
"Kenapa kamu berdiri di situ Al" ulang Saphire yang melihat Al hanya terdiam menatap dirinya. Saphire melihat expresi Al yang sulit di artikan, namun hanya sesaat karena wajah itu kini tersenyum hangat.
"ah ya, aku baru saja pulang dan langsung ingin menemui wanitaku" jawab Al dengan senyumnya. Ia berjalan mendekati Saphire dan mencium keningnya.
"Dari mana sayang?" tanya Al
"Aku bosan menunggumu, dan aku ke toko buku membeli ini" jawab Saphire mengeluarkan novel yang ia beli.
"Baiklah, lalu?"
Saphire menceritakan pertemuanya dengan Andrew, ia duduk dengan bersandar di tubuh Al sambil menceritakan bahwa dia di traktir dan semacamnya oleh Andrew.
"Kurasa Andrew adalah orang baik Al" kata Saphire
"Honey, kamu belum mengenal betul dunia ini. Dimata indahmu ini, semua yang kamu lihat adalah baik padahal semua memiliki sisi gelap yang tak terlihat. Tetap berhati hatilah" tambah Al sambil mencium puncak kepala Saphire.
"Dan malam ini, aku ingin menghabiskan malamku dengan wanitaku" ucap Al sambil menggendong Saphire ala bridal style menuju ranjang kamar Saphire.
Al mencium Saphire dengan lembut, memberikan tanda kepemilikan di tubuh Saphire. Dan wanita itu sangat menikmatinya. Ya malam itu menjadi malam yang panjang dan bergairah untuk Al dan Saphire.
Jam sudah menunjukan pukul 12 malam, Saphire tertidur pulas di dada Al setelah lelah melakukan sex dengan Al. Al meraih Handphone di nakas dan mendial nomor seseorang.
"Cari tahu semua info tentang Andrew dan aku menginginkan dokumennya besok pagi sudah ada di meja pertemuan khusus" kata Al pada seseorang di telepon. Ya di dalam perusahaan El Group Al memilik satu ruangan yang khusus hanya untuknya dan beberapa orang penting yang boleh memasuki. Ruangan yang di kelilingi kaca tebal anti peluru, bukan kaca biasa namun memiliki koneksi dengan seluruh akses dan info segala hal di penjuru dunia. Akses yang memiliki koneksi dengan satelit itu sangat canggih dan di design untuk beberapa keperluan perusahaan. Sensor otomatis yang dapat mendeteksi orang yang mengakses komputer itu, bukan hanya komputer biasa namun memiliki kemampuan luar biasa seperti pelindung, sistem retas dan lainya. Setiap perusahaan yang Al bangun memiliki ruang pertemuan khusus yang tentunya berpusan di Black Wings
Al kemudian merebahkan dirinya, memeluk wanita itu dan mulai menutup mata bermanik hitam gelap yang seakan mampu menenggelamkan siapa saja.
Saphire mengerjapkan matanya, membuka mata dan mendapati Al masih tertidur pulas dengan memeluknya posesif. Telapak Saphire menyusuri wajah tenang di depanya, hidung mancung dan rahang yang tegas di tumbuhi bulu bulu halus. Dan sampailah pada bibir tipis yang selalu membuatnya hilang kendali.
"Mengagumi seseorang tuan putri ?"
Saphire kaget dan menurunkan tangannya, Al kembali meraih tangan Saphire dan menciumnya lembut.
"Morning" kata Saphire
"Morning" tambah Al sambil mencium kening Saphire.
Mereka kemudian bangun dan bersiap untuk pergi ke kantor.
***
Tok..tok..tok..
"Masuk" ucap Al di interkom yang menghubungkan dengan interkom tempat duduk Widdy.
Masuklah Widdy bersama dua orang, satu wanita berpenampilan kantoran biasa dan satu lagi pria bertubuh tinggi dan tegap dengan kemeja berwarna hitam.
"Sayang kemarilah" ucap Al yang menyuruh Saphire duduk bersama mereka di sofa ruangan.
Seketika wajah Saphire memerah mendengar Al memanggilnya dengan sebutan sayang, di depan orang yang belum di kenal dan bahkan berada di kantor pula.
__ADS_1
Saphire kemudian segera bangkit dan duduk di sebelah Al, "Hey, belajarlah profesional tuan" bisik Saphire.
"Apa kita sedang bermain bisik bisik?" tanya Al dengan wajah sok polosnya membalas bisikan Saphire.
"Hentikan Al" keluh Saphire sembari memukul lengan Al agar menghentikan guyonannya. Al kemudian mencubit gemas hidung Saphire.
Saat melihat itu Veronica dan Alex sedikit terheran, seorang Al yang notabennya adalah pimpinan mafia Black Wings yang di takuti berbagai pelosok dunia bisa bersikap demikian dan apa ini, guyonan yang menggelikan Al kepada Saphire. Bagi Alex dan Veronica yang bertahun tahun hanya melihat cara Al membunuh dan menyiksa orang, menyaksikan ini semua sampai terbengong bengong.
"Ehkhmm" deheman Al menghentikan rasa dan pikiran yang berkecamuk di pikiran mereka.
"Saphire, perkenalkan ini Alex dan Veronica dan kalian, ini Saphire" tambah Al
"Hai, saya Saphire" sambil menjabat tangan mereka bergantian.
"Veronica akan menjadi sekertaris yang juga akan menemanimu Babe, dan Alex akan menjadi tangan kananku karena beberapa bulan kedepan aku akan sering keluar negeri" ucap Al dengan santai.
