SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
18. Club


__ADS_3

Saphire memoleskan make up yang cukup sexsi untuk malam ini karena tema Launching club milik Glen malam ini adalah "a sexy night". Gaun yang Saphire gunakan juga terkesan sangat sexsi, gaun berwarna hitam dengan punggung yang terexpose sempurna.


Gaun panjang yang memiliki belahan di depan dari paha sampai bawah itu membuat Saphire benar benar tampak sangat sexsi, bagaimana tidak ketika ia berjalan tentu saja paha mulus itu juga terexpose dengan jenjang.


Leher indah dan pundak mulus nampak begitu indah kala Saphire menyanggul rambutnya dengan sanggul modern saat ini, tak lupa hiasan permata yang indah ia gunakan untuk menghiasi rambutnya.


Lipstik merah Saphire gunakan untuk menyeimbangkan penampilanya, bibir mungil itu kini terlihat sangat menggoda. Heals berwarna biru Sapphire ia gunakan agar memiliki warna senada dengan hiasan gaun yang ia kenakan.


Saphire kemudian berdiri pada sebuah cermin besar di walking closet, ia melihat dirinya di pantulan cermin. Tiba-tiba tangan kokoh memeluknya dari belakang, dan mencium leher jenjang Saphire. Ya Saphire menikmati pria dengan aroma maskulin itu mengecup lehernya. Apapun itu, sentuhan Al membuatnya tak berdaya.


"Kamu sangat sexsi babe" bisik Al di telinga Saphire.


"Al hentikan itu, cepat kenakan pakaianmu dan ayo kita sudah terlambat" ucap Saphire


"Bagaimana jika kita tidak usah berangkat dan kita menghabiskan malam panjang yang erotis" kata Al sambil menaik naikkan kedua alisnya sambil tersenyum renyah.


Saphire hanya menggelengkan kepala heran melihat tingkat absurd bosnya itu, ia segera berjalan dan mengambil kemeja yang sudah Saphire siapkan untuk Al.


Saphire memilihkan kemeja berwarna biru sapphire, mereka berdua tampak sangat serasi dan couple yang sangat cocok. Al tampak sangat maskulin dengan kemeja dan jas yang senada, tatanan rambut yang keren menambah daya tarik dan kesan maskulin Al.


***


Di dalam mobil tak henti hentinya Al menggoda Saphire dengan rayuan rayuan maut agar mereka tidak usah datang ke acara Glen dan menghabiskan malam di ranjang, karena terus terang Al tak kuasa melihat wanitanya berpenampilan sexsi seperti ini. Tetapi Saphire tetap tidak mudah goyah, Saphire tahu Glen adalah salah satu sahabat Al dan ia tak mau menjadi alasan Al tidak datang ke acara penting sahabatnya.


Mobil berjalan dengan lancar karena malam ini kota sedikit lenggang, mobil sport dengan design mewah itu berhenti pada satu club besar yang baru saja selesai di bangun. Suara musik keras dan sorak sorai orang orang sudah terdengar di parkiran.


Al turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Saphire. Saphire keluar dari dalam mobil dengan memegangi tangan Al, tiba tiba Al melepaskan jas nya dan kemudian memakaikanya pada pundak Saphire.


"Kamu sangat cantik malam ini, tapi aku tidak ingin berbagi miliku dengan orang lain" ucap Al yang kemudian mengecup lembut pipi Saphire.


Saphire hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan keinginan Al,


"Nanti di dalam sana, jangan makan atau minum sesuatu tanpa sepengetahuanku. Kamu hanya boleh minum dari apa yang aku berikan" kata Al


"Memangnya kenapa ?" tanya Saphire yang memang dia belum pernah sekalipun menginjakan kakinya di club malam, karena tentu saja Alvin melarangnya.


"Lakukan saja, di sana banyak yang belum kamu mengerti. kamu paham?"


"Baiklah"

__ADS_1


Mereka berjalan memasuki pintu besar, semua pasang mata melihat seorang Al yang terkenal menawan di kalangan orang orang tersohor. Dan ya semua orang bertanya tanya siapa wanita yang Al gandeng malam ini. Wanita dengan kecantikan yang indah, tubuhnya yang putih sangat terlihat mempesona dengan gaun indah itu.


"Hey Al, kesini ayo" teriak Glen dari arah sofa exclusive, Al dan Saphire berjalan mendekat ke arah Glen dan teman temannya berkumpul.


Mereka duduk tidak hanya di dampingi satu wanita, bahkan ada yang dua atau tiga wanita. Di dalam sana Saphire melihat dunia yang belum pernah ia lihat sebelumnya, banyak wanita dan pria yang berjoget dan menikmati malam itu dengan caranya masing masing.


Al dan Saphire duduk di salah satu sofa kosong di dekat Vasco duduk.


"Hey hey, apakah ini Saphire? kamu sungguh cantik malam ini darling" teriak Vasco yang kemudian menjabat tangan Saphire dan mencium tangan mulus itu. Saphire hanya tersenyum menanggapi pujian Vasco.


"Jika suatu saat Al menyakitimu, kamu bisa berlari kearahku baby" ucap Vasco dengan mengedipkan satu matanya.


"Sebelum dia berlari ke arahmu, sudah aku keluarkan dulu isi kepalamu Vasco" ucap Al lirih di dekat Vasco.


"hahahahahah calm babe, aku menyayangimu Al" ucap Vasco ingin memeluk Al.


"Anak bodoh ini, acara inti belum di mulai sudah membuat masalah" ucap Glen.


