School Prince, Budak Cintaku

School Prince, Budak Cintaku
Pertemuan pertama


__ADS_3

__________________


Jam berdetak menunjukkan pukul 10:35 tapi Kimy tidak bisa memejamkan matanya sama sekali. Ia memiringkan tubuhnya menghadap kiri, kebetulan sekali Agra juga berada di posisi miring ke kanan, hanya saja Laki-laki itu sudah terlelap mungkin karena terlalu lelah.


Suara derit ranjang terdengar saat Kimy mencoba bangun, dengan membawa serta selimut tebalnya Ia berjalan mendekati Sofa panjang yang ditiduri Agra.


Kimy membentangkan selimut yang dibawanya ke tubuh Agra, menyisakan leher dan kepalanya saja yang dapat terlihat.


Rambut kecoklatan nya menjuntai begitu Ia menundukkan wajahnya untuk menatap wajah Agra yang nampak polos, tidak seperti biasanya yang selalu menampilkan senyum manisnya atau tidak seperti dulu yang selalu menampilkan wajah datarnya.


Pasti Tuhan menciptakannya saat sedang tersenyum mau dilihat darimanapun Agra selalu terlihat menawan, anehnya luka di wajahnya semakin membuatnya tampan.


Ini mengingatkan nya pada pertemuan pertamanya dengan Agra.


Flashback Off


Teriknya matahari membuat Kimy mengurungkan niatnya untuk mengikuti siswa-siswi baru lainnya yang akan melaksanakan kegiatan MPLS yang diisi pidato para OSIS,


Itu memakan waktu cukup lama apalagi Kimy paling lemah jika berada di bawah sinar matahari berjam-jam.


Jadi dengan otak jeniusnya Kimy menyelinap diantara para anggota OSIS lalu melarikan diri ke Perpustakaan.


Selain tempat paling adem, disini juga tersedia Wife yang lancar jaya, apalagi coba yang kurang?


Baru saja ingin mencari tempat duduk Ia dikejutkan dengan seonggok manusia berjenis kelamin Laki-laki  yang tengah tertidur pulas dengan tangan terlipat di meja.


Awalnya Kimy mengira kalau itu salah satu kakak kelas bahkan Ia sudah bersiap kabur, tapi ketika berniat pergi sebuah buku jatuh dari meja yang ditidurinya.


Mungkin itu buku yang sebelumnya sempat dia baca, dengan rasa penasaran yang tinggi Kimy memungut buku itu.


ENSIKLOPEDIA


Membaca judulnya saja Kimy sudah merasa pusing, dia sepertinya murid yang luar biasa pintar. Kimy membolak-balikkan bukunya hingga sesuatu jatuh dari salah satu halaman buku itu.


Lagi Kimy yang penasaran kembali memungut secarik kertas yang jatuh ke lantai,


Untuk Faras Agrata.


Aku sudah lama suka sama kamu, tapi aku takut mengungkapkannya. Besok tunggu aku di belakang taman sekolah.


"Eh? Surat cinta," Kimy bergidik merasa geli dengan kata-kata yang terangkai di surat itu.


Astaga. Gadis mana yang mengirimi surat ini, Apa dia datang dari abad pertengahan? Bukannya sekarang tekhnologi sudah canggih, tinggal klik sudah terkirim.


Kimy menggelengkan kepalanya tidak habis pikir, semoga Gadis yang menulis ini segera diberi pencerahan.

__ADS_1


Shhh..


Karena takut terkena masalah Kimy cepat-cepat bersembunyi di bawah meja, Laki-laki itu bangkit dari duduknya lalu mengambil buku yang sebelumnya Kimy kepoi.


Kimy membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun, untuk perlahan sepasang kaki yang terbalut sepatu itu meninggalkan meja tempatnya bersembunyi.


Memastikan kalau sudah aman, Kimy keluar dari persembunyiannya. Dari kejauhan Kimy bisa melihat di leher laki-laki itu terdapat pita berwarna hitam yang dipakai khusus untuk siswa-siswi baru.


Dengan kesal Kimy memukul udara, menghiraukan orang-orang yang mulai melihatnya aneh. Kalau tau begitu ia tidak perlu tersiksa harus bersembunyi di bawah meja,


Tapi berkat kelakukan absurd nya Ia menyadari ada sesuatu yang janggal.


Surat cintanya masih berada di tangannya.


Flashback End


Jika mengingat kejadian itu Kimy selalu tertawa, tapi kali ini Ia menahan diri untuk tidak meledakkan tawanya, tidak ingin mengganggu bayi besarnya.


Kimy berniat kembali ke Ranjangnya, tapi karena piyama yang di belikan pelayan Agra size nya tidak sesuai dengan kaki pendeknya,


Kakinya menginjak bagian bawah Piyama itu, tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya Kimy berusaha meraih sesuatu apapun yang dapat menolongnya dari terjun bebas, Sial sekali Kimy hanya bisa merasakan angin.


