SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY

SAPHIRE MY MIRACLE SECRETARY
08. Apa ini


__ADS_3

Sekertaris kantor Al memasuki ruangan, mbak widdy melihat Saphire yang terduduk di sofa, ia memandang Saphire dan mata mereka bertemu. Mbak widdy yang sudah seperti kakak di kantor, yang selalu mengajari Saphire perihal pekerjaan itu hanya tersenyum lembut dan hangat. Al hanya terdiam melihat interaksi keduanya.


"Ehm ada apa ?" tanya Al dengan wajah datarnya


"maaf pak, saya di minta pak Rey untuk menyerahkan berkas ini" jawab Widdy sambil menyodorkan beberapa berkas.


"Cihh, dia lagi. Kenapa dia tidak mengantarnya sendiri kemari?"


"Beliau sedang ada meeting dengan beberapa divisi kantor pak" jawab Widdy


"baiklah, taruh dokumenya di meja nanti akan segera saya proses"


"baik pak, saya permisi" tambah Widdy yang kemudian keluar ruangan.


Saphire melihat interaksi keduanya, ia merasa aneh dengan tingkah bosnya. Pasalnya ketika berinteraksi dengan orang lain, Al selalu menunjukan wajah yang dingin dan datar tetapi saat bersama Saphire dan saat melakukan hasratnya dengan Saphire, Saphire bisa melihat expresi Al yang melembut dan bahkan pria dingin itu banyak tersenyum meski hanya senyum tipis.


"kenapa kamu bengong?" tanya Al yang berdiri dan berjalan untuk membuka makan siangnya.


"ah tidak, kenapa kamu berbeda saat berbicara dengan orang lain dan denganku?" tanya Saphire sambil memicingkan mata.


"berarti kamu berbeda buatku" jawab Al dengan santai dan mulai melahap makan siangnya. Dada Saphire berdegup kencang mendengar jawaban Al, dan bisa bisanya pria bodoh itu menjawab dengan santai dan seolah tidak terjadi hal yg besar.


Saphire memutar malas bola matanya dan berdiri untuk kembali ke tempat kerjanya "duduk dan makan makananmu dulu" perintah Al


"aku bisa makan nanti"


"makan sekarang atau mau aku suapin" tambah Al dengan senyum liciknya


Seketika Saphire menutup mulutnya dengan tangan, ia paham melihat senyum licik si bos pasri akan bertindak aneh-aneh. Saphire kemudian duduk dan menyantap makan siang dengan lahapnya karena ia memang belum sarapan sejak pagi.


"bagaimana kakimu"


"sudah lebih baik" jawab Saphire


Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 dan Saphire masih berkutat dengan komputer miliknya, Al pun masih menyelesaikan beberapa dokumen yang harus ia proses.


"ayo pulang" kata Al

__ADS_1


"kamu pulang duluan, beberapa dokumen masih belum selesai" jawab Saphire tanpa menatapnya.


Al kemudian berjalan mendekati Saphire, pria itu berdiri di belakang kursi Saphire. Al kemudian memeluk Saphire, mengalungkan kedua tanganya yang kokoh pada kedua pundak Saphire dan membenamkan kepalanya di leher Saphire.


"pergilah, kau sangat berat" keluh Saphire


"sebentar saja" jawab Al


Saphire hanya diam dan membiarkan pria berwangi maskulin itu sejenak menyandarkan lelah padanya.


BRAAAAAKKK......!!!!


Tiba-tiba pintu ruangan Al terbuka dan munculah tiga orang pria, Vasco sang dokter dengan kegantengan yang menawan, Gerald Plant Manager Al yang terkenal dingin dan sangat kejam terhadap siapapun, dan satu lagi Glen pemilik hotel dan club malam terbesar di Indonesia.


"ooooo woooooo apa ini brother" kata Glen sambil tersenyum dan mengangkat kedua tanganya. Al hanya mengumpat dalam hati dan mulai berdiri untuk berjalan mendekati teman temanya yang sedang asyik tertawa seolah mendapatkan dorprize yang luar biasa.


" Lain kali ketuk dulu" titah Al sambil bersedekap dan menyandarkan tubuhnya di meja kerjanya.


"why?? sejak kapan kita masuk dan harus mengetuk pintu dulu brother jawab Vasco dan diiringi anggukan oleh kedua temannya.


"Mulai hari ini" jawab Al dengan dingin


"hey hey, kau tidak perlu malu Saphire justru kita semua senang kamu bisa menakhlukan hati Al. kita sudah sempat mengira dia gay karena tidak pernah terlibat dengan wanita " jelas Vasco dengan satu kedipan mata kanan untuk Saphire.