Saphire merasa dari kejauhan seperti ada yang menatapnya, namun ketika dia menyapu pandanganya untuk mencari siapa yang melihatnya, dia tidak menemukan siapa siapa. Saphire mengabaikan hal itu, mungkin hanya perasaanya saja pikirnya dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Glen berdiri ke atas panggung untuk memberikan sambutan dan pemotongan pita sebagai pertanda resminya Club tersebut telah di buka.


"Hey Al, apa kabar men?" ucap seorang laki laki berpostur tinggi dengan tubuhnya banyak di penuhi aksesoris emas, pria itu di kelilingi 4 wanita sekaligus.


"Hei Joy, baik. Bagaimana bisnismu kali ini" ucap Al menerima jabatan tangan Joy. Joy adalah teman Al selama menyelesaikan study nya, Joy juga seorang pebisnis yang menjalankan usahanya di bidang otomotif. Dulu Joy sempat terjatuh bangkrut akibat ulahnya sendiri, namun Al membantunya bangkit dan mengajarkan banyak pengalaman penting dalam dunia bisnis. Mereka berbincang dengan cukup asik, semacam reuni.


"Al, aku akan ke toilet sebentar" ucap Saphire berbisik di telinga Al.


"Baiklah, aku akan antar"


"Tidak tidak, tidak perlu. Aku tidak mau mengganggu momen bersama temanmu. Aku hanya sebentar" jelas Saphire. Al mengangguk mengerti.


Saphire berjalan kelorong yang menuju ke toilet, lorong tersebut di penuhi beberapa pria dan wanita yang sedang asik berciuman dan bahkan ada yang melakukan lebih dari itu. Setelah selesai, Saphire berjalan kembali melewati lorong. Tiba-tiba di depannya ada seorang pria tua gendut yang mabuk menghalangi langkah Saphire.


"Permisi tuan" ucap Saphire sedikit ketakutan, karena pria tua itu memandangi Saphire dengan tatapan penuh gairah.


"Tidak semudah itu nona, kamu menginginkan berapapun akan aku bayar hahahaha" tawa pria tua itu cukup nyaring.


Pria tua itu tertawa dan tetap saja menggoda Saphire, tiba-tiba pria itu memegang bahu Saphire dan mendorongnya ke dinding lorong. Saphire berusaha memberontak sekuat tenaga dan menampar pria tua itu.

__ADS_1


"Jangan menyulut amarahku pelacur sialan" ucap pria itu dan menampar pipi Saphire dengan kuat. Darah mengalir dari sudut bibir mungilnya. Saphire gemetar ketakutan, air mata mulai mengalir dari mata indahnya. Ia berteriak meminta tolong namun tidak ada yang mendengarnya karena sialnya lorong yang tadinya ramai itu sekarang sepi akibat perintah pria tua.


Saphire menangis dan meminta tolong, ia meronta dan menghalangi pria tua itu yang akan mencium lehernya. "Aku mohon lepaskan aku tuan" tangis Saphire.


"Menangislah yang keras sayangku, malam ini kau akan tetap menjadi miliku hahaha" ucap pria itu.


Tiba-tiba sebuah kaki dengan sepatu pantofel mendorong kepala pria itu hingga jatuh dan tersungkur. "Brengsek, siapa yang berani-beraninya menggangguku **** sialan" teriak lelaki tua itu.


"Berani beraninya kau menyentuh wanitaku" ucap Al yang kemudian meludah di wajah pria tua itu. Pria itu terkejut melihat siapa yang ia hadapi saat ini. "Saya mohon ampun tuan, tolong ampuni saya, saya tidak tahu nona ini"


Melihat tubuh Saphire bergetar hebat dan darah mengalir dari sudut bibirnya benar benar membuat amarahnya tidak terbendung lagi. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal melihat wanitanya di perlakukan demikian.


Tiba tiba Al meraih tubuh Saphire, menenggelamkan wajahnya di dada bidangnya dan memutar badanya menghadap arah berlawanan dengan pria tua itu. Tangan kokoh Al melingkar di kepala Saphire dan telapak tangan Al ia gunakan untuk menutup telinga Saphire.


"Saya moho......"


Ddooooorrrr..........


Satu peluru menembus kepala pria tua itu, seketika Saphire kaget dan tubuhnya bergetar hebat sangat takut. Ia tidak mau melihat apapun yang terjadi.


"Tenanglah sayang, kau aman bersamaku" ucap Al.


Suara peluru dari pistol Al memecah suasana yang tadinya ramai oleh musik kini di penuhi ramai ketakutan, namun management club yang memang sudah profesional menghadapi hal hal demikian segera mengalihkan perhatian dan team dari club Glen segera membereskan kekacauan itu. Al berjalan menuju lift dan memencet tombol lantai atas, ia berjalan dan memasuki ruang VVIP.


Al mendudukan Saphire pada sofa dan memberikan satu gelas air putih agar menenangkan wanita itu. Tangan Saphire masih bergetar, Al berjongkok di depan Saphire hatinya sakit melihat wanitanya ketakutan seperti ini. Kemudian Al menggenggam tangan itu dan tersenyum menenangkan Saphire.


"Tenanglah, kamu baik baik saja bersamaku"


"A-aku takut Al. Pria tua itu tadi..dia..tadi" ucap Saphire sambil meneteskan air mata


"sssshhhh sudah, lupakan. Kamu sekarang sudah aman bersamaku" ucap Al yang kemudian memeluk hangat Saphire dan mengelus kepalanya agar memberikan ketenangan untuknya.


Bersambung....


like


komen


dan share yaaa

__ADS_1


thanks


__ADS_2