School Prince, Budak Cintaku

School Prince, Budak Cintaku
Midnight Devil


__ADS_3

___________


Di sebuah kompleks perumahan elit, tepatnya di Rumah mewah berlantai dua yang menjadi tempat perkumpulan Geng Midnight Devil.


Midnight Devil adalah Geng motor yang berada di atas rantai seluruh jajaran Geng motor yang berada di Indonesia. Ketua mereka yang selalu misterius bahkan sering di bicarakan kalau dia salah satu Mafia.


Padahal itu hanya sekedar gosip miring, agar para Anggota baru atau musuh mereka tidak mencari tahu identitas ketua mereka,


Cerdik memang.


Malam ini Midnight Devil mengadakan pertemuan penting, semua anggota, anggota inti, juga wakil ketua sudah hadir di ruangan yang akan di jadikan tempat pertemuan ini. Mereka belum memulai pertemuannya karena masih menunggu Ketua mereka.


Jangan bayangkan mereka menunggu dengan duduk kaku di Sofa, bersama suasana tegang. Nyatanya mereka semua bersikap santai, atau bisa di bilang tidak tahu diri.


Di tangan Empat Anggota inti terdapat masing-masing Stik PS, sesekali mereka akan berteriak heboh.


Wakil ketua berbaring di Sofa sambil membaca komik. Para anggota sibuk dengan aktivitasnya sendiri, ada yang asik berkirim pesan, ada yang membentuk sekumpulan untuk bermain game online, ada yang sedang tertidur di karpet berbulu, ada yang memodifikasi motor mereka di halaman depan.


"Lan, geser ke kiri, njir!" Kata Laki-laki berambut keriting pada Laki-laki yang rambutnya di cat Abu-abu--Alan.


Alan melirik sinis Laki-laki berambut keriting bernama Gio, Laki-laki itu terus mengatur-atur seenaknya. "Nih mainin sendiri." Alan meletakkan Stik PS ke tangan kiri Gio yang kebetulan tidak memegang apapun.


"Idih, si Alin ngambek." Celetuk Bobi. Laki-laki bertubuh sedikit gemuk itu bergidik ngeri.


Laki-laki yang mengenakan Jaket jeans di sebelah Bobi terbahak. "Bisa-bisanya Alin ngambek, bujuk sana Yo."


Alan mengabaikan ledekan teman-temannya Ia memilih menghampiri Wakil Ketuanya yang masih asik membaca komik di Sofa. "Den, Si bos kapan dateng nya sih? Gue pengen ketemu Ayang Oliv."


Aiden Wakil Ketua Midnight Devil itu merubah posisinya menjadi duduk, lalu Ia meletakkan komiknya di meja. "Bentar lagi, lagian Ayang Oliv Lo itu udah tidur, Lan. Mana ada cewek yang masih melek jam segini."


"Lah emang ini jam berapa?"


"Sebelas,"

__ADS_1


Alan melebarkan matanya, Ia lekas melirik ke dinding yang terpasang jam. "Gila, perasaan Gue ke sini jam tujuh. Untung nunggu Bos, kalo bukan udah Gue hihh!!"


"Sorry, Lan, ntar Gue kirim suprise buat Oliv atas nama Lo."


Alan berbalik cepat, wajah tengilnya berubah drastis. "E-ehehe.. Udah dateng Bos, nggak usah repot-repot kirimin suprise Bos." Kata Alan kikuk Ia tahu apa yang dimaksud 'Suprise' oleh Ketua Midnight Devil itu.


Begitu menyadari kehadiran Ketua mereka, para Anggota dan Anggota inti meninggalkan kesenangannya, mereka lekas duduk di tempatnya masing-masing.


Laki-laki bertubuh jangkung itu duduk di Sofa yang sebelumnya di siapkan untuknya. Ia melirik Aiden sebagai Wakilnya.


"Semuanya hadir?" Tanyanya.


Aiden mengangguk, "Sebenernya mereka kaget, karena Lo ngadain pertemuan penting tiba-tiba begini."


Laki-laki itu mengedarkan pandangannya, untuk menatap wajah-wajah semua anggota, maupun Anggota inti.


"Sebelum itu Gue mau minta maaf karena ngaret dateng ke Basecamp, yang mau protes sini ke Gue ya, biar kaya Pacar Alan yang dapet Suprise dari Gue."


Mereka kompak menggeleng, "Kita-kita nggak keberatan kok, El. Santai aja." Kata Gio mewakili semua Anggota yang ada.


