SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
17. Gaun


__ADS_3

Al berjalan memasuki toko yang Saphire masuki, ia mengerutkan alisnya saat melihat Saphire menangis dan bahkan ia melihat kepala toko mendorong Saphire hingga jatuh.


Al langsung berlari menghampirinya,


"Cukup hentikan, apa yang terjadi di sini?" tanya Al yang berjongkok menolong Saphire.


"Maafkan ketidaknyamanan ini tuan Al, gadis ini ingin mencoba gaun kami" jawab kepala toko.


"lalu?"


"Bukankah tuan Al sudah memesan gaun ini?"


"ya, dan dia adalah wanitaku apakah ada masalah?" tanya Al memicingkan matanya pada kepala toko. Seketika wajah kepala toko langsung memucat, bagaimana bisa wanita yang tadi dia hina adalah wanita spesial itu.


"kamu tidak apa apa?" tanya Al pada Saphire yang membantunya berdiri.


"Jangan menangis, ini akan aku buat sepadan" kata Al.


"Berikan aku cctv hari ini" kata Al tegas pada kepala toko.


"ma-maafkan saya tuan, sungguh saya benar benar minta maaf, jangan pecat saya tuan" kata kepala toko.


"Saya tidak akan mengulangi apa yang saya katakan" Bentak Al


Salah satu karyawan memberikan rekaman cctv yang terjadi baru saja. Seketika tangan Al mengepal dan raut marah sangat terlihat dari wajahnya. Ia benar benar tidak habis pikir pada kepala toko ini, ya Al menananmkan sahamnya 45% pada perusahaan fashion brand ini. Jadi Al terbilang sangat berpengaruh pada perusahaan itu, bahkan komisaris pun sangat menghormati Al.


"kamu tahu, meskipun yang menginjakan kaki di toko ini pengemis pun kamu tidak berhak menghina dan memaki seperti ini" kata Al.


"Sa-saya mo-mohon maaf tuan, tolong ampuni saya" ucap pria itu bersimpuh di kaki Al.


"Kamu pergi dari sini sekarang atau aku telepon managermu sekarang" bentak Al.


Pria tua itu kemudian bersimpuh di hadapan Saphire, dan memohon untuk membantunya.


"Nona, saya mohon maafkan saya nona, saya memiliki anak yang masih harus menyelesaikan pendidikanya. Saya mohon ampuni saya nona" rengek pria itu di kaki Saphire.


"Bangunlah pak, saya sudah memaafkan anda" kata Saphire dan membantu pria itu untuk berdiri.


Saphire berjalan mendekati Al, ia tahu betul Al sangat marah. Tetapi Saphire juga tahu betul bahwa pria itu hanya bisa luluh oleh satu wanita. Saphire menggenggam tangan Al yang terkepal kuat, wanita itu tersenyum hangat dan mengelus rahang kokoh Al yang menegang.


"Im oke sayang, sudah cukup. Yang terpenting dia sudah belajar, kasihan anaknya yang masih bersekolah"

__ADS_1


Al menghela nafas kasar, ia memeluk Saphire dan berbisik "maafkan aku tidak bisa menjagamu"


"kamu menjagaku dengan sangat baik, aku baik baik saja" ucap Saphire.


Setelah hal itu terjadi Saphire kemudian di lauani bak ratu oleh pegawai di toko itu, Al hanya duduk dan memegang macbooknya mengurusi beberapa perusahaanya di luar kota.


"Ayo kita pulang, " kata Saphire, Al mendongak melihat wanita itu sudah berdiri di hadapanya.


"Kamu tidak mencobanya?" tanya Al


"Sudah dan kamu menatap macbookmu yang jauh lebih menarik dari pada aku" jawab Saphire dengan tertawa.


Al tertawa dan mencium kening Saphire dengan lembut, ya semua pria pasti jatuh hati pada sosok Saphire. Manusia yang memiliki hati sangat baik, sangat lembut.


"Terima kasih sudah mampir kesini tuan, dan saya mohon maaf atas kejadian tadi" ucap kepala toko yang menyalami saat Saphire dan Al akan keluar toko. Saphire tersenyum dan menganggukan kepalanya, sedangkan Al sama sekali tidak mempedulikanya. Mungkin kalo tidak ada Saphire, pria itu sudah meninggal dengan peluru menembus jantungnya.


***


Mereka berdua memasuki mansion mewah milik Al untuk bersiap mengunjungi launching club baru milik Glen.