Saphire hanya tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat kondisi yang terjadi di depanya.


"Apa-apaan ini, kau sudah mengenal wanita cantik ini Vasco ? ini tidak adil, aku juga harus berkenalan denganya" tambah Glen dan mulai berjalan mendekati Saphire. Ian mengulurkan tanganya dan tersenyum lembut untuk Saphire.


"hay, aku Glen mulai besok aku sudah kembali bekerja di sini. Ruanganku di sebelah sana jika butuh bantuan kau bisa datang ke ruanganku" kata Glen


"ah baiklah, aku Saphire" dan menjabat tangan Glen dengan sedikit canggung ia menatap Al kemudian Al hanya mengangguk tipis untuk Saphire seperti paham akan kecanggungan pada Saphire.


"sudah cukup, kau membuatnya takut Glen" kata Al yang kemudian berjalan mendekati Saphire, Al mengajak Saphire untuk pulang karena ia tidak ingin wanita itu tercemar oleh teman temanya yang suka bertingkah seenaknya itu.


"Tunggu aku di club saja" kata Al yang kemudian menggenggam tangan Saphire dan membawa wanita itu untuk pulang. Ketiga temanya masih saja riuh dan tertawa senang, pasalnya mereka sudah sangat menantikan hal seperti ini terjadi.


Saat berada di mobil sport hitam milik Al, Saphire melihat Al yang terlihat waspada dan tidak tenang.

__ADS_1


"Ada apa Al?" tanya Saphire dengan mengerutkan alisnya yang juga laju mobil Al juga menjadi semakin cepat dan seakan di kejar sesuatu.


"tenanglah, kamu akan baik baik saja" jawab Al, Saphire melihat ke spion dan benar saja mereka di ikuti oleh dua mobi hitam besar yang juga melajukan kecepatanya dengan tinggi.


"Al siapa mereka, dan kenapa mereka mengikuti kita, aku takut" kata Saphire sambil panik dan memegang jok mobilnya dengan keringat yang mulai membasahi telapaknya.


Doooorrr dorrrrrr dorrrrr


Terdengar beberapa tembakan dari arah belakang yang membuat Saphire menjadi semakin takut, untung saja mobil Al sudah di design dengan lapisan anti peluru, hanya peluru dengan modifikasi dan rancangan tinggi yang mampu menembus mobil Al


"Jangan panik, percayalah aku akan menjagamu. Sekarang tenangkan dirimu dan bisa tolong pasangkan headset bluethoot pada telingaku?" tanya Al dengan focus dan masih melanjutkan laju mobilnya membelah jalanan dan melewati beberapa mobil di depanya dengan lihay.


Saphire kemudian mengambilnya dan memasangkanya di telinga Al, sebenarnya Al ingin sekali mengeluarkan pistol di dashboornya untuk menghalau mereka namun hal itu ia urungkan melihat wanita di sampingnya sudah panik dan pucat Al tidak ingin membuat Saphire menjadi tambah kacau, untul hal seperti ini mungki sudah hal biasa bagi Al namun tidak untuk Saphire.


"Good girl, sekarang tolong ambil HP di kantong jas dan telepon Gerald" kata Al


Saphire mencoba memasukan tanganya dan meraba-raba isi jas milik Al, "tidak ada Al" jawab Saphire dengan panik.


"Sebelah kanan" jawab Al


"cih, kau memanfaatkanku dan menikmatinya "


"hahahah ini bukan waktu yang tepat baby, sekarang telepon."


Saphire mendial nomor dengan nama Gerald,


"hallo Al, ada apa ?" kata Gerald di seberang telepon


"kau kirim orang, aku diikuti mereka. Aku sedang bersama Saphire" lanjut Al dengan sedikit terburu-buru.


"shiit, bangs*t mereka. Baiklah 5 menit Al" jawab Gerald dan mematikan teleponnya.


Al melihat wajah Saphire yang mulai merasa ketakutan, Al tidak tega melihat Saphire yang ketakutan ia mengumpat dalam hati dan akan membalas perbuatan itu.


Dan benar saja tak sampai 5 menit mobil hitam sudah tidak mengikuti mereka lagi, Al melajukan mobilnya menuju rumah besar dan tinggi bernuansa serba putih dan dengan tingkat keamanan yang sangat ketat. Rumah itu di penuhi cctv di segala arah dan banyak pria berjas hitam disegala penjuru rumah.


Saphire merasa kebingungan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2