
Saphire meludahi pria di depanya yang berani beraninya menyentuh dagunya.
"********" teriak pria itu dan seketika menampar pipi Saphire dengan sekuat tenaga sehingga mengalir darah segar dari bibir wanita itu.
"Menjauh dariku dasar pria brengsek" teriak Saphire
"Dasar kau pelacur sial!! Kalau bukan karena bos kita, kau sudah ku bunuh dari tadi." Teriak pria itu sambil mencengkram kuat dagu Saphire.
"Bunuh aku dari pada aku harus bertemu dengan bos ******* mu itu" Teriak Saphire sambil meneteskan air mata. Ia sangat ketakutan, bahkan tangannya sudah bergetar hebat. Namun ia harus menyembunyikan ketakutanya.
Tiba tiba terdengar bunyi tembakan dari arah belakang mobil, mobil yang Saphire tumpangi memiliki design anti peluru pada setiap sisi dan kaca mobil.
"Kita di buntuti" kata pria yang duduk di bangku pengemudi
"Shit..Pasti itu teman wanita ini" tambah pria dengan kaca mata hitam di sebelah kanan Saphire yang sedari tadi hanya berdiam.
"Lajukan mobilnya dengan cepat, jangan sampai tertangkap"
"Kurasa jika tertangkap pun mereka tak akan bisa mengambilmu gadis bodoh, temanmu hanya satu wanita lemah dan satu pria biasa saja." kata pria yang menampar Saphire.
...
"Hati hati kalau mau menembak, di dalam sana ada Saphire" kata Andrew
"Kau pikir aku menembak tanpa perhitungan" kata Veronica
"Cukup, aku akan menghadang mobil mereka saja" tambah Bastian.
"Itu mobil dengan keluaran terbaru, dirancang dengan kecepatan tinggi dan keamanan yang sudah canggih. Setiap sisi dan roda di lengkapi fitur keamanan yang bagus" kata Andrew
"Dari mana kau tahu itu" tanya Veronica yang sekarang mencurigai Andrew, tidak mungkin Andrew hanya orang biasa.
"Aku akan mencoba menembak salah satu roda belakang agar menghambat mobil mereka" kata andrew
"Aku sudah mencobanya dan tidak berhasil," kata Veronica
"Sepertinya kau perlu mengupgrade senjatamu nona" kata Andrew dengan senyum mengejeknya. Melihat itu Veronica hanya memutar bola matanya, karena dirinya tidak persiapan membawa senjata yang lebih canggih. Pada dasarnya setiap orang orang penting di bawah perusahaan Al dan Black Wings di fasilitasi senjata dengan kemampuan terbaru dan sangat canggih.
Namun Veronica kurang memperhitungkan akan hal ini, mobil Bastian yang seharusnya tersistem senjata beraneka jenis ini hanya terdapat senapan laras panjang.
"Mengapa di sini hanya ada satu senapan menyedihkan ini?" tanya Veronica pada Bastian dengan tatapan menyelidik.
"Maafkan aku, ini hanya mobil pribadiku."
__ADS_1
"Lalu dimana yang seharusnya?"
"Di rumah" jawab Bastian dengan santainya, padahal ia seharusnya membawa mobil dengan sistem canggih yang di fasilitasi oleh Al.
"Bagus, sepulang dari sini kita harus menggali kuburan kita dahulu sebelum menemui Al" kata Veronica.
Doooooorrrrrrr.......
Tiba tiba Andrew memberikan satu tembakan tepat pada roda kanan belakang mobil yang di tumpangi Saphire.
Seketika mobil yang melaju dengan kecepatan itu oleng dan menabrak pohon yang berada di trotoar, kepala Saphire membentur bangku tempat duduk pengemudi di depanya. Darah segar mengalir dari dahi Saphire, wanita itu merasakan kepalanya sangat pening. Rasa sakit menjalar ke kepalanya.
Bastian menghentikan mobilnya tepat di sebelah mobil penculik.
"Shiiit, kau bisa melukai Saphire bodoh!!" teriak Veronica pada Andrew yang melihat mobil yang di tumpangi Saphire menabrak pohon.
"Aku sudah memperhitungkan semuanya, termasuk kondisi Saphire sekarang." Jawab Andrew
"Kau tidak tahu betapa berharganya nyawa wanita itu kawan" tambah Bastian.
Mereka segera turun untuk mengambil Saphire dari dalam mobil sebelum berurusan dengan polisi.
