memberikan beberapa kantung makanan dan minuman ke ruang kerja Al.
Al menerimanya dan menaruh makanan di meja, ia duduk dan menyandarkan kepalanya ke sofa dan sejenak memejamkan mata serta menghela nafas yang cukup panjang, ya tentu saja itu karena penat oleh pekerjaan.
Saphire hanya menatap wajah tampan Al dengan dasi yang sudah terlepas dan kancing kemeja bagian atas juga terlepas, rambut berantakan yang bahkan membuat pria dewasa itu terlihat semakin mempesona. Benar saja, meja Saphire berada di dekat pintu yang berseberangan dengan sofa tempat Al duduk.
"Sudah puas melihat wajahku yang tampan?" ucap Al dengan masih menutup mata.
"e.eh maaf sa-saya tidak..." ucap Saphire dengan gelagapan dan mulai menurunkan pandangan matanya yang seperti akan menelanjangi Al.
"Tapi pekerjaan saya masih banyak, kamu makan duluan saja"
Al berdiri dan tersenyum dengan smirk khasnya berjalan menuju meja kerja Saphire, Al tiba-tiba menggendong Saphire ala bridal style tentu saja Saphire memberontak namun tenaganya masih tak cukup kuat untuk loncat dari tangan kokoh Al.
"aku tidak suka di bantah" bisik Al di telinga Saphire yang membuat wajah Saohire memerah, Saphire hanya terdiam dan berusaha menenangkan diri agar bosnya tidak melakukan hal lebih.
Al tersenyum tipis melihat reaksi wajah Saphire yang hanya dengan bisikan di telinganya langsung membuat wajah gadis itu memerah, Al melanjutkan kegilaanya dengan mencium leher Saphire dengan lembur dan tempo yang tepat. Saphire ingin sekali memberontak dengan tindakan Al demikian, namun tubuhnya berkata lain, selama ini Saphire tidak pernah mendapatkan sentuhan laki-laki atau mungkin tidak mengizinkanya menyentuh karena selama ini Saphire memang tidak pernah meladeni laki-laki yang mendekatinya terkecuali Rey yang Saphire kagumi sejak menjadi Mahasiswa.
Al berjalan menuju sofa, ia mendudukan Saphire ke sofa dan masih dengan mencium leher Saphire membuat gadis itu menahan agar tidak keluar suara dengan mengigit bibir bawahnya. Melihat itu Al kemudian mengusap bibir Saphire bermaksut agar tidak mengigitnya, Al berbisik untuk tidak perlu menahanya.
__ADS_1
Al kemudian mencium bibir Saphire, ia mencium dengan lembut dan hati-hati tidak ada pergerakan dari Saphire namun mata Saphire memejam dan seakan menikmati kegiatan Al.
"Ciuman pertama eh?" celetuk Al dengan senyum miring yang tipis.
Seketika wajah Saphire langsung memerah mendengar ledekan dari Al " kamu seenak..." belum selesai Saphire menyelesaikan ucapanya Al langsung memanfaatkan itu untuk mengakses lidah Saphire, ia memainkan lidah Saphire dan bibir mungkin lembut milik Saphire.
"jangan di tahan" ucap Al di sela sela kegiatan itu, Saphire sedikit demi sedikit mulai membalas ciuman Al, ia mulai mengimbangi apa yang Al lakukan.
"eemmhh...emhh" tanpa sadar lenguhan Saphire terdengar, membuat gejolak panas pada tubuh Al semakin memanas.
Tangan kiri Al masih memegang tengkuk Saphire dan tangan kanan *** gundukan sintal di balik kemeja dan blezer hitam milik Saphire membuat si punya semakin memanas, batin Saphire seperti ingin menghentikan tindakan bodohnya namun tubuhnya menikmati sentuhan pria bermanik hitam pekat seakan membuatnya terhanyut.
Al melepas dua kancing blezer milik Saphire, ia kini turun dan menciumi leher Saphire dengan penuh kelembutan, ia melepas kancing kemeja berwarna dusty milik Saphire. Disana ia melihat kalung dengan bentuk unik yang tidak asing bagi Al, ia tersenyum melihat kalung itu.
"Kamu sudah terhubung denganku sejak kita masih kecil" gumam Al, telapak tangan kokoh itu *** p*yud*ra milik Saphire yang berukuran pas di tangan milik Al, ia mencium p*yud*ra bagian atas milik Saphire.
"eeeeeemh, mmhh" lenguhan Saphire membuat Al semakin berhasrat, ia kemudian memandangi wajah merah Saphire dan mulai mencium dan mengeksplor bibir Saphire kembali. Tangan Al kini menaikan bra berwarna hitam milik Saphire, kini ia benar benar melihat p*yud*ra milik Saphire, Al mulai turun mencium leher Saphire dan terus turun menuju p***ng p*yud*ra Saphire ia melumat dan menghisapnya, tangan kirinya ia gunakan untuk *** p*yud*ra indah satunya lagi. Erangan dan lenguhan suara Saphire membuat darah keduanya semakin memanas dan menginginkan lebih dari kenikmatan itu.
tok..tok..tok..
"Shiit!!" umpat Al, ia menghentikan aksinya dan mulai merapikan apa yang sudah ia perbuat pada Saphire, Al mengancingkan kemeja dan blezer milik Saphire. Saphire masih terdiam sambil menahami situasi, ia seperti merasa sudah melakukan kesalahan telah berurusan dengan Al, ia merapikan rambutnya. Al kemudian merapikan kemejanya dan berdiri untuk merapikan kancing kemejanya.
"Al" ucap Saphire sambil menundukan kepalanya, Al yang melihat Saphire seakan merasa takut kembali jongkok dan mengusap rambut wanita itu.
"It's ok" jawab Al dan mencium lembut kening Saphire. Ia berdiri dan kemudian duduk di sofa yang berseberangan dengan Saphire.
"Masuk" kata Al pada telepon di samping sofa tempatnya duduk.
__ADS_1
bersambung........
jgn lupa like n komen guysss