SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
16. Smart


__ADS_3

Saphire masih tergagap melihat semua orang tertuju satu arah padanya, jika bisa ia ingin lari saat ini dan tidak akan kembali ke perusahaan ini lagi. Bagus Saphire, kau yang bodoh ini mempermalukan dirimu sendiri di depan orang orang penting umpat Saphire dalam hatinya.


"Baiklah, mungkin saya saja yang akan menyampaikan ide nona Saphire yang sudah di sampaikan ke saya. Tadi nona Saphire ingin memberikan masukan tetapi mungkin malu karena ini meeting pertamanya. Jadi mohon pengertianya" ucap Al tiba tiba membuat semua dewan menganggukan kepalanya paham.


"Bagaimana jika peluncuran produk Elektronik kita pada pasar Eropa, kita tambahkan beberapa fungsi yang lebih canggih agar mampu menyaingi pasar Eropa. Beberapa fitur yang belum pernah ada sebelumnya." Lanjut Al


"Kita membutuhkan Teknik Elektronik yang mahir untuk itu" tambah pak Tito.


"Saya bisa mengurus itu, kita punya orang bebakat di perusahaan ini. Hanya saja belum saya keluarkan karena memang itu kita jadikan kartu As" tambah Al


Semua dewan menyetujuinya dan mengangguk semangat menanggapi ide atau usulan itu. Meeting berjalan dengan lancar dan sangat positif, akhirnya moderator menutup meeting hari itu dengan hasil yang cukup signifikan.


Semua terlihat puas saat keluar ruangan, Saphire membereskan beberapa dokumen yang ia bawa dan macbook miliknya.


"Kita makan siang baby?" tanya Al yang berdiri membenarkan jasnya.


Saphire hanya mendengus marah mengingat kejadian memalukan yang ia alami beberapa saat tadi, namun hatinya juga kagum terhadap pria di sampingnya. Meski Al terlihat tidak memperhatikan saat meeting ternyata pria itu tetap focus pada meetingnya.


Dan hal itu cukup membuat Saphire terlihat bodoh di depan banyak orang.


"Hey wanitaku marah hem?" ucap Al yang kembali duduk dan meraih dagu wanita cantik itu.


"Aku pasti terlihat bodoh" ucap Saphire dan menundukan kepalanya.


"Tidak ada yang berfikir seperti itu, kamu adalah wanita luar biasa buatku dan itu sudah cukup" ucap Al dan mencium kening wanita di hadapanya dengan lembut. Saphire memejamkan matanya menenangkan hatinya.


Braaaaakkkk...


"Dasar wanita jalang, kerjamu merayu bosmu hah, kau membutuhkan uang berapa sampai menjual tubuhmu pada Al" teriak Dara yang tiba tiba memasuki ruang meeting dengan emosi meluap. Wanita itu menunggu Al di lorong setelah selesai meeting, tapi tak juga ia temui Al keluar dari ruangan.


Dara sengaja mencari Al karena hanya Al dan sekertarisnya yang belum keluar ruangan dan benar saja dugaan Dara, memang ada yang tidak beres antara Al dan Saphire.


Melihat itu emosi Dara tak tertahankan, ia langsung masuk dan teriak teriak meluapkan amarahnya pada Saphire. Wanita bertubuh sexsi itu tak segan menjambak rambut Saphire, dan akan menyeretnya keluar kantor untuk di permalukan di depan umum.


"Sudah cukup Dara" ucap Al dengan tegas, amarah Al benar benar tak bisa terbendung melihat wanitanya di perlakukan demikian. Al segera melepaskan tangan Dara, ia menghentakan tangan Dara. Saphire hanya meringis kesakitan mengusap kepalanya yang terasa pedih akibat ulah Dara.


"Al, wanita ini murahan. Kamu jangan tertipu padanya, hanya aku yang tulus menyayangimu" ucap Dara meraih telapak tangan Al untuk meyakinkan.


"cukup Dara, jika sekali lagi kau menyakiti Saphire, tanganku sendiri yang akan menyeretmu keluar dari sini dan akan ku hancurkan perusahaan ayahmu" ucap Al dengan muka merah menahan amarahnya. Selama ini Dara tidak pernah melihat Al semarah ini hanya karena wanita.


Jika sedang di club banyak wanita yang merayu Al, saat itu juga Dara menyiksa wanita-wanita itu agar tak mengganggu Al, namun Al cuek dan tidak mempedulikanya. Tetapi sekarang hanya demi satu wanita ini Al marah. Dara berfikir Al adalah miliknya dan akan tetap menjadi miliknya selamanya.

__ADS_1


Al meraih tangan Saphire dan mengajaknya keluar dari ruangan meeting. Ia berjalan menuju ruang kerjanya.


"Widdy, mulai sekarang jangan biarkan Dara masuk ruanganku tanpa seizinku. Kau boleh memanggil satpam jika memang di perlukan" kata Al kepada widdy selaku sekertaris kantor Al, Widdy mengiyakan permintaan Al dan menundukan kepalanya. Tak berani melihat Al yang sedang tersulut emosinya.


Al berjalan masuk dan mendudukan Saphire di sofa ruanganya. Ia melihat wanita itu, rasa khawatir yang menyelimuti hatinya benar-bensr tak bisa ia bendung, tak hanya memikirkan kejadian yang baru saja terjadi namun Al memikirkan apa yang akan terjadi jika musuh musuh di luar sana mengetahui Saphire adalah wanita Al.


Sungguh Al tidak akan mampu bahkan hanya sekedar membayangkan pun tidak akan mampu ia lakukan. Ia harus berbuat sesuatu untuk melindungi Saphire.


"Tenanglah Al, aku baik baik saja mengapa kamu panik berlebihan seperti itu ?" tanya Saphire yang menenangkan kepanikan Al.


