SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
21. Home


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 4 sore, Al bersama Saphire dan Veronica berjalan untuk keluar dari kantor. Setelah sampai di depan kantor, satpam datang dengan mobil sport dan memberikan kunci mobil kepada sang pemilik mobil.


"Masuklah" kata Al kepada Saphire, yang hanya berdiri bersama Veronica di dekat mobil.


Saphire melihat sekitar dan sepertinya banyak karyawan yang melihatnya. Melihat itu Saphire hanya menggarukan kepala dan merasa canggung.


"Jangan pedulikan mereka, cepatlah masuk. Katanya ingin pulang kerumah" kata Al dari dalam mobil.


"Benarkah kamu mau kerumahku" tanya Saphire histeris.


"Cepatlah nona" tambah Al dengan sarkasme.


Saphire melihat Veronica dan tersenyum canggung, " Kau mau ikut bersama kami? biar Al mengantarmu juga" kata Saphire polos


"Tidak tidak, apartemenku hanya di dekat sini. Kau masuklah, jangan biarkan dia menunggu" kata Veronica


"Baiklah, aku duluan" kata Saphire yang di barengi wajah sumringah dan memasuki mobil sport berwarna hitam.


"Kau membuatku menunggu nona" kata Al saat Saphire menutup pintu mobil.


"Maafkan aku paduka" kata Saphire sambil menirukan gaya hormat kepada raja.


"Hey, belajar dari mana gadisku ini hmm?" kata Al mengacak rambut Saphire ringan.


Perjalanan mereka di dominasi oleh senda gurauan yang saling mereka berikan. Mobil sport hitam itu memasuki sebuah rumah tingkat dua dengan warna putih mendominasi rumah itu. Rumah bergaya modern itu memiliki halaman yang luas dan taman bunga yang di tumbuhi beraneka ragam jenis bunga. Saat masih kecil Saphire dan Alvin sering kali menghabiskan bermain di taman tersebut.


Al turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Saphire. Mereka berjalan menuju pintu berwarna coklat muda dengan ukiran yang menambah aksen elegan.


"Eh nona Saphire pulang, bibi bukain pintunya non. Bunda sedang di taman belakang rumah" kata bibi yang sering membantu membersihkan rumah. Ya tipe rumah yang sangat hangat akan kekeluargaan pikir Al.


"Ah bibi, terima kasih bi" kata Saphire yang kemudian mengajak Al memasuki rumah Saphire.


"Sayaaang" teriak bunda yang datang. Saphire kemudian berlari memeluk bundanya, Saphire memeluknya posesif, merindukan tangan dan dekapan bunda.


"Hey hey sudah, siapa itu Saphire? temanmu?" tanya bunda melihat sosok pria yang tersenyum melihatnya.


Pria itu kemudian berdiri dan menghampiri bunda saat melihat Saphire kebingungan menjawab pertanyaan ibunya.


"Perkenalkan tante, saya Al kekasih Saphire" kata Al yang kemudian menyalami lembut tangan bunda. Bisa di pastikan muka Saphire saat ini sudah seperti kepiting rebus yang siap santap.


"Hai Al, ternyata anak Bunda sekarang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa" ucap Bunda sambil mengelus rambut Saphire.

__ADS_1


"Aku masih anak gadis Bunda yang kecil" kata Saphire manja dan memeluk bunda.


"Kau lihat Al, betapa manjanya anak ini. Lebih baik kamu pikirkan dengan matang untuk menjadinya kekasih" kata bunda sambil tertawa.


"Iiiihh bunda, gitu sama anak perempuan satu satunya" jawab Saphire.


Mereka menghabiskan waktu di ruang tengah sembari menunggu ayah dan Alvin pulang. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, Ayah dan Alvin memarkirkan mobil mereka di garasi.


"Siapa ini yang pulang, anak kesayangan ayah hm?" kata seorang laki laki yang berjalan memasuki rumah.


"Ayaahh" teriak Saphire yang kemudian berlari menghambur ke pelukan sang ayah.


"Saphire kangen ayah" tambah Saphire.


"Begitupun ayah, belum terbiasa pulang kerja di rumah sepi. Dan kau tahu, kakakmu ini lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah" kata ayah menyindir Alvin.


"Mungkin kakak sudah punya pacar yah!" tambah Saphire dengan menjulurkan lidahnya ke arah Alvin.


"Saphireee...." teriak Alvin yang kemudian langsung berlari menuju Saphire dan mengelitikinya.


"Sudah sudah hentikan" kata bunda yang tersenyum.


Pandangan Al menerawang jauh betapa ia dulu hanya mendapatkan kekerasan dan rasa sakit yang mengubahnya menjadi seseorang yang seperti ini. Tidak memiliki hati, dan bahkan selalu tanpa pikir panjang membunuh orang. Ya Al terkenal demikian, namun tidak untuk Saphire. Yang Saphire tahu hanyalah Al yang berhati hangat dan lembut.


