
Saphire melangkahkan kaki menuju meja kerjanya, baru duduk 10 menit untuk mengerjakan berkasnya telepon di mejanya sudah berdering. Saphire mengangkan teleponnya dengan malas karena sudah di pastikan itu CEO perusahaanya tempat ia bekerja atau lebih tepatnya bosnya yang rese.
"hallo pak, ada yang bisa saya bantu?" tukas Saphire dengan malasnya.
"Ya, masuk keruanganku sekarang!" jawab Al
Saphire berjalan menuju ruang kerja Al, ia baru menyadari bahwa ruangan kerja Al begitu elegan dan terkesan simple. Ruang kerja yang di dominasi warna abu abu dengan sentuhan sedikit warna emas itu nampak begitu dinamis.
"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Saphire yang tidak menatap mata Al karena masih merasa sangat malu atas kejadian tadi pagi.
"Kamu tidak perlu terlalu formal saat hanya berdua bersamaku" jawab Al karena sesungguhnya ia agak risih di panggil pak oleh Saphire, padahal selama ini ia di panggil pak oleh seluruh karyawanya tidak risih sama sekali.
"ha? ah i-iya baiklah" sebenarnya Saphire menjawabnya dengan kebingungan, mengapa demikian padahal dengan karyawan yang lain atau dengan kak widdy saja tidak ada masalah.
"Jangan melamun, sekarang berikan dokumen ini ke manager accounting." Perintah Al sembari menyerahkan dokumen untuk di bawa Saphire.
Saphire sempat melotot melihat dokumen yang akan di serahkan, bukan banyak lagi melainkan sangat banyak bahkan mungkin Saphire sedikit kesulitan untuk membawa dokumen-dokumen itu.
Saphire membawa dokumen dan segera berjalan menuju ruang accounting untuk menyerahkan dokumen dengan langkah gontai.
Bruuukkk....
__ADS_1
Saphire terjatuh tepat di depan pintu ruang manager accounting, dari dalam ruangan keluarlah pria yang menjadi idola nomor dua di kantor EL Group. Pria ini terkenal baik ramah dan pribadi yang sangat menyenangkan.
"Anda tidak apa apa nona?" tanya pria yang baru saja keluar sambil berjongkok dan membantu membereskan documen yang berserakan.
"Gawat! shit! gue pasti kena omel si monter killer itu" umpat Saphire tidak menyadari ada pria yang bertanya kepadanya.
"hahahahaha... oke berarti anda baik-baik saja terlihat dari caramu mengumpat" timpal pria itu dengan tawa cukup renyah.
Saphire kemudian mendongak melihat siapa yang tertawa demikian " Loh Reynand? kau ngapain di sini?" tanya Saphire dengan alis mengkerut.
"Saphire? oh ah aku bekerja di sini, dan kau ngapain di sini dengan membawa seluruh dokumen ini?" tanya Reynand sambil tetap memunguti beberapa dokumen yang tersisa.
"Aku sekertaris CEO di sini, kau manager accounting di sini?"
"Sejak kapan kau bekerja di sini ?" tanya Saphire.
"Setelah lulus aku langsung di terima bekerja di sini dan lingkungan selalu mendukung sehingga jenjang karir ini cukup singkat ku peroleh " ujar Rey dengan tangan nya yang sibuk mengobati kaki Saphire dengan salep.
"Dan kau menjadi sekertarisnya Al?" tanya Rey tanpa memandangi Saphire.
"Hmm iya" ucap Saphire dengan seadanya, sebenarnya Saphire sedang malas membicarakan Al seketika moodnya langsung memburuk. Namun karena yang di hadapanya kini adalah Reynand berbeda ceritanya, Saphire kini menjadi semangat entah mendapat dorongan dari mana yang jelas jika ada Reynand bagaimanapun keadaanya Saphire pasi senang.
__ADS_1
Saphire mengingat masa kuliahnya dulu yang menyukai Rey sejak masih menjadi mahasiswa baru.
Flashback on
Saphire adalah mahasiswa baru di kampus tempatnya kuliah, gadis bermata biru dengan paras yang indah itu banyak yang menyukai tak hanya teman-teman satu angkatanya namun banyak kating atau seniornya yang sering ingin berkenalan atau menanyakan kontak Saphire.
Namun Saphire adalah pribadi yang cukup tertutup, dia bukan tipikal gadis yang dengan mudahnya di goda atau bahkan menggoda karena Saphire selalu mengingat apa yang kakaknya bilang bahwa selama menempuh proses pendidikanya Saphire di larang bergaul berlebihan dengan temanya.
Bukan bermaksut buruk tapi karena kakak Saphire amat sayang dengan adik perempuan satu-satunya dan tidak ingin terjebak dalam pergaulan bebas.
Tak jarang Eldo sang kakak mengantar sendiri adik kesayanganya ke kampus karena ingin melihat bagaimana lingkungan pendidikan adiknya.
Tiba saat masa orientasi, di situ Saphire mengenal Rey yang selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa. Meskipun Saphire selalu menolak ketika diajak berkenalan dengan senior-senior laki laki, tak sedikit senior perempuan yang merasa iri atau bahkan benci dengan kehadiran Saphire. Karena baru saja gadis itu menginjakan kaki di kampus ini sudah mencuri banyak perhatian dari penghuni kampus khususnya laki-laki.
Siang itu, Martha beserta dayang-dayangnya yang berjumlah tiga orang memiliki rencana busuk untuk membuat Saphire mengingatnya seumur hidup.
.
.
.
__ADS_1
to be continue
jangan lupa like komen biar update semakin cepat 😊😊