"Kamu baik baik saja Saphire?"


"Im fine, tenanglah aku tidak apa apa"


"Mengapa kamu hanya diam saja ketika di perlakukan seperti itu Saphire? jangan pernah diam jika kamu di perlakukan tidak adil. Kamu berhak membela dirimu sendiri" kata Al


"iya, lain kali aku akan membela diriku" jawab Saphire dengan senyum lembutnya


"hah..... tidak ada yang kedua kalinya" ucap Al, mana bisa wanita yang lembut seperti ini bisa membela dirinya sendiri bahkan apabila harus bersikap atau memberontak jika diperlakukan tidak adil pikir Al dalam hati. Ya, Saphire adalah wanita yang lembut, hanya ada senyum dan kehangatan dalam dirinya. Ia harus mencari solusi akan hal ini untuk mengantisipasi apapun yang akan terjadi.


Dddrrrrrrttttt...dddrrrrrtttt...


Vasco mengabari bahwa nanti malam mereka akan pulang dan akan hadir ke acara launching Club malam milik Glen. Ya pria itu membangun hotel dan Club malam di berbagai sektor wilayah.


***


Saat pulang dari kantor, Al mengajak Saphire ke salah satu pusat perbelanjaan.


"Kenapa kita kesini Al?" tanya Saphire yang masih duduk di mobil padahal mobil sudah terparkir di tamu vvip


"Kita akan membeli baju, nanti malam kita harus menghadiri acara Glen"


"Bukankah Glen masih di luar negeri mengurus bisnismu juga"


"Sebentar lagi dia tiba"


"Tapi di schedule mu hari ini harusnya..."


"Sudah, turun dan ikuti aku. Aku bosnya"


Saphire hanya memutar bola matanya jengah dan mengikuti bosnya untuk memasuki pusat perbelanjaan sore itu.

__ADS_1


Banyak pasang mata yang tidak henti mengagumi sosok Al, bahkan ada yang terang terangan mengedipkan sebelah matanya untuk Al. Al berjalan dengan kemeja berwarna hitam yang lenganya ia gulung sampai siku. Kacamata hitam bertengger di atas hidungnya yang mancung membuat kesan maskulin dan tentu saja itu membuat banyak wanita memujanya.


Melihat itu Saphire hanya sedikit berjalan lambat agar posisinya tidak sejajar dengan Al, Saphire menundukan kepalanya karena malu bagaimanapun juga karismanya tidak sebanding dengan Al.


Al menghentikan langkahnya dan tentu saja membuat Saphire menabrak punggung tegap Al.


"oouucchhh....." keluh Saphire mengusap hidungnya.


"Berjalanlah di sampingku, kenapa kamu menjauh dariku"


"Emmm kurasa ini lebih baik," ucap Saphire dengan ragu dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Al tidak mempedulikan omongan Saphire, ia langsung menggenggam tangan Saphire dan berjalan dengan tetap menggenggam tangan wanita itu. Muka Saphire memerah mendapati perlakuan manis Al seketika rasanya ia ingin memeluk pria di sampingnya jika saja mereka tidak di tempat umum.


Mereka berhenti pada salah satu toko yang memiliki brand terkenal di seluruh dunia, Al memberikan kartu pada Saphire untuk ia gunakan.


"Masuk dan belilah gaun yang paling indah, aku akan ke toilet sebentar" ucap Al yang berdalih karena melihat HP nya bergetar, ia tak mungkin mengangkat telepon dari anak buahnya yang di AS tepat di depan Saphire.


"Em baiklah" ucap Saphire.


Saphire berjalan memasuki toko itu, toko yang sangat luar biasa yang pernah ia masuki. Semua pelanggan di sana terlihat sangat glamor dan kaya raya. Mungkin hanya Saphire saja yang terlihat seperti karyawan yang ingin membelikan baju untuk bosnya.


Ia berjalan dan berhenti pada satu gaun yang di taruh di dalam lemari kaca. Gaun itu sangat indah dan elegan, gaun berwarna hitam dengan mutiara berwarna biru sapphire bertahta menghiasi gaun, gaun panjang yang luar biasa.


"ehm permisi, boleh saya mencoba gaun itu" tanya Saphire pada salah satu karyawan.


"Kau siapa, ini gaun bukan untuk karyawan rendahan sepertimu. Berani beraninya ingin mencoba gaun mahal seperti ini, gajimu satu tahun tidak akan cukup untuk membelinya" maki karyawan itu.


"Tapi saya...." ucap Saphire. Hatinya sangat sakit di rendahkan sedemikian rupa, mungkin keluarganya bukan dari orang yang sangat kaya rasa sekali tapi jika keluarga Saphire masih mampu jika hanya membeli satu gaun itu. Hanya saja memang Saphire adalah gadis yang sederhana, tidak terlalu suka memanfaatkan harta orang tuanya.


"Ada apa ini" tanya salah satu kepala toko.


"Orang ini mau mencoba gaun mahal ini pak" jawab salah satu karyawanya.


"Kau siapa berani beraninya mau mencobanya, gaun ini sangat mahal jika rusak sedikit saja tubuhmu pun tidak akan mampu untuk mengganti gaun ini" Bentak pria kepala toko.


Saphire hanya meneteskan airmata mendengar penuturan itu, apa sebegitu buruknya kah ia di mata orang-orang. Saphire merindukan kehidupannya yang normal, sebagai orang sederhana, di kelilingi orang orang sederhana tanpa ada kekayaan atau harta di balik itu semua. Saphire meneteskan air mata mendengar semua makian ini.


Mungkin ia yang salah, sudah melangkahkan kakinya ke kehidupan Al, pikir Saphire dalam hati.


Beraambung

__ADS_1


__ADS_2