"Al..Al.." goncangan tubuh yang Saphire lakukan membuat Al kembali pada dunianya kini. Al selalu sulit mengendalikan hatinya dan perasaanya kala memori masa lalu kelam itu hadir kembali di pikiranya.


"Ah iya sayang?" tanya Al yang seperti orang kebingungan.


"Kau tidak mau mengenal ayahku? apa yang membuatmu melamun?" tanya Saphire.


"Ah tidak, hanya bahagia melihat senyum mu" kata Al yang kemudian berdiri dan berjalan menuju ayah dan Alvin berdiri.


"Selamat malam om, perkenalkan saya Alvern" kata Al dengan menjabat tangan ayah Saphire.


"Ah iya, Alvern? kamu Alvern Eldark?" tanya ayah sedikit kebingungan, pasalnya mengapa orang hebat dan berpengaruh di negara ini berada di rumahnya.


"Iya om, perkenalkan saya Alvin Eldark" kata Al sambil menjabat tangan ayah Saphire.


"Oh baiklah, apakah anak om sering membuat masalah di kantornya sehingga atasanya datang kemari" tanya ayah dengan tertawa


"Tidak om, saya ingin mengenal lebih dekat keluarga Saphire" jawab Al.

__ADS_1


"Ah baiklah, ayo kita ke meja makan saja. Sepertinya bibi sudah selesai memasak" kata ayah mengajak Al berjalan menuju meja makan. Alvin hanya terdiam melihat hal itu, mungkin di kalangan publik dan para pengusaha Al adalah sosok pria baik yang luar biasa. Namun Alvin mencurigai sesuatu ada hal yang tidak beres pada pria itu. Ia harus mencari tahu batinnya.


Mereka menghabiskan waktu dengan makan malam dan di lanjut berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang bincang. Al dan ayah membicarakan bisnis yang saat ini berkembang, tak tanggung tanggung Al juga menawarkan kerja sama dengan perusahaan ayah yang saat ini masih dalam tahap menengah.


Sementara Saphire, Alvin dan bunda berbincang bincang mengenai pekerjaan Saphire, yang tentu saja beberapa hal Saphire rahasiakan apabila bosnya sering menidurinya.


Malam itu Al memutuskan untuk pulang dan akan menjemput Saphire keesokan harinya untuk bekerja.


***


Saphire dan Al berjalan menuju ruangan Al,


"Bagaimana malammu tuan putri?" tanya Al saat mereka masih di dalam lift.


"Menyenangkan, aku menghabiskan malam dengan banyak bercerita dan bercanda dengan bunda dan Alvin" kata Saphire dengan tersenyum senang.


"Sepertinya malammu lebih menyenangkan dari pada malamku yang sendiri" tambah Al dengan expresi pura pura sedih.


"Tidak begitu Al" jawab Saphire sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kau harus membayarnya baby" kata Al yang kemudian langsung menyambar bibir mungil Saphire. Al melumat bibir itu bagai candu yang begitu manis, lidah Al memasuki setiap ronggak bibir Saphire. Dan itu terasa sangat memabukan. Tangan Al bergerak mengelus dan meremas bokong Saphire yang semakin hari justru semakin membuat Al tergoda.


Tiba tiba, pintu lift terbuka dan di depan lift berdirilah dua wanita, Veronica dan Dara. Dara sungguh shock melihat pemandangan di depan mata itu.


Melihat Dara dan Veronica seketika Saphire mendorong tubuh Al dengan cepat, Saphire merutuki kebodohanya saat ini. Bisa bisanya ia terbawa suasana dan berciuman dengan bos mereka di lift, bahkan di saksikan karyawanya. Veronica hanya menatap ke arah lain dan pura pura tidak mengetahui hal demikian karena pasalnya Veronica sudah tahu hubungan Al dan Saphire. Bahkan disitulah tugas Veronica.


Dara mengepalkan kedua tangannya, darahnya sudah mendidih melihat pria yang ia cintai berciuman dengan gadis rendahan seperti Saphire.


"Dasar pelacur murahan!!" teriak Dara, ia berjalan dengan cepat menuju arah Saphire.


Saphire sudah tahu apa yang akan terjadi, ia pasti di siksa habis habisan oleh Dara. Tangan Dara melayang di atas yang ingin menampar pipi Saphire. Tapi tangan Dara di tahan oleh seseorang dari belakangnya. Kemarahan Dara semakin memuncak, siapa ia berani beraninya menahan tangannya.


Bersambung


like


komen


share


thanks

__ADS_1


__ADS_2