
Neyla yang mendengar kejujuran dari sang suami, sungguh bagai ditusuk dengan pisau belati hingga tembus ke ulu hatinya, benar-benar sangat menyakitkan.
Zavan yang menyesali atas perbuatannya yang sudah menghancurkan hidup istrinya, dan juga sudah melakukan kesalahan besar, langsung memohon di hadapan istrinya sambil bersimpuh di kakinya.
"Aku minta maaf, Ney, aku mengaku salah, aku sudah menghancurkan hidupmu, juga rumah tanggamu, dan mantan suami kamu jatuh miskin karena ku. Aku menyesali atas semua perbuatan ku selama ini, aku sadar kalau aku sudah berbuat jahat terhadap diri kamu, maupun bagian keluargamu, juga termasuk putramu." Ucap Zavan menyesali atas perbuatannya.
Neyla menitikkan air matanya, sungguh kecewa dibuatnya. Lelaki yang masih dijaga rasa cintanya meski hancur sudah dengan keadaan yang memaksakan diri demi putranya, yang diterima kini sungguh menyayat hatinya.
Lelaki yang selama ini masih ia cintai, namun telah menghancurkan hidupnya. Bahkan, juga harapannya.
Ayah dari Zavan, yakni Tuan Gunanta, terdiam ketika menyadari apa yang sudah dilakukan oleh putranya memang benar salah atas perbuatannya dimasa lalu.
Kemudian, Zavan bangkit dari posisinya, dan menghadap pada istrinya. Dengan penuh penyesalan, Zavan mencoba meraih tangan Neyla. Namun dengan gerak cepat, Neyla langsung menepisnya.
__ADS_1
"Ney, aku minta maaf, aku siap menerima akibatnya. Juga, aku siap jika kamu mau melaporkan ku ke polisi. Aku janji akan mempertanggung jawabkan atas perbuatan ku soal mantan suami kamu yang sudah aku hancurkan karirnya. Tapi aku mohon sama kamu, maafkan aku yang sudah dibutakan oleh cinta yang bertepuk sebelah tangan. Ney, aku mohon maafkan aku. Aku siap jika kamu mau menghukum ku." Ucapnya lagi sambil menitikkan air matanya penuh dengan penyesalan atas perbuatannya.
Tuan Gunanta selaku ayah dari Zavan, berjalan mendekati lebih dekat lagi.
"Papa tidak punya masalah dengan kalian. Selesaikan sendiri masalah kalian berdua, karena kalian bukan lagi anak kecil yang meminta pembelaan." Ucap Tuan Gunanta yang memilih pergi dan tidak untuk ikut campur dengan urusan rumah tangga anaknya.
Neyla yang sudah terasa dongkol, juga kesal, benar-benar tidak menyangkal jika suaminya sangat keji dalam membalaskan dendamnya.
"Hidupku sudah hancur ketika aku menjadi istri dari seorang Naren, dan kini kamu hancurkan hidupku lebih dalam lagi. Aku kira kamu bukan lelaki yang sekejam ini, tapi kenyataannya aku terjebak dalam sarang cintamu. Aku yang bodoh, atau aku yang terlalu percaya dengan mu. Lelaki yang menghilang, dan datang hanya membawa petaka, serta kekecewaan ku padamu." Jawab Neyla penuh kecewa dan sakit hati terhadap suaminya yang sekarang.
"Kalau kamu memang ingin bertanggungjawab atas perbuatan kamu, temui mantan suamiku, katakan semuanya, apa yang sudah kamu perbuat dimasa lalu mu." Jawab Neyla yang masih menyimpan rasa sakit hati dan kecewa.
"Baik, malam ini juga aku akan temui mantan suami kamu. Aku akan berterus terang padanya, juga akan membersihkan nama baiknya. Jika mantan suami kamu tidak mau melaporkan, aku yang akan menyerahkan diri kepada polisi." Ucap Zavan atas keputusannya untuk bertanggung jawab soal perbuatannya dimasa lalu yang sudah menghancurkan karir, serta nama baik seseorang.
__ADS_1
Neyla langsung membuang muka ketimbang harus menatap wajah suaminya.
Zavan sendiri yang tidak ingin membuang-buang waktunya sia-sia, dirinya segera bergegas pergi untuk menemui mantan suami dari istrinya. Siapa lagi kalau bukan Naren.
Neyla yang sama sekali tidak ingin menyusul suaminya yang hendak pergi ke rumah orang tuanya, lebih memilih tetap berada di rumah. Meski sebenarnya ingin menyusul, tetapi tidak ingin masalah bertambah besar.
Vivian yang sudah mendengarnya langsung soal kebenaran tentang perbuatan kakaknya dimasa lalu, sungguh benar-benar tidak menyangkal jika kakaknya bisa berbuat sangat keji, pikirnya.
"Kak Ney, aku temani Kakak makan malam yuk, ini sudah malam loh, juga takutnya nanti Kak Ney jatuh sakit, sayang kesehatannya, Kak." Ucap Vivian berusaha untuk membujuk dan mengajaknya makan malam.
"Aku udah kenyang. Kalau kamu pingin makan, ya udah makan aja. Maaf, gak bisa menemani kamu." Jawab Neyla yang masih kedengaran menyimpan perasaan kesal terhadap kakak laki-lakinya.
"Jangan gitu dong, Kak. Kalau Kak Ney gak mau makan, terus sakit, gimana? Kakak yang sabar ya, semoga ada jalan keluarnya. Maafkan perbuatannya Kak Zavan, mungkin karena sangat mencintai Kakak, sampai lupa jika perasaan cintanya tertutup oleh kebencian. Percayalah Kak, selama ini Kak Zavan tidak pernah menjelekkan Kak Neyla, justru selalu memuji Kakak. Bahkan, Papa awalnya sudah memperingatkan, tapi Kak Zavan gak tahunya senekad ini. Kak, aku mohon sayangi kesehatannya Kakak." Ucap Vivian yang tengah berharap jika kakak iparnya tidak menyiksa diri.
__ADS_1
Neyla sendiri masih terdiam, pikirannya masih sulit untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapinya.
Dilain sisi, Zavan bersama Edwan tengah melakukan perjalanan menuju rumah kediaman orang tuanya Neyla, yakni ibu mertua.