Namun langkah mereka di hadang oleh 4 laki laki bertubuh besar yang keluar dari mobil penculik.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Bastian
"Ah ternyata penculik bodoh yang tak punya akal" kata Veronica
"Lebih baik kau pulang nona, sebelum aku menjadikanmu wanitaku malam ini di ranjang" kata pria bertatto banyak.
Veronica berlari ke arah pria itu dan memberikan pukulan, namun di tangkis oleh pria bertatto. Kaki jenjang Veronica ia naikan dan melakukan tendangan kearah wajah pria itu. Darah segar mengalir dari pelipis pria.
"Aku membenci pria terlalu banyak bicara, sampah!!" kata Veronica yang melanjutkan perkelahianya. Bastian juga sedang sibuk oleh dua pria yang berusaha menghajarnya, namun bukan Black Wings jika mereka kalah dalam pertarungan. Bastian dan Veronica mampu memegang situasi dalam perkelahian itu.Melihat cara bertarung Veronica, Andrew sedikit terkagum kagum. Ternyata wanita cantik yang ia kira hanya bisa merengek itu sungguh wanita hebat.
Tiba tiba dari arah belakang muncul mobil berwarna hitam, mereka berjumlah sepuluh orang yang langsung turun dari mobil itu untuk memegang situasi. Andrew di sibukan oleh tiga laki laki berbadan besar.
Veronica sudah melumpuhkan beberapa orang, namun tetap saja mereka bertiga kalah jumlah. Banyak juga dari mereka memegang senjata tajam.
Crrrsssss...... pisau tajam menyayat lengan Veronica, darah segar mengalir dari lengan tangannya. Jika saja ini tidak di tempat umum yang bisa memicu keramaian banyak orang mungkin ia sudah mengeluarkan pistolnya dari tadi.
"Bertahanlah Veronica, aku sudah mengirim sinyal bantuan" teriak Bastian. Veronica tetap mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melawan orang di hadapanya.
"Nona cantik, lebih baik kamu ikut kami. Pasti akan lebih menyenangkan" kata salah satu pria.
__ADS_1
"Damn, shut up stupid!!" jawab Veronica. Yang di lanjutkan dengan menghajar pria itu.
Tiba tiba, para penculik yang berjumlah belasan itu mundur dan semua memasuki satu mobil yang seperti mini bus berwarna hitam. Mereka kemudian memacu mobil itu dengan kencang.
"Apa apaan ini?" tanya Andrew yang tidak memahami apa yang terjadi.
Bastian dan Veronica langsung memahami keadaan, mereka berlari ke arah mobil di mana Saphire berada.
"Shiiiit !!"
"Brengsek"
Teriak mereka bersamaan, Bastian menyugar rambutnga frustasi. Veronica menarik baju bagian bawahnya dan menjadikan perban di lenganya.
Mobil Al dan satu mobil hitam datang dari arah belakang. Veronica dan Bastian sudah sangat panik, bagaimana ia menjelaskan kejadian ini pada Al.
Al yang memakai kemeja hitam itu turun dari mobil.
"Kalian tidak baik baik saja ?" Tanya Al, Bastian dan Veronica melihat sedikit emosi yang Al tahan.
"Ma-maafkan kami, kami pasti akan menemukanya lagi" kata Veronica. Bastian hanya menundukan kepalany merutuki kecrobohanya.
"Kalian sebaiknya ke rumah sakit" Kata Al.
"Tidak, kami akan ikut. Kami akan bertanggung jawab dengan semua ini." jawab Bastian.
"Baiklah, dimana mereka sekarang?" tanya Al. Ya bukan sniper handal jika Veronica dan Bastian sampai kecolongan. Mereka sudah melempar pelacak magnet di mobil yang membawa Saphire.
Veronica kemudian membuka jam tangan dan menekan beberapa tombol, muncul diagram lokasi yang menunjukan keberadaan musuh mereka.
"Gedung tak terpakai di samping Stasion" kata Veronica.
Veronica dan Bastian kemudian berlari ke arah mobil hitam dan masuk ke dalamnya.
"Kamu Andrew? Biarkan salah satu anak buahku mengantarmu kerumah sakit. Terima kasih sudah membantu menolong kekasihku" kata Al yang kemudian berjalan meninggalkan Andrew yang belum sempat menjawab.
Dalam hati Andrew sedikit ada rasa sesak, kekasih wanita yang ia sukai dalam pandangan pertama ternyata orang yang cukup berpengaruh dalam negara ini.
Ya, siapa yang tidak mengenal Alvern !
Bersambung
maaf guys gak upload lama
__ADS_1
lagi berjuang untuk test 😣😣
minta doanya ya guys biar lancar Aamiin