School Prince, Budak Cintaku

School Prince, Budak Cintaku
A Suprise For Kimy


__ADS_3

____


Bel istirahat berbunyi, siswa-siswi SMA Pertiwi berebut keluar dari ruang kelasnya untuk pergi ke kantin tempat tersedianya berbagai macam jenis makanan untuk menyenangkan lambung mereka.


Kimy bangkit dari kursinya sesaat setelah Ibu Isni keluar dari ruang kelas, tapi aksinya di hentikan Elio.


"Lo mau ke Kantin?"


Mendengar itu Kimy mendadak ingat peringatan Agra tadi pagi. Gadis itu menggeleng, "Nggak, El. Gue mau ke meja mereka." Kimy menunjuk kedua temannya yang masih mencatat penjelasan dari Ibu Isni.


"Oh, Gue mau ke Kantin. Lo mau Gue beliin sesuatu nggak?" Awalnya Elio berniat pergi bersama Kimy, tapi sepertinya Gadis itu sedang tidak ingin pergi ke Kantin.


"Nggak usah, El. Makasih ya.."


Kimy berjalan mendekati meja Sonia dan Ivy lalu menarik kursi yang berada di sebelah kiri Ivy untuk di dudukinya.


"Kalian nggak ke kantin?" Tanya Kimy.


Ivy menutup bukunya begitu menyelesaikan catatannya. "Kita ke kantin, Lo nggak ikut?"


"Mau sih, tapi.."


"Tapi apa?"


Kalau Kimy mengatakan dirinya menunggu Agra, Ia bisa di ledek habis-habisan oleh dua rubah ini.


"Tapi Gue lupa bawa bekal."


"Aneh sih Lo, kita ke kantin emang karena nggak bawa bekal. " Ivy menyipitkan matanya curiga.


"Hehehe...." Kimy tertawa kaku.


"Udah jangan pada ribut, mending kita cepetan ke Kantin nanti nggak kebagian meja."


Kimy tersenyum manis, di saat-saat tertentu Sonia bisa menjadi malaikat penyelamat.


Ke duanya beranjak dari kursinya Kimy yang melihat itu menghembuskan nafasnya gusar.


'Kemana sih Agra?' Batin Kimy.


"Kim! Ayo, malah ngelamun." Seru Ivy kesal.


Lamunan Kimy buyar saat suara melengking Ivy masuk ke gendang telinganya, dengan wajah masam Kimy berjalan mengikuti mereka.


Pikirannya masih berkelana mengkhawatirkan Agra, tidak biasanya Laki-laki itu mengabaikan janjinya.


Yang Kimy takutkan Agra terlibat perkelahian lagi, seperti Bulan lalu, Laki-laki itu di hadang segerombolan anak SMA sebelah yang membawa senjata tajam dengan gilanya mereka mengeroyok Agra yang hanya sendirian.


Agra harus di larikan ke rumah sakit karena tangannya yang cedera parah, terkena tusukan senjata tajam. Kimy takut kalau sekolah sebelah kembali menyerang Agra diam-diam.


"Ivy, Sonia. Gue ke toilet dulu ya, nanti Gue nyusul kalian."


"Mau aku anterin nggak, Kim?"


"Nggak usah, Son, nanti mejanya nggak ada yang jaga."


"Oh, iya. Ya udah kamu hati-hati ya."


Tampaknya Ivy melihat ada yang aneh dengan sikap Kimy. "Awas aja Lo nggak cepetan nyusul."


"Iya, iya..."


Kimy berpencar dengan dua sahabatnya, Gadis itu berjalan cepat menuju ruang kelas 11 IPA 1. Siapa tau di sana ada Andreas dan Axel yang bisa Kimy tanyai.

__ADS_1


Beruntungnya Kimy tidak perlu harus susah-susah ke sana karena dipertengahan jalan Ia sudah berpapasan dengan Axel.


"Eh ada Kimy, cari Agra ya?" Laki-laki berwajah manis itu tersenyum hingga memamerkan deretan giginya.


"Iya, Lo tau dimana?"


Axel mengangguk, "Ada di kelas. Tapi--"


Ucapan Axel belum tuntas sepenuhnya, tapi Kimy sudah melesat terlebih dahulu menuju ruang kelasnya. Axel mengangkat bahunya tidak perduli, dirinya juga lupa mau mengatakan apa.


Jarak Kimy dan pintu sudah tidak jauh lagi, samar-samar Kimy mendengar suara tangis perempuan.


Kimy yang penasaran membuka pintu Ruang kelas 11 IPA 1 tidak terlalu lebar, memudahkannya untuk mengintip terlebih dahulu.


Di dalam ruang kelas itu, Agra tengah memeluk Evelyn yang sedang menangis. Tangan Agra menepuk-nepuk pelan punggung Evelyn seakan mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.


Karena posisi mereka membelakanginya, dua manusia itu tidak menyadari keberadaan Kimy.


Kimy menutup kembali pintu Ruang kelas, Gadis itu tersenyum geli. "Nyesel Gue udah khawatir kaya orang gila."


_____


"Lo kenapa, Kim?" Tanya Ivy pasalnya tidak biasanya Kimy membiarkan pangsit-pangsit nya mendingin.


"Lagi diet, buat kalian aja." Sahut Kimy tanpa diduga.


Gadis berponi itu menggeser piring berisi pangsit-pangsit gemuknya ke hadapan Ivy dan Sonia.