Tubuh mungilnya jatuh begitu saja tepat di sisi Agra yang tengah tertidur, deru nafas Kimy tampak masih berlomba-lomba.


Untung saja tubuhnya tidak jatuh di atas tubuh Laki-laki itu, Kimy menoleh untuk melihat apakah Agra terganggu dengan suara jatuhnya.


Kimy meringis dalam hati, terjebak di situasi seperti ini dalam keadaan Agra sedang tidur, Ia merasa menjadi Gadis mesum yang suka mencari-cari kesempatan.


Mencoba bergerak dengan pelan, Kimy ingin bangkit dari Sofa. Agra bergerak pelan membuat Kimy kembali diam seakan menjadi patung,


Kimy tidak mengira kalau Agra bergerak untuk memeluk tubuhnya dengan erat, kaki jenjangnya mengunci pergerakan darinya. Kimy layaknya guling hidup milik Agra.


Rasanya Kimy ingin berteriak sekencang mungkin, tapi yang mampu keluar dari bibirnya hanya gumaman kecil.


Ia menyesal sudah mendekati singa yang sedang tidur, kalau begini dirinya sendiri yang repot.


_______________________


Cahaya masuk ke retina matanya mengusiknya dari tidur lelapnya. Kimy bangkit dari Sofa, Agra masih terlelap tapi tidak memeluknya lagi.


Eh?! Jadi ini artinya Ia tidur bersama dengannya, di Sofa sempit ini?


Apa semalam secara tidak sengaja Ia mencoba meraba sesuatu? Kimy jadi memikirkan, apa itu dada bidangnya atau bibirnya?


Kimy menepuk-nepuk pipinya berusaha mengusir jauh-jauh pikiran kotor yang hinggap di kepalanya.

__ADS_1


Dengan cepat Kimy bangkit dari Sofa, lalu melangkah ke kamar mandi. Ia perlu menjernihkan pikiran.


Lima menit kemudian Kimy keluar dari kamar mandi, Agra masih pada posisinya.


Kimy mendekatinya sembari mengusap lembut wajahnya dengan handuk,


Dia ini tidur apa mati sih?


Kimy mengangkat kedua bahunya seakan menjawab pertanyaannya sendiri, Ia menggantung handuk yang dikenakannya lalu melangkah keluar dari kamar.


Kakinya menuruni tangga yang terarah langsung menuju lantai bawah, kondisi Villa sangat sepi, mungkin para pekerja masih belum datang.


Kimy mencari-cari letak dapur, ternyata itu tidak jauh dari tangga. Dapur yang bergaya alam membuat matanya segar seketika.


Apalagi saat mengecek kondisi kulkas, penuh dengan bahan masakan juga camilan. Nikmat mana lagi yang kau dikatakan.


Otaknya langsung merespon cepat, tapi sebelum itu Ia mencepol asal rambut panjangnya.


Kimy mulai mengeluarkan bahan masakan yang diperlukannya ke pantry, Ia akan membuat Pancake dan salad spesial ala Dapur Kim.


Sebenarnya Ia tidak begitu jago, bahkan Camelia selalu melarangnya masuk ke dapur karena takut dirinya akan mengacaukan tempat kesayangannya itu.


Tapi Kimy juga selalu rajin menonton acara masak yang disiarkan oleh stasiun televisi di China, menurut Kimy acara masak yang dilakukan oleh orang berkulit seputih porselen itu sangat satisfying.


Belitan tangan dan area tengkuknya yang merasakan geli karena hembusan nafas panas menyentuh permukaan kulit lehernya, membuat aktifitas Kimy terhenti.


"Masak apa?"


Seharusnya suaranya biasa saja kan, tapi karena Laki-laki itu baru bangun tidur suaranya terdengar lebih berat dari biasanya.


Kimy mewanti-wanti agar detak jantungnya tidak terlalu kencang berdegup, Ia benar-benar gugup berada di posisi seintim ini.


"P-pancake, sama Salad."


Karena kantuk masih menguasainya, suara Kimy yang mengalun lembut membuatnya kembali tertidur di pundak Gadis itu.


Dengkuran halus yang terdengar membuat Kimy menghembuskan nafas panjangnya, apa ada orang yang tidur sambil berdiri seperti ini?


Menggunakan tangan kirinya yang masih bersih dari tepung, Kimy mengelus rambut hitam legam Laki-laki itu.


"Agra, tidurnya di kamar ya.. Aku susah geraknya loh," Bujuknya.


"Temenin..." Rengekan yang terdengar seperti anak kecil itu membuat Kimy melirik tajam wajah yang berada pundaknya itu.


"Jangan aneh-aneh!" Sinis nya.

__ADS_1


_______________________


__ADS_2