Mereka menghela nafas lega, sedangkan Alan mulai meratapi nasibnya.


Elio Wilson orang yang menjadi Raja Sirkuit itu nyatanya juga Ketua Midnight Devil, Ia menyembunyikan identitasnya karena Adik kesayangannya yang membenci semua hal yang berbau Geng motor,


Elio selalu meninggalkan motor sport merahnya di basecamp karena tidak ingin melihat Adiknya tahu kalau Ia seorang pecandu balap liar.


"Jadi malam ini Gue ngundang kalian semua karena besok kita bakal ngadain Party, buat ngerayain ultah Midnight Devil yang ke 7."


Tidak terasa Midnight Devil sudah berdiri selama 7 Tahun meski pemimpinnya yang terus berganti, pemimpin sebelum-sebelumnya berganti karena ada yang mendekam di penjara, ada yang sudah memiliki Istri, ada yang memiliki pekerjaan tetap.


Elio merupakan penerus ke Empat, Ia di angkat menjadi ketua setelah tidak sengaja membantu para Anggota Midnight Devil yang akan di bantai habis oleh Geng Black Moon. Mereka berniat menghabisi Midnight Devil  yang sedang tidak memiliki Ketua, dan merebut posisi Rantai puncak.


Tanpa di sangka Elio yang saat itu dalam perjalanan pulang setelah balapannya usai, menyaksikan aksi baku hantam antar kelompok di suatu gang, tapi tidak seimbang karena kelompok satunya tampak memiliki banyak anggota, berbeda dengan kelompok yang lain hanya memiliki beberapa Anggota saja.

__ADS_1


Kelompok itu juga nampak terpojok. Awalnya Elio tidak ingin perduli, tapi karena rasa kemanusiaannya Ia mencoba membantu mereka dengan menabrakki semua musuh kelompok itu bersama Lala, motor sport merahnya.


Elio juga tanpa pikir panjang menghantam semua Anggota Black Moon dengan helmnya. Setelah berhasil membuat mereka lari kalang kabut, semua Anggota Midnight Devil memintanya menjadi Ketua agar mereka semua memiliki arah.


Pada saat itu Elio menolaknya, tapi setelah di pikir-pikir lagi Ia mendapat keuntungan. Elio dapat melakukan hobinya sesering mungkin, karena Geng Midnight Devil terkenal memegang kendali penuh atas sirkuit-sirkuit yang Elio sering kunjungi.


Tapi itu dulu, sekarang Elio bertekad membuat Midnight Devil selalu ada karena banyak anak remaja yang menjadi Anggota Midnight Devil menganggap kalau Midnight Devil adalah keluarga mereka.


Seperti yang kalian tahu jika hampir semua Anak remaja yang ada di sini, hanya ingin mencari kesenangan dari kepenatan hidup.


"Seru banget dong, kita Party nya kemana El?" Tanya Bobi bersemangat.


Mereka akan bersikap santai pada Elio ketika di tempat umum karena tidak ingin membuat kecurigaan bagi rival mereka, mereka akan bersikap segan pada Elio jika berada di markas Midnight Devil.


"Kita ke perpustakaan kota gimana?"


Mereka saling tatap, jadi ini yang namanya Party ala Elio? Ingin protes, tapi khawatir bernasib sama dengan Alan.


Padahal di pikiran mereka, Elio akan menyewa satu Bar yang terkenal di Kota, mereka bebas melakukan apapun di sana.


Melihat semua Anggotanya terdiam karena kebingungan, Elio tertawa. "Gue bercanda."


Nafas lega keluar, mereka semua tertawa paksa bersama Elio, padahal candaan Elio tidak ada lucu-lucunya sama sekali. Demi menyenangkan hati Elio.


"Kalian bebas pilih dimana tempatnya,"


Perkataan Elio membuat semua Anggota yang sebelumnya tertawa paksa kini tertawa dengan ikhlas, wajah mereka berseri-seri seakan baru saja mendapat Jackpot.


"Oh iya, Gimana sama sekolah baru Lo El?"


Pertanyaan tiba-tiba Aiden membuat Elio mengingat Gadis yang menurutnya menarik itu, senyum tipis terlihat di bibirnya.


Perilaku lucunya membuat Elio betah berada di dekatnya, tapi sayang Gadis itu sudah memiliki pelindung.

__ADS_1


_______________


__ADS_2