Sesampainya di kamar Al memeluk Saphire seperti merasa bersalah pada apa yang terjadi satu hari ini.


"aku baik baik saja selama ada kamu sayang" ucap Saphire dengan lembut di telinga Al. Seketika tubuh Al bergejolak mendapati wanita itu sudah mulai bisa menggodanya.


"Sekarang sudah pandai menggodaku eh" tambah Al. Saphire hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Al.


Al tertawa dan menggelengkan kepalanya, belajar dari mana wanita ini bisa menggodanya seperti pikirnya, tanpa pikir panjang Al melumat bibir Saphire, memasukan lidahnya dan menyecap seluruh rongga mulut Saphire.


Wanita itu menikmati ciuman lembut dari bibir Al, tangan mungil Saphire bergerak naik dan mengelus rahang kokoh Al.


Al melepaskan ciumanya membiarkan Saphire mengambil nafasnya yang sudah terengah engah.


"Jangan pernah pergi dariku apapun yang terjadi" bisik Al pada telinga Saphire.


"Tidak akan" jawab Saphire.


Al kemudian tersenyum dan mulai melepaskan semua pakaian Saphire dan pakaian yang ia kenakan, pria itu menggendong Saphire ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi. Mereka menikmati sore itu dengan berendam bersama di bathup, aroma green tea dari sabun menambah suasana menjadi sangat harmonis.


Saphire duduk di atas pangkuan Al dengan dekapan posesif dari Al, mereka menikmati pemandangan kota dari atas dan menyecap manisnya teh lemon kesukaan Saphire.


"Kamu bahagia bersamaku baby?" tanya Al

__ADS_1


"Mengapa kamu bertanya seperti itu?"


"Aku hanya ingin melihat malaikatku berbahagia" jawab Al.


Saphire tersenyum lembut dan menggenggam erat tangan Al yang melingkar di tubuhnya.


"Jika suatu saat kamu mengetahui hal yang tidak ingin kamu ketahui dari hidupku apa kamu akan pergi dariku?" tanya Al gugup.


"Kamu ngomong apa sih, aku tidak akan pergi" tegas Saphire.


"Love you baby" ucap Al di sertai pergerakan mendadak yang ia lakukan, ia mengangkat tubuh Saphire dan menghadapkanya ke arah dirinya. Pria itu melumat bibir Saphire dengan intens, tangan Al meremas payudara sintal milik Saphire.


"aaahhhhh.... Al..." lenguh Saphire setiap kali jari itu bermain dengan putingnya. Al melepaskan ciumanya dan beralih mencium dan menghisap putih berwarna peach itu.


Desahan Saphire membuat tubuh Al di penuhi hasrat dan gejolak yang tak tertahankan.


"Bolehkah? apa kamu sudah lebih baik?" tanya Al yang di bawah sana sudah menegang dan ingin memasuki intim Saphire, tetapi mengingat pagi tadi Saphire masih merasa kesakitan ia harus memastikan bahwa wanitanya sudah lebih baik.


"aaa..aahhh a-aku baik baik sa-ja" ucap Saphire dengan terbata dan dibarengi desahan akibat ulah Al yang menggesekan miliknya tanpa memasukinya, dan itu membuat tubuh Saphire terasa panas dan ingin menikmati rasa yang membuatnya melayang itu.


Al kemudian mengangkat tubuh Saphire untuk bertekuk lutut dan membalikan tubuh Saphire agar membelakanginya.


"Aku akan melakukanya dengan hati hati" ucap Al, tangan Saphire memegangi pinggiran bathup untuk menahan tubuhnya dari sentakan milik Al yang sangat besar itu.


"Ini terasa penuh baby," ucap Al


"eemmmhhh aahh... ahhh... ahhh.. Al "


Al memaju mundurkan miliknya dengan tempo yang lebih cepat, tangan dan jemari Al ia gunakan untuk memainkan klitoris Saphire. Wanita itu benar benar di buatnya kewalahn oleh Al, rasa nikmat dan panas itu terus menjalar ke setiap nadi di tubuhnya.


"A-al.. emmmhh a-aku ingin...ahh" tempo yang cepat itu membuat Saphire hampir mencapai puncaknya.


"Kita nikmati be-rsa aaahhhh...." mereka berdua sampai pada puncaknya.


Bersambung


terima kasih like dan komenya


jangan lupa like komen dan share ya guys


biar author makin semangat upload

__ADS_1


__ADS_2