SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
22. Tugas


__ADS_3

Amarah Dara kini semakin tak terbendung lagi, hatinya di penuhi oleh rasa benci oleh wanita di hadapanya. Ia mengibaskan tangan yang menahanya untuk menampar Saphire.


Dara berbalik dan ia temukan Veronica yang menahan tanganya.


"Jangan ikut campur urusanku, pergi dari sini. Kau karyawan baru tidak tahu diri" teriak Dara di depan Veronica. Veronica hanya tersenyum lembut seperti seolah sudah terbiasa dan profesional menghadapi hal hal demikian.


"Maaf tapi ini memang tugas saya nona" kata Veronica dengan lembut.


"Apa maksutmu?" teriak Dara, Veronica hanya tersenyum dan tak menjawab perkataan Dara.


Saphire yang melihat hal di depanya sangat kebingungan, mengapa Veronica membantunya. Bahkan jika seluruh karyawan di kantor ini tahu perbuatanya barusan, sudah di pastikan Saphire akan menjadi bulan bulanan para karyawan. Tapi ini Veronica justru membantunya.


"Baiklah, dramanya cukup. Saya ada meeting pagi ini. Ayo Saphire" kata Al yang kemudian berjalan keluar dari lift yang di ikuti Saphire.


"Al..... berhenti, apa apaan kamu ini?" teriak Dara.


"Kerja bagus Veronica" kata Al sambil berjalan dengan santai. Saphire sangat gugup dan tak bisa menahan rasa panik dan takutnya. Ia sangat merutuki kebodohanya yang ia lakukan. Bisa bisanya ia berurusan dengan Dara, dari awal ia memasuki perusahaaan itu sebenarnya juga sudah membuat masalah dalam hidupnya sendiri.


Veronica kemudian menunduk dan berjalan mengikuti Al dan Saphire menuju ruang meeting.


Melihat hal demikian, Dara bersumpah akan menghancurkan hidup Saphire. Bagaimanapun caranya ia harus menghancurkan Saphire. Dendamnya kini sudah sampai ke dasar hati.


"Saphire..." gumam Dara sambil mengepalkan tanganya kuat kuat. Ia merogoh ponsel di tas brandednya dan mendial nomor seseorang.


"Aku mau kau hancurkan Saphire" kata Dara yang kemudian mematikan panggilanya.


Saat sudah sampai di ruang kerja Al untuk mengambil berkas, Saphire bertanya tanya dalam hati. Sebenarnya apa yang terjadi dan mengapa Veronica seperti sudah mengenal lama Al. Seperti ada yang tidak beres.


"Emm terima kasih Veronica, mengapa kamu mau membantuku?" tanya Saphire sambil memeriksa dokumen.


"Bukankah kita teman?"


"Tetapi di kantor ini banyak yang tidak suka denganku." kata Saphire


"Tidak ada alasan bagiku untuk membencimu" tambah Veronica


"Maukah kamu merahasiakannya teman?" tanya Saphire


"Tentu saja" jawa Veronica dengan senyum lembut.


"Terima kasih banyak, aku beruntung memiliki teman sepertimu" tambah Saphire yang kemudian memeluk wanita di sampingnya. Veronica melihat Al yang tersenyum, ia berfikir pasti Dara akan membalas perbuatanya dan tentunya ia harus mempersiapkan semuanya.


***


Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, Saphire dan Veronica berjalan keluar kantor pasalnya Saphire mengajak Veronica untuk keluar mencari novel kesukaan Saphire yang baru saja di rilis. Ya Saphire adalah gadis penyuka novel, novel romantis atau action ia menyukainya.


"Kau tidak mengajak kekasihmu eh?" tanya Veronica ketika mereka berdua menunggu kemacetan di dalam mobil Veronica.


"Kau tau, mengajak pria yang tidak mengerti novel cinta itu hanya merepotkan" jawab Saphire menyilangkan kedua tangannya di dada.

__ADS_1


"Ah ternyata begitu,"


"Apa kau memiliki kekasih? kurasa pacarmu pasti cowok yang keren" tanya Saphire antusias.


"uhuuukk... uhuuukk.. " mendengar pertanyaan Saphire membuat Veronica kaget.


"Hey, are you okay?"


"Im fine, aku dulu memiliki kekasih. Dan kurasa Tuhan lebih menyayanginya" jawab Veronica dengan muka masam.


"Im sorry" kata Saphire yang kemudian memeluknya.


"tidak masalah, itu sudah lama" senyum Veronica menggambarkan ribuan rasa pahit yang ia tahan.


Mereka sudah sampai di toko buku, Veronica mencoba melihat lihat novel yang Saphire sukai, dan ya ia tak mengerti sama sekali mengapa di luar sana banyak sekali wanita yang menyukai kisah romantis. Menurutnya cinta sejati hanya ada dalam novel belaka, tapi tidak untuk Saphire. Wanita berparas cantik itu sangat mempercayai cinta sejati.


Saphire berjalan dengan menenteng beberapa buka yang ia sukai, tiba tiba ada seorang pria yang tak sengaja menyenggolnya menyebabkan buku buku itu berserakan.


"Ah maafkan saya, saya tak sengaja" kata pria itu sambil memungut buku buku.


"Andrew," kata Saphire melihat pria yang berjongkok di depanya.