"Apa kamu memecatku Al?" bisik Saphire lagi
"Tidak mungkin sayang, kamu bebas di sini. Aku hanya tidak ingin kamu terlalu capek dan Veronica ini wanita yang kurasa baik dan cocok menjadi temanmu saat aku tak di sampingmu" ucap Al mengacak rambut Saphire.
"ekhmm.. kurasa sebastian sudah menunggumu" kata Alex sambil menatap luar jendela memecah suasana yang canggung untuknya.
"Ah baiklah aku akan menemui sebastian sebentar, Saphire silahkan kamu ajak Veronica untuk berkeliling mengenalkan perusahaan" kata Al yang mulai beranjak.
Kemudian Saphire membawa Veronica untuk berkeliling kantor dan mengenalkan beberapa kerabat yang Saphire kenal termasuk Widdy.
"Mmm, not bad" jawabnya dengan senyum.
"Ayo aku antar ke ruang divisi, setelah itu kita langsung ke mejaku"
"Baiklah"
Mereka berjalan menyusuri berbagai divisi, sementara Alex, Sebastian dan Al kini sudah duduk di meja.
"Hanya sangat sedikit info yang ku peroleh mengenai Andrew, kurasa ada yang tak beres dengan pria ini" kata Sebastian menyerahkan beberapa dokumen.
"Ya benar apa katamu, ada yang tak beres dengan dia. Tidak mungkin seseorang dengan info sesedikit ini" jawab Al sembari mengelus dagunya.
"Aku akan coba mengirim data Andrew pada team kita di New York untuk meretas data Kependudukan, tetapi kurasa butuh waktu" ucap Alex
"Baiklah, segera kirim datanya. Dan Sebastian, mulai hari ini kamu terus awasi Saphire tanpa sepengetahuanya. Karena kurasa mulai banyak orang yang datang di sampingnya yang tidak beres dan indentitas tidak jelas"
"Baiklah, aku akan selalu mengawasinya dan bergerak di belakangnya tanpa dia tahu" kata Sebastian.
Saphire mulai berjalan menuju divisi keuangan bersama Veronica.
"Saphire.....apa kamu baik baik saja? aku lama tidak melihatmu di kantor" kata Rey yang tiba tiba memanggil dan menyapa Saphire.
"Hey kak, emm ya beberapa hari aku mengikuti perjalanan bisnis bos kita" ucap Saphire berbohong sambil menyiku perut Rey bermaksut bercanda.
__ADS_1
"Hahaha.. sekarang sudah jadi wanita karir yang sibuk ya" tambah Rey sambil mengacak rambut Saphire.
"Hentikan kak, eh ini perkenalkan sekertaris baru, Veronica. Dan Veronica ini Rey Manager keuangan di sini" kata Saphire memperkenalkan mereka. Veronica menjabat tangan Rey.
"Saphire nanti makan siang bareng kakak ya? aku akan mentraktirmu" tanya Rey
"Wohoo ada acara apa ini, tentu kak. Veronica kau mau makan siang bareng kita?" tanya Saphire
"Tentu" jawab Veronica dengan senyum menahan tawa melihat expresi Rey, Veronica paham jika sebenarnya Rey hanya mengajak Saphire saja dan gadis ini dengan polosnya justru mengajak Veronica. Gadis yang unik dan tidak peka tentunya batin Veronica.
(jam makan siang)
Saphire melihat Handphone dan mendapat Pesan dari Rey bahwa ia sudah menunggu di lobby perusahaan.
"Mau ikut makan siang bersama kami Al?" ajak Saphire
"Kami?" tanya Al
"iya.. aku Veronica dan kak Rey, kurasa dia sedang merayakan sesuatu sehingga mau mentraktir kami" jawab Saphire sumringah. Sejenak Al menatap Veronica, paham akan itu Veronica memberikan anggukan kecil pada Al .
"Kalian pergilah" jawab Al dingin.
"Atau mau aku bawakan sesuatu?"
"Tidak perlu" jawab Al tanpa melihat Saphire sembari menandatangi beberapa berkas.
Saphire hanya mengerucutkan bibirnya sebal karena reaksi Al sangat dingin, ia kemudian mengajak Veronica untuk keluar.
"Sepertinya manager keuanganku suka bermain main" kata Al sendiri dengan senyum miring yang mengerikan.
Saat makan siang Veronica melihat interaksi keduanya dan orang asing juga bisa melihat bahwa Rey menaruh perasaan pada wanita yang tidak peka satu ini. Rey sangat perhatian dan peduli pada Saphire, saat wanita itu tertawa terbahak Rey seringkali tersenyum lembut melihatnya.
Setelah makan siang mereka kemudian kembali ke kantor, "kau tahu Vero, dulu waktu masih kuliah aku sangat memuja dan menginginkan kak Rey" kata Saphire bercerita saat mereka berdua berada dalam lift.
"Benarkah, lalu kau masih mencintainya?" tanya Veronica
"Tentu tidak, kau tahu aku bersama Al. Seakan rasa itu menguap begitu saja"
Saphire banyak bercerita tentang kehidupan dan masalalunya waktu masih menginjak masa pendidikan. Veronica pun merespon dengan antusias. Tidak tahu mengapa tapi Saphire merasa sudah sangat lama mengenal Veronica, ia nyaman bercerita apapun padahal baru tadi pagi ia mengenalnya.
Bersambung...
Like
komen
share
thanks 😉😉
__ADS_1