"Aneh, nggak biasanya Lo begini."


Sonia mengangguk setuju dengan ucapan Ivy.


"Gue nggak papa." Tidak ada yang aneh darinya, hanya saja ada rasa sedih di hatinya, Kimy juga tidak tahu itu apa.


Andreas dan Leo duduk di sebrang meja mereka, Kimy tidak tahu kalau diam-diam keduanya sedang menjadi mata-mata Agra.


Leo melirik Kimy yang mengaduk-aduk Jus wortelnya, memperhatikan begitu seksama seakan cairan oranye itu akan bereaksi. "Kayanya Kimy belum makan apa-apa deh,"


"Iya, Gimana nih? Kita bisa habis kalau Agra sampe tau."


Beruntungnya di kepala Leo muncul ide bagus, Laki-laki berwajah imut itu memanggil pelayan dari penjual nasi goreng lalu memesankan satu porsi nasi goreng tapi Leo mengarahkan pelayannya untuk memberikannya pada Kimy.


Andreas tersenyum bangga. "Ide Lo bagus juga.


"Iya dong,"


Pelayan itu meletakkan piring berisi nasi goreng itu di depannya, "Silakan di nikmati." Ucapnya ramah.


Kimy mengerutkan keningnya. "Maaf mbak, tapi saya nggak pesan nasi goreng kok."


"Ini dari pacar mbaknya, udah di bayarin kok."


Sebegitu tidak ingin di ganggu nya sampai-sampai menyuapnya dengan nasi goreng?


"Yasudah, terima kasih ya mbak."


"Iya."


Kimy mendorong piring nasi goreng ke hadapan Ivy dan Sonia. "Buat kalian, Gue ke kelas duluan." Katanya.


Ivy dan Sonia menghela nafas panjang, mereka mengerti kalau Kimy sedang dalam masalah, tapi apakah harus mereka menghabiskan semua makanan ini?


Tanpa menunggu respon Ivy dan Sonia, Kimy berlalu keluar dari kantin.

__ADS_1


Andreas dan Leo hanya bisa melongo melihat nya, Kimy bahkan tidak menyentuh sama sekali nasinya!


______


Evelyn Natalie memang sangat cantik, itu sebabnya dia menjadi Dewi di SMA Pertiwi dan kerap kali di jodoh-jodoh kan dengan Agra atau Andreas.


Karena pangeran lebih serasi bersanding dengan Dewi, mungkin klub pendukung RaLyn akan histeris kalau sampai mengetahui mereka baru saja berpelukan.


Kimy menggeleng tidak habis pikir, kenapa mereka seperti tidak punya kerjaan saja.


"Kim, Kita duluan ya.."


Kimy mengangguk. Niat awalnya Ia ingin numpang dengan Ivy atau Sonia, tapi ternyata mereka di jemput.


Jadilah Kimy duduk di bangku halte dengan sepasang air phone yang terpasang di kedua telinganya.


Album Olivia Rodrigo menemaninya menunggu Bus, alat transportasi yang akan mengantarnya pulang.


Motor sport merah berhenti tepat didepannya, pengendaranya membuka helmnya.


Ternyata Elio di balik helm itu. "Kim, mau bareng?"


"Nggak usah, El, Gue pengen naik bus." Tolaknya halus tidak ingin menyinggung Elio.


Mobil putih mengkilap berhenti di sebelah Motor Elio, Kimy yang hafal siapa pemiliknya mendadak panik.


Kimy mengambil helm yang berada di jok belakang motor Elio. Gadis itu tanpa aba-aba menaiki motornya.


"Anterin Gue sampe rumah ya."


"Eh? Bukannya--" Kimy menepuk pundak Elio dua kali seakan mengisyaratkan kalau kondisinya sedang genting.


"Nanti Gue jelasin,"


Karena rok Kimy yang di atas lutut, Elio menyerahkan jaketnya untuk menutupi pahanya yang terekspos.


Motor Elio melesat, Agra yang tak lain pemilik Mobil putih itu mencengkeram erat setir mobilnya.


Agra lekas mengejar Motor Elio, Laki-laki itu mengendarai Mobil dengan kecepatan tinggi.


Elio memperhatikannya dari kaca Spion, Ia lalu menoleh ke arah Kimy.


"Pegangan yang kenceng, Kimy."


"Apa?!"


Elio mempercepat laju motornya hingga terjadi aksi kejar-kejaran. Sebenarnya Kimy takut, tapi Ia juga merasa tidak ingin melihat wajah Agra.


Agra memukul setir mobilnya karena sekarang Ia justru harus terjebak macet. Motor Elio sudah tidak terlihat dari pandangannya.


Begitu Motor sport merah itu sampai di Gerbang bercat putih, Kimy turun dari motor Elio.


"Makasih ya.. Nanti jaketnya Gue cuci dulu. Besok Gue kembaliin."


"Santai aja, Kimy."


"Oh iya, Lo mau mampir dulu nggak?"


Elio menggeleng, "Gue buru-buru. Lain kali ya,"


"Oke, Gue masuk dulu."


Kimy melambaikan tangannya pada Elio. Begitu selesai mengunci gerbangnya, Gadis itu berlari ke Rumahnya.

__ADS_1


Camelia yang belum pulang dari kantornya pun menjadi keberuntungan Kimy, Ia jadi tidak ditanyai macam-macam.


__ADS_2