"Hey, ternyata kau. Maafkan aku, tadi aku"


"Tidak masalah" kata Saphire.


"Kau sendirian?" tanya Saphire.


"Iya, aku mencari beberapa buku untuk keperluan study adik ku, kau bersama siapa?" tanya Andrew yang dari tadi merasa di perhatikan dengan seksama oleh wanita yang berdiri di belakang Saphire.


"Ah kenalkan ini Veronica, teman kantorku" kata Saphire. Veronica kemudian menjabat tangan Andrew, ya di Andrew yang Bastian dan Alex ceritakan. Pria yang memiliki sedikit info dan misterius.


Ada yang tidak beres dengan pria ini, batin Veronica, karena sebagaimanapun Andrew berwajah seperti malaikat dan memiliki senyum yang hangat. Namun siapa tahu jika sebenarnya ada sesuatu di balik itu, tidak ada yang mengetahuinya.


Mereka bertiga kemudian berjalan dan mengobrolkan beberapa buku dan novel yang baru saja rilis, Veronica mencoba sebaik mungkin untuk terlihat natural dan mendalami perannya sebagai anak muda kantoran pada umumnya.


Mereka bertiga kemudian memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan ke cafe di sebelah toko buku.


"Kalian mau pesan apa, biar aku yang memesan" kata Saphire saat memasuki cafe


"Americano" jawab Andrew dan Veronica secara bersamaan.


"aahh baiklah, kurasa kalian kompak" tambah Saphire dengan tawa dan berjalan ke arah pemesanan. Veronica dan Andrew mengabaikan itu dan berjalan ke satu meja di dekat jendela.


Saphire kemudian menyusul mereka duduk, beberapa saat kemudian pelayan datang dengan membawa pesanan mereka dan cake pesanan Saphire.


"Aku mau ke toilet sebentar" kata Saphire di tengah tengah perbincangan.


"Aku temani" tambah Veronica

__ADS_1


"No, tidak perlu. Kau temani Andrew saja. Aku hanya sebentar" jawab Saphire.


Saphire kemudian berjalan menuju toilet, 15 menit sudah berlalu dan Saphire belum kembali. Veronica mulai gelisah, pasalnya ia melihat pria mencurigakan di luar cafe yang memasukan seseorang berjubah hitam ke mobilnya.


"Shiiit..!!!" Teriak Veronica yang kemudian berlari keluar cafe, dibarengi mobil besar berwarna hitam berjalan dengan kencang menjauh dari arah cafe.


Kemudian datanglah Bastian dengan mobil keluarga sederhana berwarna putih,


"Cepat naik" teriak Bastian dari dalam mobil.


"Aku ikut" kata Andrew yang tiba tiba juga ingin memasuki mobil itu.


"Kau orang asing bung, lebih baik kau pulang saja untuk keamananmu" kata Bastian


Namun Andrew tidak mempedulikan perkataan Bastian, ia tetap menaiki mobil itu di bangku belakang karena Veronica sudah berada di bangku samping Bastian.


Mobil Bastian segera melaju dengan kencang mengejar mobil hitam itu,


"Tak bisakah kau menggunakan mobil yang lebih berguna, ini mobil sangat lambat kau tahu" kata Andrew


"Shut up Baby" ucap Bastian yang kemudian menekan tombol NOS, seketika mobil itu melaju dengan sangat kencang menyemburkan api berwarna biru pada knalpot mobil.


"Wuhuuuuuuuuuu" teriak Andrew dan Bastian kegirangan karena menikmati laju mereka.


"Kau mau di bunuh Al ?" ucap Veronica menatap Bastian.


Seketika wajah Bastian kembali tegang dan focus untuk menyetir mengejar mobil di depannya.


Veronica mengelurkan senjata laras panjang dan pistol dari dashbor mobil. Ia mengokang senjata laras panjang dan mempersiapkan cadangan peluru. Andrew juga mengeluarkan dua buah pistol dengan rancangan canggih yang di lengkapi laser dan kecepatan dan ketepatan akurat.


"Dari mana kau dapatkan senjata itu?" tanya Bastian


"Itu kita bahas nanti, sekarang kita selamatkan Saphire dulu" kata Andrew.


Saphire membuka matanya, dan ia temukan dirinya tak berdaya di dalam sebuah mobil. Tangan dan kaki terikat sangat kuat membuat kulitnya yang putih lecet oleh tambang. Terakhir ia mengingat sedang di kamar mandi, dan mengapa ia sekarang di mobil bersama beberapa pria yang tak ia kenali.


"Siapa kalian? Lepaskan aku !!" teriak Saphire


"Hahaha ternyata tuan putri sudah bangun rupanya" kata seorang pria yang duduk di sebelahnya.


"Lepaskan aku, apa salahku ke kalian?" tanya Saphire,


"Kau tidak salah nona, yang salah adalah kau terlahir cantik membuat orang orang iri terhadapmu hahahaha" kata seorang pria di depanya.


"Toloooooong" teriak Saphire dan mencoba melepaskan ikatan di tanganya yang justru membuat luka di tangannya.


"Diam brengsek!! Teriaklah sesuka hatimu, tapi itu hanya percuma. Lebih baik kau simpan energimu untuk melayani kita kita nanti hahaha" tambah satu pria di dekat Saphire sambil menyentuh dagu Saphire.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2